Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Dua Diary

Waktu tidak pernah berhenti memberikan fakta bahwa bulan selalu setia sama bumi mengitari matahari. Itulah gambaran dua orang sahabat yang selalu setia dan tidak pernah berhenti membuat suatu perubahan lebih baik dalam masa...

Bumi Pertiwi (Part 1)

Penatnya Jakarta siang ini tak lantas membuat empat anak manusia yang dijuluki empat serangkai ini untuk berhenti menyelusuri hampir seluruh tempat yang ada di Jakarta. Saling bersahutannya suara klakson kendaraan saat padatnya...

Tidak Pernah Terbayangkan

Hari-hari tetap seperti biasanya dan tidak ada yang berubah. Seperti biasa pagi-sore aku bekerja dan malamnya aku gunakan buat belajar di salah satu universitas yang ada di kota semarang. Aku bekerja di salah satu perusahan...

(Dinda III) Mawar Merah

Kau tahu dinda, malam saat kau melingkarkan kedua tanganmu di pundakku dan mencoba merangkulku, aku tahu bahwa kita tidak ditakdirkan untuk bersama. Cinta telah bermain-main di kedalaman hati kita, namun ia tidak memberi...

Menanti Cinta yang Tak Pasti

Mengapa aku di takdirkan untuk bertemu dengan nya Jika itu hanya membuat hati ku terluka Mengapa ku masih tetap mencintai nya? Dan mengapa pula ku masih menanti nya? Padahal dia di sana sudah bahagia bersama orang yang dia...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

One Response to Kata Maaf Terakhir

  1. septyyolanda 9 April, 2014 at 9:35 pm | | Reply

    TERHARU GUE ,,,AMPE SEGINI NYA:’)

Leave a Reply