Kamu yang Dulu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 17 April 2014

Hari ini tepat 11 bulan jika aku dan dia masih bersama. Kami memang satu sekolah, tapi kami layaknya tak pernah mengenal setelah aku meninggalkan mu. Aku masih selalu memikirkan dia di sela-sela kegiatan ku, mengingat tentang masa-masa kami dulu yang tak pernah ada habisnya. Aku juga tak mengerti mengapa dia selalu berotasi dalam otak ku layaknya sebuah planet yang tak ada hentinya memutari matahari.

Kemarin saat di sekolah aku melihat-lihat nilai raport bayangan ku di website sekolah, karena kami berbeda kelas aku tak bisa melihat nilainya walaupun kami satu jurusan IPA. Aku ingin tahu perkembangannya selama tak ada aku, berbekal user ID dan password kita yang hampir sama aku membuka portal nilainya. Wajah ku yang semula cerah berubah menjadi mendung.

“Nilainya dia jadi gini ya sekarang” ujar teman di samping ku
“Iya, semakin jauh peringkatnya semenjak gak sama aku”
“Salah dia sih, gak bersyukur waktu ada kamu di sampingnya ”
“Kagak gitu juga kali, mungkin karena dia berubahnya terlalu jauh terus temen-temennya juga anak gak jelas semua”
“Tapi emang bener tau, dulu waktu sama kamu dia masih lumayan pintar, terus dia juga gak kaya sekarang kan suka bolos, terus gabung sama anak-anak songong yang cuma modal harta orangtua udah belagunya setengah mati”
“Terserah deh, malah tambah bete nih”

Dalam benak ku, aku berpikir, salahkah aku meninggalkannya? Toh kalaupun dia tidak selingkuh aku tak akan meninggalkannya, aku masih tetap selalu berada di sisinya. Tapi apa mau dikata, Semua tak bisa diputar lagi, ini sudah garisnya yang ditakdirkan Tuhan kami. Aku pun tak mungkin menjilat ludah ku kembali.

Dahulu aku selalu mengajarkan dia menghargai, menghormati, bertanggung jawab dan kesederhanaan. Aku tak melarang dia untuk menghamburkan uangnya, tapi aku ingin dia menjadi seorang lelaki nantinya yang mandiri tak mengandalkan harta orangtuanya yang suatu saat nanti bisa hilang. Aku tak melarang dia mencontek di sekolah, tapi aku ingin dia berusaha dulu sebelum dia benar-benar menyerah dan merasa itu jalan terakhir. Aku tak melarang dia melakukan hobinya, tapi aku ingin dia menyelesaikan tugas sekolahnya dahulu sebelum dia asyik dengan hobinya. Aku tak melarang dia menyuruh ajudannya untuk mengurus segala urusannya, tapi aku akan sangat senang jika dia melakukannya sendiri semampunya walaupun dengan hasil yang tak sempurna. Tapi dia tak pernah mau mengerti maksud ku. Dia selalu menganggap ku pacarnya yang cerewet dan protektif. Padahal bukan itu maksud ku, aku hanya ingin dia menjadi lelaki baik. Sekarang aku dan dia hanya masa lalu, biar ini hanya menjadi cerita tersembunyi ku. HAPPY FAILED ANNIVERSARY 11st month My Dear ~

Cerpen Karangan: Rizki Dewi Yuliana

Cerpen Kamu yang Dulu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Lonely

Oleh:
“sekolah lagi.. sekolah lagi… Hufft membosankan!!” aku menghardik diriku sendiri di dalam kesunyian. Alunan suara jangkrik masih terdengar di antara sejuknya pagi. Baju seragam putih kukenakan beserta rok kotak-kotak

Berawal dari OSIS

Oleh:
Kriiing, alarm berwarna biru muda berbentuk doraemon langsung membangunkanku. Namaku sasa aku merupakan anak tunggal di keluargaku, dan keluargaku termasuk keluarga yang berada. Hari ini hari pertama aku bersekolah

Mentari Terbit Di Hari Minggu

Oleh:
Mentari terbit di hari minggu. Terlihat Hasan hendak menancapkan colokan charger ponselnya ke kotak listrik, tiba-tiba saja Edo nyelonong masuk dan memanggilnya. “Hasaann!! Tahu Satria tidak?” teriaknya. Hasan yang

Two Persons Who I Loved

Oleh:
Kumpulan awan putih menghilang terganti dengan cerahnya langit biru. Kabut lebat yang menutupi pandangan mata kini menghilang. Terlihat jam tangan Rian menunjukkan pukul 06:30 pagi. Sekolah masih terlihat sepi

Pacarmu Belum Tentu Jodohmu

Oleh:
Di tengah pagi yang gelap, terlihat seorang pemuda dengan semangat menancap gas motornya melewati guyuran hujan. Pemuda itu tak mempedulikan guyuran air hujan yang mengenai wajah dan tubuhnya, yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *