Just About Time

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 13 September 2016

“Kau tahu, hari ini akan ada peresmian CEO baru. Jadi, tidak mungkin kalau kita bakalan di forsir kerja,” ucap Bram dengan memakan mie ramennya.
“Lo tahu darimana, Bram?,” tanya Riska.
“Barusan, gue di BBM sama Billy. Buktinya, dia nggak ikut makan siang bareng kita. Dia ada di lantai 12 sekarang. Nyiapin gedung.”
“Oh. Fel, bukannya lo nanti memberikan sambutan kepada CEO untuk presentase saham sebagai sambung putus kerja?,” tanya Riska.
“Nggak! Gue nggak kena tugas begituan,” kata Felly sedikit tercekik karena ia harus makan dan berbicara.
“Minum-minum, Fel!,” pinta Bram dengan mengulurkan minuman kepada Felly tanpa melepas sumpitnya.

Tak lama dari itu, mereka mendapatkan panggilan untuk ke kantor manager departement humas. Dengan cepat, Bram menghabiskan makanannya. Begitu pula dengan Felly dan Riska. Bagaimana tidak? Mereka jarang-jarang bisa keluar kantor untuk sekedar makan siang dengan menu yang mereka minati. Kebanyakan, mereka selalu memaksan diri untuk menikmati makanan yang terhidang di kantin kantor.

“Manager Felly, saya dengan anda pernah menjadi model di beberapa majalah. Bisakah Anda menggantikan model kami untuk hari ini?”
“Kenapa harus saya?”
“Yah… karena Anda pernah memiliki pengalaman dan juga karena model kami sakit. Saya harap Anda mau membantu kami. Mengingat, penyambutan ini bukanlah ntuk orang biasa.”
“Baiklah kalau begitu..”

Cukup lama Felly melewati sesi make-over dan sebagainya. Hingga ia merasa bosan. Tapi, untuk saja Billy melihat kebosanannya dan menghilangkannya dengan segelas coklat kental. Begitu pula dengan Bram dan Riska yang menggoda Felly dengan memberikan foto-foto cogan ( cowok ganteng ) yang menurut mereka sesuai dengan kriteria Felly.
Bagaimana tidak, Felly yang cantik dengan jabatan yang tinggi tidak memiliki kekasih merupakan hal yang takhayul setelah melihat Felly secara langsung. Postur tubuhnya yang sama dengan berbie, serta matanya yang lebar bulat sempurna. Ditambah, bibir Felly yang mungil. Hal itu membuat Felly memiliki daya tarik tersendiri. Bahkan, sesuai dengan gosip yang telah beredar, manager dari department lain lagi naksir sama Felly. Sayangnya, Felly hanya membalasnya dengan senyuman ramah tanpa bermaksud lebih dari semua itu.

“Felly! CEO datang!,” ucap salah satu sie perlengkapan.
Dengan cepat, Felly beranjak dari tempat duduknya. Kemudian, ia berjalan. Namun, Riska berteriak hingga menghentikan langkah Felly. Dan, hal itu membuat Billy dan Bram menolehkan kepalanya.
“Ada apaan, Ris?,” tanya Billy.
“Sepatu lo, dodol!”
“Ya, Tuhan! Bego! Gue lupa. Sorry!”
“Nih!,” kata Riska dengan menyerahkan sepatu yang sudah di sediakan oleh para make-over sebelum Felly masuk ke gedung pertemuan.
Bram membantu Felly memegangkan ekor gaunnya. Sedangkan Riska dan juga Billy membantu untuk menuntun langkah Felly meskipun para make-over bersedia untuk memegangkan ekor gaun Felly.

Dengan langkah yang hati-hati, mereka masuk ke dalam lift. Memencet nomor lantai 12. Saat sampai di sana, Felly dianjurkan untuk membawa bunga untuk diberikan kepada calon CEO. Fellypun menurutinya. Ia berdiri di deretan para general manager dan juga staf tinggi lainnya di atas karyawan. Dan, tak lama dari itu dipimpin oleh direktur, calon CEO memasuki ruangan dengan langkahnya yang elegan.
“Felly, lihatlah ke depan! Orangnya udah di sana! Lo jangan sibuk sama itu ekor baju!,” bisik Riska yang berbicara dengan berbisik.
Felly pun menurutinya. Ia menatap ke arah depan. Dengan pendaran lampu yang terang benderang Felly dapat melihat wajah calon CEO dengan jalas. Laki-laki tampan dengan setelan jas yang rapi dengan sapu tangan di sakunya. Begitu elegan dan seksi saat serasi dengan gaya rambutnya yang begitu cool.

Dengan langkah cepat, calon CEO itu berjalan ke arah Felly. Bahkan, direktur merasa heran dengan langkah calon CEO yang layaknya bertemu dengan seorang pengantin. Pengantin, yang tidak sabar bertemu dengan pasangannya.
“Nggak kangen?,” tanya calon CEO itu.
Felly hanya tersenyum dengaan menatap mata calon CEO itu. Kemudian, memberikan bunga yang dibawanya sebagai sambutan. Seakan tahu maksud dari Felly, CEO itu berjalan meleawati jalan yang sudah diberikan kepadanya untuk menaiki panggung kehormatannya.
“Kau kenal dia, Fel?,” tanya Riska.
“Arkana Aditya.”
“Perkenalkan, nama saya Arkana Aditya!,” ucap Arka di depan microfon.
Riska membelalakkan matanya saat mengetahui sahabatnya mengenal CEO itu. Banyak pertanyaan yang ingin diajukan oleh Riska dan juga sahabat yang lainnya. Tapi pidato mengenai perusahaan membuat mereka bertiga bersimpati untuk mendengarkan hingga suasana gedung menjadi sunyi karena sebuah keseriusan.

“Bapak, ingin saya sediakan makanannya?,” tanya alah seorang pegawai.
“Tidak. Saya ingin berbicara dengan seseorang! Jadi, tolong keluarlah!”
“Baik, Pak!”
Setelah itu, Arka berjalan ke arah Felly. Kemudian, menggandeng tangan Felly untuk berjalan mengikuti langkahnya. Seketika, banyak mata yang memperhatikan mereka dengan desas-desus gosip yang mulai menyebar di seluruh penjuru perusahaan.

“Kenapa kamu nggak bilang sama aku kalau kamu pulang dari Inggris?,” tanya Felly lembut.
Arka membalikkan tubuhnya. Lalu, mendorong Felly dengan memajukan langkahnya hingga Felly mentok menempel dinding dengan posisi diri yang berada di dada Arka yang bidang dan lebar.
“Surprise!,” ucap Arka dengan senyuman lebarnya.
“Tch Kamu tuh ya!,” kata Felly dengan menyentuh hidung Arka yang mancung.
“Nggak kangen?,” tanya Arka dengan membuka kedua tangannya seakan ia siap untuk dipeluk oleh Felly.
“Arka…,” panggil Felly manja dengan memeluk kekasihnya itu.
“Apa sayang?”
“Aku kangen…. kamu tahu, tiga tahun itu lama sayang!”
Arka melepaskan pelukannya. Ia tersenyum sedih saat melihat mata Felly penuh dengan deraian air mata. Dengan cepat, Arka menghapus air mata itu dari pandangannya. Kemudian, meraih kepala Felly dan mencium kening Felly dengan penuh cinta dan kasih sayang.
Felly membalasnya dengan sebuah pelukan. Yah.. pelukan yang erat. Bahkan, sangat erat. Arka pun juga membalas pelukan itu dengan hangat. Bahkan, berulang kali Arka mencium pelipis Felly dan membenamkan wajahnya di atas kepala Felly agar kepala Felly lebih masuk ke dalam dekapannya.
“Sayang, makasih ya udah mau nunggu.”
“Hmmmmm…,” jawab Felly.
“Felly!,” panggil seseorang.
Felly pun melepaskan pelukannya. Begitu juga dengan Arka. Mereka menoleh ke arah sumber suara. Rendy! Yah… General Manager perusahaan yang tengah di gosipkan oleh para pegawai bahwa mereka telah menjalin hubungan khusus.
“Kamu siapa? Kenapa kamu berperilaku seperti itu kepada Felly?”
Arka telihat begitu kebingungan mendengar pertanyaan laki-laki itu. Melihat tatapannya, Felly menebak bahwa ia adalah kekasih Felly.
“Sayang! Bentar dulu!,” pinta Felly saat ia dapat melihat sulur kemarahan Arka.
“Rendy! Maaf sebelumnya, aku hanya ingin memperjelas siapa dia. Aku tidak bermaksud menyakiti atau menyinggung kamu. Tapi dia, adalah fakta realita bahwa dia adalah kekasihku. Cinta pertama dan terakhirku. Sebelum kamu datang, dia sudah bersinggah terlebih dahulu. Maka dari itu, aku menolak cintamu dan menjaga solidaritas kita dengan senyuman ramah meski aku menolakmu.”
“Pacar?,” tanya orang serental.
“Wah! Kamu terkenal juga ya, sayang?,” ejek Arka saat melihat orang-orang memunculkan dirinya dari berbagai tiang bangunan, balik pintu, tangga dan ruangan kantor.
“Arka!,” panggil Felly tegas.
“Ehemm! Mumpung kalian di sini, bagaimana kalau aku mau membagikan undangan?! Datang besok malam, di pesta taman rumah saya untuk acara pernikahan kami sebagai awalan! Sayang, ayo pergi!”
“Kamu gila? Serius?”
“Iya! Ayo ke rumah orangtuamu! Aku nggak akan sia-siain waktu kita lagi!”

Mereka pun menikah dengan waktu cepat dan kembali merajut cinta yang telah kembali karena jarak yang memisahkan dan waktu yang menyatukan. Karena sesungguhnya cinta tidak akan pernah berubah sekalipun jarak memisahkannya. Karena cinta tetaplah cinta. Bukan khayalan semata dan ada sebagai wujud sebuah rasa.

Cerpen Karangan: Pratiwi Nur Zamzani
Facebook: Pratiwi Nur Zamzani (Pakai Kerudung Putih)
Nama saya Pratiwi Nur Zamzani. Dapat menghubungi melalui akun facebook saya yaitu Pratiwi Nur Zamzani ( Pakai kerudung putih ) , twiiter @nur_zamzani atau E-mail pratiwinurzamzani[-at-]yahoo.co.id. Dengan no Telepon 085-852-896-207. Dengan alamat, Jl. Rambutan, Pesanggrahan selatan, Bangil, Pasuruan. Prestasi yang pernah saya raih adalah juara 3 Mading, puisi dan cerpen pernah diterbitkan di majalah SPEKTRUM dan berbagai buku antologi. Antara lain adalah, Menjembut Ridhomu, Sapa malam teriak rindu, Dream Wings, dll.

Cerpen Just About Time merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pelangi Arka dan Rain (Part 2)

Oleh:
Tak lama, karena Ray tak juga membuka mulut, Kayla menambahkan. “Tapi Ray. Perlu loe ketahui satu hal. Arka udah punya Catrine. gua mau loe jangan jatuh terlalu dalam. gua

Setelah Luka

Oleh:
Tak hentinya mataku bertatap, seolah ia berharga untukku. Tak hentinya aku tersenyum, seolah ia adalah hal yang terindah. Iya, saat ini seluruh pandanganku tak hentinya berpusat pada dia. Dia

Bintang Antaris

Oleh:
Bintang itu besar atau kecil? Apakah dia berada di langit yang paling tinggi? Atau ada di angkasa sana? Apakah aku mampu untuk menggapainya? mungkin tidak. Bintang itu tidak akan

Irisan Mata Lisa

Oleh:
Namaku Lisa, aku seorang wanita berumur 18 tahun yang bersiap menuju jenjang universitas. Orang lain memberikan berbagai argumen tentang kecantikan wajahku, akan tetapi, aku tak merasakan kenikmatan itu melekat

Gadis Dalam Mimpi Jack

Oleh:
Aroma anggur hitam menyeruak ke ujung hidung pria yang sedang tertidur di bawah pohon lebat di daerah pegunungan Rocky. Tangannya mengusap-usap kerutan wajahnya yang sudah mulai menua. “Hai Jack.”

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *