Kayaknya Aku Suka Kamu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 9 November 2015

Bisakah aku berharap terus seperti ini? sementara kenyataan yang ada di hadapanku sekarang memberikan dorongan untuk berhenti. Aku tahu, dari dulu, sebesar apapun kekuatan yang ku miliki untuk mengejarmu, aku tak akan bisa, bahkan jika itu cuma berada satu meter di belakangmu. Jujur aku lelah, perasaan gila yang ku anggap “cinta” ini menghabiskan tenagaku dan juga air mataku. Bodoh, ya aku bodoh, mencintai seseorang berhati dingin dan tidak peka sepertimu. Ada denganku?

Gio masuk ke kelas dengan wajah datarnya. Dia duduk di depan mejaku. Walau sudah menjadi teman kelas selama dua tahun, sebenarnya kata “teman” sangat tidak cocok untuk kami. Interaksiku dengannya sangat sedikit, bahkan jumlah kegiatan ngobrolku dengannya masih bisa dihitung jari. Hm kalau tidak salah cuma lima kali. Tiga kali ngobrol tugas, satu kali ngobrol karena dia minta rotiku, dan satu kali ngobrol tersingkat karena aku cuma bilang “selamat,” karena dia menang lomba. Haha, suram banget ya hubunganku dengan dia.

Hari ini berjalan seperti kemarin. Aku dan dia tak saling menyapa. Sepertinya.
“Gio.” ku beranikan diriku memanggilnya. Dia berbalik tanpa mengatakan sesuatu. Biasanya kan orang lain pasti bertanya, “kenapa?” “ya?” atau apalah. Eh dia malah diam sambil menatap aku lurus-lurus.
“bisa ajari aku main rubic? Hehe.” Aku benar-benar merasa seperti orang bego karena berhadapan dengan orang cuek.
Dan tanpa ku sadari, dia sudah mengambil posisi duduk di sampingku, antara senang dan gugup, aku belajar main rubic dengannya. Sekalipun dia tak pernah mengubah ekspresi wajahnya yang datar. Tapi tak apalah, bagiku, bisa duduk di sampingnya sudah membuatku bahagia.

Seminggu berlalu, aku semakin mahir memainkan rubic, dan dia tetap dingin dan cuek padaku. Tak ada yang berubah dengan komunikasi kami. Sampai ku dengar kabar bahwa dia pacaran dengan adik kelas. Aku berhenti berusaha mendekatinya. Dia bahkan tidak pernah tahu bagaimana perasaanku selama ini. Tiba hari kelulusan, aku mungkin sudah gila. Karena ini terakhir kalinya kami bertemu, aku akan mengatakan isi hatiku padanya. Terserah apa tanggapannya, yang jelas aku harus memberitahu semua yang ku rasakan.

Aku berdiri di dekat perpustakaan menunggu. Sebelumnya aku sudah mengiriminya pesan untuk bertemu di sini. Dua menit kemudian dia muncul dengan headset di telinganya yang dia lepas setelah sampai di hadapanku.
“kenapa Rin?”
Untuk pertama kalinya aku mendengar dia menyebut namaku. Dan itu di hari terakhir kami bertemu. Hei, kenapa tidak dari dulu. Aku memfokuskan pikiranku agar tidak ngelantur nantinya.
“hm, mungkin ini aneh, bodoh atau gila..” Tuh kan kalimatku membingungkan. Alis kanannya terangkat, itu menandakan bahwa dia tidak mengerti dengan ucapanku.
“oke, aku, aku, aku harap kamu bahagia dengan Andira.” Ucapku lalu berlari meninggalkannya. Padahal aku sudah berlatih, aku akan mengatakan, “aku suka sama kamu Gi.” Tapi yang ke luar malah ucapan selamat.

Kakiku berhenti berlari setelah terdengar suara dari jauh yang memanggil namaku berulang kali. Aku berbalik. Gio mengejarku.
“kamu kenapa sih?” napasnya belum teratur karena acara lari tadi.
Aku hanya diam tersenyum. Tidak tahu harus mengatakan apa lagi. Aku benar-benar tidak sanggup untuk jujur. Mungkin lebih baik jika aku menyimpan cintaku sendiri.
“aku nggak pacaran sama Andira. Untuk apa kamu ngucapin selamat?”

Bola mataku nyaris ke luar dari tempatnya.
“tapi teman yang lain bilang gitu,”
Dia tertawa. “itu cuma sandiwara gila sahabatmu.”
“Emi?”
“ya.” Jawabnya.
“oh, oke. Maaf kalau gitu Gi.” Ucapku lalu berbalik akan pergi dan ini tanpa lari.

Belum sempat melangkah, Gio meraih pundakku.
“tunggu.”
“apa lagi?” tanyaku dengan polos.
Dia mencoba membisikkan sesuatu di telingaku.
“kayaknya aku suka kamu.”
Dan dia sudah menghilang dari hadapanku sebelum aku berhasil mencerna kalimatnya barusan.

Cerpen Karangan: Aswani Putri

Cerpen Kayaknya Aku Suka Kamu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kisah Cinta dan Hidupku

Oleh:
Sore itu langit berubah menjadi gelap, petir menyambar dimana-mana, air menetes satu persatu ke muka bumi. Hati Tasya sangat hancur saat dia terima sms dari sbastian. “Sya aku minta

Sudahkah Anda Sing(le) Hari Ini

Oleh:
Pagi itu suasana yang sangat tenang dan ditemani dengan cuaca yang sedikit gerimis. “Hai Bud gimana hari ini jadikan kita latihan untuk acara lomba dies natalis di kampus kita?”

My Soul

Oleh:
Aku adalah Raisa, seorang anak rantau yang mencoba bertahan dengan rasa sepi yang selalu menghantui diriku. Dan ketika hari hari yang aku lewati terasa begitu hampa dan sepi, dengan

Merindu

Oleh:
Namaku adalah Dimas aku adalah anak pindahan dari kampung yang ingin bersekolah SDN di jakarta ini ceritaku. Pada waktu pendaftaran aku telah mendaftar di berbagai sekolah yang dekat dengan

Malam Minggu Pertama

Oleh:
Waktu menunjukkan pukul 7 malam, aku menyiapkan piring lalu mengambil nasi dan lauk yang telah dimasak oleh Ibuku, lalu aku kembali bermain laptop sambil makan. Tidak beberapa lama ada

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *