Karena Joni

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 18 July 2018

Di sebuah kota yang sangat padat penduduknya, tinggallah gadis cantik berusia 16 tahun yang kini duduk di bangku SMA kelas XI, dia adalah Natalie. Natalie adalah gadis yang pintar dan berbakat. Namun, Natalie juga gadis yang nakal dan sering buat onar di sekolah. Dia juga sering keluar malam untuk menonton balapan liar temannya. Karena kenakalannya, Natalie sering kena hukuman bahkan orangtua Natalie juga sering dipanggil ke sekolah.

Suatu hari, orangtua Natalie di panggil ke sekolah karena Natalie telah mengerjai temannya hingga temannya itu tidak mau masuk sekolah selama 1 minggu. Orangtua Natalie sangat sangat marah dengan apa yang dilakukan Natalie. Karena yang dilakukan Natalie sudah sangat keterlaluan, orangtuanya menghukum Natalie. Hukumannya, Natalie harus tinggal di desa bersama nenek kakeknya sampai dia berubah. Orangtua Natalie memindahkan Natalie ke sekolah yang ada di desa saat liburan nanti.

Libur semester telah tiba, orangtua Natalie sudah tidak sabar untuk mengantarkan Natalie ke desa sehingga mereka membereskan barang barang dengan cepat.
“Papa mama serius mau mindahin aku ke desa?” tanya Natalie.
“Serius,” jawab papa Natalie singkat.
“Tapi pa,” rengek Natalie.
“Gak ada tapi tapian. Mama sama papa udah capek urusin kamu. Biar nenek kakek kamu yang didik kamu,” ucap mama Natalie.
“Huh,” kesal Natalie.
Semua barang barang Natalie sudah dibereskan. Mereka pun berangkat menuju rumah nenek kakek Natalie.

Setelah lama di perjalanan, akhirnya mereka sampai di desa. Orangtua Natalie menceritakan semua yang telah terjadi. Orangtua Natalie juga menyampaikan maksud mereka datang ke desa. Setelah menceritakan semua, nenek dan kakek Natalie siap menerima dan mendidik Natalie.

Selama 1 bulan di desa, sikap Natalie belum juga berubah. Dia masih bandel, susah diomongin, dan malas membantu nenek kakeknya. Hari ini, nenek kakeknya mengajak Natalie ke sawah. Nenek kakek Natalie memaksa Natalie hingga mau ikut. Akhirnya Natalie mau ikut ke sawah. Di sawah Natalie diperkenalkan dengan Joni, anak yatim piatu yang sudah dianggap cucu sendiri oleh nenek kakek Natalie.

“Nak Joni, ini Natalie cucu kakek,” ucap kakek.
“Nama aku Joni,” ucap Joni sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.
“Natalie,” ucap Natalie tanpa membalas uluran tangan Joni.
“Maaf ya nak Joni, dia memang sifatnya seperti itu,” ucap nenek Natalie.
“Iya nek, gak apa apa kok,” ucap Joni.

Natalie sangat kecapean karena ikut membantu nenek kakeknya juga Joni. Lain dengan nenek kakek Natalie, mereka justru senang melihat Natalie sudah mau membantu nenek kakeknya.

“Istirahat yuk,” ajak Joni pada Natalie.
“Ayo,” setuju Natalie.
Natalie mengipasi diri dengan tangannya karena kepanasan.

“Natalie,” panggil Joni lirih.
“Iya, ada apa Jon?” jawab Natalie dan bertanya.
“Katanya, kamu nakal ya?” jawab Joni dan bertanya balik.
“Aku nakal juga karena mama papa aku. Aku butuh perhatian mereka tapi mereka sibuk dengan pekerjaan mereka. Makanya aku nakal di sekolah untuk dapat perhatian dari mereka. Setiap aku minta waktu untuk bersama, mereka selalu gak bisa. Aku sendirian Jon, aku kesepian. Makanya aku juga bergaul bebas untuk menghilangkan kesendirianku juga kesepianku Jon,” jelas Natalie lalu meneteskan air mata.

Joni tak ingin melihat Natalie menangis, makanya dia menghapus air mata Natalie dan menatapnya.
“Natalie, bukan begitu caranya kamu dapat perhatian dari mereka juga hilangin kesendirian dan kesepian kamu. Kalau kamu ingin perhatian mereka, kamu harus raih prestasimu supaya mereka bangga dan perhatian sama kamu, Natalie,” ucap Joni.
“Iya Jon, aku mau berubah,” ucap Natalie tersenyum dan memeluk Joni.
“Emmm, Natalie tolong lepasin pelukan kamu. Gak enak dilihat yang lain,” Ucap Joni agak terbata bata.
“Maaf Jon, aku terlalu seneng soalnya,” ucap Natalie.
Joni hanya tersenyum dengan kata kata Natalie.

Esok hari, Joni mengajak Natalie pergi ke sungai selepas pulang sekolah. Di sungai, Joni dan Natalie bersenang senang.
“Joni, aku seneeeeng banget,” ucap Natalie berteriak.
“Syukurlah kalau kamu seneng Natalie,” ucap Joni berteriak juga.

Setelah selesai bermain main, Natalie dan Joni segera menepi untuk pulang. Tetapi, saat Natalie melangkah tiba tiba.
“Aaaaaa,” teriak Natalie.
“Natalie,” teriak Joni.
Dengan sigap Joni menangkap Natalie yang akan terjatuh. Mereka saling bertatap mata, dan saling tersenyum.
“Kamu gak papa Natalie?” tanya Joni memecahkan suasana.
“Emm, gak papa kok,” jawab Natalie gugup.
Natalie tak pernah mengalami perasaan ini sebelumnya. Natalie menganggap, Joni berbeda dari laki laki lain. Apakah Natalie jatuh cinta pada Joni?

Semenjak kejadian itu, Natalie menjadi sangat sangat dekat dengan Joni. Hingga suatu hari, Natalie dibawa Joni ke suatu tempat.
“Natalie, kau beda dari wanita lain. Dari pertama aku bertemu denganmu, sudah ada rasa yang belum pernah aku rasakan sebelumnya. Natalie, aku mencintaimu,” ucap Joni.
“Joni, aku juga cinta kamu. Tapi kita gak bisa bersama karena hari ini orangtuaku akan membawaku kembali ke kota,” ucap Natalie lalu tertunduk.
“Aku tahu, kita emang beda. Walaupun kita gak bisa bersama, tapi seenggaknya aku udah nyatain cinta ke kamu,” ucap Joni.

Natalie lalu pulang untuk mengemasi barang barangnya. Cukup lama Natalie menunggu kedatangan orangtuanya, akhirnya mereka sampai juga.

“Natalie, ayo kita pulang,” ajak mama Natalie.
Aku menengok ke belakang dan terlihat Joni di sana yang tengah tersenyum padanya. Natalie lalu menoleh ke depan lagi, dan berjalan mengikuti orangtuanya. Namun saat sudah di depan pintu mobil, Natalie berhenti.

“Ma, aku mau di sini aja,” ucap Natalie pada mamanya.
“Loh, kenapa sayang? Kamu kan udah berubah,” tanya mama Natalie.
“Karena Joni ma, karena Joni,” jawab Natalie.
“Karena Joni, aku mau tetap di sini. Aku mencintainya ma, kerena dia juga aku berubah,” lanjut Natalie.
“Tapi sayang, mama mau kamu tinggal di kota lagi sama mama papa,” ucap mama Natalie.
“Aku gak mau berubah lagi karena pengaruh keadaan di kota. Aku lebih nyaman di sini,” ucap Natalie.
“Kalau itu mau kamu, mama turutin,” ucap mama Natalie.
“Makasih ma,” ucap Natalie lalu memeluk mamanya.
“Sama sama sayang, jaga dirimu baik baik ya,” ucap mama Natalie.
“Iya ma,” ucap Natalie tersenyum.

Natalie lalu berlari meninggalkan orangtuanya dan menuju Joni. Joni yang melihat itu terheran heran.
“Kamu kenapa balik lagi Natalie?” tanya Joni setelah Natalie berada di hadapannya.
“Karena kamu Joni,” jawab Natalie singkat dan tersenyum.
“Karena aku?” tanya Joni.
“Iya, aku mencintaimu Jon. Oleh karena itu aku balik. Dan mulai sekarang, kita bakal bersama terus,” jawab Natalie.
“Kamu serius?” tanya Natalie.
“Serius, duarius malah,” jawab Natalie.
“Makasih Natalie,” ucap Joni dan menggendong Natalie.

Mulai saat itu, Joni dan Natalie jadi pasangan kekasih. Karena Joni, kehidupan Natalie juga menjadi berubah. Karena Joni, Natalie bisa bebas dan hidup bahagia di desa.

Cerpen Karangan: Selda Arifani
Blog / Facebook: Selda Arifani
Hallo Readers…
Namaku Selda Arifani, lahir di Purbalingga (Jawa Tengah), 30 Maret 2003.
ig: @selda_arifani30
fb: Selda Arifani & Selda Ran.
Maaf kalau jelek, soalnya masih penulis baru.

Cerpen Karena Joni merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Arti Hadir Mu

Oleh:
Semua berawal rasa kagum kepadanya. Hingga menimbulkan perasaan aneh yang menjalar setiap kali menatapnya. Adrian Rendra Kurnia, siswa alumni di sekolahku yang sekarang melanjutkan kuliahnya di salah satu kampus

Cintaku Semanis Coklat (Part 1)

Oleh:
“coklat… coklat… coklat” itulah kata yang selalu terucap dari mulutku tiap hari, sambil berkeliling dengan sepeda kecilku mengayuh dari desa tempatku tinggal hingga ke desa tetangga. Teriknya matahari yang

Waktu Yang Tak Dapat Kembali

Oleh:
5 januari 2012 Tertegun ku memandang monitor di depan mataku, tangan ku ini berasa kaku untuk melanjutkan pekerjaan ku. Setumpuk kertas masih tersusun di meja kerjaku, masih sedikit yang

When Love is Spoken

Oleh:
Cinta adalah naluri alami yang tumbuh dari setiap diri mahkluk. Cinta adalah perasaan murni dan suci dari hati. Getaran cinta terkadang menjelma menjadi senyum simpul yang sedap di pandang

Mereka yang Meninggalkan

Oleh:
Sepasang mata itu berkaca-kaca menatapku. Aku sudah menghancurkan satu lagi harapan dari orang-orang yang mengasihiku. Dia tidak menangis. Tatapan itu lebih seperti tatapan kecewa dan lelah. Mungkin ada sedikit

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *