Kabut Putih Tahun Baru

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja, Cerpen Romantis
Lolos moderasi pada: 26 October 2014

27 Desember 2013
Tak terasa sudah mau tahun baru lagi, begitu cepat waktu berlalu.

29 Desember 2013
“Kamu yakin untuk mendaki juga? Cuaca akhir tahun ini buruk sekali.” Protes kakak cowokku yang bernama Chaz.

Tapi aku dan 4 temanku (Jazzy, Meggy, Selena dan Caitlin) tetap bersikeras dengan keputusan kami. “Rencana kami sudah matang Chaz, besok aku tetap pergi ke puncak dan camping semalam di sana menikmati pergantian tahun. Meskipun cuaca buruk.” ucapku sambil tersenyum.
Chaz menghela nafas “Aku cuma berpesan, jaga diri kalian baik-baik! Aku khawatir karena kalian 5 orang wanita.” cemas Chaz. “Haha, Sip Bos, so pasti” kataku sambil hormat
Lalu Chaz langsung mengacak-ngacak rambutku. Ya, itu sudah kebiasaan kakakku

30 Desember 2013
Hujan masih cukup deras dengan menemani perjalananku dan teman-teman ke Puncak. Melewati jalan berliku di bawah guyuran hujan harus ekstra hati-hati, karena kanan kiri jalan adalah jurang yang cukup dalam. *bayangkan*
“Hujannya tak kunjung reda.” batinku sambil sesekali melirik arlojiku yang menunjukkan pukul 11.00 WITA.

Pukul 14.25 WITA
Akhirnya sampai juga di tempat peristirahatan yang indah. Udara terasa dingin menembus jaket abu-abu yang kukenakan. Sementara hujan rintik-rintik belum berhenti.

Di tempat peristirahatan itu, aku dan teman-teman membuka bekal yang telah kami bawa dari rumah. karena kehujanan yang cukup lama membuat perut kami lapar dan harus segera diisi. Lalu, aku mengeluarkan kamera digital yang bermerk Canon. Kamera kesayanganku. Aku mengarahkan ke arah pepohonan yang basah karena hujan yang masih agak berkabut tipis. Tak ada objek yang bagus kalau cuaca begini. Tak lama kemudian, datang 5 orang rombongan laki-laki, dari style dan facenyaa aku berkesimpulan kalau mereka orang jauh yang mungkin sama seperti kami ingin menikmati malam tahun baru di Puncak. 30 menit sudah kami beristirahat dan sekarang waktunya melanjutkan perjalanan.

Pukul 15.00 WITA
Aku memulai perjalanan. Syukurlah, cuaca mulai cerah dari yang kuperkirakan. Peluh yang bercucuran lalu dihempas desiran angin dingin sudah tak kupedulikan, yang ada dalam pikiranku sekarang hanyalah ingin sampai di puncak yang tinggi dan menikmati indahnya pemandangan puncak. Lalu, 5 orang rombongan laki-laki yang kami temui tadi menyusul dan menyapa kami.
“Hey girls..” sapa salah seorang cowok itu.
“Hey juga boys..” jawabku ramah.
“Kenalin, gue Sam.” ucapnya sambil mengulurkan tangan.
“Gue Lolly, senang bertemu denganmu.”

Setelah itu, Sam memperkenalkan keempat temat-temannya yang bernama Fredo, Cody, Joel dan Ryan. Aku pun berkenalan dengan mereka sambil memperkenalkan teman-temanku.
“Ehh, betewe kita kaya udah ditakdirin sama Tuhan deh buat ketemu disini. Mungkin jodoh kali yah?! kan 5 cowok dan 5 cewek. Hahaha” canda Cody.
“Ahh, pikiran lu mah kesana mulu” jawab Ryan.
“Tapi kan, mumpung kita pada single kenapa enggak?” kata Cody.
“Yaelah elu, (tepokjidat) Sorry ya Lolly, dia cuma bercanda kok” Aku sama temen-temen cewekku pun ketawa kecil.
“Hehe, iya, gapapa kok Sam.” jawabku.
“Hehe, ya udah, gimana kalau kita jalan bareng aja?” ajak Sam
“Ya udah, yuk!!” kataku langsung blushing

Selama perjalaan, kita tuh jalannya pasang-pasangan gitu, katanya sih yang cewek biar ada yang jagain hehe, aku mah setuju-setuju aja.
Aku sama Sam
Meggy sama Ryan
Jazzy sama Cody
Selena sama Joel
Caitlin sama Fredo
Gimana? Serasi kah?, hehe (abaikan)

31 Desember 2013 pukul 03.45 WITA
Kami gak tidur dari perjalanan tadi malam dan akhirnya kami sampai di puncak tertinggi. Kami pun mendirikan tenda masing-masing. Tenda wanita sebelah kanan dan tenda pria sebelah kiri. Setelah tenda terpasang, kami putuskan untuk tidur sebentar untuk menghilangkan kelelahan.

Pukul 8.30 WITA
Aku pun terbangun dan keluar dari tenda untuk melihat pemandangan pagi hari yang cerah tanpa hujan dan kabut.
“Baru bangun Lolly?” sapa Sam yang mengagetkanku sambil foto-foto aku pakai kamera digitalnya.
“Iya nih, kamu lagi ngapain si? Mataku silau nih karna blitz kameramu” tanyaku karena risih.
“Haha, nih lagi foto-foto kamu yang baru bangun. Biar ada aja gitu foto cewek di camera Canonku” katanya cengengesan.
“Hahaha, ya udah fotoin aku disana gih!” sambil nunjuk

Udah lama aku beraksi di depan kameranya Sam dan dia pun antusias banget layaknya fotografer yang profesional gitu.

Gak lama kemudian, dateng si Meggy.
“Ciee ciee,” celotehnya.
“Apaan si Meg?” tanyaku. Terus si Sam langsung nengok ke arah Meggy dan lo tau? mukanya langsung blushing gitu
“Enggak, Sorry gue ganggu kalian hehe”
“Ehh, enggak kok gak ganggu keless, mending sini gabung!” ajak Sam.
“Ogahh, mending gue masak air aja deh. Bye.” kata Meggy.
“Yaelah, kayu bakar juga belum nyari” teriak gue ke Meggy.
“Eh, iya. ya udah, kita bagi tugas aja! Gue sama Jazzy yang bakal nyari kayu bakar dan elu siapin airnya sama Selena or Caitlin!” kata Meggy langsung pergi.
“Ehmm, si Caitlin pasti belum bangun.” batinku. Karena di antara kami berlima, si Caitlinlah yang paling susah buat bangun pagi.
“Sam, aku ke tenda dulu ya! Trus sekalian mau nyari air”
“Okay Lolly, hati-hati ya!” ucap Sam sambil ngewink ke gue.
“Okay Sam” kata gue langsung ninggalin Sam yang lagi potret-potret pemandangan. Akhirnya gue putusin untuk pergi nyari air sendiri. Karena Selena gak mau dan Caitlin belum bangun. Ternyata letak mata air gak jauh dari temapat perkemahan. Setengah perjalanan akan ke tempat perkemahan, tiba-tiba gua jatuh dan kaki gue terkilir dan gak bisa jalan.

“OMG! Oh my no! Oh my WOW! Kenapa mesti terkilir?” batinku. Udah gue coba buat berdiri tapi jatuh dan jatuh lagi, gue pun meringis kesakitan “Tolooong….!!! Tooolloooong!!!” teriakku berkali-kali. “Semoga ada sosok yang Tuhan kirim kesini buat gue” sambil nangis, Tiba-tiba gue denger ada yang jalan ke arah gue dan seseorang itu adalah Sam. “Mungkin jodoh kali yah, sampe ditemuin disaat genting kayak gini.” batinku “Kamu kenapa Lolly?” tanya Sam panik dan langsung gendong gue sambil bawain air yang udah gue ambil tadi.
“Aku jatuh Sam, udah coba buat berdiri tapi gak bisa” rengekku.
“SIAPA SURUH NGAMBIL AIR SENDIRI?” kata Sam ngebentak gue. Jujur, gue paling gak suka dibentak
“Ya udah, turunin aku disini Sam!” kataku sambil pukul-pukul punggungnya Sam. Sam gak lepasin dan turunin gue.
“Ehh, ehh, kamu kenapa Lolly?” tanyanya.
“Udahlah Sam, gak usah bantuin aku kalo kamu gak iklas! Jujur aja nih ya, aku paling gak suka dibentak!” teriakku.
“Aku cuma gal mau kamu kenapa-napa” kata Sam lembut. Lalu gue langsung meluk dan pegangan erat di punggungnya

Nyampe di tempat camp, temen-temen pada nyamperin gue.
“Lo kenapa Lolly?” tanya si Meggy.
“Ya, lo kenapa?” tanya temen-temen yang lain.
“Gue jatuh tadi waktu mau kesini” jawab gue pelan.
“Kan tadi gue udah nyuruh elo buat ngambil air sama Selena atau Caitlin?!” kata Meggy.
“Gue tadi udah ajakin tuh si Selena, tapi dia gak mau terus si Caitlin belum bangun. Ya terpaksa gue ngambil airnya sendiri aja. Gue pikir bakal lebih cepet.” kata gue panjang lebar
“Kenapa kamu gak minta bantuan aku atau temen-temenku aja?” tanya Sam.
“Ya nih, gue sama temen-temen pasti bantu lo keless, lu tinggal ngomong aja!” kata Fredo.
“Lain kali jangan kesana-kemari sendiri!” kata Ryan.
“Maafin gue ya Lolly!, coba aja kalo gue ikut, mungkin lo kagak bakal kayak gini” kata Selena minta maaf.
“Duuhh, nanyanya satu satu dong!!” pintaku.
“Hahaha” teman-teman ketawa termasuk gue juga

Setelah itu, teman-temen nyuruh gue buat istirahat di tenda sedangkan mereka sibuk mempersiapkan apa yang dibutuhkan nanti malam. Lalu Sam nyamperin gue ke tenda. “Gimana kakinya?” tanya Sam sambil ngasih aku secangkir teh hangat.
“Udah mendingan kok Sam, Haha, tengkyu air tehnya” kataku sambil cubit pipi Sam
“Hehe, iya” muka Sam blushing.

Akhirnya kaki gue udah bisa digerakin dan udah gak sakit lagi

Pukul 16.30 WITA

Setelah api unggun sudah siap, aku sama teman-teman yang cewek mau mandi di tempat mata air tadi.
“Sam, aku sama temen-temen mau mandi dulu ya?!” ijinku.
“Okay girls, hati-hati ya!” kata Sam.
“Mau ditemenin?” tanya Fredo, Cody, Joel dan Ryan sambil ngedeket ke kami.
“Ogahh..” kata gue sama teman-teman cewek serempak dan ninggalin mereka.

Beberapa menit kemudian, gue dan teman-teman sudah selesai mandi lalu langsung balik ke tempat camp.
“Ya udah, kalian mandi gih!!” suruh si Selena.
“Iya sana!” lanjut Caitlin dan Meggy.
Gue sama Jazzy cuma diam dan ketawa kecil.
“Iya bidadari-bidadari bawel” kata Sam dan temen-temennya.

Selama mereka mandi, gue sama teman-teman cewek sudah siapin masakan buat nanti malam, Masakannya pun sudah selesai. Setelah itu, gue duduk-duduk di depan tenda. Trus, si Sam langsung nyamperin gue dan duduk di samping gue.
“Hi Lolly” sapanya.
“Hi juga Sam” kataku sambil noleh.
“Lolly, aku mau ngomong sesuatu nih”
“iya ngomong aja!”
“Tapi, tunggu jam nunjukin pukul 00.00 ya!”
“Kok gitu sii?” tanyaku penasaran.
Sam pun gak jawab, dia malah sibuk sama cameranya, ya sudahlah (abaikan)

Pukul 23.48 WITA
“Okay, bentar lagi.” batinku sudah gak sabar. Teman-teman sudah nyalain petasan mereka dan gue juga. Tapi anehnya, si Sam mana? kok gak kelihatan?

Pukul 00.00 WITA
Sam dateng nyamperin gue, entah datengnya dari mana, Dia langsung pegang tangan gue, terus nutup mata gue pakai kain.
“Duuhh, kenapa nih?” tanyaku risih.
“Udah, tenang aja!” jawab Sam.
“Guys and Girls, sekarang three, two, one!!” teriak Sam ke temen-temen terus mereka nyalain petasan dan Sam bukain kain yang nutupin mata gue, setelah gue liatin langit, petasan yang dinyalain tadi itu tulisannya kaya gini “I Love U”
“Saaammm…” ucapku sambil nutup mulutku yang menganga.
“Iya Lolly, aku suka dan sayang sama kamu” kata Sam. “Kamu mau jadi pacar aku?” lanjutnya.
“Ah, eh, mm, Maauu Sam..” jawabku gugup dan mukaku langsung blushing.
“yess! Guys and Girls dia nerima gue” teriak Sam.
“Thanks God!” bisiknya. Lalu dia langsung nyium kening gue dan meluk gue sambil muter-muterin gue
“Udah Sam!” suruh gue karena kepala gue udah rada-rada puyeng karena diputar-putar
“Iya Sayang.” kata Sam langsung nurunin gue.

Okay, awal tahun 2014
Rasanya, apa yang gue dapetin di malam tahun baru kemarin sangat lengkap. Keinginan untuk bermalam dan menikmati malam tahun baru sudah, mendapatkan cinta di malam tahun baru juga sudah. Sekarang waktunya untuk pulang, gue diantar sama Sam sampai rumah. Beberapa bulan kemudian, gue kenalin Sam sama orangtua dan kakak gue. Selama ini, orangtua gue lagi menjalankan bisnis di Paris, Perancis dan sekarang mereka sudah balik lagi. Orangtua dan kakak gue sudah setuju sama hubungan gue dan Sam. Sampai akhirnya kami pun bertunangan.

TAMAT

Tolong share comment kalian! 🙂
By: Dewi Ratih Widyasari follow juga twitter gue @ratih_lolly06
Makasih 🙂

Cerpen Karangan: Luh Dewi Ratih Widyasari
Facebook: Atiih Ratiih Wiidyasarii

Nama: Luh Dewi Ratih Widyasari
Panggilan: Ratih/Atih
Alamat: Desa Suwug, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Prov. Bali
Sekolah: SMPN 3 Sawan
Kelas: IX

Cerpen Kabut Putih Tahun Baru merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Dia Yang Selalu Ada (Part 4)

Oleh:
Pukul 20.30 tampak para tamu undangan banyak yang sudah berdatangan dan setengah jam lagi acara akan dimulai tapi Raka belum datang yang membuat Shintia terus bertanya-tanya. Shintia mulai melirik

Maling Bertobat

Oleh:
“Sauurr! Sauur!” teriak Gentong sambil memukul-mukul kentongan yang besarnya hanya sepersepuluh dari bobot tubuhnya. Salah seorang menimpuknya dengan roti kecil yang langsung mendarat tepat di pipi kanan Gentong. Tanpa

Kisah Cinta Istimewa

Oleh:
“Bon, kamu sehat kan?” Aku menatap lelaki di depanku sesaat setelah ia berhasil duduk tenang di sebuah bangku kelas kami. Kalau aku boleh berujar kepadamu mengenai posisi duduknya, anggap

Cinta yang Membuat Galau

Oleh:
Namaku Maria Fernanda. Kau bisa memanggilku Maria. Sebenarnya, aku dulu itu very very kudet. Namun, semenjak aku SMP aku ndak terlalu kudet juga sih hehehehe soalnya aku kan pintar

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *