Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Sahabat Selamanya

Tita berjalan gontai sambil jari-jemarinya meremas-remas ujung jilbab putihnya. Beberapa saat kemudian Ia telah berada di ruang pertemuan OSIS. Setelah berelaksasi sekian detik, Ia pun menuju sebuah kursi kosong dan seketika...

Hujan Dalam Satu Harapan

Rintikan hujan masih membasahi bumi Jemonistan, bau tanah makin menusuk indra penciuman manusia. Sambil merebah asa di iringi temaram langit kelam di ujung angkasa, seorang diri berjalan menepaki arah jalan sepi nan basah...

Prince Nichkhun Broken Heart

Untuk kebanyakan wanita, Nichkhun adalah seorang pangeran yang sempurna. Siapapun yang dapat dekat dengannya dan menjadi kekasihnya adalah orang yang paling beruntung. Tidak ada yang tidak mengenal Nichkhun. Hampir semua...

Pengorbananku Padanya

Sesaat setelah hari kematian orang tuaku, aku selalu menyendiri di kamar, pendiam, dan hampir tak pernah berkata-kata. Memang, aku sama sekali tak punya teman, semua anak disekolahku membenciku entah karena apa. Hingga suatu...

Hydrangea

Pesona bunga Hydrangea selalu nampak bermekaran untuk menghiasi awal musim panas yang cerah. Meskipun hujan kerap kali membasahi Hydrangea, dirinya tetap saja menghasilkan pemandangan yang sangat cantik. Air hujan yang saat...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

One Response to Kata Maaf Terakhir

  1. septyyolanda 9 April, 2014 at 9:35 pm | | Reply

    TERHARU GUE ,,,AMPE SEGINI NYA:’)

Leave a Reply