Jogja Is My Wife

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 13 September 2018

Pada suatu sore yang indah, aku berangkat dari SURABAYA menggunakan bus untuk menghadiri sebuah acara pernikahan saudaraku, oh ya perkenalkan namaku PUTRI JASMINE ANGGRAINI, teman-temanku biasa memanggilku dengan sebutan jasmin, kembali ke cerita, disaat perjalanan berangkat ke jogja, aku bertemu dengan sosok idolaku yang bernama BILI SYAHPUTRA, sosok artis terkenal, adik dari almarhum OLGA SYAHPUTRA. Meskipun aku melihat sosok yang akrab dipanggil bang Bili ini dari jauh, karena beliau sedang melakukan shooting anti jones, tapi aku sangat bahagia, karena terlalu bahagia aku sampai lupa mengambil foto bang bili, ya ampun dasar pelupa, gerutuku dalam hati.

Tak lama kemudian aku sampai di halte bus pada pagi hari. Ketika aku turun dari bus, aku langsung mencari ponselku di dalam tas, dan langsung menelepon mama. “halo ma..”, “halo nak, kamu ada di mana? Pasti udah sampai di halte bus”, “ya ma, tolong jemput Jasmin di sini yah”, “maaf nak, mama enggak bisa jemput, semua orang di sini sibuk, mama akan suruh Rio buat jemput kamu”. “Rio itu siapa ma?”, “teman masa kecilmu dulu Jasmin, yang sering kamu jahilin waktu main dulu”, “owh, Rio anak gendut itu ya, ya udah ma, aku tunggu di halte sebelah pasar malioboro yah ma, assalamuaikum”, “ya, wa alaikumussalam”.

3 jam sudah berlalu, tapi rio belum datang juga, sudah sampai gelas kopi yang ke 3 yang telah aku minum, tapi dia belum datang juga.
Tin… tin… tin, suara klakson sepeda motor berbunyi hingga membuatku terkejut dan tersedak “uhuk, uhuk, uhuk, gila lo ya, siapa sih lo..” bentakku tanpa memandang wajahnya dan membersihkan pakaianku yang basah karena kena kopi yang tumpah. “sorry deh nona manis, tambah manis deh kalau marah”, apa, nona manis, kayaknya aku tau siapa orang ini, karena nggak ada orang yang berani manggil itu, kecuali Rio, “hah, Rio?!”, “yah nona, ini aku Rio, bocah gemblung (anak gemuk) kamu dulu, yang selalu kamu kerjain” sambil menatap Rio yang menahan tawanya karena ekspresi wajahku yang heran melihat wajahnya yang berubah menjadi tampan.

“woy nona, naik ojek nggak? Keburu aku tinggal nih, hahaha!”, “Rio, gue nggak percaya kalau ini lo, lo sekarang kok nggak gemuk, malahan lo tambah..”, “kenapa nona, aku tambah gantengkan, udah, pegangan aja yang erat, aku mau ngebut nih” potong Rio.

Tak lama kemudian kita berdua sampai di rumah budhe asri, di sana banyak sekali orang yang bergotong royong mempersiapkan pernikahan mbak santi anak semata wayang budhe Asri. “sudah sampai nona muda, mari, nona, sudah sampai tujuan, ongkosnya mana? Hahahahahaha”, “enak aja, sana sini aja perlu ongkos buat bayar, enak di lo nggak enak di gue, tongpes nih gue”, gerutuku pada rio, tapi rio hanya membalas dengan sebuah senyuman yang selaluku rindukan.

“eh jasmin, silahkan masuk dik, mamamu udah nunggu di dalam rumah, Rio.. kamu juga, silahkan masuk” sambut mbak Santi dengan senyumannya yang lebar. Aku pun berjalan menyusuri keraton budhe asri, ya, kami sekeluarga adalah keturunan darah biru, atau keturunan ningrat yang terpandang di kota Jogja ini.

Akhirnya aku dan Rio sampai di ruang keluarga, di sana ada kedua orangtuaku, orangtua Rio, budhe, hampir semua anggota keluargaku hadir, tetangga desa pun ikut membantu mengerjakan persiapan resepsi acara peernikahan mbak santi yang tinggal 3 hari lagi.

“eh, nnduk, udah sampai nak! Udah besar kamu yah, sebentar lagi kamu pasti juga nyusul mbak Santi nikahkan” tanya budhe, “mboten budhe, mboten enten calon suami” jawabku, aku tidak sebegitu fasih berbicara bahasa jawa halus, soalnya sebagian besar hidupku tinggal di Surabaya. “nduk, kamu istirahat ajah dulu, mandi, habis itu tidur, kami semua bisa mengerjakannya kok nduk” kata budhe, aku hanya mengangguk saja tanda mengerti, aku memang sangat lelah, akhirnya setelah sampai di kamar tamu, aku langsung pergi menyegarkan badan, dan tak lama kemudian aku tidur di kasur yang sangat empuk.

“wah, mbak Santi gelis pisan,” kata mamaku, “makasih bi,” jawab mbak Santi dengan tersipu malu, ternyata mas Indra suami mbak Santi sangat tampan, tapi masih tampan bang Bili sih, disaat aku membayangkan wajah bang Bili yang tampan, aku dikagetkan oleh seseorang dari belakang, “dorr, hai nona cantik, pasti mikirin aku yah”, “gila banget gue mikirin loh blung, jangan GR deh” jawabku dengan nada kesal.

“dan pada acara yang berbahagia ini, keluarga besar mengundang tamu istimewa yang akan menghibur kita semua, kita sambut, ‘bang Bili, Cemen, Opie, Musdalifah’ kepadanya dipersilahkan” kata sang pembawa acara resepsi pernikahan, yang membuatlku terkejut adalah nama bang Bili disebut oleh dia, mungkinkah dia akan datang? Kenapa jantungku berdetak sangat kencang?.

Tak lama kemudian acara resepsi pun berakhir, aku berkesempatan untuk berfoto dengan para stand up tersebut, terutama bang Bili, “bang Bili Syahputra ya? Aku penggemar berat abang, boleh nggak minta foto sama abang?” sapaku dan bang Bili hanya tersenyum manis, “ya, suatu kehormatan untuk berfoto dengan Putri Jasmin Diningrat” jelasnya, ya ampun, dia memanggiku seperti itu, “satu, dua, senyum” cekrik, bang Bili yang memegang handphoneku, dan aku sangat bahagia, tapi siapa yang mengundang bang Bili tanpa memberitahukanku, “kamu pasti kaget dan bertanya-tanya, siapa yang mengundang abang datang ke sini, dia orang yang sangat menyayangimu dari kecil, namanya..” jelas bang Bili, belum sempat aku mendengar nama orangnya, suara adzan shubuh membangunkanku, lalu aku terbangun dengan nada agak kesal, “piye toh, belum selesai bermimpi sudah bangun, jika aku tau ini mimpi aku akan berusaha tidur lebih lama, biar terus-terusan sama bang Bili”

Lalu mama mengetuk pintuku, “ndukk, bangun nak, ayo sholat shubuh berjama’ah, sama semua orang”, “yah mama, Jasmin mau siap-siap dulu, sekalian mandi..”, “yah Jasmin, mama tunggu di bawah”, “oke ma”.

Setelah selesai sholat shubuh aku pergi keluar untuk berjalan-jalan ke Malioboro untuk berolah-raga. Di sana aku berjalan-jalan memandang Malioboro dengan Rio.

Akhirnya acara yang kami semua tunggu tiba, dan yang paling membuatku kaget, pembawa acaranya mengucapkan kata-kata persis seperti didalam mimpi, meskipun bang Bili bukan ngisi acara melainkan tamu istimewa mbak Santi, aku tetap bahagia. Akhirnya selesai acara resepsinya, kami sekeluarga pun tak lupa berfoto bersama bang Bili untuk dijadikan kenang-kenangan di album pernikahan mbak Santi dan mas Indra. “Nak Bili, makan dulu sebelum pergi” pinta budheku, bang Bili pun mengangguk tanda setuju.

Selesai makan, aku menghampiri bang Bili yang tengah asyik mencicipi kue khas Jogja, “bang, boleh minta foto nggak, tapi cuma berdua ya bang” tanyaku dengan nada agak sedikit canggung. “boleh kok jasmin, dengan senang hati”, “dari mana abang tau namaku”, aku mengetahuinya dari sosok yang mencintaimu di dalam diam dari kecil, mana hp mu, aku yang pegang, siap ya, satu, dua, senyum”, cekrik… cekrik…

“bang, emang siapa yang ngundang bang Bili datang ke sini?” bang Bili hanya menatapku dan tersenyum geli melihat kebingunganku, “bang Bili ini sebenarnya temen smpnya kakakmu, tapi yang ngundang bang Bili ke sini bukan kakakmu, tapi Rio, adik kelas abang..” jelas bang Bili, “apa, Rio?!”, “yah, bang Bili pulang dulu ya, ini oleh-oleh buat kamu”, “makasih bang”, “yah dadah” bang Bili pergi sambil pergi melambaikan tangan kepadaku, lalu berpamitan dengan orang rumah.

Sesampainya di kamar, aku langsung membuka kado dari bang Bili, betapa terkejutnya aku, melihat kaos, bingkai foto, sepatu, topi, semuanya bergambar bang Bili, lalu ada kertas merah muda berbentuk hati di bawahnya. Segera kubuka apa isi surat tersebut, lalu kubaca dengan pelan:

Dear: my love
From: RIO
Hai, kamu pasti kagetkan atas semua ini, jujur, aku lakuin semua ini karena aku sangat sayang sama kamu, intinya aja deh nona manis, aku Cuma mau bilang ‘aku tresno karo kowe’, what you married me? Please!?

Setelah selesai membaca surat tersebut ada seseorang yang mengetuk pintu kamarku, “yah sebentar” aku bergegas membuka pintu kamarku, tapi sialnya aku terjatuh setelah membuka pintu karena tergesa-gesa, tapi sebelum aku jatuh ke lantai, ada orang yang menangkapku sehingga aku tidak jatuh, lalu kupadang wajahnya, ternyata Rio dan tanpa sadar hatiku berdegup kencang, “kamu nggak papa kan nona?” tanyanya agak cemas, “aku nggak papa kok”, “ngomong-ngomong, gimana? Aku datang ke sini mau tau apa jawaban darimu nona”, “maaf aku nggak bisa” kulihat wajahnya yang kecewa mendengar jawaban dariku, lalu kulanjutkan perkataanku sambil menahan tawa berusaha serius, “aku nggak bisa nolak dan hidup tanpa kamu Rio, hahahahahaha, jangan sedih dulu makanya”. “ih nona, bikin aku sedih aja, i love you Jasmine, thanks”.

Akhirnya terjawab sudah semua misteri mimpiku, dan akhirnya, aku dan Rio hidup bahagia di kota JOGJA. Di JOGJA tempatku lahir, dan di sini juga tempatku menemukan jodohku, dan yang terakhir, di JOGJA ini pula aku hidup bersamanya dengan bahagia selamanya.

The end

Cerpen Karangan: Muhimmatul Khoiroh
Blog / Facebook: Alfi Ah / muhimmatulkhoiroh.124
hay, namaku ima, semoga kalian suka ya, aku penggemar member bts, terutama v,
hamsahammidah…
sekian, terimakasih

Cerpen Jogja Is My Wife merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


The Elementer’s Games

Oleh:
“Yak! Latihan hari ini cukup sampai di sini. Kerja bagus semuanya!” Seru Petra, pelatih di Elementers Academy. “hei kau!” Seorang gadis bertubuh mungil berbalik. “Aku?” Tanyanya. “Iya kau! Latihlah

Kado Yang Tak Terduga

Oleh:
Terdengar suara guntur yang amat keras mungkin sebentar lagi akan turun hujan. Suasana malam yang diselimuti awan hitam yang terhampar di langit, tak tampak satu pun bintang yang bersinar

Senja Tolong Kembalikan Dia (Part 1)

Oleh:
“Ohayou… perkenalkan namaku Arumi Sakura, aku pindahan dari SMA Shizuka. Aku mendapat beasiswa, sehingga aku dipindahkan di SMA Tokyo ini. Sekian, mohon bantuannya, arigatou,” itulah sedikit perkenalanku di kelas

Perasaan Di Teras Gereja

Oleh:
Saat ini aku ingin sekali duduk di sebelahmu, menatap indah mata hitammu, menceritakan tentang kisah kita menurut sudut pandangku. Jika kau mengatakan ini adalah pembenaran diriku atau kebohongan, aku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *