Karena Reuni Mempertemukan Kita

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 23 August 2017

“Na, ntar loe nanya Nicholas, rangkumanku udah di FotoCopy apa belom”, ucapku pada sahabatku, Venna.
“Sipp! Ntar aku kasih tau”, jawabnya.
“Okay! Byee”, kataku sambil berjalan pergi.

Aku keluar dari kelas dan menuruni tangga. Lalu, aku berlari kecil menuju tempat Mamaku berada. Aku pun langsung memakan makanan yang dibawa oleh Mamaku.

“Caramel!”, panggil sekelompok sahabatku, Elina, Venna, dan Melissa. Mereka pun menyapa Mamaku terlebih dahulu.
“Cara, rangkumanmu dibayarin oleh Nicholas!”, ucap Melissa.
“What!?”, pekikku terkejut. Yaa.. Gosip berkata, Nicholas, si ketua kelas, menyukaiku. Dan, aku melihatnya dengan mataku sendiri di buku Diarynya.
“Ada apa?”, tanya Mamaku.
“Nicholas bayarin rangkumannya Caramel”, jawab Elina yang membuatku langsung melototnya.

Mamaku pun menyuruhku membayarnya balik. Setelah bicara beberapa lama, aku pun selesai makan dan langsung menemui Nicholas.

“Nicho!”, panggilku ketika melihatnya yang sedang berada dalam kelas.
“Napa, Ca?”, ujar Nicho sambil menatapku.
“Ngapain bayarin buat aku? Nih, ambil”, ucapku sambil memberi uang kepadanya.
“Nggak usah”, ucap Nicho.
“Akunya mau!”, kataku.
“Nggak usahh”, kata Nicho sambil berlari pergi. Sungguh, nih anak.
Aku pun mencoba berkali-kali. Dan selalu gagal. Akhirnya, aku menyerah. Biarin saja, begitu ucapan sahabatku.

Sejak saat itu, Nicho sering membelikanku atau membayarkan barangku. Seperti waktu itu, aku pengen beli slime banget. Tapi, gak sempat. Nicho langsung beliin Clear Slime warna biru buat aku. Walaupun aku tolak, ia tetap kasih. Akhirnya kuterima. Bahkan waktu Valentine, ia kasih aku boneka kecil sama coklat SilverQueen yang lumayan besarlah. Padahal, aku tidak mau. Tapi, akhirnya aku terima saja.

Aku gak pernah kepikiran buat pacaran sama dia. Soalnya aku suka sama seseorang lelaki. Namanya Aldi. Dia juga suka aku. Tapi, kami berbeda agama. Dia Islam dan aku Buddha. Lagipula, kadang kami kayak Tom and Jerry. Hehe.. So, aku berharap, hubungan kami baik-baik aja.

10 Tahun Kemudian…
Aku melihat ke arah undangan kecil nan manis itu. Di sana tertera namaku, “Caramel Zhuo”. Yupz! Itu adalah undangan reuni dengan teman seangkatanku di SD. Semua orang yang diundang wajib DATANG. Aku jadi rindu sama teman SDku. Pelaksanaannya sore ini dari jam 5 sore ampe 9 malam di sebuah Restaurant terkenal. Dan, sekarang sudah jama 3 sore. Mendingan aku siap-siap dulu.

Aku pun mandi terlebih dahulu. Setelah mandi, aku memilih-milih baju. Di sana tertulis, wajib pakai pakaian elegan, seperti dress buat yang wanita dan jas buat yang lelaki. Pilihanku pun jatuh pada Dress berwarna peach yang sangat cantik untuk kulitku yang tergolong putih. Terlihat agak polos, tapi sangat elegan.

Aku pun beralih ke makeup. Kupakai bedak dan BB Cream dari Pixy. Lalu, aku pun memakai eyeshadow berwarna emas muda yang tidak terlihat norak dengan sedikit glitter. Juga, eyeliner navy yang sangat seperti hitam. Tak lupa kupakaikan mascara hitam pada bulu mata lentikku. Kupoleskan blush on baby pink ke pipiku yabg tidak temben, tapi lembut. Setelah itu, aku pun memakai eyebrow pada alisku dan terakhir, kupakai lipstik Kailijumei warna Flame Red yang sangat indah. Kayaknya gak ada yang kurang.

Kupanggil adik perempuanku yang bekerja sebagai penata rambut di sebuah salon untuk membantuku menata rambut. Dengan tangan lincahnya, ia menata rambutku. Bentuknya simple tapi indah, loh!

Kulihat ke arah jam dinding kamarku. OMG! Udah ham 4 sore lewat 52 menit. Aku pun langsung mengambil tas sampir berwarna peach keputihan dan langsung memasukkan barang yang kemungkinan diperlukan. Terutama undangan kecil itu. Lalu, kuraih sebuah High Heels yang juga berwarna peach. Aku pun memakainya dan langsung menuju garasi. Kumasuki mobilku dan langsung menuju ke Restaurant Dangau, tempat kami reuni.

Akhirnya sampai! Untungnya sekarang baru jam 4 sore lewat 57 menit. Kayaknya aku ngebut banget. Saat aku baru keluar, aku langsung mengenali sahabatku. Yaa.. Waktu kami lulus SD, kami masih berhubungan sampai sekarang. Cuma, kami akhir-akhir ini agak sibuk. Aku pun langsung menyapa mereka. Lalu, kami pun masuk bersama-sama.

“Mbak, ruangan VIP Butterfly mana, ya?”, tanya Venna ke seorang pelayan.
“Mari saya antarkan”, ucap pelayan itu.

Kami langasung mengikutinya sambil bercanda sedikit. Lalu, kami pun sampai. Kami saling bertatap dulu dan tersenyum, baru kami bersama-sama membuka pintu itu. Ruangannya sangat luas. Dan, sudah banyak orang yang datang. Hampir semua, sih. Kami pun mencari tempat duduk dan duduk bersebelahan. Samping kiriku ada Venna dan samping kananku ada seorang lelaki. Wajahnya agak familiar tapi aku lupa.

Setelah semuanya datang, kami pun disuruh memperkenalkan diri masing-masing untuk mengetahui atau mengingat orang yang ada di sini.

Oh, ya!
Yang memimpin acara ini adalah Pak Ignatius yang dulunya wali kelas 6 kami, tapi sekarang menjadi KepSek dan Madam Via yang dulunya guru Inggris, sekarang menjadi Asisten KepSek. Satu persatu memperkenalkan diri. Dan, seseorang yang dulunya menyukaiku juga memperkenalkan diri. Siapa lagi kalau bukan Nicholas. Waktu lulus SD, kami langsung putus hubungan dan tidak pernah bertemu lagi. Sekarang, giliran orang yang berada di sampingku memperkenalkan diri.

“Halo, semuanya. Aku Aldi Pratama dari kelas A”, OMG! Jadi, dia Aldi. Pantesen aku merasa familiar banget. Beberapa orang pun langsung berbicara sedikit. Menanyai ini itu. Dan sekarang giliran aku.

“Hello, Friends! Lama gak ketemu. Namaku Caramel Zhuo dari kelas A, Thanks”, ucapku.
“Kamu yang dulunya si primadona dan juara kelas itu?”, tanya Maesie, yang dulunya juga dekat denganku.
“Iya”, jawabku.
“Wow! Makin cantik aja. Sekarang kerja apa?”, tanya seorang lelaki yang masih belum memperkenalkan diri.
“Desaigner and Make Up Artist, kadang jadi Aktris film”, jawabku.

Beberapa orang pun menanyai ini itu. Ada yang menanyai kabarku, ini itu, dan yang paling parah, dan itu dari Nicholas, ia menanyaiku udah punya boyfriend belum. Sadis amat tanyanya. Udah tau Caramelnya jomblo.

Lalu, kami pun melanjutkan perkenalan dirinya. Waktu berlalu dengan cepat. Jam sudah menunjukkan pukul 9. Kami semua pun bertukaran nomor, pin BBM, IG, dll. Semuanya wajib. Dan, aku punya semuanya sekarang. Lalu, kami pun pulang.

Hari demi hari berlalu. Waktu demi waktu berlalu. Sekarang aku dekat banget dengan Nicholas dan Aldi. Aku dan Aldi bersahabatan. Dia sudah punya pacar yang sangat cantik juga. Aku jadi senang, deh.
Sedangkan, aku dengan Nicholas, aku merasakan benih-benih cinta tumbuh di hatiku. Kami sering keluar berdua. Kadang makan bersama, nonton bersam, shopping, dll.

Dan malam ini, aku diajak keluar oleh Nicholas. Aku pun dijemput olehnya. Kami pergi ke sebuah Restaurant untuk dinner.
“Caramel, sebenarnya aku sudah suka banget ama kamu. Sejak kita bertemu lagi di reuni itu. Kamu mau gak jadi pacarku?”, nembak Nicholas. Sungguh aku tidak menyangka ini akan terjadi.
“Aku mau”, jawabku spontan. OMG! Malu bangett.
Nicho pun tersenyum bahagia. Kami pun sampai. Saat masuk ke Restaurant, Nicho berkata kalau ia ingin memanggilku Yank. Aku bolehin aja. Kami pun dinner dalam bahagia.

6 Bulan Kemudian…
Peringatan Aldi membekas di pikiranku. Ia menyuruhku menghindari Nicholas setelah mendapat Nicholas bermesraan dengan cewek lain di depan Club. Apalagi ia sempat memfotonya dan mengirimi ke aku. Hatiku sangat sakit. Akhir-akhir ini Nicholas sering alasan tidak bisa keluar. Hingga Aldi yang menemaniku sampai putus dengan pacarnya karena pacarnya cemburu. Aku merasa bersalah sekali.

Aku pun menelepon Nicholas. Gak diangkat. Rasa curigaku makin naik. Aku langsung menuju kantornya. Walaupun aku tidak pernah masuk, tapi aku tau kalau Nicholas bekerja sebagai Manager Department Penjualan. Aku pun diantar Reception menuju kantornya. Banyak orang yang terheran-heran melihatku.

Saat kubuka pintu ruangannya. Perkataan Aldi betul. Nicholas sedang berciuman dengan seornag wanita muda dan bahkan sudah meraba-raba.
“Kita putus! Dasar pria Brengs*k!”, ucapku sambil berlari pergi. Saat masuk lift, kulihat Nicholas sempat ingin mengejarku. Aku pun memblock nomornya dan langsung menelepon Aldi.

“Halo, Ca. Ada apa? Tumben telpon? Rindu, ya? Haha”.
“Ha-Halo, Di. Hikz.. Hikz.. Jemput aku di kantor Nicholas”.
“Kamu kenapa? Caramel?”.
“Nanti aja aku ceritain”.
Tuuuttt…

Kuputus sambungan telepon kami. Pintu lift terbuka. Mobil Aldi sudah terlihat dari sini. Aku pun langsung berjalan memasuki mobilnya.

Sepanjang jalan, yang bisa kulakukan hanya diam dan diam. Aldi pun membawaku ke Apartmentnya. Saat sampai, aku langsung menangis. Aldi dengan cepat memelukku. Aku pun langsung menceritakan semuanya. Aldi pun menghiburku. Aku merasa lebih tenang.

Hari-hari kulalui tanpa memikirkan Nicholas. Beberapa kali ia menungguku di kantorku. Tapi, aku langsung pulang dengan Aldi. Entah mengapa semakin lama aku bersama Aldi, aku semakin nyaman. Apakah ini yang sebenarnya dimaksud oleh cinta? Kalau iya, aku rela menjadi pacar Aldi.

5 Tahun Kemudian…
“Mommy! Daddy mana?”, tanya Vannesa, putri kecilku yang manis.
“Daddy masih kerja sayang”, jawabku sambil mengelus rambutnya dengan lembut.
“Daddy di sini sayang”, ucap lelaki tampan yang menjadi suamiku sambil menggendong Vannesa.
“Aldi! Kamu ini ngangetin aku aja. Katanya lembur”, ucapku. Ya.. Aku dan Aldi menikah 3 tahun yang lalu dan melahirkan seorang gadis kecil.
“Ibu hamil gak boleh marah. Ya, kan?”, ucap Aldi sambil mencium perutku yang mulai membuncit. Sifat jahil Aldi datang lagi.
Tapi, aku tetap bahagia. Hidupku sangat bahagia. Walaupun kami berbeda agama, cinta tidak akan pernah berubah. Thank You, Aldi. Love You So Much.

The End

Cerpen Karangan: Cindy Flowencya
Facebook: Cindy Flowencya
My name is Cindy Flowencya.
Cerita ini dari kisah nyataku. Tapi, hanya setengah. Yang lainnya ngarang sendiri. Semoga enak dibaca ya!
Thank You!

Cerpen Karena Reuni Mempertemukan Kita merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Night Changed (Part 2)

Oleh:
Sebuah bingkisan terbungkus rapi. Bingkisannya terlihat lucu dan menarik ada kesan tersendiri dari bungkusnya mungkin Djuwita menyukai Gambar dari bingkisan ini. “Ini apa Ta?” tanya Arsya kali ini saat

Kisah Cinta Gadis Bali

Oleh:
Jilid 1 Devi Pramesti adalah gadis remaja yang cantik, berusia 17 tahun, rambutnya lurus, hitam, panjang sepinggang. Dia terlahir dari keluarga kaya raya di kuta Bali pulau Dewata. Dia

Sebuah Harapan

Oleh:
Sebuah motor melintas di hadapanku. Berhenti sesaat. Seseorang yang tak kukenal menghampiriku, setelah sebelumnya melepaskan helm yang ia kenakan. “Zesha?” Lelaki tadi seakan menghipnotisku karena ia tahu namaku. “Da…da..ri

Faith (Part 1)

Oleh:
Namaku Zulfahmi aku adalah mahasiswa semester akhir di universitas yang cukup ternama di jakarta, aku memiliki seorang kekasih bernama Nadya di satu kampus denganku, saat ini aku sedang menulis

Janji Sang Pejuang Cinta

Oleh:
Pagi itu untuk sekian kalinya orang-orang bekerja keras mencari nafkah demi sesuap nasi. Rata-rata mereka bekerja sebagai petani, pedagang, dan nelayan di desa terpencil di Lombok. Desa ini memang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *