Jodoh Yang Mengalah (Part 1)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 9 January 2018

“Pagi nisa cantik” sapa temanku shabrina, “Oh hai shab, kau mengagetkanku saja” balasku, “Lagian pagi-pagi udah bengong, mikirin apa sih cantik?” tanya shabrina heran, “Ehm jadi gini loh, hmmm cerita gak ya? Aku malu nih” jawabku, “Yaelah cerita aja kali nis, kaya sama siapa aja, gua ini kan sahabat lo, udah cerita aja ada apa gak usah malu-malu” jawab shabrina dengan rasa ingin tahu.

“Jadi gini loh shab, tadi pas gua dalam perjalanan ke kampus, ceritanya di mobil gua ngerasa ada cowok yang ngikutin gua, dia ngikutin gua sampe kampus, pas udah sampe gua gak turun, gua liat gerak gerik tuh cowok, dia turun dari mobil terus ke ruang dosen, kayanya itu cowok anak baru deh soalnya gua belum pernah liat dia di kampus ini, tau gak tampangnya tuh keren tau gua aja sampe dag dig dug pas liat dia, gua belum pernah ngerasain ini sama cowok manapun, kira-kira dia ngambil jurusan apa ya? Semoga aja dia 1 jurusan sama kita, gua harus cari tau tentang cowok itu” ceritaku panjang lebar pada shabrina, “Oh jadi sahabat gua ini ceritanya lagi jatuh cinta pandangan pertama nih? Ok lah sebagai sahabat gua akan selalu dukung lu, gua akan bantu cari tau tentang cowok yang lu maksud” jawab shabrina dengan senyum, “Hehe makasih yah shab, lu emang sahabat terbaik gua” kataku sambil memeluk shabrina.

“Pagi semua” sapa pria itu yang tiba-tiba masuk ke kelasku, “Perkenalkan nama saya fandi christian, saya di sini sebagai dosen menggantikan pak doni mengajar mata kuliah hukum, dikarenakan pak doni sedang sakit, dan tidak bisa mengajar, saya yang akan meneruskan mengajar mata kuliahnya di semester ini” kata dia menjelaskan panjang lebar, aku terbelalak, aku langsung berbisik pada shabrina, “Shab itu cowok yang gua ceritain yang tadi pagi, ternyata dia dosen, gua kira dia mahasiswa, abis tampangnya muda gitu, belum pantas jadi dosen” bisikku, “Iya ya nis tampangnya keren gitu, masih muda, pantas kamu naksir sama dia” jawab shabrina.

“Hai kamu kerudung hijau siapa namamu, perasaan tadi pagi aku lihat kamu dalam perjalanan ke kampus” tanya pria itu padaku, “Saya, sa saya nisa pak, iya emang tadi pagi kita berpapasan kok pak di jalan” jawabku gugup, “Ok nisa, lain kali kalo ketemu saya di jalan itu disapa ya, kamu tau kan sekarang, saya ini dosen kamu” jawabnya tegas, “Iya iya pak” jawabku lagi gugup.

Hari berganti hari, setiap pelajaran pak fandi aku sering tidak fokus belajar, aku hanya fokus melihat wajanya sambil sesekali menuliskan namanya di bukuku, ya itulah yang kulakukan saat pelajaran dia berlangsung.

Sampai suatu hari aku demam, padahal hari ini pelajaran pak fandi, aku ingin sekali masuk kuliah, tapi fisikku tak sanggup, akhirnya aku sms shabrina, mengabarinya kalau hari ini aku tak masuk kuliah, karena demam.

Sore hari aku terbangun dan melihat hp ku ada sms dari seseorang, “Hai nisa, kamu kenapa gak masuk, sakit ya? guas ya nis, pak dosenmu ini kangen loh karena hari ini gak bisa ketemu kamu” aku terkejut, “Ini pak dosen siapa ya?” balasku, “Fandi lah siapa lagi, aku dapat nomor kamu dari sahabatmu shabrina, karena aku khawatir dengan keadaanmu” balasnya, “Saya gak papa kok pak cuma demam aja” balasku, “Kalo gak di kampus panggil aja fandi gak usah pake pak, formal formal amat, oh iya nanti kalo kamu sudah sembuh, aku boleh gak ajak kamu jalan” balasnya dengan rayu yang membuat jantungku dag dig dug, “Iya boleh kok pak, kalau ada waktu kita jalan” balasku dengan senyum penuh kemenangan.

Singkat cerita aku dan fandi sering jalan berdua dan berbagi cerita, sampai akhirnya fandi menyatakan cintanya padaku, bahkan dia bilang ingin serius denganku, tapi ada tembok yang memisahkan kita, perbedaan keyakinan membuat kita sulit bersatu, fandi sudah tau dari awal kalau aku seorang muslimah karena hijabku, tapi karena cintanya denganku akhirnya dia memaksakan untuk mendekatiku. Saat kita ingin makan kita berdoa menurut keyakinan masing masing, saat adzan berkumandang, fandi selalu mengingatkanku solat, begitupun ketika fandi beribadah pada hari minggu, aku sering menunggunya sampai selesai beribadah.

Semakin hari aku dan fandi semakin dekat, dan tak tahu arah hubungan ini kemana, sampai pada saatnya aku memutuskan menghilang dari kehidupan fandi, karena aku pun sudah lulus kuliah, dan tidak akan bertemu dengannya setiap hari dikampus.

“Nis apa kabar? Gimana hubungan kamu dengan pak fandi” sms shabrina masuk ke hpku, “Aku udah gak sama dia shab, aku capek jalanin ini, hubungan kita gak bisa berjalan serius, sampe kapanpun” jawabku, “Sabar ya nis, aku juga gak tau mesti gimana kalo jadi kamu” balas shabrina turut prihatin, “Nis kamu mau gak sama sepupuku, orangnya gak kalah keren kok sama pak fandi, kasian loh sepupuku juga ini lagi berduka, dia udah mau nikah gak jadi karena calon istrinya kecelakaan” balas shabrina panjang lebar, “Boleh lah shab, untuk pelampiasan patah hatiku karena fandi, semoga saja dengan aku dekat sama sepupumu aku jadi bisa lupain fandi, oh ya sepupumu muslim kan?” balasku panjang lebar, “Muslim lah namanya arsyl” balas shabrina singkat, “Ya aku trauma aja, aku cuma mau mastiin, takutnya keulang lagi udah terlanjur cinta eh beda keyakinan” balasku lagi, “Ye gua kan sahabat lo, masa mau jerumusin lo ke lubang yang sama” balas shabrina lagi.

Aku pun akhirnya dekat dengan sepupunya shabrina yaitu arsyl, arsyl sepertinya menyukaiku, namun entah kenapa aku menganggapnya hanya teman, aku sudah berusaha untuk menyayangi arsyl namun hati ini tetap milik fandi, sampai arsyl menembakku hingga 3 kali, akhirnya aku menerimanya karena merasa tidak enak kalo terus menolaknya. Lagipula tidak ada laki laki yang sangat mencintaiku sekuat arsyl jadi kuputuskan untuk menerima cintanya.

Beberapa bulan kemudian, tiba tiba fandi ke rumahku, dia bilang kalo dia sudah mualaf jadi kita bisa segera menikah, lalu aku bilang padanya bahwa aku sudah punya kekasih yang sangat mencintaiku yaitu arsyl, aku juga sudah ingin menikah dengannya, fandi menangis di hadapanku dia menyesali kenapa aku begitu cepat melupakannya, setelah itu dia minta kontakku yang baru agar bisa menghubungiku kembali, dan dia hanya ingin menjadi sahabatku.

Diam diam aku sering jalan dan sms-an dengan fandi, sampai suatu ketika arsyl membuka hp ku dan membaca semua pesan pesanku, hatinya hancur ketika membaca pesan pesan yang kukirimkan pada fandi, apalagi aku sempat menulis pesan pada fandi, bahwa sebenarnya aku masih sangat mencintainya, dan aku tidak pernah mencintai arsyl dan terpaksa menerima cintanya. Akhirnya arsyl mengalah, dan memilih memutuskan hubungannya denganku, agar aku bisa bahagia dengan pria yang kucintai yaitu fandi.

Aku pun pada akhirnya menikah dengan fandi, karena sudah tidak ada penghalang di antara kita.

Katakanlah sekarang bahwa kau tak bahagia, aku punya ragamu tapi tidak hatimu, kau tak perlu berbohong kau masih menginginkannya kurela kau dengannya asalkan kau bahagia. (lirik lagu armada)

Bersambung

Cerpen Karangan: Garnis Ayu
Facebook: Garnis Ayu

Cerpen Jodoh Yang Mengalah (Part 1) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pelangi Arka dan Rain (Part 2)

Oleh:
Tak lama, karena Ray tak juga membuka mulut, Kayla menambahkan. “Tapi Ray. Perlu loe ketahui satu hal. Arka udah punya Catrine. gua mau loe jangan jatuh terlalu dalam. gua

Kepergianmu

Oleh:
Pagi itu seperti biasa, aku kesiangan lagi berangkat ke sekolah. Oh iya, sebelumnya kenalin dulu nama Aku Mela panggil aja mel. Aku dilahirkan di keluarga yang sederhana, dan sekarang

Cinta Lain Kali (Part 2)

Oleh:
Dua hari setelah aku mengalami kesialan yang luar biasa, aku harus bersekolah. Seperti biasa, aku berangkat sekolah naik angkot, ku nikmati pagi dan mengumpulkan semangat untuk menjalani hari ini.

Different World (Part 2)

Oleh:
“Nes, kamu kenapa?” tanya Steve. “enggak aku gak kenapa-kenapa” jawabku dengan nada lesu. “Oh ya udah aku ke kamarku dulu ya. Aku mau tidur siang bentar” jawab Steve. “oke,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Jodoh Yang Mengalah (Part 1)”

  1. dinbel says:

    Switssssss bangets sih ceritanya. Terkadang cinta itu butuh pengorbanan sekalipun itu membuat itu pahit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *