Keep Friends

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Korea, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 25 December 2017

Disebuah sekolah yang cukup megah, tepatnya Seoul Internasional High School. Terlihat Dua orang dengan senyum yang terpampang di wajahnya memasuki gerbang sekolah tersebut, sesekali keduanya tertawa dengan riangnya ditengah obrolan mereka. Mereka bahkan tak mempedulikan siswa-siswi lain yang tengah memandang aneh keduanya.

Kedua orang tersebut adalah Kim Seul Mi dan Baek Jun Ki, mereka adalah sepasang sahabat sejak kecil. Mungkin sebagian orang akan berpikir mereka adalah sepasang kekasih, karena sifat mereka yang tak malu mengumbar keharmonisan hubungan persahabatan mereka kepada orang lain. Alasan itu membuat orang-orang tak percaya mereka hanya menjalin sebuah persahabatan. Baik Seul Mi maupun Jun Ki, keduanya begitu nyaman dengan hubungan yang sudah lama terjalin tersebut.

Bunyi nyaring bel tanda pelajaran telah usai membuat siswa-siswi berhamburan keluar kelas, beberapa dari mereka masih berada di dalam kelas untuk sekedar menunggu temannya atau karena masih ada kegiatan yang harus mereka lakukan. Seperti halnya Baek Jun Ki, ia tengah menunggu di depan pintu sebuah kelas. Yah… semua orang pasti tau alasannya, apalagi kalau bukan menunggu sahabat kecilnya, Kim Seul Mi.

“Jun Ki, ma’af aku lama. Sekarang aku udah selesai, ayo pulang”. Suara lembut milik Seul Mi membuat Jun Ki tersadar dalam diamnya. Tak lama pria tersebut mengembangkan senyum untuk gadis di hadapannya itu. “Tak apa Seul Mi, aku tak masalah jika harus menunggumu. Hmm… ya udah ayo pulang”. ucap Jun Ki yang masih menampakan senyumnya, Seul Mi juga membalas senyum pria itu dengan tak kalah manisnya.

PLUK, Sebuah telapak tangan mendarat halus di kepala sang gadis. Sang gadis dapat merasakan telapak tangan itu membelai lembut rambut panjangnya. “Ayo…!!”.

“Seul Mi, aku ingin bicara sesuatu padamu”. Ucapan yang terdengar serius di telinganya tersebut membuat Seul Mi heran. Ia berhenti melangkah, begitupun dengan Jun Ki.
“Bicara saja Jun Ki, kau ini aneh sekali, biasanya juga kau bicara tanpa izin dulu padaku. Hahahahaha”. Ucap Seul Mi diikuti oleh tawa hambarnya, ini ia lakukan untuk untuk mengurangi rasa canggung di antara mereka. Jujur saja, ia benar-benar canggung sekarang. Jun Ki memandangnya begitu serius, itu membuatnya tidak nyaman. “Aku serius Seul Mi, aku mohon dengarkan aku”. Ucap Jun Ki
“Bicaralah…” suruh Seul Mi yang sebenarnya masih heran dengan sahabatnya itu.

Seul Mi merasakan tangannya kini digenggam erat oleh seseorang, ia semakin heran sekarang. Tapi segera ia hilangkan keheranannya saat Jun Ki mulai bicara.
“Seul Mi, kali ini aku akan jujur padamu. Aku tak bisa menahannya lagi, aku akan mengatakan semuanya padamu. Jadi jangan menyelanya, oke”. Seul Mi hanya menganggukan kepalanya. “Seul Mi sebenarnya aku lelah dengan hubungan ini, ya persahabatan ini. Sebenarnya aku ingin lebih dari ini, aku menyukaimu Seul Mi. Aku mencintaimu. Aku tau ini membuatmu terkejut, tapi aku hanya ingin membuat hatiku lega. Aku tak ingin lagi menyimpan perasaan ini Seul Mi. Sekarang yang aku pikirkan adalah apa kau juga merasakan hal yang sama sepertiku..?”.

“Ak-kku…”. Seul Mi tergagap dalam ucapannya. Benar, ia sangat kaget akan pengakuan Jun Ki saat ini. Ia mecoba bersikap tenang menghadapinya walau sulit.
“Maaf aku tak bisa Jun Ki, aku memang menyayangimu, menyukaimu, bahkan mungkin aku juga mencintaimu. Tapi aku tak bisa, aku tak ingin kita jauh karena perasaan kita sendiri. Aku tak menginginkan hubungan itu, karena dalam hubungan itu ada sebuah akhir yang menyakitkan. Aku tak ingin itu terjadi, cinta memberikanmu kebencian yang teramat dalam. Bukankah persahabatan adalah hubungan terbaik untuk kita, tak ada kata benci, tak ada juga perpisahan. Itu lebih baik bagiku”. Seul Mi kini tak bisa lagi membendung air matanya, ia akui dirinya memang menyukai pria di hadapannya itu.

“Apa tak bisa kau perti…”. Ucapan Jun Ki terpotong karena Seul Mi menyelanya. “Kumohon jangan paksa aku, Jun Ki”.
“Baiklah aku terima keputusanmu. Tapi kuharap kau jangan canggung ketika aku memperlakukanmu beda”. Ucap Jun Ki
Ucapan Jun Ki membuat Seul Mi kembali tersenyum, ia menghapus sisa air matanya lalu segera menghambur kepelukan Jun Ki, dengan senang hati Jun Ki membalasnya. “Terima kasih, Tapi kau takkan menghindariku kan?”. Jun Ki tersenyum, “Tentu saja tidak, aku tidak bisa jauh darimu”. Seul Mi ikut tersenyum. “Ayo pulang”.

Tak peduli orang lain mengatakan berpacaran sangat indah, tapi bagi mereka berdua PERSAHABATAN mereka jauh lebih indah. Dalam persahabatan ini, mereka mendapatkan banyak hal yang tak bisa didapatkan dalam berpacaran.

Cerpen Karangan: Windi
Facebook: Nddy BumSso PaiPai

Cerpen Keep Friends merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sebuah Cerita dari Sepasang Mata

Oleh:
Merah pada tangkup bibirnya boleh jadi tiada bergeming. Namun kelopak retinanya, lihatlah. Atau lebih tepatnya, dengarlah. Ia tengah bercerita. Tengah mengibaratkan dirinya sebagai sepasang kekasih. Dalam hal ini mungkin

Jatuh

Oleh:
Tatapannya sendu, berkali-kali mencoba meyakinkannya. kenyataan telah menamparnya ratusan kali. Tapi ia masih di sini, masih berdiri, walau penuh luka. Tangannya berat memindahkan pandangan ke arah lain, walau hatinya

Wisuda Membawa Cinta

Oleh:
“Zas, kamu kok masih belum mandi sih? Hari ini kan hari yang penting, kok malah belum apa-apa.” Gerutu Ayahku yang sedari tadi nggak bisa diem memantau kegiatanku. “Iya Ayah,

Kudapatkan Apa Yang Kumau (Part 1)

Oleh:
Kenalin nama aku yuri, usia aku 17 tahun. Cerita ini berawal saat aku jatuh cinta pandangan pertama dengan seorang laki-laki di daerah rumahku, nama dia kiki, entah kenapa aku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *