Karenamu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Persahabatan, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 28 April 2017

Desau angin berhembus merayap menyingkap jilbab neza malam ini. Getar hati akan getirnya kecewa masih segar terasa di bibir hatinya. Entah sejak kapan tetes bening dari mata menjamah pipinya yang tembem itu tanpa jeda.

“Ya udah sih.. nggak usah lu pikirin lagi Ne!” Sentuhan lembut mendarat di bahu Neza, yang tak lain adalah sahabatnya, Viola. “Ini tuh bukan keinginan gua Vi, otak gua tuh nyuruh gua buat senyum, tapi hati gua makasa mata gua buat nangis” jawab Neza masih dengan tatapan kosong karena luka hatinnya yang menganga. Malang.
“Udah deh lu tuh jangan bersikap bodoh kaya gini Ne. Si Eza mungkin udah nggak ngarepin lu ada. Sadar Ne! Bahkan saat lu sakit kaya gini, adakah tuh bocah dateng ngejengukin lu? Ayolah” kata Viola menasehati Neza. “Gua emang bodoh Vi, dan lu bener gua mungkin udah nggak dianggep lagi. Siapa sih gua? gua bukan siapa-siapanya, hanya kenal selewat aja. Bodoh..!” jawab Neza dengan nada tinggi.
“Nee..!” kata viola sambil menangis.

Cemas mulai mengganggu pikiran Viola. Dilihat nyata wajah Neza yang semakin pucat. Mengundang kekhawatiran mendalam bagi Viola. Penyakit jantungnya yang kembali kambuh memagari Neza untuk bernapas dengan lega. Sementara yang dikhawatirkan tengah asik tersenyum sambil berlarian denngan lamunan masa lalunya. Masa dimana dia benar-benar bahagia.

“Dia.. dia orang yang gua sayanng. Hanya saja gua terlalu berharap dia juga sayang sama gua kaya gua sayang sama dia. Bodoh bukan?” kata Neza panjang lebar sambil tetap menangis. “Nee.. lu” kata Viola dengan nada bicaranya yang gemetaran. “Vi, bahkan lu tau betapa inginnya gua tuh deket sama tuh bocah. Tapi gua rasa cukup lah Vi. Gua udah cukup sakit sama kelakuannya si Eza. Tapi asal lu tau gua bakalan tetep sayang sama si Eza. Dia tetep orang yang gua sayang. Gua yakin dia bakalan baik-baik aja. Gua yakin itu Vi” jawab Neza panjang lebar.

“udah sih lu ja…” ucapannya terputus karena tangisnya sudah tak bisa ditahan lagi.
“udah lu jangan nangis biarin gua aja yang nangis, gua tuh nggak apa-apa kok” kata Neza sambil tersenum kecut. “lu tuh ya… bisa-bisanya ngomong kaya gitu, lu tuh disakitin sama si Eza, gua sahabat lu kalo lu nagis gua juga ikutan nangis Ne. Jawab Viola dengan nada tinggi. “Heh.. gua tuh nggak apa-apa Vi. Terus juga ini bukan sepenuhnya salah si Eza, lah gua juga, gua nggak bisa jaga apa yang dia inginkan sampai-sampai gua ditinggalin entah kemana” Jawab Neza yang kemudian ambruk di kursi taman itu. “Udah lah Ne.. tuh kan lu aja ambruk sekarang, lu tuh nggak cuma sakit hati tapi fisik lu tuh juga sakit. nggak usah mikirin tuh bocah” Kata Viola sambil merangkul Neza.
Neza tak menjawab. Dia hanya memejamkan mata sambil tetap memegangi dadanya. Yang dia rasakan saat itu hanya dadanya yang nyeri bagaikan ditusuk ribuan jarum dan kemudian Neza tak tau lagi apa yang terjadi.

The end

Cerpen Karangan: Zhuna
Blog: Zhuchanjcul.blogspot.co.id
nama saya Zhubaitul Dayana Ulfa biasanya dipanggil Zhuna (Zhubaitul Dayana) singkatan nama…

Cerpen Karenamu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Permintaan Terakhir

Oleh:
Matahari telah menampakkan sinarnya dari ufuk timur. Menggantikan tugas sang rembulan. Sinarnya menyorot jendela kamar rawat seorang gadis yang telah bangun Dari tidur nyenyaknya. Yang telah selesai melaksanakan kewajibannya

Sahabat

Oleh:
Mentari begitu terang menyinari bumi ini memberikan efek terbakar saat menembus permukaan baju dan mengenai kulit. Pelajaran olahraga kali ini adalah permainan bola besar. Pasti tak asing lagi di

Hujan

Oleh:
Aku termenung menatap jauh ke luar jendela yang basah dikarenakan hinggapnya percikan air yang turun dari langit. Tidak ada satu orang pun yang berada di luar saat ini. “Aini”

Aku Atau Kamu

Oleh:
Mungkin Allah telah mempertemukan aku dan dia untuk menyadarkan mantan istrinya. Iya mantan istrinya, beginilah kisahnya. Aku mempunyai sahabat yang baik namanya Jamiatun dan sering kupanggil Atun aku dan

Move On

Oleh:
Aku merebahkan diri di atas tempat tidurku, terasa lemah semua anggota tubuhku. Tiba-tiba saja hati sayu pilu dan menangis sendirian, entah mengapa tiba-tiba terasa sangat rindu pada Faisal, terasa

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *