Kamulah Takdirku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 17 April 2017

Tak terasa kini sudah 2 minggu, tapi kenapa rasa kecewa bercampur dengan kesedihan ini tak kunjung surut dimakan oleh waktu. Apa karena diriku terlalu sedih dan tak dapat menerima fakta bahwa wahyu sudah pergi. Aku masih ingat sms itu “Nur maaf kita putus aku mau nikah sama anita, jujur saat menjalin kasih denganmu aku masih berasama anita”. Dia sangat tega padaku padahal aku sangat mencintainya, tapi itu semua kembali lagi padanya dia tidak mau dengan diriku. Dia lebih memilih wanita lain, jadi aku juga harus sadar kalau sekarang diriku harus membuka lembaran baru tanpanya dan tanpa cintanya, kini aku hidup dalam duniaku tanpa wahyu.

Aku mahasiswa prodi d3 akper di kotaku, aku masih berstatus mahasiswa baru. Aku berjanji pada diriku sendiri kalau aku tidak mau berpacaran, karena jujur aku adalah wanita yang selalu trauma jika sudah ada kejadian yang tidak aku harapkan seperti aku ditinggal oleh wahyu.

Hari berganti minggu, minggu berganti bulan tak terasa kini sudah bulan 12 dan tepat hari ini wahyu akan mengikat janji suci dengan anita. Tapi aku tak akan datang karena hati ini masih sangat sakit seperti ditusuk oleh ribuan pisau, hari ini hari sabtu jadi aku tak perlu pergi kuliah. Aku bersantai di atas tempat tidur mendengarkan alunan lagu ayu shita yang berjudul tuhan beri aku cinta, tapi tak lama kemudian mamaku dari lantai bawah memanggil aku pun menjawabnya “Iya mama”, aku menuruni tangga. “Ada apa ma?”
“Sayang kamu gak kenikahannya wahyu nak?”
“Nggak ma nur males dateng, kan mama tau sendiri”
“Ya sudah mama juga nggak maksa, kalu gitu mama boleh minta tolong?”
“Apa ma?”
“Jadi gini mama kan dapet pesenan catering banyak makanya mama mau buru-buru ke rumah makan, kamu bisa kan jemput adek dari sekolah?”
“Oh bisa kok ma”
“Ya sudah kunci mobil ada di atas meja makan”
“Oke mama”

Lalu aku menstarter mobilku dan pergi menjemput adek tapi di tengah jalan hujan turun lebat. Dan setelah aku sampai di gerbang sekolah aku melihat adek sudak menunggu. Aku segera membuka payung dan menghampirinya.
“Adek ayo”
“Iya kak, kok kakak yang jemput?”
“Nanti kakak jelasin di dalam mobil”
Lalu kita berdua masuk ke dalam mobil.

“Kak aku inget satu tahun yang lalu”
“Inget apa?”
“Kan dulu waktu aku masih kelas x trus kakak masih kelas xii kita sering hujan-hujan sambil pulsng sekolah”
“Iya dek serasa bernostalgia ya kalau inget hujan”
Kami berbicara di dalam mobil sambil mengenang masa waktu aku masih sma dulu lalu brakkkk. “Ada apa kak?”
“Di depan ada pohon beringin tumbang dek”
“Trus pulangnya gimana kak?”
“Kita ambil jalan memutar aja kak”
“Iya juga dek”

Tidak semulus dugaanku di perjalanan kita terjebak macet lagi di tengah lautan manusia, dilihat dari cara berpakaian mereka seperti baru menghadiri pernikahan. Lalu dengan rasa penasaran aku menyuruh adekku bertanya di tengah gerimis. Tak lama kemudian adekku masuk ke dalam mobil. “Ada apa dek?”
“Katanya tadi ada acara nikahan batal gitu kak”
“Kok bisa dek?”
“Katanya yang perempuan kabur”
“Oh, ya sudah abaikan”
“Kak ini kan daerah rumah kak wahyu apa iya kak wahyu?”
“Gak tau, abaikan aja dek”

Tak lama kemudian kita sampai di rumah. Tapi kenapa aku terbayang wahyu, dan aku berfirasat bahwa wahyu adalah takdirku. Tapi itu tidak mungkin, tepat di hari ini dia berbahagia dengan orang lain. Tapi aku kasihan dengan orang yang batal menikah tadi, padahal aku tak tahu bahkan mungkin tak kenal. Tapi kenapa hatiku serasa sangat sedih. Seperti aku mengetahui orang yang ditinggalkan itu, lalu aku berdo’a semoga dia diberi ketabahan dan dapat bertemu dengan jodohnya.

Tak terasa kini sudah 4 tahun, aku telah mendapat gelar amd. Kep dan bekerja dirumah sakit swasta yang didirikan oleh kampus tempat aku kuliah dulu. Tanpa cinta aku dapat hidup 4 tahun ini, tanpa merasakan patah hati meski kadang mama selalu protes dan menyuruhku agar mencari pacar dan menikah karena usiaku sudah 23 tahun. Tapi aku selalu berkata “Ntar kalau sudah ada nur bakalan nikah kok ma”. Saat ini aku shift pagi tapi kebetulan aku berangkat lebih awal pukul 06.00, padahal jam kerjaku pukul 07.30 tapi dari kejauhan temanku diyah mendatangiku “Nur aku minta tolong”
“Tolong apa diyah?”
“Jadi gini kan ntar siang jam 09.00 aku mau tunangan trus aku mau pulang sekarang mau siap-siap tapi pasien ruang vip belum aku kasih obat, jadi boleh gak aku minta tolong?”
“Boleh kok gak apa lagian jam kerjaku juga ntar setengah 8”
“Makasih nur”
“Iya santai aja sama aku”
“Eh nur aku kasih bocoran buat kamu ya?”
“Apa diyah?”
“Kamu tau gak pasien yang mau kamu kasih obat itu polisi lho, trus masih lajang”
“Apa hubungannya ma aku?”
“Ya barang kali kalian cocok, trus ya kalau jodoh kan gak tau lagian dia juga ganteng lho pasti dia bakalan suka sama kamu kan kamu cantik”
“Diyah bilang apa sih, cepet gih pulang kan mau tunangan”
“Iya makasih, eh kalau udah kenal ntar cepet nikah ya”
“Diyah kebiasaan dek goda. In aku mulu”
Lalu memasuki kamar pasien yang dipesan oleh diyah.

Dia tertidur membelakangiku, setelah aku menaruh obat pasien itu memanggilku, “Kamu nur kan”, aku membalikan badan.
“Wahyu, kamu wahyu”
“Iya kamu kerja di sini?”
“Iya”
“Eh ntar kalau pulang kerja mau kan ke sini”
“Ya bolehlah”
Biar bagaimana pun aku gak boleh dendam. Wahyu memang bukan jalanku pasti dia mau ngenalin aku ke istrinya karena dari tadi aku belum lihat istrinya sama sekali. Dan pasti wahyu sudah punya anak, banyak banget hal yang mau aku tanyakan ke wahyu. Tapi diyah bilang wahyu masih lajang kan yang aku tau dia udah nikah. Pasti diyah salah info.

Selesai bekerja aku mendatangi kamar wahyu, dan dia mempersilahkanku duduk. Dan aku lalu nyerocos panjang lebar. Aku bertanya mana istrinya apa dia sudah punya anak trus sekarang di tugas di mana, tapi dia hanya terdiam lalu dia berkata “Aku gak pernah nikah nur” dan setelah itu dia menceritakan kejadian 4 tahun yang lalu “Dulu waktu hari pernikahanku anita pergi meninggalkanku di tengah guyuran hujan yang lebat, lalu di tengah gerimis satu persatu tamu pergi aku sangat sedih saat itu dan aku ingat mungkin itu karma karena aku ninggalin kamu” saat itu aku baru sadar kalau kejadian 4 tahun yang lalu menimpa wahyu. Pantas saja hatiku terasa sedih saat itu karena jujur sampai sekarang aku masih mencintai wahyu.

Semenjak itu aku selalu kepikiran dengan cerita wahyu. Dan kebetulan aku mendapat libur 2 hari dari rumah sakit dan tidak bekerja, saat malam waktu tengah asyik bermain hp mamaku memasuki kamar “Sayang ayo cepet ganti baju ada tamu, trus dandan yang cantik ya?”
“Emang ada apa ma?”
“Ntar kamu juga tahu”

Aku memakai dress warna pink dengan rambut terurai sebahu dengan memakai make up tipis dan terlihat cantik lalu adek menjemputku
“Wah kakak cantik”
“Emang ada apa dek?”
“Udah ikut aja”

Saat aku lihat wahyu ada di ruang tamu dengan orang tuanya aku pun semakin penasaran dan mama berkata
“Sayang jadi wahyu sama orangtuanya mau ngelamar kamu, gimana kamu mau?”
“Lalu aku berkata mau”
Dan adek berkata “Kak buatin aku keponkan yang banyak ya?”
Dan semua orang di ruang tamu tertawa. Lalu 1 bulan kemudian kita menikah, dan kini aku berhenti bekerja karen ingin merawat 3 anakku yang pertama hisyam usianya 7 tahun, sultan yang baru 5 tahun, dan 2 bulan yang lalu aku baru melahirkan putri cantik yang diberi nama mayra. Kini aku sadar bahwa wahyu memang takdirku, seberapa lama kita bwrpisah tapi kita ditakdirkan bersama dalam ikatan pernikahan.

Cerpen Karangan: Nurul Agustina
Facebook: Nurul Agustiena

Cerpen Kamulah Takdirku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Confused (Part 3)

Oleh:
Akhirnya Rendy dan Debby sampai di kota tercintanya. Namun, mereka tak langsung pulang tetapi mampir dahulu ke sebuah kedai santai. “Ren, bentar lagi aku yakin pasti kamu dapetin dia.”

Semoga Waktu Dapat Menyembuhkanmu

Oleh:
Mentari pagi menyambutku hangat. Menuntun jalanku ke sekolah untuk tujuan mulia, menuntut ilmu. Aku menyusuri lobi sebelum akhirnya sampai di kelas. Di depan kelas, aku melihat sahabat lamaku -Wira

Maafkan Aku (Part 2)

Oleh:
Bel berbunyi seperti biasa tetapi ini bel pulang, saat-saat yang membuat diriku cemas dengan perasaan ini akan terjadi ya akan terjadi sebentar lagi. “ayo Ran Jadikan ketematmu” sambil Mirza

Ketika Cinta Jatuh Cinta Lagi

Oleh:
Hanya kamu yang bisa membuat aku jadi tergila-gila…kata-kata itu berulang-ulang terdengar ditelingaku sampai membangunkanku dari tidur lelapku. Ternyata itu nada dering dari handphonenku yang ku save khusus untuk kekasihku,

Ajari Aku Teori Cinta (Part 1)

Oleh:
Kuperhatikan semua kata-kata yang terucap dari mulut ibu siska selama kurang lebih 5 menit sampai akhirnya “sarah ibu sangat bangga, pertahankan nilai prestasimu ya” Hah’ binggo! tak tahan ku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *