Kagum Dalam Diam

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 22 March 2013

Berteduh dari Hujan yang tiba-tiba sok tenar.
Dari seberang sebelah sini ku lemparkan pandangan ke seberang sana, menikmati tetesan kuat air hujan yang hentakkan Kalut nya sesekali dengan aba-aba kilat.
Mungkin dewi fortuna sedang berpihak pada ku.

Di seberang sana, walau rintik hujan kaburkan pandangan ku, tapi aku masih bisa nikmati wajah manis itu. Wajah yang mampu buatku tesenyum lugu, lucu dan bertingkah aneh sendiri layak ABG yang baru saja menemukan pacar pertamanya.
Dia sesekali tersenyum ke arah sini, aku Cuma berpura-pura tak melihat, atau hanya menyunggingkan bibir kanan, dan tersenyum kecil seperti tak perduli, tapi siapa yang tau, aku benar-benar terbang melayang saat itu.

Masih menikmati hujan yang sebenarnya tak ku suka.
Sudah saatnya aku beranjak dari tempat ini, diapun entah sudah beranjak kemana, aku melewatkan saat itu karena sibuk dengan gejolakku sendiri.
Saat nya pergi, saatnya menikmati kesendirian lagi.
Ku susuri trotoar jalan beratap yang sesekali luput melindungi ku karena sebuah lubang di badannya tak mampu lindungi aku terus. “tik” aku tersentak “huhh” hanya itu, lalu lanjut lagi. dari samping angin hembuskan dingin dan terkadang bawa serta air sejukkan tubuh ini.

Tepat di suatu jalan dimana sudutnya menjadi tempat bercengkrama segerombol pria yang sebagiannya ku kenal, dan salah satunya “ha..” hati ini bergejolak lagi, “dya” hatiku berbisik penuh decak kagum.
“dek” sebuah sapaan hentikan langkahku, hampir tepat di hadapannya. entah ini cobaan atau dewi fortuna yang sedang berbaik hati padaku. 2 pria dalam 1 hari. “amazing” anganku terbang tak pedulikan cerita orang asing yang entah mempromosikan apa.

“naananananananananananannanananananannanananan” ntah apa pun yang ia katakan, sungguh, aku tak memperdulikannya, yang sedang asik ku fikirkan yaitu sebuah kata yang khusus untuk orang dewasa, yang entah kenapa nyangkut di otak sesaat setelah kupandang dia.
Pria berponi sedikit basah, dan mengusapkannya ke samping, dengan kemeja biru tua yang basah di kanan kirinya, sambil memegang hanphone dan terlihat cuek pada daerah sekitarnya itu lebih SEKSI dibanding cowok berotot yang hobby fitness dengan dada yang bidang bermandikan keringat, atau pria yang sedang memperbaiki mesin motor atau mobil yang wajahnya bergoretan oli hitam dan keringat di kening mereka.

Sesekali ku lirik pria pencuri hati itu. dan “W.O.W” entah apa yang ia fikirkan yang pasti kami beradu pandangan. ku tarik dengan sigap pandangan ini dank ku lempar kan entah kemana yang pasti ia takkan melihat gugup dari bola mata yang pasti dengan polosnya beberkan kagum yang tak seharusnya ia ketahui, tak lupa ku tinggal senyum untuk kejadian itu. “semoga ia tak tahu” gumam hatiku yang tak henti bergejolak

Orang asing sibuk bertanya padaku, bahkan pertanyaan yang ia ajukan ku jawab asal, sekedarnya dan ngawur. siapa peduli. “toh di brosur yang ia berikan informasinya sudah cukup jelas “gumamku setelah membaca brosur kuning yang hanya berukuran 3 x 6 cm.
“oke dek?” itu kata yang paling jelas ku dengar dan “syukurlah” itu kata yang ku panjatkan setelah aku tau ia sudah berhenti menggangguku.
Aku pergi. tinggalkan cerita yang hanya aku yang tau, berharap hal yang lebih menakjubkan lagi terjadi setelah ini.

Cerpen Karangan: Chenly Kasandra Malau
Blog: qhaxanra.blogspot.com
Facebook: http://www.facebook.com/chenly.malau
chenly kasandra malau
mehasiswi matematika yang belajar nyemplung ke dunia sastra

Cerpen Kagum Dalam Diam merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Secret Admirer

Oleh:
Mengagumimu adalah sebuah anugerah indah yang diberikan tuhan padaku, lewat dirimu aku mengerti arti indahnya cinta, lewat dirimu pula kujajaki selangkah demi selangkah jalan yang berbatu.. Tajam dan menusuk.

Selamat Tinggal

Oleh:
Rasa marah dalam hatiku masih menggelora. Betapa tidak? Sahabatku sendiri, sahabatku satu-satunya, mengkhianatiku. Ia pergi meninggalkan diriku dengan janji-janji palsunya. Percuma saja, selama 3 tahun terakhir, aku berteman dengannya,

Mimpi? Oh Itu Membuatku Pusing

Oleh:
Kugambar sebuah wajah di kertas kosong ini, ketika selesai di bagian mata hatiku senang karena seolah olah dia memandangiku, dia begitu tampan sehingga banyak para wanita yang mengejarnya, kurasa

Aku, Rin

Oleh:
“Aku kan sudah bilang padamu. Jangan dekati area itu! Kenapa kau tidak menurut? Ha?!” Protektif. Lelaki bawel. Hah! Dan juga, aku masih anak SMA. Tidak bisakah aku menikmati masa

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *