Kebohonganku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Patah Hati, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 4 September 2017

Sudah berapa banyak kebohongan yang Roy perbuat sampai-sampai Pemuda 17 tahun itu harus memasang topeng kebahagiaan. Ia bisa menunjukan wajah bahagia, tapi tidak untuk hati kecilnya. Sungguh, Itulah yang paling sulit dimengerti. Kekecewaan dalam hati tidak bisa dipungkiri lagi, Ketika kau dibohongi apa kau ikut serta membohongi seseorang juga. Tidak, Ia tidak akan lakukan itu. Lebih baik Roy potong kedua tangannya jika berbohong tentang perasaan cinta pada gadis kerudung coklat yang sedang ia perhatikan dari tadi.

Rasa cinta dan benci bercampur jadi satu, menjadi satu kesatuan yang baru, membuat Pemuda ini berubah. Perubahan sangat drastis hingga tak ada bedanya Roy dengan anak berandalan lainnya.
‘Butuh 100 tahun untuk ku mengerti akan hal yang sesederhana itu.’

Pagi itu Roy mendelik, Sorot mata yang ia berikan kepada Ilham mengatakan bahwa ia tidak akan melihat matahari esok, Tapi tanggapan yang diberikan Tidak ada, dasar tak tahu diri. Sekolah merupakan tujuan utama, tetapi setelah Roy lihat Ilham. Pemuda yang pernah jadi sahabatnya, Sang empu berbalik. Tidak saat itu saja ia kesal, beberapa hari lalu pun sama.

Roy mulai kembali memasang wajah bodohnya, menyimpan semua derita dalam hati. Pelajaran pertama mungkin belum di mulai, tumben-tumben sekali ia cepat datang. Kalau dihitung-hitung kenapa Roy sering terlambat tempo dulu. Pemuda itu mencoba menghindari musuh terbesar, Yaitu Kemarahan.

Setiap pagi Roy disugukan pemandangan menakjubkan, kau tahu kata menakjubkan itu seakan tak ada artinya dalam kamus Imitologi 28, Rabu Emezing, Jadwal Piket. Napasnya terasa tercekat, Bahu bergetar hebat, Darah mendesir, Wajah yang semulanya santai tertekut dalam. Sungguh menderita hati melihat semua itu, tak pernah terbesit sekalipun, orang yang dipercaya, Permata hati sebening kristal, bidadari dunia membohongi orang biasa seperti Roy.
Kecewa, Pasti, Sakit apa lagi..

Perempuan yang Roy anggap pahlawan kini berduaan dengan Ilham, Roy tak tahu seperti apa hubungan mereka, Dirinya juga tidak bisa menyalahkan Keadaan. Indonesia memang sudah merdeka, tapi hatinya masih saja berperang. Sudah sekian lama Roy mencoba menjadi seseorang yang bersemangat, lari-larian kesana kesini bak anak kecil main kejar-kejaran. Pemuda itu sangat berterima kasih tidak ada yang curiga, mereka masih mengangab Si rambut kaku itu Pembuat onar yang tak bisa diam, Akan ia pertahankan itu. Tetapi, Setiap kebohongan yang Roy buat akan tercium.

Sudah beberapa hari Roy lelah menahanya, sehingga ia harus menjadi seseorang yang ‘Luar biasa’, bahkan prestasi mau tak mau dikorbankan. Berhasil, Dia bisa. Dan jadilah seperti sekarang…

Dari apa yang Roy ketahui selama ini, Hal paling ia benci adalah mengalami kejadian seperti ini, Sherly Gadis kerudung coklat yang ia temui sebelumnya bahkan pernah singgah di hatinya, berada dl tepat di depan bola matanya. Awalnya ia tidak mengira status yang dirinya buat akan mengakibatkan sang singa akan terbangun dari hibernasinya.

“Mengertilah, aku bukan untukmu lagi, dan kenapa sekarang kau berubah begini?” Tanya sherly heran, Roy menahan napas dan menghembuskannya perlahan.
“Kau akan tahu jika kau berada di posisiku, nah sekarang aku bertanya? apa yang kau lakukan jika berada di pihakku?” Tanya Roy mengintrupsi.
Sherly tercengang, benar yang dikatakanya. Dia akan mengerti jika dia di posisi pemuda itu. Tak mau ambil pusing dengan pertanyaan yang diajukan, Sherly melunak menatap kedua manik hitam milik Roy
“Aku pasti akan membiarkan sahabatku bahagiah dengan Seseorang ‘Itu’.” Terangnya, Sherly menyugukan senyuman manis.
“Nyatanya kita ini di dunia, bukanya sinetron yang ada di Tv-tv. Jika kau beranggapan seperti itu, berarti kau masih tak mengerti tentang Cinta,” Kata Roy, Tatapannya beralih pada Sherly yang sedang tersenyum. Rasa mengasihi masih tersimpan di relung hatinya, Itulah penyebab pemuda ini berbuat nekat.
Kekalutan hati tak bisa dihalangi dengan mudah, butuh mental yang kuat.

“Bibirku bisa berbohong, Tapi hatiku tidak, Jika kau ingin tahu apa yang aku rasa kan, Kau tak akan percaya. Aku masih menyimpannya, Kau tahu? Hidupku seperti memeluk kaktus, Semakin kupeluk semakin sakit rasanya” Terang Roy sendu, Pemuda ini mengangkat kepalanya, menatap langit koridor. Lekuk wajahnya berubah sedih, tak ada yang tahu, Si ceria kini terlihat murung bila bercerita tentang masa lalu.
Sedikit demi sedikit senyum Sherly pudar menatap Roy yang sedang memandang atap koridor sekolah, berberapa orang mengeling heran kepada mereka. Ada yang prihatin, Ada juga yang cuek.

Roy, Lirikan matanya beralih ke Sherly lagi, mata mereka bertemu untuk kesekian kalinya, Roy tahu betul, Gadis yang dikaguminya ini akan kecewa atas apa yang dilakukan.
“Jika boleh aku ingin menyatakan sesuatu!” Ucap Roy, Sherly diam tak memberi isyarat apa pun.
“Anna uhhibukafillah!.. ”
Napas sherly tercekat, mimik mukanya berubah drastis. Kata-kata yang pernah di dengar sebelumnya. Ucapan cinta sehingga berdiam dalam relung hati bagaikan gema yang beku.
“Aku men-”
Plakk…
Tangan halus mendarat di pipi kanan Roy, Menyebabkan ucapannya terputus.
Sherly menampar Roy cukup keras, dapat dilihat bercak merah mulai menjalar di pipinya. Pemuda itu menahan napas, dan tersenyum miris.

“APA KAU BODOH!,” Teriak sherly menarik perhatian semua orang yang berlalu lalang. “Kau bilang Cinta karena Allah. Itu hanya omong kosong kau tahu!”
Sherly tak bisa membendung emosinya, Kali ini Roy benar-benar keterlaluan. Menyatakan cinta pada seseorang yang telah dimiliki orang lain, Apa lagi menyangkut sang pencipta
“Apa kau bercanda Huh?”
Roy mengelus pipi, rasa panas menjalar sampai ke salah satu telinganya.
“Kau sudah puas?” Kata Pemuda itu dingin, ucapan yang diyakini penuh makna sehingga Sherly menatapnya bingung.
“Jadi ini hadiah yang kau berikan?” Tanya Roy, hening sesaat, Emosi Sherly yang mencuak entah kemana pergi, dirinya lebih takut Ketika Roy berkata dingin tak seperti berbicara seperti biasa.
“Jawab aku? Apa ini hadiah?”
“Dulu kau pernah bilang. ‘Aku berjanji akan mencintaimu sampai kapan pun’. Apa aku terlihat bodoh di matamu sehingga bisa dibodohi dengan mudahnya?”

Sherly terperengah, tanpa sengaja matanya merintihkan kristal bening. Masa lalu itu sungguh menyakitkan, Roy mengungkit kembali masalah itu.Perkataan pemuda itu memang semuanya benar, dia telah berjanji akan sehidup semati bersama pemuda itu. Tapi itu kan masa lalu, Masa dimana kau baru tahu yang namanya menyukai seseorang.

“Ta-tapi”
“Tapi apa?” tuding Roy sengit
“Kau berbohong” Ucapnya penuh penekanan.
“Aku memang tak mengganggu hidupmu. Tapi, jika kau berbuat seperti itu sama saja kau tak punya hati. Aku mengerti, Sangat mengerti. Kau membohongiku kan?” kata Krisman Geram, bahunya bergetar hebat menahan amarah.
“Ini kali kedua kau mempermainkanku, apa kau tak sadar diri?”
“Apa hanya karena materi kau tega berbuat seperti ini padaku?”
Matanya menatap sherly, Kilatan antara cinta dan benci terpancar, Di perhatikannya teliti setiap manik hitam gadis ini, ia mengambil napas panjang.
“Tapi sekarang, aku tidak ada hubungan lagi denganmu. Buat apa kan? dan selamat untuk kalian berdua”

Sherly terteguk, Setiap untaian yang keluar dari mulut Roy memiliki makna terlalu dalam, hingga membuatnya berpikir dulu sebelum mencerna, dan akhirnya dia mengerti.

“Terima kasih” Cicit sherly, Gadis 16 tahun itu menggigit bibir bawahnya sedikit keras.
“Terima kasih atas Segalanya”

Tak berapa lama krisman pun berlalu meninggalkan sherly yang sedang mematung seolah angin memberi maksud, Rambutnya sedikit berkibar.

“Kau terlalu baik, Aku tidak mau kau mendapat perempuan sepertiku yang hanya jadi beban bagimu. Kau berhak dapat lebih baik dariku”

Roy berhenti…
“Itulah kenapa kita tidak bisa bersama..” Ia mengambil jeda beberapa saat sebelum mengambil langkah.
“Dan.. Aku tidak sebaik yang kau kira” Akhirnya ia hilang di persimpangan Koridor sekolah.

Cerpen Karangan: Khrysman Khan
Facebook: Krisman Leonhard Hussein

Cerpen Kebohonganku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Calvin! It’s Just A Dream

Oleh:
Semua orang tahu bagaimana mencintai, tapi hanya sebagian orang yang tahu bagaimana tetap tinggal di satu hati untuk jangka waktu yang lama. Tapi ketika takdir sudah menentukan kepergian yang

Someone Like You

Oleh:
Di suatu pagi yang cerah… “LIA! SINI KAMU!” teriak wanita yang sudah setengah baya itu “Apa lagi sih ma? Lia kan gak sengaja” balas perempuan yang bernama Lia itu

Teh Panas yang Sudah Menjadi Dingin

Oleh:
Sore itu aku sedang duduk di sebuah restoran bergaya vintage. Lamunanku terpecah oleh seorang waiter yang membawa teh panas pesananku tadi. Hari itu adalah hari yang istimewa karena aku

Singkat Cerita di Lapangan

Oleh:
Hari ini hari senin, tak seperti biasanya aku merasa semangat sekali hari ini. Aku tidak sabar untuk melaksanakan upacara hari ini. Ini aneh lagi, biasanya aku paling malas jika

Pertemuan Di Reuni

Oleh:
Lampu-lampu kota menghiasi gelapnya malam. Dorongan angin perlahan membuat motor yang dikendarai Farah dan tiga orang temannya berhenti di pojok parkiran sebuah taman, di tengah kota. Rupanya sebagian teman

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *