Kebetulan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Pengalaman Pribadi, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 16 August 2017

Hidup penuh teka-teki yang sulit ditebak. Kenyataan yang kadang tak masuk akal. Semuanya sering disebut sebagai “kebetulan”. Waktu yang tak kutahui dan mungkin ia pun tak tahu, kadang menyatukan kami di tempat yang sama. Kadang Seperti sebuah magnet yang kembali menyatu dalam ruang, tanpa disengaja dan sekali lagi itu kebetulan.

Bila tak ingin bertemu, kebetulan itu bahkan selalu mempertemukan. Aku pernah memperlambat waktu agar tak bertemu dengannya, tapi kebetulan itu membuatku bertemu dengan sosoknya dari jarak terdekat hingga kulit kami bersentuhan tak sengaja. Melangkah pelan agar tak melihat sosoknya yang beberapa menit sebelumnya terlihat berjalan. Namun karena kebetulan dia berbalik arah dan akhirnya tetap bertatap muka denganku. Kebetulan yang terus menerus terjadi begitu saja membuatku berfikir “apa kami berjodoh?”.

Hingga suatu hari, kebetulan tak lagi menghampiri kami. kebetulan bukan seperti magnet lagi, bahkan karena kebetulan kami tak lagi bertatap muka. Aku terlambat menikmati kebetulan yang selama ini terus menghantuiku. Bahkan ketika aku dengan sengaja ingin berada satu ruangan dengannya itu tak pernah terjadi. Bila aku masuk, kebetulan dia keluar. Terlambat menyadari kalau ternyata kebetulan itu suatu hal ajaib. Ternyata selama kebetulan kemarin, itu menyenangkan. Tuhan seperti telah mengatur jalan agar aku dan dia bertemu di sebuah tempat, bahkan tinggal berjam-jam di tempat yang sama.

Kebetulan itu sulit ditebak, dan tak bisa dengan mudah dirubah oleh seorang manusia. Aku adalah manusia yang entah kenapa bisa mencinta dan membenci seseorang dalam waktu yang relatif cepat. Hari senin mencinta, hari selasa bisa saja membenci, itulah aku. Hari dimana aku membenci, sengaja tak pulang lebih awal karena mendengar suaranya di luar kelas, berdiam di kelas untuk waktu yang cukup lama. Karena kebetulan, di jalan yang tak ada siapapun lagi selain aku dan dia, kita bertemu. Aku dan dia berjalan berlawanan arah saling menatap, tak berkata. Kadang kebetulan seperti ini, bila benci kebetulan menyatukan aku dan dia, dan bila rasa cinta bersemi kebetulan tak menyatukanku dengannya.

Suatu hari, aku pernah datang pagi sekali jam 06:15. Berjalan sendiri di tempat yang sepi, hanya ada ibu kantin yang terlihat sibuk dengan dagangannya. Ketika itu, seseorang muncul dari lorong begitu saja. Siapakah dia? Benar dia, yang selalu ada dalam kamus kebetulanku. Kami berjalan berdua di tempat sepi, dalam kata kebetulan lagi. Biasanya dia datang paling siang bahkan kadang-kadang dihukum di depan kelas karena selalu terlambat. Tapi dengan kebetulan, dia datang sepagi itu.

Ketika aku muak dengan hubunganku dengannya, aku tak ingin berjalan melewati kelasnya untuk pergi ke kantin karena tak ingin bertemu. Tapi karena kebetulan, aku bahkan hampir bertubrukkan dengannya. “Sorry” ucapnya “no problem” balasku yang meneruskan langkah menghiraukannya yang terus memperhatikanku. Tubuh yang aku pun tak ingin lihat, begitu terlihat dengan jelas karena kebetulan. tak ingin saling bertatap, tapi karena kebetulan tatapan terjadi secara spontan walau hanya hitungan detik.

Aku kadang tak mengerti apa itu kebetulan. Sulit difahami, dan ditebak. Aku tak becanda, bahkan apapun tentangku dengannya kebanyakan karena kebetulan. Tapi aku yakin, tak ada kebetulan yang sia-sia. Bila kebetulan waktu itu aku melihat dia sedang jalan bersama wanita lain, itu membuatku tahu kalau dia tak sebaik yang aku fikirkan. Itulah kebetulan, kadang beberapa orang membenci kebetulan, tapi tak ada yang salah dengan kebetulan. Teka-teki, ketika aku dan dia terus dipertemukan mengarah pada hal yang jauh. Aku bahkan sempat bingung dengan kebetulan, yang awalnya tak kuharapkan. Karena kebetulan, aku menjadi cinta dan karena kebetulan aku jadi benci. Semuanya adalah kebetulan.

Cerpen Karangan: Renita Melviany
Facebook: Renita melviany
Lahir di Majalengka, 17 juli 2001. Seorang pemimpi tinggi, yang insyaallah dapat meraih mimpinya.

Cerpen Kebetulan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pertemuan Yang Tak Terduga

Oleh:
“Yuk!!” Ajakku kepada Firda, sahabatku. Aku segera berjalan menuju ke kantin. “Eh.. kamu beli aja. Aku tunggu di sini!” Kataku. Aku malas harus antri hanya untuk membeli jajanan di

My Wedding (Part 1)

Oleh:
Aku menatap bayangan dalam cermin, bayangan diriku sendiri, dengan gaun warna ungu muda, rambut yang ditata sangat indah, dan polesan make up yang menambah keanggunan seorang pengantin, ya hari

Mengagumi Dalam Diam

Oleh:
“Itu orang yang kusuka, Rin” “Yang mana sih?” “Itu loh, di kursi nomor tiga pakai jaket biru tua” “Adek kelas?!” “Iya emang adek kelas, kan gue udah bilang” “Kirain

Bintang Malam Yang Menyinariku

Oleh:
Sinar bintang di malam itu menambah suasana hatiku yang lagi bahagia, aku menatap langit yang ditaburi ratusan bintang, berharap seseorang dapat menemani dalam keindahan malam tersebut, “Alletan lagi ngapain?”

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Kebetulan”

  1. eby says:

    Yaampun cuma beda setahun tapi kaka udah bisa bikin cerpen indah begini. Salut

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *