Keikhlasan Cinta

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Islami (Religi), Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 9 June 2012

Cuaca yang terik ini bukan suatu alasan untukku merasakan panas yang serasa membara sampai ke lerung jiwa. Tapi keadaan ini yang membuatku terasa semakin (ingin) menyesal. Tak mau rasanya aku seperti ini. Benar-benar tidak ingun.

Ketika keinginan, cita, hasrat dan cintaku sepertinya tidak bisa aku miliki sepnuhnya seperti apa yang ada terancang dalam hati dan fikiranku.
Ingin rasanya aku menentang takdir Tuhan yang telah mengirimku ke dunia ini tanpa apa-apa. Yah tanpa apa-apa..
Tanpa kemampuan, lemah tak berdaya, hanya bisa sabar. sabar dan selalu saja sabar. Haruskah aku juga mengatakan Kesabaran itu ada batasnya?
Tapi hal itu tidak berlaku padaku, kesabaranku tiada batasnya atau aku ini memang tidak bisa apa-apa?
Bahkan setelah (semua) apa yang aku lakukan masih belum bisa mencukupi itu semua..

“Wahai… yang disana (Tuhan)..
Yang sedang melihatku penuh senyuman…
aku tidak akan meminta pada-Mu agar dia jadi milikku,
aku merasa tidak adil berbuat itu, sementara diluar sana (begitu) banyak yang (juga) menginginkannya..
Ingin mempersuntingnya..
Memilikinya seutuh-utuhnya..
Hanya satu hal harapanku untuknya, yang ingin selalu aku pintakan pada-Mu
yang (juga) harus Kau kabulkan
yakinkanlah hatinya dengan ketentuan-Mu, agar dia bisa menjalankan citanya tanpa rasa berat dihatinya

dan ini satu hal untukku yang benar-benar harus Kau dengar bagai sebuah doa..
aku tidak ingin menangisi kepergiannya, walaupun hatiku (benar telah seperti) hancur bagai debu yang paling halus,
namun ku masih ingin tetap (seperti sangat) kuat dan tegar dihadapannya..
tolong juga ijinkan aku,
dengan waktu yang (mungkin) masih ada tersisa,
untuk tetap bisa memberikan segala yang terbaik yang aku bisa..
untuk tetap bisa mengukir seuntai senyuman yang selama ini membuatku bahagia..
hai Sang Pencipta yang tidak pernah merasa menyesal menciptakan sesuatu..!!
jadikanlah aku.. Jadikanlah aku sebagian dari sifat-Mu itu..
aku juga tidak ingin sesalkan, atas segala apa yang telah aku lakukan selama bersamanya
Hatiku benar-benar sangat lemah, sangat lemah…”

Padahal sebelumnya, aku tidak pernah (ingin) merelakan kepergiannya meninggalkanku. ingin rasanya aku untuk sedikit memaksa,
“Tolong jangan tinggalkan aku dalam keadaan begini,
kumohon bersabarlah, ku ingin kau tetap bersamaku
walaupun penantian itu terasa sangat berat buatmu, lakukanlah untukku..
untuk cinta yang selama ini telah kita jalani..
Kumohon.. Tetaplah bersamaku
Walau apapun yang terjadi, tetaplah disampingku..
dan aku akan selalu berusaha menjagamu..”

Kurasa itu semua tidak mungkin lagi aku lakukan, hatimu sudah terlalu lelah dengan kata “penantian dan menunggu”
sepertinya waktumu sudah cukup banyak terbuang sia-sia, hanya karena Menunggu… Menunggu… Dan Menanti…
sekarang (mungkin) sudah saatnya kau mengakhiri itu semua
penantianmu akan segera berakhir…

Pergilah..
Pergilah..
Pergilah tanpaku… Bawalah semua cinta yang pernah kau selipkan dihatiku
, jangan kau sisakan sedikitpun
, kikis semua rasa sayang dan kasihmu terhadapku
dan jangan kau tumbuhkan rasa dendam dan sakit hati untukku, untukmu.
karena kutak inginkan semua kenangan indah tentang kita hanya (akan) tinggal menyiksa perih dihatiku dan hatimu. Jadikanlah semua itu kenangan masa lalu yang pantas untuk disimpan. Diingat untuk renungan sambil tersenyum dihari tua kita nanti..

kau Kekasihku yang Luar Biasa..
telah kau luluhkan hatiku dengan ketulusan hatimu
tak pernah ku rasakan cinta sedalam cintamu
kau Kekasihku yang Luar Biasa..
mencintai aku seutuhnya
menjadikanku arti di hidupmu
bahagia punya cinta sepertimu
kau lengkapi kelemahanku dengan semua pengorbananmu
di dalam senang dan sedihku kau selalu ada

Cerpen Keikhlasan Cinta merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tasya My Best Friend

Oleh:
Hujan turun dengan deras, rasanya tak ada yang menyapaku dari luar sana, sepi banget “marsya kamu sudah mandi sayang” kata mama memangilku “udah ma” jawabku sedikit berteriak. Pagi pagi

Antara Cinta dan Cita Citaku

Oleh:
Namaku Agnes, usiaku 17 tahun. Dilihat dari usiaku saja kalian pasti sudah tau bahwa aku masih duduk di bangku sekolah. Dan itu memang benar, aku duduk di kelas XII

Balerina

Oleh:
Ruang pertunjukan terdengar riuh. Penonton berteriak, terkejut. “Oh Tuhan!” “apa yang terjadi?” “aku sudah menduga dia akan jatuh.” “oh… Kasihan sekali.” “Gwen!” Sang Ibu dan Para crew yang berada

Gadis Lily Putih

Oleh:
Jika kamu berpikir aku akan bercerita tentang seorang gadis yang bernama Lily, itu jelas salah karena aku akan menceritakan seorang gadis bernama Lala. Jika kamu berpikir aku akan bercerita

Dibalik Perjodohan

Oleh:
Bulan tanggal tua mengapung kesepian. Selembar awan tipis membelainya dengan penuh kasih sayang. Cahayanya yang redup tak mampu memberikan bayangan pada pucuk pohon cemara. Nampak, Irma sedang duduk ditemani

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *