Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Dia Yang Ku Sayang

Waktu pertama kali aku kenal dia waktu aku baru menjejakan kaki di smp 5.. Waktu itu aku tak tau mengapa aku sebenci itu pada seorang lelaki yang bernama avan kakak kelas ku, karena waktu itu dia memiliki cewek, dan sering...

Bersamamu Lagi Sahabatku (Part 1)

Deburan Ombak yang menabrak karang, membuat aku melamun, mengingat masa lalu ketika aku kelas 3 SD harus berpisah dengan Iqbaal. Sahabat Kecilku. “Tinaa, maafin Iqbaal yaaa, Iqbaal harus pindah ke Surabaya, Iqbaal cuma...

Aku Pilih Golput

Tak pernah tertepis dalam benakku, aku akan berada diantara segitiga ini, untuk condong dari salah satu sisinya. Tapi aku bingung harus condong kemana. Malam ini memang beda dari malam teman2ku yang lain. Untuk seorang pelajar...

Konstanta Kontinuitas

Malam ini, ketika sepasang mataku sedang menatap potretmu dalam bingkai kayu, muncul sesuatu hal dalam benakku. Takdir ini adalah sebuah rumusan hidup, begitu pun dengan cinta. Setiap cinta pula mempunyai rumusan tersendiri....

Sehari Tanpa Musuhku

Seperti anjing dan kucing, tidak pernah rukun. Itulah yang sering dikatakan teman-teman kepadaku dan Ronal, karena kami memang tidak pernah akur. Selalu saja ada hal yang diributkan di antara kami berdua. Ronal itu teman...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

One Response to Kata Maaf Terakhir

  1. septyyolanda 9 April, 2014 at 9:35 pm | | Reply

    TERHARU GUE ,,,AMPE SEGINI NYA:’)

Leave a Reply