Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Sarung Dari Dito

Aku menatap sarung dari kejauhan. Bermotif kotak-kotak, berwarna merah dan jingga. Itu adalah sarung pemberian sahabatku, Dito. Dito kini sudah pergi ke Singapura, karena ayahnya ditugaskan disana. Kata Dito saat memberikan...

Tatapan itu Membuat Ku Jatuh

Hai… Perkenalkan, Namaku Clarissa, kerap disapa dengan Rissa. Aku adalah seorang siswi yang masih duduk di bangku SMA. Aku adalah anak bungsu dari dua bersaudara. Kring… kring… kring alarm berbunyi, kubuka...

Bukan Putri Salju

dear diary.. setiap ku toreh kisah ku dalam lembar diary ini, itu artinya masa hidupku tak lagi panjang, semakin banyak lembaran yang terisi maka semakin habislah lembaran yang kosong dan begitulah hidupku, persis seperti...

Untukmu Af

Teng tong teng teng teng tong teng teng… bunyi yang tak asing lagi di telingaku, ya keretaku tercinta tempat dimana aku biasa menuju tujuan terakhirku rumahku setelah aku bertemu dengan kekasihku … “persiapan...

Kisah Cinta Istimewa

“Bon, kamu sehat kan?” Aku menatap lelaki di depanku sesaat setelah ia berhasil duduk tenang di sebuah bangku kelas kami. Kalau aku boleh berujar kepadamu mengenai posisi duduknya, anggap saja pintu kelas sebagai sumbu...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

One Response to Kata Maaf Terakhir

  1. septyyolanda 9 April, 2014 at 9:35 pm | | Reply

    TERHARU GUE ,,,AMPE SEGINI NYA:’)

Leave a Reply