Kak Epen

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Kisah Nyata
Lolos moderasi pada: 25 January 2014

“Minggir pak” ucap kakak sepupu ku
angkot pun berhenti. kaki ku melangkah terasa berat dan mata ku terus mencari dimana sesosok laki-laki yang akan ku temui..

Aku gadis remaja yang duduk di bangku SMP kelas 3 di Kota Bekasi, dan aku anak perempuan satu-satunnya.
saat itu kakak sepupu ku memperkenalkan aku dengan temanya walaupun baru melalui Handphone.
Kring… kring.. handphone ku berbunyi
“Hai ade” ucapnya
“ya, hai juga ini siapa?” ujar ku
“ini epen teman kakak sepupu kamu”
Perbincangan kami yang begitu lama melupakan waktu aktivitas

Hari demi hari, bulan demi bulan membuat aku dan kak epen semakin akrab, terkadang aku dimanja, dimarahin, bahkan di ledekin tapi itu semua membuat aku semangat sekolah.

Waktu liburan sekolah tiba aku dan keluarga berlibur ke rumah kakak sepupuku
“HOREE..!!” dalam hatiku bersorak

Esok harinya kakak sepupuku mengajak menemui kak epen, baju warna pink dan celana jeans dengan rambut ku yang dihiasi karet wana-warni membuat wajah ku seperti anak-anak
“Minggir Pak” ucap kakak sepupu ku
jantung ku yang berdebar cepat, kaki ku terasa berat untuk turun mataku mencari dimana sesosok laki-laki yang akan ku temui.

Langkah kami semakin dekat menuju 2 orang laki-laki yang sedang duduk. wajah ku kini merah tersipu malu
“kok kalian berdua lama” ucap epen
“macet di jalan, oh iya tina kenapa diam katanya pengen ketemu kakaknya”
(tertawa kecil)

Kak epen mengulurkan tanganya kepadaku walau aku hanya dapat tersenyum malu-malu. laki-laki yang berbadan tinggi dan atletis itu walau memakai kacamata membuat ku tak ingin kehilangan seorang kakak
“Dek..” sapa epen
“iya kak”
“Rambut kamu lucu ya, sayang belum punya pacar” ledek epen
(dengan tawa kecil)
(menghela nafas panjang) “gak lucu tau”
Tanganya yang kini merangkulku penuh kasih sayang tak ingin ku melepaskanya. waktu yang tidak terasa sudah sore membuat kami untuk bergegas pulang.
“Kak”
“ada apa dek?”
“aku ingin ikut sama kakak”
(Air mata yang tak tertahankan membasahi pipinya)
“lho.. kenapa kamu menangis? kan masih ada waktu untuk ketemu kakak janji kakak akan jemput kamu untuk tinggal bersama kakak jadi.. kamu jangan nangis lagi ya..”
“iya kak, aku tunggu janji kakak”
tersenyum dan memeluknya

Hanya sebuah foto dan selembar surat yang diberikaan untuk kak epen, setelah satu bulan aku hilang komunikasi dengan kak epen walau kini aku telah di sumatera tapi aku masih menunggu janji kak epen padaku.

TAMAT

Cerpen Karangan: Hanna Cristina
Facebook: Tinacayank77[-at-]yahoo.com

Cerpen Kak Epen merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Anak Maduku

Oleh:
“Cinta kasih” dia adalah gadis kecil yang cantik, aku menyayanginya meski dia bukan anakku, ya dia bukan anak kandungku, melainkan anak dari selingkuhan suamiku, mungkin ini cara tuhan untuk

Bukan Punguk Yang Merindukan Rembulan

Oleh:
Satu tahun sudah berlalu, tapi Ipung masih begini saja. Masih memandanginya dari jauh tanpa kata. Mendekat pun Ipung tak berani. Dia terlalu tinggi untuk digapai, begitu pikir Ipung murung.

Maafkan Aku, Ayah

Oleh:
Dunia ini begitu keras bagi perempuan lemah sepertiku. Kerasnya dunia sudah aku cicipi, seperti halnya “PACARAN.” Ya, aku mengenal pacaran tepat pada usia 15 tahun mungkin orang bilang itu

Datanglah Ke Sisiku

Oleh:
Di dunia yang kejam ini tak ada yang lebih menyakitkan dibanding kehilangan satu-satunnya orang yang dicintainya. Agar tak kehilangan, kadang lebih baik melepaskannya pada orang yang membuatnya jauh lebih

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 responses to “Kak Epen”

  1. reniapratiwi says:

    wah critanya mantaap surantap

  2. fika says:

    cerpennya bener luar biasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *