Kebodohan Ku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Patah Hati, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 14 January 2016

“kau masih menyukainya, benar kan?” Suara itu membuyarkan lamunanku.
“mungkin. Tapi rasa kecewa ini jauh lebih besar jika dibandingkan dengan rasa suka itu.” jawabku dengan wajah datar.

Gadis berambut sebahu ini adalah orang yang selalu ingin mengetahui apa pun yang terjadi padaku. Tapi ku sadari semua itu dia lakukan karena ia peduli padaku. Sofia, nama gadis itu. Sosok yang dekat denganku. Orang bilang dia adalah sahabat. Entahlah, tapi aku meyakini itu.

Namaku Kiki Asyila. Aku masih duduk di bangku sekolah menengah atas. Orang bilang aku gadis yang tak normal. (huhuhu). Bagaimana tidak, di masa-masa seperti itu kebanyakan anak remaja mulai menjatuhkan hati pada lawan jenisnya. Berbeda denganku, yang selalu asyik dengan buku-buku dan organisasiku. Bahkan aku benci pada lelaki yang mendekatiku dengan harapan aku harus menjadi kekasihnya. Yang benar saja. Tapi semua itu ku lakukan karena satu alasan. Karena aku benci disakiti oleh makhluk Tuhan yang disebut dengan lelaki itu. Jadi, sebenarnya aku normal dong. Mereka memang tidak pernah ingin mengerti itu.

Saat itu, pelajaran mulo. Pelajaran yang paling membosankan menurutku. Entah apa yang dipikirkan guru mulo itu, ia hanya menyuruh kami membersihkan wilayah sekolah di sekitar ruang guru. Karena kami siswa yang baik, kami pun hanya menurut saja. Masih di tempat itu, ku lihat guru BP bersama seorang siswa yang belum pernah ku lihat sebelumnya. Tentu saja, karena dia siswa baru.

“lihatlah, ada murid pindahan di sekolah kita.” teman-temanku mulai riuh karena orang itu.
“Dim, bukannya itu Riky ya..” menunjuk siswa baru itu.
“benar. Hahaha ternyata dia beneran pindah.. ayo kita ke sana. Kita harus tahu di mana kelas barunya..”
Dua teman sekelasku itu langsung pergi mencari siswa baru itu. Lama membersihkan tempat itu, akhirnya jam mata pelajaran itu berakhir. Kami pun dibolehkan untuk kembali ke kelas dan menikmati waktu istirahat kami.

Di kelas. Aku terkejut, ‘siswa baru itu ada di kelasku? sedang apa?’
Hmm, sudah ku duga. Dia pasti bersama Dimas dan Miko. Aku tak peduli dan berjalan masuk menuju kelasku. Tiba-tiba Dimas mengatakan sesuatu yang membuatku kesal. “apa kau mau lihat mantan dari teman kita, Bastian. Gadis inilah mantannya. Hahaha..” mereka puas menertawakanku. Ku lihat siswa baru itu tersenyum mendengar hal itu. Apanya yang lucu. Dasar aneh.

Ya, 2 tahun lalu aku berpacaran dengan seorang laki-laki. Teman dari Dimas dan Miko itu. Tapi hubungan kami tidak pernah baik. Petengkaran selalu menghiasi hubungan itu. Hingga suatu ketika saat aku benar-benar bosan, aku membuka akun facebookku. Hal yang paling tidak ku sukai pun muncul. 10 menit yang lalu Bastian mengganti foto sampulnya dengan foto seorang gadis yang sama sekali tidak ku kenali. Aku langsung mengirim sms pada Bastian.

“ada pacar baru nih..”
5 menit kemudian, ku terima balasan pesan darinya.
“maksudnya?”
“udahlah, aku udah tahu semuanya. Ada orang lain kan.”
“aku begini juga karena kamu. Kamu nggak pernah ada untukku..”
“kamu tahu kan aku lagi sibuk. Ya udahlah, udah nggak penting juga. Aku minta maaf kalau selama ini nggak pernah buat kamu bahagia. Semoga kamu bahagia sama dia..”
“iya, makasih..”

Setelah percakapan itu, aku hanya bisa pasrah menerima semuanya. Ya, hubungan kami berakhir. Hanya 3 minggu aja. Singkat banget, tapi berkesan. Berkesan kejadian selingkuhnya. Hahahaha. Gimana nggak berkesan, dia pacar pertamaku. OMG. Dan Dimas meminta maaf padaku karena telah mengenalkan dan memaksaku untuk menerima temannya itu. Sejak saat itulah, aku mulai benci dengan yang namanya jatuh hati.

Sebulan sudah siswa baru itu bersekolah di sekolah yang sama denganku. Dan dia hanya berani tersenyum saat berpapasan denganku. Kadang aku bingung dibuatnya, pengen balas takut dianggap kecentilan. Nggak balas entar dikira sombong. Serba salah tahu nggak. Hingga saat ku mulai lelah dengan keadaan yang seperti itu, aku pun mulai aktif di FB dan mencari akun facebook laki-laki itu.

Agak berlebihan memang. Tapi kan aku hanya ingin akrab dengannya. Nggak salah dong. Dan akhirnya, aku menemukan satu akun dengan foto laki-laki duduk di jembatan. Manis banget tahu senyumnya. Ya, itu dia.. tanpa pikir panjang, aku langsung meminta pertemanan padanya. Tak perlu waktu lama, pemberitahuan pun muncul bahwa ia sudah menerimanya. Aku langsung mengirim pesan padanya.

“TFC yah?. salam kenal”
“iya, sama-sama. Ini bukannya Kiki yah, temen sekelasnya Dimas?”
“iya, ini aku..” Percakapan itu pun berlanjut. Beberapa hari terakhir ini aku selalu berbagi kisah dengannya dan perlahan aku mulai mengaguminya.

Di sekolah, saat jam istirahat aku mulai bercerita dengan Sofia, sahabatku.
“Sof, kalau diperhatiin senyumnya Riki tuh manis juga ya..”
“ha? manis? kamu nggak salah ki?” masih dengan wajah terkejutnya itu.
“nggak. Mang kenapa?” jawabku dengan polosnya.
“OMG, ternyata sahabatku sudah sembuh.. ya Allah terima kasih..”
“heh.. belum suka kalee, masih kagum aja kok. Lagian ya, dia itu orangnya baik. Pendiam, sesuatu banget, jarang tahu cowok kayak gitu..”
“cieeee.. dibelain nih. So sweetnya..” katanya yang mulai menggodaku.
“udah ah, nggak penting juga kok..”

Hari-hariku masih sama. Hingga suatu ketika aku menyadari sesuatu yang aneh. Aku mulai merindukannya. Apa mungkin aku jatuh cinta lagi? daripada galau mending ajak dia chat. Tapi saat malam itu, dia sama sekali tidak membalas pesanku. Padahal dia aktif. Apa aku punya salah. Karena tak mau sedih, aku pun menutup akunku dan membaca buku untuk menghilangkan kegalauanku. Seminggu semenjak kejadian itu, aku mulai membiasakan diri tanpanya. Walaupun itu sulit?

Hari ini hari libur. Bete banget, udah sepi nggak ada temen chat, nggak sekolah lagi. Kan bawaannya baper (bawaannya laper). Akhirnya aku cuma minum susu, terus pergi ke taman. Kebetulan aku sudah janjian dengan Sofia.

“woy..”
“eh.. ih, ngapain sih. Ngagetin orang aja. Oh iya, kenapa baru datang?” kataku menghakiminya.
“eeee..” Aku langsung memotong kata-katanya, “nggak usah dijawab, telat bangun lagi kan..”
“hehehe, kamu tahu aja Ki. Sorry ya.. jangan marah gitu dong. Lagi dapet ya? kok sensi banget sih..” tanyanya dengan wajah tanpa rasa bersalah. Aku pun mulai menceritakan hal yang buatku galau.

“astaga.. dia tega ngelakuin itu sama sahabatku. Tenang Ki, aku nggak akan tinggal diam. Siniin hp kamu..”. ia mulai emosi dan merampas handphone-ku.
“oh, jadi ini nama akunnya…” dia tersenyum dengan wajah yang membuatku khawatir dia akan melakukan hal yang bodoh..
“kamu jangan macam-macam ya.. aku nggak mau ini jadi masalah besar dan hanya akan menambah masalah baru buat aku..” Tegasku mengingatkannya.
“tenang aja. Aku nggak akan ngelakuin hal yang bisa ngerugiin kamu..”
Karena sudah siang, dan terik matahari mulai menyengat, aku pun mengajak Sofia untuk pulang.

Pagi ini adalah pagi yang menyebalkan untukku. Bagaimana tidak, baru juga datang udah harus bersih-bersih. Ya, ini adalah hari piketku. Tiba-tiba Sofia datang menghampiriku dan menarik tanganku. “apaan sih, sakit tahu..”
“hehehe, sorry. Eh, aku punya kabar baik buat kamu. Tentang Riky..”
Aku terkejut dan langsung memaksanya untuk menceritakan hal itu. “ternyata Riky juga sama kamu, selamat yah. Tapi dia bilang, dia nggak mau pacaran. Dan kamu harus fokus sama sekolah kamu. Dia juga bilang, perasaan dia nggak akan berubah kok. Kamu cukup bersabar aja..”

“Ah, kamu jangan bohongin aku gitu dong. Aku tahu, aku udah suka sama dia. Tapi kamu nggak perlu bohong untuk buat aku senang.”
Ia pun mulai membela diri, “astaga, Kiki sayang. Aku nggak bohong sama kamu. Jujur aja, sebenarnya semalam aku ngechat dia. Habisnya aku nggak tega lihat kamu sedih terus karena mikirin dia.. hehehehe.” Sejak hari itu, aku tak pernah bersedih lagi. Tapi tetap saja, aku dan Riky tak pernah saling berbicara. Kami hanya dekat lewat facebook aja.

Malam itu, entah kenapa aku ngerasa bosan banget. Bahkan hobi baca buku pun nggak mampu buat aku ngerasa lebih baik. Tiba-tiba handphone aku bergetar. Tanda ada pesan baru masuk. Ku buka pesan itu. “hai..” Aku bingung, dengan nomor misterius itu. Karena penasaran, aku pun membalas pesannya.

“iya, maaf siapa ya?”
“aku Sony. Temennya Riky tetangga kelas kamu..”
“oh, kirain siapa..”
“kirain Riky ya?” dengan sifat sok dekatnya itu.
“hahaha, nggak lah.”

“ngomong-ngomong, kamu suka ya sama Riky.”
“mungkin..” Pesan pun terkirim. Dan aku baru sadar dengan hal bodoh yang aku lakuin. Astaga.. mau ditaruh mana nih muka kalau sampai ini orang ngomong ke orang-orang.
“hmm, sebenarnya Riky juga sama kamu. Dia sering cerita ke aku. Tapi itu dulu. Kalau sekarang kayaknya udah nggak deh..”
“oh ya, hahahaha.. selama ini aku nunggu sia-sia aja dong.. astaga, temen kamu hebat yah..” jawabku padanya yang pura-pura tegar.

Aku lemas setelah membaca pesan itu. Akhirnya, karena ingin tahu perasaan Riky, aku langsung membuka akun facebookku dan mengirim pesan padanya untuk menanyakan hal yang diberitahu Sony padaku. Dan jawaban Riky sangat-sangat menyakitkan. Ia mengiyakan hal itu. Saat itu juga aku menghapus akunnya dari pertemanan facebookku. Aku sangat-sangat kecewa.

Aku pun mengucapkan terima kasih pada Sony karena telah memberitahukan hal itu padaku. Satu pesan yang sangat aku ingat dari Sony, “cinta itu jangan ditunggu Ki, entar juga datang sendiri. Kamu juga jangan terlalu berharap sama orang yang sama sekali nggak pernah ngakuin perasaannya sama kamu. Itu cuma akan ngerugiin kamu sendiri..”

Semenjak kejadian itu, aku tak lagi ingin melihat sosok yang dikatakan teman-temanku itu orang baik. Aku tak mempercayainya. Saat berpapasan dengannya pun, aku tak mau lagi membalas senyumnya. Aku terlalu lemah untuk melakukan itu. Tapi hal lain yang membuatku sangat-sangat membencinya adalah sikapnya yang tetap santai dengan hal yang sudah terjadi. Dia juga nggak pernah minta maaf sama aku. Hmm, mungkin dia udah nggak punya hati kali ya.

Kini, aku kembali seperti dulu. Membenci laki-laki modus yang hanya ingin membuat dirinya sendiri senang. Sofia pun mulai mengerti dan terus meyakinkanku untuk terus menjadi yang terbaik. Aku bangga telah memiliki sahabat seperti Sofia. Gadis yang selalu ceria dan mampu menenangkan orang di sekitarnya. Aku menyayangimu, Sofia. Terima kasih.

Cerpen Karangan: Suci Rahmadhani
Facebook: Suchy Embun Rmd

Cerpen Kebodohan Ku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Meet You

Oleh:
Jomblo, adalah status yang sulit dirubah, tak semudah merubah status di facebook. Kata Jomblo seolah adalah sebuah kata yang sangat menyeramkan untuk diucapkan. Tapi itulah kata yang tertancap padaku.

Isi

Oleh:
Hari ini cuaca kurang mengenakkan, hujan deras jadi otomatis gue neduh di teras depan kelas. Di sana cuma tinggal aku dan satu lelaki satu lokalku. Ya tapi aku tidak

Ling

Oleh:
Hening, suara jangkrik sesekali menyelingi riuh cinta yang berdengung, Ling. Namamu mendidih mengucur dari bibir yang telah basah mentasbihkanmu. Sebenarnya malam yang indah, ada lampu-lampu menyala, bintang-bintang berkerdipan, namun

Radar Cinta Prosesus dan Brontosrious (Part 1)

Oleh:
Setiap malam aku selalu berpikir untuk menemukan radar cinta dari prosesus pangeran ganteng dari negri kayangan. agar suatu saat nanti aku bisa mendapakan cinta dari prosesus.. aku menyebutnya prosesus

Sudahkah Anda Sing(le) Hari Ini

Oleh:
Pagi itu suasana yang sangat tenang dan ditemani dengan cuaca yang sedikit gerimis. “Hai Bud gimana hari ini jadikan kita latihan untuk acara lomba dies natalis di kampus kita?”

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *