Kado Terindah Dari Sang Mantan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 23 October 2016

1 juli 2015, udara pagi yang dingin, hembusan angin pagi yang membuat seluruh makhluk kedinginan termasuk aku. aku berpikir bagaimana nasib mereka yang hanya tinggal di jembatan, sedangkan aku yang tinggal di gedung yang tinggi masih merasakan udara dingin pagi ini. inilah aku Meylan Zahra, seorang gadis lumpuh yang ditinggal pergi oleh orang yang aku sayang, bahkan aku hanya menghabiskan hidup di atas kursi roda. Ku mulai membayangkan indahnya masa laluku bersamanya, bersama Ardi, seorang laki-laki yang amat kucintai tapi dia pula lelaki yang membuatku lumpuh seperti sekarang ini, bahkan dia meninggalkanku semenjak kecelakaan antara aku dan dia 5 bulan yang lalu itu.

“selamat pagi meylan”
“pagi juga ma”
“kamu ingin tema buat birthday partymu nanti apa?”
“terserah mama aja, meylan bakalan seneng kok”
Sapaan mama mengingatkanku, 9 hari lagi adalah ulang tahunku yang ke 21, tapi aku sendiri hanya menatap semuanya sebagai hal yang biasa, tapi semua orang justru sibuk mengatur semua agar terlihat indah, mereka bekerja keras untuk membuatku bahagia, aku bangga disini meski tiada dia aku bisa tersenyum bahagia bahkan tanpa aku harus mengemis meminta orang lain membuatku bahagia semua orang membuatku bahagia, mereka memelukku dalam kesepian, mereka mengahapus semua luka yang ada meski tiada dapat kupungkiri adanya dia mungkin akan membuat hidupku lebih berarti.

Kutulis sebuah kisah cinta antara aku dan Ardi tapi mungkin itu hanya akan menjadi kisah cinta terburuk yang akan kualami, waktu itu semua hampir berjalan sesuai rencana, namun gaun yang telah dipesan oleh asistenku untukku justru diambil oleh orang lain yang katanya ingin menggunakannya sebagai gaun pertunangannya dengan kekasihnya.

“udah enggak masalah, kita bisa cari gaun yang lebih baik ren”
“tapi mey, gaunmu itu akan dipakai dalam acara pertunangan ardi dengan zoya”

Aku terdiam, bahkan aku hanya menatap kosong semua pembicaraan Rena, entah mengapa semua itu harus terjadi disaat semua orang merencankan agar di hari itu aku tersenyum bahagia justru orang yang senantiasa kutunggu ingin merubahnya menjadi hari yang akan membuatku menyesali semua perjuanganku.

9 juli 2015, tepat satu hari dimana aku harus menerima semua kenyataan pahit yang akan kuhadapi, disana kupandang sekerabatku mulai menata semua agar terlihat dengan indah, tapi ada hal yang mengganjal di pikiranku saat bola mata ini menangkap sebuah bayangan dan dia adalah Andrean Wicaksana, seorang yang sejak dulu selalu diceritakan oleh keluargaku, aku tiada mengerti mengapa mereka sering menyebut nama-namanya saat aku berada di antara mereka.

“mey, ini andrean” ferdi mengenalkan andrean di hadapanku
“hay, aku meylan” kataku kepada andrean
“kamu cantik hari ini mey, aku sudah mengenalmu dari dulu, hanya mungkin kamu belum memahamiku”
“mungkin iya” jawabku dengan nada tidak meyenangkan
“apa semua persiapan tentang besuk sudah selesai, dan kamu sudah siap kan untuk acar besok?”
Aku diam, membisu karena aku tiada mengerti
“mey, besok tidak hanya hari dimana umur kamu bertambah menjadi 21 tahun, tapi juga hari dimana kamu akan bertunangan dengan andrean!” kata mamaku
“bertunangan?” kataku penuh Tanya
“iya, kamu akan bertunangan dengan andrean di resto carvesia, dan distu juga ardi akan bertunangan dengan zoya”
“kenapa mama, lakuin ini?”
“agar kamu lupain semuanya mey, maaf sekarang mama akan lakukan apapun agar kamu lupakan anak itu”

Aku terdiam dan tiada sanggup mendengar semuanya lagi, andai saja kubisa berjalan pasti sudah ku berlari menjauhi semuanya tapi apadaya aku lumpuh dan aku hanya mampu diam dan mebneteskan air mata.

10 juli, suara keramaian yang terus berputar di kepalaku, suara mereka yang membicarakan pertunanganku yang telah mereka sembunyuikan dariku, aku yang berpikir bahwa mereka akan membuatku bahagia tapi mereka akan membuatku meneteskan air mata.

Semua berjalan sampailah aku di tempat dimana aku akan bertunangan dengan Andrean dan disini pula tempat dimana Ardi akan bertunangan dengan Zoya. Kusiapkan segenap jiwa dan ragaku menghadapi semuanya tapi baru kumemasuki ruangan indah itu, disana Ardi telah siap memakaikan sebuah cincin di jari Zoya, entah apa yang terjadi semua terlihat samar dan perlahan ku tidak mendengar apapun hanya kegelapan yang terlintas di bola mataku.

Kubuka bola mataku perlahan dan sayup-sayup kudengar suara mereka, kutatap langir-langit ruangan itu dan sekarang kubukan berada di ruangan yang indah tadi tapi aku justru berada di ruangan yang semuanya terlihat putih pucat, kupadang jemariku telah terlingkar sebuah cincin kumulai berpikir mungkinkah mereka tetap melaksanakan pertunanganku dengan Andrean meski aku tiada sadarkan diri, tapi kutatap seorang yang telah berdiri di sampingku memegang erat tanganku dengan penuh kekhawatiran, kucoba buka kembali mata ini dan disana bukan Andrean taapi Ardi. Dia mengusap rambutku dengan penuh rasa sayang, aku Nampak bingung dengan semua ini tapi aku bahagia, disini ada Ardi, seorang yang selalu kunanti hadirnya dalam hidupku.

“mey, izinkan aku menjadi hal terindah dalam ulang tahunmu kali ini, izinkanlah pertunangan kita, menjadi hal yang tidak akan terlupakan, maafkan semua hal yang telah kulakukan, hanya satu hal yang perlu kamu tau, rasa sayang dan rasa cinta yang telah tumbuh tidak akan pernah sirna mey”
Aku menatapnya penuh bahagia, inilah kado terindahku dari mantan terindah

Cerpen Karangan: Lisa Frikugeana
Facebook: Lisa Frikugeana

Cerpen Kado Terindah Dari Sang Mantan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Warna-Warni Hujan

Oleh:
Jika merah adalah cinta dan kuning adalah persahabatan, maka Jingga adalah kebahagiaan. Kudengar di luar hujan turun begitu deras seolah menggambarkan kecemasannya akan takdirku. Seolah ikut merasakan segala kegalauan

Galau

Oleh:
Percakapan kedua orang tuanya masih terngiang-ngiang di otaknya. “Argggghhh!!!”gerutunya “Kenapa sich orang tuaku selalu ikut campur masalahku? Ini hidupku,aku yang menjalani,aku yang tau mana yang tebaik untuk hidupku. Aku

Mantan Rasa Kawan

Oleh:
“Za” teriak seseorang dari pintu kamar gue, itu pasti vano. Dengan ogah ogahan gue ngebukain pintu buat dia. “Apa” “Gue kesepian, temenin gue yah” ucap vano sambil nyelonong masuk

Diary ku Tersenyum

Oleh:
Senyum itu dan aku hanya menatap, terdiam dan betah serasa isyaratkan dan mengartikan bahasa di jiwa, mengertikan cinta yang ingin menjadi keharusan. Keharusan selalu berada di setiap detik berdenting,

I Love You Editor

Oleh:
“Ku dengar kau novelis?” tanya Jung24. Sebuah pesan yang membuat kaget itu buru-buru Hyeri balas. “Lantas?” jawab Hyeye12. Hyeri membalas sesingkat mungkin dengan wajah was-was. orang yang mengiriminya email

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *