Jomblo

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 4 March 2020

Kring kring
Suara alarm mengusik tidur cowok tampan yang akrab disapa Nizar, ia sungguh enggan bangkit dari atas ranjangnya, dengan setengah sadar cowok ini mencari dimana letak jam alarm yang kejam membangunkannya dari mimpi indah, dengan mata yang enggan dibuka, cowok ini memencet apa saja yang ada di jam digitalnya namun apa yang ia lakukan ternyata tak membuahkan hasil, dengan gemas cowok ini membanting keras jam digital yang berada di tangannya, setelah jam digitalnya benar-benar mati cowok ini kembali terlelap, namun hanya bertahan beberapa menit saja sebab setelah itu jam kembali berbunyi. Segala umpatan keluar dari mulutnya dan dengan rasa malas ia bangkit dari tidurnya dan memungut jam digital yang baru saja ia banting, matanya membulat mendapati jam yang sudah menunjukan pukul 07.30 berarti butuh 30 menit sebelum acara pagi ini dimulai.

Nizar Wahyu cowok yang sudah ditunggu tunggu akhirnya muncul juga, kegiatan tidak akan berjalan mulus tanpanya, semua bernafas lega ketika suara deru motornya memasuki gendang telinga dan sang empu yang sekarang sudah memarkirkan motornya. Kawan kawannya langsung merubungi dan menanyakan keadaannya, sebab baru pertama kali ini cowok paling berpengaruh di sekolah telat, padahal acara yang akan dilaksanakan pagi ini sangat penting.

Suasana Sma Erlangga pagi ini terlihat riuh khususnya kelas XI Mipa 1,2,3,4 yang akan melakukan napak tilas tentang tumbuhan tumbuhan langka di hutan, sementara kelas Ips dan Bahasa tetap berada di sekolah dan berkutat dengan pelajaran yang pastinya sangat membosankan.

Nizar tak membuang waktunya begitu saja, tidur adalah alternatif yang ia pilih untuk mengisi kekosongan, tadi malam Nizar tidak begadang karena itu bukan tipenya apalagi tak ada alasan kenapa ia harus begadang, namun entah kenapa hari ini ia ingin tidur yang panjang. Sebenarnya ada Safri teman kental yang duduk di sampingnya yang bisa diajak ngobrol, tapi sang empu terlihat sedang asik chatingan dengan ceweknya.

“sibuk amat lo” tanya Nizar, dengan mata yang terpejam menahan kantuk
“iya nih sob, kamu kapan punya cewek” jawab Safri yang membuat Nizar membuka kembali kelopak matanya dan menatap pantulan dirinya di jendela bus yang ada di sampingnya.

Sebenarnya apasih yang kurang dari Nizar, cowok tampan, cerdas, tajir, kulit putih, keren, kekinian, anak blasteran jawa-batak, prestasi yang bejibun dan banyak lagi. Tapi ada satu hal, cowok ini belum pernah pacaran alias 16 tahun menjomblo, padahal cewek yang ok, tajir, pinter, bodinya bagus banyak tapi tak ada satupun yang menarik perhatiannya. Dan selama ini Nizar tak mempedulikan statusnya yang Jomblo, dan ia tak perduli sampai kapan yang penting dirinya happy.

Nizar merenggangkan tangannya lalu membuka kelopak matanya pelan, ia sadar jika bus telah berhenti, dirabanya tempat duduk yang ada di sampingnya, Nizar menyadari sesuatu bahwa di dalam bus hanya ada dirinya seorang, ia buru buru bangkit dari duduknya namun suara pemberitauan di ponselnya membuatnya menghentikan aktifitasnya, ia kembali duduk dan mengambil ponselnya dari saku, satu kiriman dari fansnya muncul, hanya sebuah kata kata sederhana namun membuat Nizar kokoh dengan pendiriannya
“jomblo itu pilihan”
Setelah itu ia kembali memasukan ponselnya lalu bangkit dari duduk dan berlari menuju hutan pinus yang menjadi tempat napak tilas yang wajib dikunjungi, dengan tergesa gesa Nizar berlari menuju pintu utama masuk ke Hutan namun suasana yang sepi membuatnya bingung. Pandangannya beralih pada seorang gadis yang tengah duduk di salah satu kursi dengan cemilan yang ada di tangannya, dengan rasa lega cowok ini menghampiri cewek tersebut.

“kamu anak Sma Erlangga juga kan? yang lagi ikutan napak tilas” tanya Nizar terengah enggah
“iya kenapa?” jawabnya singkat sembari mencomot makanan ringannya
“liat anak anak pada kemana gak?” tanya Nizar lagi “kalau lo liat, mereka jalan ke mana” lanjutnya
“ke sana” jawab cewek itu dengan mengacungkan tangan kanannya ke pintu Hutan yang terlihat
“oh ok thanks” Nizar kembali berlari namun ia kembali mengingat jika cewek tadi juga satu Sma dengannya, akhirnya Nizar menghentikan langkahnya dan berbalik “eh kamu ngapain malah diem disitu” teriak Nizar
“oh iya ya” gumam si cewek lalu mengikuti Nizar

Keduannya memasuki Hutan yang cukup luas dan menyusuri jalan setapak untuk mencari teman teman yang lain, keringat mulai bercucuran dari dua manusia itu, mereka terus berjalan namun belum juga melihat kumpulan anak anak napak tilas yang lain, dengan rasa kesal Nizar memandang cewek di depannya dengan pandangan sebal
“sebenarnya kamu tau gak sih mereka semua ada dimana?” tanya Nizar sedikit membentak
“ya maaf pintu masuk ke Hutan kan banyak, kali aja mereka masuk lewat pintu yang lainnya” kata si cewek dengan wajah inosen
“tadi kamu nunjuk jalan yang ini kan, rada amnesia sih” kata Nizar yang setengah menahan amarah
“aku nunjuk hutan, bukan nunjuk pintu masuk” jawab si cewek yang semakin membuat Nizar gemas
“issh, ini nih yang membuat aku milih ngejomblo, cewek itu rempong tidak konsisten” desis Nizar dengan mengalihkan pandangannya dari si cewek “lebih baik kita kembali ke titik awal” lanjutnya dan kembali berjalan di jalur yang baru saja dilewati
“akkh sial sial sial” maki Nizar ketika mendapati jalan yang bercabang ia lupa jalan mana yang tadi ia lewati
“aku juga lupa” kata si cewek sedih
“sudah deh kita istirahat disini dulu” kata Nizar lalu bersimpuh yang langsung diikuti oleh si cewek.

“sebelumnya nama kamu siapa?” tanya Nizar
“aku Sukma, yah gak ada sinyal padahal ini udah waktunya aku ngepost” kata Sukma dengan menggoyang goyangkan ponselnya
“ngepost apa sih liat dong” kata Nizar dan tanpa mendapat persetujuan ia langsung merebut ponsel dari tangan sukma dan apa yang ada di hadapannya sungguh membuat semua pemikirannya selama ini luntur sudah, ternyata orang yang selama ini ia cari ada di depan matanya.
“kita lanjut jalan, mau milih jalan mana kalau aku kanan” kata Nizar lalu menyodorkan ponsel Sukma
“kanan” ucap serempak yang membuat keduannya sama sama tertawa, lalu Sukma mengambil sodoran ponsel dari Nizar
Keduannya memilih jalur kanan entah benar atau tidak yang jelas mereka harus segera keluar dari Hutan dan harus cepat cepat menemukan teman mereka masing masing, senyum dan canda tawa mengiringi langkah mereka, baru beberapa menit bersama. Nizar sudah tau banyak tentang cewek yang berada di sampingnya ini, ternyata sosok yang membuatnya nyaman bukan cewek tajir dengan hartanya atau cewek cantik dengan kecantikan yang dimiliki.

Sampai di ujung Hutan keduannya dimanjakan dengan lepas Danau yang sangat luas, mereka sama sama memilih jalan yang salah, namun keduannya tak memikirkan hal itu, sebab apa yang mereka temukan sangat indah. Setelah bermain air sejenak keduannya duduk sejajar di atas batang pohon, pandangan mereka tertuju ke depan sana.

“aku boleh jujur gak, kalau selama ini secara gak langsung aku udah suka sama kamu, dengan semua post postan kamu di blog maupun di Instagram, karena yang aku alami selama ini tertulis lengkap di akun akun kamu itu dan satu pertanyaan buat kamu, menurut kamu? Jomblo itu musibah apa anugerah” tanya Nizar yang membuat Sukma menautkan kedua alisnya.
“Anugerah, selama ini aku jomblo tapi karena aku jomblo aku berhasil melakukan semua apa yang aku mau tanpa harus tertekan dan terkekang oleh salah satu pihak, Allah SWT sudah menciptakan makhluknya berpasang pasangan jadi apa yang perlu ditakutin kalau ngejomblo”
Nizar menyimak jawaban Sukma saksama hingga kedua sudut bibirnya terangkat, sementara Sukma hanya menatap Nizar tak percaya.

Di sepanjang koridor menuju kelas, senyum manis tercetak di sudut bibir Nizar, menandakan jika cowok ini tengah dirundung bahagia. Sukma cewek yang tak dianggap keberadaannya oleh sebagian besar manusia di atas Sma Erlangga, ternyata yang mengambil seluruh hati yang selama ini Nizar jaga, mengambil hati cowok berpengaruh di Sma, tak ada yang tau dengan semua ini.

Walaupun Nizar benar benar tertarik dengan cewek itu tapi dengan kekeuh ia akan menjaga hubungan agar tetap baik hingga waktu yang akan menentukan, ia tidak ingin dengan terjalinnya status pacaran akan merusak semuannya.

Jomblo itu anugerah bukan malapetaka yang harus dihindari, benar Allah SWT menciptakan manusia berpasang pasangan, sejauh apapun jarak antara kamu dan jodoh kamu pasti akan dipertemukan dan tidak ada yang mampu menukar Jodoh yang telah di tentukan Allah. Jadi apapun alasannya, memilih jomblo ataupun berpacaran, ambil sisi positifnya saja dan buang sisi negatif.

Selesai

Cerpen Karangan: Aida Nur Widiana
Blog / Facebook: Aida Nur Widiana
Hay
Aku aida ini cerpen ke dua aku.
Follow ig: @aidawidiana

Cerpen Jomblo merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Insyaf

Oleh:
“Amboi, cantiknya…” bisik cowok-cowok kelas XII yang lagi nongkrong di depan kelas saat Gina melewati mereka. “Iya, ya, dia bagaikan foto model…” ucap yang lainnya. “Gina, ikutan Gadis Sampul,

Dipenghujung Penantianku

Oleh:
Nada berganti nada mengiringi langkahku, disaat itu aku sedang dibalut kesepian tepatnya patah hati. Andai Tuhan menyatuhkan dua hati yang berbeda ini, mungkin tiada tangis pilu yang melarat jiwa

Penyebab Galau Selain Cinta

Oleh:
Ujian kemarin itu, menjadi ujian yang berarti bagiku, bagaimana tidak, aku yang tidak pernah keluar dari 3 besar kini mendapat nilai ujian Bahasa Inggris yang sangat yummy. 50 50

Masa Yang Panjang

Oleh:
Pertama aku melihatnya di teras halaman depan rumahnya, mataku seperti terkunci hanya untuk melihat wajahnya. Maklum aku baru datang di kota ini karena aku baru pindah sore ini ke

Pelangi

Oleh:
“alama…” Hening sejenak. Menyebalkan banget sih adik kelas ini. Emangnya dia nggak punya mata apa? bisa – bisanya bola yang dia tendang mengenai mukaku. huh… mukaku bonyok dehh ditambah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *