Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Harapan yang Gugur Kala Senja Hampir Khatam

“Biar kurampungkan saja rasa ini, perlahan”, gumam Ayyu seraya mengusap buliran air mata yang sudah membanjiri pipinya. Ayyu. Wajahnya yang ayu membuat mata yang melihat enggan untuk berpaling. Tak sedikit pria yang menaruh...

Cinta

Banyak hal yang telah ku lewati… dan sekarang ku tiba di saat ini. Tapi ku sadari aku masih belum banyak mengerti tentang hidup ini. Banyak tanda tanya di hatiku yang mungkin sampai habis usiaku tak kan ku temukan jawabnya....

Zian dan Mail

Zian seorang remaja berusia 13 tahun itu baru pindah ke desa Sukamana bersama keluarganya. Dia pindah dikarenakan ayahnya akan membangun perumahan di desa Sukamana. Suatu hari dia akan daftar ke sekolah barunya bersama ibunya....

Maaf Mama

“Kalau pulang sekarang pasti gak ada lagi angkot, tapi kalau gak pulang mama pasti marah. Tapi mau naik apa, aduh…” langkah Dita tergangu karena lubang besar di jalannya. Karena terlalu sibuk memikirkan cara untuk...

Kepergian Seorang Sahabat

Drap… drap, suara kakiku berlari menaiki tangga menuju kamarku. Ku teteskan air mataku. “aku nggak mau pergi, nggak mau!. Aku nggak akan mungkin pernah bisa melupakan semua yang pernah kualami di sini. Rumahku, sekolahku,...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

One Response to Kata Maaf Terakhir

  1. septyyolanda 9 April, 2014 at 9:35 pm | | Reply

    TERHARU GUE ,,,AMPE SEGINI NYA:’)

Leave a Reply