Kamu Dan Roti Buayaku (Part 2)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Romantis
Lolos moderasi pada: 15 August 2016

“Hai bos kusut amat tuh muka. Masa Nicholas saputra pagi-pagi udah lecek gitu sih” sembari membereskan roti di rak display Rizal pun meledeki bosnya yang sedang berpangku tangan di atas meja
“Eh kaga usah sok ngeledekin gua dah loe gua masih sedikit gedek sama loe” bicaranya masih tetap seperti sikapnya semula di atas mejanya
“Ya elah bos Tuhan aja Maha Pemaaf masa bos nggak sih. Dengar ya Nicholas apa yang kamu lakukan ke saya itu JAHAT” Rizal memang paling bisa mengoda bosnya
“Idih sok-sokan kaya Cinta loe. Kalau loe bukan Cinta tapi Cetan tau nggak loe”
“Serem dong bos. Ya kali cover boy kaya gini serem”
“Au ih amat dah loe. Udah beresin tuh roti yang bener jangan sampai lecet”
Ramli tampak kebinggungan mencari ide agar bisa mengabulkan permintaan ibunya itu. Karena dia sudah terlanjut berkata kalau dia sudah memiliki kekasih setiap kali ditanya orangtuanya. Jika dia bilang belum memiliki kekasih ibunya akan menjodohkannya. Makanya dia terpaksa berbohong. Tadinya dia tak mau bercerita kepada dua orang karyawan yang dekat dengannya yaitu Teguh dan Rizal. Tetapi akhirnya dia menceritakan kerisauannya itu setelah terpancing pertanyaan Rizal yang selalu kepo kepada dirinya itu.
“Tenang bos kali ini saya punya teman perempuan, dia orangnya alim banget” Teguh mulai menyampaikan pendapatnya
“Bener nggak nanti kaya yang dulu lagi gua ketemuan sama tunangannya” Ramli tampak khawatir
“Dijamin bos kali ini perempuan baik-baik”
“Iya bos kenalan aja dulu jangan mikirin yang belum pasti. Dijalanin aja dulu siapa tahu cocok” Rizal menimpali obrolan mereka
Dia terus saja berpikir dan berkata, “akan saya coba”
“Saya suka gayamu nic” ujar Rizal yang membuat mereka binggung
“Siapa tuh nic?” tanya Teguh
“Nicholas saputra” ucapnya sambil tersenyum ke arah Ramli
“Terobsesi sama tuh film kayanya Guh. Dia pengen jadi serangga mungkin” Ramli pun mengeleng-gelengkan kepalanya
“Eits dah Rangga keles bos. Ah kelamaan jomblo jadi agak geser sih bos” ucap Rizal sewot
“Nggak papa dah tapi hati gua nggak pernah geser kok” bicaranya yang membuat mereka tertawa mendengarkannya

Teguh sudah bersama dua orang wanita di sebuah restoran di daerah Matraman Jakarta timur. Dia sudah janjian ingin bertemu Ramli di tempat itu. Awalnya Teguh ingin mengajak seorang Wanita yang merupakan temannya untuk berkenalan dengan bosnya. Tapi wanita itu justru mengajak temannya untuk menemaninya.
“Hai bos kesini!” panggil Teguh dari kejauhan
“Kenalin nih bos teman saya” Teguh langsung mengenalkannya dengan wanita berlesung pipi itu
“Saya Alya dan ini teman saya Indah” wanita yang bernama Alya justru mengenalkannya juga kepada teman wanitanya itu
Ramli dan Indah tampak kaget ketika mereka ingin berjabat tangan. Dia pernah bertemu dengan wanita itu saat dia mengantarkan roti pesanannya.
“Eh ngapain loe di sini. Dan kenapa juga ya gua bisa ketemu sama loe lagi” omel Indah kesal saat melihat wajahnya
“Kamu kenal Ndah?” tanya Alya
“Gue nggak kenal dia tapi gue punya pengalaman buruk sama dia. Dia tukang roti yang waktu itu gue ceritain ke loe” masih dengan kesalnya dia terus saja melihat ke arah Ramli dan terus memarahinya
“Ini saya datang kesini baik-baik ya. Kenapa jadi saya yang dimarahi begini” Ramli ikut kesal mendengarkan ucapan Indah tadi
“Maaf-maaf bos tapi yang saya mau kenalkan ke bos bukan dia tapi si Alya. Al, kamu mau kan kenal sama bos saya namanya Ramli”
“Iya saya mau kenal kalau untuk sekedar kenal”
“Maksudnya? Kamu masih jomblo kan soalnya bos saya lagi mencari pasangan lebih tepatnya pendamping hidup”
“Wah kalau itu kayanya nggak bisa deh Guh. Soalnya saya sudah mau menikah kalau temen saya masih single nih. Gimana Ndah kamu mau nggak kenal sama dia” Alya meminta pendapat temannya itu
Dengan tatapannya yang jutek dia pun menjawab, “Ogah amat nggak minat gue”
“Jiah sok cakep loe. Loe pikir gua mau kaga dah makasih” Ramli tampak kesal dan langsung pergi meninggalkan mereka bertiga
Teguh tak tahu jika akan seperti ini. Niatnya hanya ingin mengenalkan bosnya kepada wanita yang merupakan temannya itu. Tapi justru teman wanitanya itu yang membuat rencanannya kacau seperti itu. Indah pun tak merasa bersalah dia malah terus saja menceritakan kebenciannya kepada Alya temannya itu.

Waktu yang tak dinantikan tiba juga. Ramli pasrah kalau dia tak bisa mengabulkan permintaan ibunya dan dia akan jujur jika ibunya menanyakan persyaratannya itu. Mereka pun berangkat menuju acara pernikahan saudaranya itu ke daerah bojong. Ramli tampak menyupir mobil Avanza milikinya itu.
Ketika mereka sampai sana Ramli sedikit menghindar dari keluarganya. Dia takut ditanya mengenai hal yang tak diinginkannya itu. Dia malah asyik berkeliling menyicipi makanan yang tersaji di sana. “Mba dompetnya jatoh nih” ucap Ramli memanggil seorang wanita yang tak sengaja menjatuhkan dompet tepat di samping kakinya. Wanita itu pun berterima kasih padanya tapi ketika wanita itu menoleh ke belakang mereka pun langsung berkata, “loe”. Entah mengapa mereka selalu dipertemukan dengan ketidak sengajaan. Masih tersimpan rasa kesal di hati mereka.
“Kenapa sih selalu aja ketemu sama loe” ujar Indah tak percaya
“Lah mana gua tahu. Gua juga ogah ketemu sama loe mulu. Baru kali ini gua ketemu cewek galak macem kaya loe” tunjuk Ramli ke arah Indah yang saat itu terlihat anggun dengan mengenakan kebaya merah dengan panduan rok panjang span bermotif batik
“Males gue ngeladenin cowok kaya loe” dia langsung mengambil dompet yang berada di tangan Ramli dan pergi meninggalkannya
“Hati-hati keserempet!” ledeknya ketika melihat rok span Indah yang membuatnya agak sulit berjalan cepat

Prosesi acara pernikahan itu hampir selesai dan kini acara terakhir yaitu acara pelemparan buklet bunga dari sang pengantin kepada tamu yang hadir dilaksanakan. Bunga itu pun melesat ke arah Ramli yang sedang asyik menyantap cendol dan seketika itu ada seseorang yang melintas ke arahnya dan menginjak kakinya. Wanita itu Indah dia berhasil mendapatkan buklet bunga.
“Woi kira-kira dong loe kalau jalan, sakit tahu kaki gua loe injek” omelnya dan menantap ke arah sepatu high heel yang di kenakan Indah itu
“Siapa suruh loe di situ udah tahu lagi ada acara pelemparan bunga” Indah tampak senang mendapatkan buklet bunga
“Ih aneh loe bunga aja direbutin. Lah gua kaga ada yang ngerebutin” ujarnya spontan
“Eh kasihan banget hidup loe terlalu ribet sama urusan jodoh, aneh” dia pergi tanpa meminta maaf kepadanya

Dia pikir ibunya tak lagi menanyai mengenai persyaratannya darinya itu. Ini justru dia seperti diinterograsi. Ramli pun tak bisa berbohong dia akhirnya jujur. Dia menjelaskan kalau dia tak mau dijodohkan. Ibunya pun menjelaskan kalau sebenarnya dia tak berniat menjodohkan anaknya hanya dia ingin memotivasi Ramli untuk mencari pendamping hidup. Dia ingin melihat Ramli bisa menikah dan membuatnya bahagia.
“Sabar ya bu, abang juga selalu berusaha kok. Nanti kalau sudah waktunya menikah pasti abang juga akan menikah bu”
“Jangan lama-lama ya bang” Ramli segera memeluk ibunya yang terlihat cemas kepadanya

“Ampun loe lagi-loe lagi. Nggak cape bikin gue sewot mulu” langkah Indah terhenti ketika melihat Ramli yang juga sedang jogging
“Capelah. Ya udah minum yuk” dia langsung menarik Indah ke arah penjual minuman sementara Indah tak bisa berkutik
Mereka pun saling menghabiskan minuman mereka. Pada awalnya mereka tampak saling berdiam diri dan gengsi untuk memulai pembicaraan. Sampai akhirnya Ramli memulai obrolan dan mereka tampak terlibat percakapan.
“Maaf ya waktu itu saya nggak bermaksud buat bikin kecewa pembeli. Semuanya sudah terplaning awalnya tapi karena sikap kurang professional karyawan saya sehingga membuat kesalahan waktu itu” tutur Ramli menjelaskannya
“Iya saya waktu itu panik aja takut acara pernikahan kakak saya gagal cuma karena roti. Tapi sekarang sebenarnya saya sudah memaafkan semua itu” baru kali ini Indah terlihat manis dengan tutur katanya
“Jadi kita nggak saling bermusuhan lagi kan ya”. Indah pun menganggukan kepalanya.
Akhirnya mereka bisa saling memaafkan juga. Ramli pun mentraktir Indah sarapan pagi di tempat itu. Mereka saling terlibat obrolan yang terlihat asyik sekali. Benar saja bila kita ingin mengenal seseorang kita harus mau berkenalan dengan orang itu terlebih dahulu. Ramli pun merasa kalau ternyata Indah tidak seburuk yang dibayangkannya.

Berawal dari roti buaya semuanya kini terasa asyik. Mereka memutuskan untuk berteman. Saling mengenal satu sama lain. Mereka juga mempunyai kesamaan status dan permasalahan jodoh yang tak kunjung datang. Dengan kebersamaan mereka terasa terhibur satu sama lain. Indah kini sering datang ke toko kuenya dan Ramli juga sering mengantarkannya pulang ke rumah Indah ketika sedang bepergian dengannya.
“Bos udahlah nyatakan cinta. Udah saling cocok kan” bisik Rizal sambil melihat ke arah Indah yang sedang melihat karyawan membuat roti buaya di tokonya itu
“Nggak jaman bro nyatakan cinta gua udah nggak abg lagi”
“Lah terus mau dilepasin aja bos. Dia baik banget loh bos. Jangan sampai saya yang bertindak nih” ucapnya yang seketika membuat Ramli mengencangkan suaranya itu
“Enak aja loe. Gua mau ngelamar dia tau nggak” tegasnya dan membuat Indah menengok ke arahnya
“Siapa yang mau loe lamar bang” tanya Indah cemas
“Loe Ndah, gua baru kali ini yakin sama cewek. Hidup gua terasa bahagia banget semenjak ada loe. Loe mau nggak gua lamar” tanpa disangka-sangka Ramli langsung mengambil sebuah kotak cincin di kantong celananya dan memberikannya ke tangan Indah
“Ini seriusan. Gue nggak lagi ada di film kan ya” tanyanya kepada Rizal dan Teguh yang berada di tempat itu
“Beneran, nih ya” Teguh mencolek pipi Indah berusaha menyadarkannya
“Eitss tangannya” omel Ramli sambil menyingkirkan tangan karyawannya itu
Dan Indah pun mengambil kotak cincin itu dan mengiyakan ucapan Ramli. Kini mereka sudah resmi menjalin sebuah hubungan. Ramli pun segera membicarakan niat baiknya itu ke orangtuanya. Kebetulan orangtuanya sudah kenal dengan Indah karena selama ini dia juga suka mengajak Indah untuk menemui orangtuanya. Mereka pun menyetujui niat baik anaknya itu.

Lamaran itu pun berlangsung lancar. Indah terlihat anggun dengan kebaya hijau muda dan Ramli terlihat maskulin dengan warna yang senada. Keluarga mereka pun tampak membaur. Tanggal pernikahan pun sudah ditetapkan. Dan acara itu berakhir dengan saling mengenal antar keluarga kedua belah pihak.

Saat yang dinantikan itu pun tiba. Terlihat wajah panik bergelayut di wajah Ramli. Dia tampak tegang melihat ke arah penghulu. Sementara Indah masih disembunyikan di suatu tempat sampai akhirnya nanti mereka disatukan. Proses ijab Kabul pun segera dimulai.
“Saya nikahkan engkau, Ramli ramadhan bin solehudin dengan ananda Indah ramadhani binti Hasanudin dengan mas kawin emas seberat 20 gram di bayar tunai” ucap sang penghulu sambil berjabat tangannya
“Saya terima nikahnya dan kawinnya Indah ramadhani binti Hasanudin dengan mas kawin yang tersebut tunai” jawabnya dengan satu tarikan nafas
“Sah” teriak jawaban dari para hadirin sekalian

Akhirnya Ijab kabul itu terlaksana dan mereka pun sah sebagai suami istri. Indah akhirnya ke luar juga setelah dipisahkan ruangan sebelum ijab Kabul tadi. Proses demi proses mereka jalankan dengan khidmat. Ucapan pun teriringi dari para tamu undangan.

“Bang akhirnya loe nikah juga. Dan akhirnya gue bisa nyusul loe nantinya” dengan ditemani sang kekasih Puput memberikan ucapan selamat ke kakaknya itu
“Iya Put akhirnya, dan gua terbebas dari ocehan loe juga hehe” ujar Ramli meledekinya

Di sudut lain terlihat 4 karyawannya datang ke acara pernikahan sambil membawakan sepasang roti buaya ke atas pelaminan. Rizal pun langsung meledeki mereka dengan pembicaraan jahil.
“Nah gini dong akhirnya pemilik rotinya ada yang mesen juga, Alhamdulillah laku juga” ujar Rizal jahil
“Lah gua mah limited edition cuma buat dia aja sih” jawabnya sambil mencolek dagu istrinya dengan manja
“Sie abang genit banget sih” Indah tersipu malu
“Cie-cie belum waktunya kali bos hehe. Oiya bos nih sepasang roti buaya pengen ketemu pemiliknya” Teguh langsung memberikan sepasang roti buaya kepada mereka berdua
“Makasih ya kalian semua. Sekarang silakan kalian mencicipi hidangan yang sudah disajikan” ujar Ramli mempersilahkan mereka untuk menyantap hidangan
“Wah mantep tuh bos. Sekali lagi selamat ya bos dan selamat menikmati malam syahdu” bisik Rizal ke telingga Ramli
“Hahaha kaya tau aja loe bocah” ujar Ramli menimpalinya
Jodoh memang tak tahu kapan datangnya dan dengan siapa dia akan berlabuh. Ramli pun tak menyangka jika pada akhirnya dia bisa berjodoh dengan seorang wanita yang sempat dia benci itu. Hanya karena kesalah pahaman yang berawal dari roti buaya miliknya. Kini roti buaya itu pulahlah yang menyatukan mereka.

TAMAT

Cerpen Karangan: Retno Shanty
Blog: retnoshanty.blogspot.com

Cerpen Kamu Dan Roti Buayaku (Part 2) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Selembar Kertas

Oleh:
Sudah beberapa bulan Risa mendapat selembar surat dalam lokernya. Surat-surat itu berisi tentang sebuah cerita tetapi romantis. Tidak seperti biasanya jika orang mengirimkan surat berupa kata-kata mutiara, puisi, ataupun

Cinta Rani

Oleh:
Cinta. Aku tak tahu bagaimana ia bermula yang aku tahu ia mengalir begitu saja, hingga aku merasakan sesuatu yang berbeda darinya. Seperti kisah ini, entah bagaimana mulainya tapi yang

Cinta Putih Abu-Abu (Part 1)

Oleh:
Adeline adalah seorang gadis remaja yang dikenal sebagai anak periang, namun agak sedikit garang. Adeline bukanlah gadis yang memiliki paras cantik seperti gadis-gadis lain. Tapi setidaknya, Adeline memiliki paras

3 Hari (Part 2)

Oleh:
“Ya Kak?” tanya Zani saat ia sadar di tengah konsentrasinya merangkai sketsa alur cerita yang hendak ia gunakan untuk mengikuti kompetisi dalam rangka 4ICU universitasnya. “Lagi ngapain Zan?” tanya

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *