Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Siti Oh Siti

Setelah mengantarkan majikannya, Bu Puspita, ke sebuah pusat perbelajaan besar di Jakarta, Eko kembali ke rumah seperti biasa. Tetapi, sesampainya Eko di rumah, rumah itu kosong. Sepertinya Mbok Jum, pembantu rumah tersebut...

Persahabatan Chintya dan Sisca

Siang yang panas, sepanjang perjalanan pulang ramai kendaraan berlalu lalang. Chintya segera merapat ke punggung mamanya yang sedang menyetir sepeda motor. Namun hawa panas masih terasa menyengat tubuh Chintya. Sepanas hati...

Waiting For You

“Hatiku sakit melihatmu bahagia dengannya… saat dulu engkau memberi harapan yang indah ku bahagia tapi harapan itu tak bisa jadi kenyataan karena itu semua hanya mimpi bagiku…” gumam Ica dalam hati. Pagi ini...

Ringgit dan Rupiah

“Kang, mau sampai kapan kita seperti ini?” “Aku malu tinggal bersebalahan terus-terusan dengan ibu?” “Aku malu dengan saudara-saudaraku yang semuanya udah punya rumah sendiri Kang?” Itulah perkataan yang masih...

Irrational Love

Cinta itu buta, banyak orang yang dibuat buta karena cinta, kata orang-orang. Entah cintanya yang buta atau orangnya yang buta. Cinta bisa membuat orang jadi gila, tapi, bagaimana kalau orang itu memang gila? Cinta tidak...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

One Response to Kata Maaf Terakhir

  1. septyyolanda 9 April, 2014 at 9:35 pm | | Reply

    TERHARU GUE ,,,AMPE SEGINI NYA:’)

Leave a Reply