Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Terimakasih Motivatorku

“Besok aku berangkat” ucapku seraya menundukkan kepala, “Kapan kamu kembali?” ucap Irma sahabatku sambil menepuk bahuku yang lesu, “Mungkin 6 tahun lagi” jawabku pelan “Lama ya, bukannya saat itu kita udah lulus...

Kejujuran Yang Tertunda

Di sebuah daerah ada seorang gadis yang begitu cantik, dia bernama Alisa. Warga sekitar biasa memanggilnya dengan sebutan Alis. Alisa adalah seorang gadis yang ramah, baik hati dan rendah hati. Di kalangan masyarakat dia...

Harian Gue (Part 2) Ramuan Kimia Bapak Wana

“Naah jadi itulah reaksi atom yang terbuat. Yang mana…” suara bapak Wana yang sedang mengajari kami di Laboratorium Kimia. Orang yang satu ini juga sama hebatnya dengan Bapak Dirman, beliau tidak menggunakan buku...

Samudra di Tanah Batak

Seorang gadis berbadan tinggi sedikit berisi yang sedang berdiri di perempatan simpang, di depan universitas simalungun dengan seragam putih abu-abu nya dengan rambut di gerai. Sebut saja dia Adina adrian seorang siswi kelas...

GARIS (Part 3)

Jam kuno itu berdentang 12 kali. Bunyinya melambung ke seluruh sudut rumah, menggetarkan kaca- kaca di dekatnya. Itulah suara jam kuno yang ada di menara belakang rumah. Setelah bunyi itu, berarti kali ini sudah memasuki...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

One Response to Kata Maaf Terakhir

  1. septyyolanda 9 April, 2014 at 9:35 pm | | Reply

    TERHARU GUE ,,,AMPE SEGINI NYA:’)

Leave a Reply