Just Trust Me

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 5 March 2018

Hai, nama gue Adrenalin Push Gerald. Kalian bisa panggil gue Rald. Tau gak kenapa gue disebut ‘Crazy Boy’ di sekolah ini? Ya karena gue orangnya petakilan. Hahahahahaha.

“Adrenalin Push Gerald!” panggil Raisa.
“Apa sih?!” ya setiap kali gue dipanggil dengan nama panjangku kan malu.
“Dipanggil kak MOS tuh!” ucapnya.
“Okay, gue akan segera ke sana” ucapku.

Setelah itu aku langsung ke ruang MOS. Kudapati Kak Fara (ketua MOS) sedang berkutik menatap layar laptopnya. ‘Dia nampak cantik’ gumamku dalam hati. Seragam berwarna Ungu putih nampak pas di tubuhnya. Kacamata dan dasi juga tak kalah cantik.

“Adrenalin Push Gerald?” ucapnya yang mengagetkan lamunanku.
“Ah, iya?” ucapku.
“Atas nama saya, guru, dan semua siswa maupun siswi, KAMU DIIKUTKAN OSN TINGKAT NASIONAL!” ucapnya.
Aku terbelalak kaget. Mataku melotot dan mulutku melongo.
“APAAAAAA!!!” teriakku.
“Kenapa aku?!” tambahku.
“Karena kamu pintar” jawabnya cuek.
Oh ya, selain petakilan aku juga pinter lo!!
“Oh, no no no no no!! nggak mau! pokoknya nggak mau!” ucapku berteriak.
“RALD!” bentaknya.
“Kali ini nggak!” bentakku.
Aku langsung pergi keluar dan masuk kelas.

Di Kelas
“Gimana?” tanya Raisa.
“Gue tolak” ucapku dingin.
“Apaaaaaa?!” teriaknya.
Seluruh isi kelas pun menatap kami dengan tajam termasuk Pak Rafa.
“Kamu sih!” ucapku.
“Ya, sorry-sorry” ucapnya.

Saat istirahat
“Hei, gue denger, kak Fara masih jomblo?” tanyaku pada Raisa.
“Iya, emangnya kenapa?” balik tanya.
“Nggak papa” jawabku.
“Kak Fara manggil kamu” ucap Lucas.
“Okey” ucapku.

Aku segera menuju ruang MOS.
“Ada apa kak?” tanyaku.
“Kamu nggak jadi diikutkan” jawabnya.
“Makasih” ucapku.
Aku keluar dari sana dan ke kantin memesan nasi goreng dan es teh. Setelah itu ke kelas dan memulai pelajarannya bu Vivi.

“Rald!” ucap bu Vivi membangunkanku dari tidur nyenyakku.
“Hmm, iya bu?” tanyaku setengah mengantuk.
“Keluar dari kelas dan berdiri di depan bendera merah putih selama sampai istirahat nanti, MENGERTI?!” ucap bu Vivi penuh amarah.
“Baik bu, mengerti” ucapku lesu.
Ya, itulah sikap guruku yang bernama Vivi Septiana Pariska. Dia bukan blasteran inggris. Hanya orang indonesia biasa.

Panas menyengat, tak seperti biasanya. Kepalaku pusing dan mataku samar-samar tidak melihat jelas. Kemudian aku… BRUUK!
“Bu, Rald pingsan!” samar samar kudengar suara Raisa yang mengkhawatirkanku. Gelap, semua gelap.

Di UKS
Samar samar kulihat Raisa dan yang lainnya yang tengah mencemaskanku.
“Apa kau tak apa-apa?” tanya Raisa cemas.
“Tenang, gue baik-baik aja kok” ucapku berusaha tenang dan berusaha membuat agar mereka tidak cemas.
“Ya udah kalo gitu, ke kantin yuk” ajak Raisa.
“Yuk” jawab kami semua tak terkecuali aku.

Di Kantin
Aku hanya memesan smoothie strawberry. Setelah itu aku ke ruang MOS.
“Kak Fara” panggilku.
“Apa?” tanyanya.
“Sebenarnya.. aku ini Dimas yang kau pacarin setahun lalu itu kak” ucapku.
Matanya terbelalak kaget.
“What? impossible!” ucapnya kaget.
“Is not impossible, Kayla!” teriakku.
“If so, why did you leave me that twilight?!” ucapnya penuh amarah.
“Just trust me!” bentakku.
“Unconscious man!” bentaknya.
“Kayla, i love you. Got it?!” ucapku.
“I love you to. But, answer my question firs!” bentaknya lagi.
“Because Dhee, my former boy friend used to be. Back from England while we’re on the beach looking at the twilight!” ucapku.
“So what?”
“He is… my childhood friend that i love so much!”
“I want us back” pintanya.
“If that’s what you want” jawabku.
“Thank you for everything” ucapnya gembira dan memelukku.
“You are welcome” ucapku dan membalas pelukannya.

Itulah kisahku. Semoga kalian menyukainya! Salam hangat dariku 🙂

Cerpen Karangan: Sabila Salwa Putri Wahyuhadi
Facebook: Sabila Salwa

Cerpen Just Trust Me merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Uang Kertas

Oleh:
“Vanya… hari ini kamu jadi kan ketemuan sama sepupu aku yang dari London kan?”. “ya, jadi deh”. Nidya menggandengku menuju kelas. Inilah diriku, aku sudah terlalu sering gagal dalam

Engkau Atau Aku (Part 2)

Oleh:
Setelah dua minggu tinggal bersama Kak Abdul, aku merasa seperti adik kandungnya sendiri dan kadangkala aku juga seperti istrinya yang sudah mulai bisa memasak untuknya. Aku selalu tersenyum selama

Apakah ini Takdir?

Oleh:
Pagi itu tepat pukul 4.30 aku terbangun, rupanya getar ponselku yang menjadi akibatya. Entah siapa yang meneleponku di pagi buta seperti ini, tapi rupanya inilah yang menjadi petunjuk tentang

Ketika Hidayah Melambaikan Cinta

Oleh:
Kicau burung merpati mulai terdengar ditelingaku. Tak sedikitpun aku bergerak dari tempatku berbaring. Tubuhku bagaikan terpaku di atas tempat tidurku. Namun suara adzan yang berkumandang membuatku terpaksa bangun. Walaupun

My Friend Is My Love

Oleh:
“Aku bawa es krim kesukaan kamu Mut, es krim bang Jon,” “Ihh, kamu emang sahabat aku paling TOP sedunia deh, makasih Van,” “Aku mau ngomong sama kamu Mut,” “Yaelah,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *