Kekasih Yang Hilang (Part 1)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Thriller (Aksi)
Lolos moderasi pada: 7 July 2017

Entah aku sedang bermimpi atau tidak, yang jelas saat aku terbangun aku sudah berada di ruangan yang asing, ini bukanlah kamarku. Ruangan ini sangat besar dengan beberapa figura yang terpasang rapi di setiap dindingnya, membuat kamar mewah ini semakin mempesona. Sebuah pintu kaca hitam yang mampu memantulkan bayangan diriku, kuperhatikan diriku, sebuah gaun merah maron selutut telah melekat di tubuhku, menggantikan pakaianku sebelumnya, tak lupa sebuah syal juga sudah terlilit di leherku membuat udara dingin di luar sana sedikit tak terasakan.

Tiba tiba pintu itu mulai terbuka, sesosok laki laki dengan jubah hitamnya mulai mendekatiku.
“Bagaimana keadaanmu via sayang?” Tanya laki laki itu seraya tersenyum padaku.
“Maaf, Apa kita sebelumnya saling kenal?” Kulontarkan sebuah pertanyaan yang sedari tadi sudah kutahan namun akhirnya terucapkan juga. Ia nampak menautkan sebelas alisnya dengan senyuman yang masih bertahan di bibir seksinya itu.
“aku tak mengenalnya jadi seharusnya ia juga tak mengenalku bukan?, tapi kenapa ia tau namaku dan memanggilku dengan sebutan sayang?” Pikirku.
“Ternyata benar, kau melupakanku, tidak hanya itu kau juga melupakan kodratmu!”
Aku terbelalak dengan kalimatnya,
“Maksud kamu?”
“Aku adalah kekasihmu, namun kau mati saat pertempuran antara bangsa vampire dengan drakula, dan itulah hari yang paling buruk bagiku, tapi kau akan terlahir kembali setelah 100 tahun kematianmu, aku menunggu saat itu datang dimana kau akan terlahir sebagai manusia, aku terus menjagamu hingga kekuatan kekuatan alami dalam dirimu muncul seperti sekarang, dan setelah kemunculan kekuatanmu itu kau tidak bisa lagi menjadi manusia sejati karena sebagian jiwamu adalah vampire, makanya aku membawamu ke kastilku!” Jelasnya panjang lebar dengan mengenggam tanganku, aku tersontak mendengar semua kalimat kalimat yang keluar dari mulutnya itu. Sungguh aku benar benar tak percaya.
“Aku adalah manusia, tak ada sedikitpun jiwa vampire dalam diriku!” Elakku dengan melepas genggamannya.
“Percayalah via, apa kamu ingin membuktikannya?. aku bisa menunjukkannya padamu!!”
“Oke kita buktikan semuanya!” Ucapku geram.

Ia mulai menjentikkan jemarinya dan tak lama seorang wanita muncul entahh dari mana, ia membawa sebuah pisau.
“Ulurkan tanganmu, jika manusia biasa terluka, maka luka itu akan menimbulkan sakit dan juga bekas belum lagi penyembuhannya memakan waktu yang lama, berbeda dengan vampire jika ia terluka, maka luka itu akan sembuh dengan sendirinya tanpa berbekas atau menimbulkan rasa sakit dan luka itu menghilang sepenuhnya hanya dalam kedipan mata!”
“Oke mari kita lakukan!”

Perlahan ia mulai menggores tanganku dengan pisau itu, membuatku sedikit merinding dan menutup mataku. Tak ada rasa sakit sama sekali, dari situ aku mulai memberanikan diri membuka mataku, mungkin ia belum menggoresnya, namun dugaanku salah, darahku telah menetes tak beraturan dan luka itu perlahan menghilang tak berbekas. Aku mengucek kedua mataku, kenapa bisa?
Dari situ aku mulai mempercayainya dan mempercayai kodratku.

Ia mulai memelukku sangat erat, ia menangis dalam pelukanku, bagiku itu wajar, bagaimana tidak? Roy sudah menungguku 100 tahun lamanya, ia juga harus menunggu 17 tahun hingga kekuatan vampireku muncul terlebih lagi memori tentangnya dalam ingatanku sama sekali tak ada, siapa yang sanggup seperti itu?.

“Minumlah ini!” Roy menyodarkan segelas air putih untukku
“Aku pikir kau akan menyodorkanku darah, ternyata air putih!” Ucapku dengan tersenyum padanya.
“Siapa bilang ini air putih, ini adalah darah sama seperti dugaanmu!” Aku terbelalak dibuatnya, bagaimana bisa darah berwarna putih, memangnya ada?
“Darah kan warnanya merah tapi itu putih seperti layaknya air, apa vampire bisa buta warna?” Tanyaku padanya, tak kusangka ia mulai tertawa, membuatnya semakin tampan.
“Ini benar benar darah sayang, ini bewarna putih karena telah diolah secara khusus dan tak banyak vampire yang mengetahui cara mengolah darah supaya seperti ini!!”
“Oh benarkah?, tapi aku tidak pernah meminumnya, aku takut!” Secara halus aku menolaknya.
“Aku khusus membuat ramuan ini untukmu sayang, agar kau bisa menyamarkan baumu supaya bangsa vampire maupun serigala tidak memangsamu, minumlah ini, kau juga vampire!” Tegasnya dengan menggenggam tanganku.

Apa yang ia katakan benar, aku mulai memberanikan diri mengambil gelas itu, namun aku mulai bertanya akan sesuatu.
“Tunggu, kamu bilang kamu membuat ini untukku supaya bangsa vampire dan drakula tidak memangsaku, memangnya kenapa mereka ingin memangsaku bahkan bangsaku sendiri?”
“Kamu sepenuhnya bukanlah vaampire, dengan kata lain kamu adalah manusia setengah vampire dan tidak semua vampire yang mati akan hidup lagi, karena kamu adalah salah satu putri dari kerajaan vampire maka peraturan itu berlaku untukmu, kau akan hidup kembali, dan kekuatan dari darahmu bisa membuat vampire lain berlipat bahkan sampai 10 kali, dan bangsa drakula ingin membunuhmu karena mereka takut akan punah jika ada vampire yang bisa menggigitmu, maka dari itu setelah kekuatanmu muncul bau dari tubuhmu sangatlah khas dan berbeda dari vampire lain jadi aku membawamu kemari, aku akan melindungimu sayang!!” Jelas sembari mengelus rambut panjang dengan lembut.
“Aku akan meminumnya!” Aku tersenyum padanya dan mulai meminum cairan itu, rasanya sama seperti air, bau amis dan lainnya sudah tak ada.

Saat aku selesai meminumnya tiba tiba segerombolan orang orang aneh mengepung kastil ini.
“Siapa mereka?, kenapa mereka mengeluarkan taring dan mengendus?”
“Mereka bangsa kita, sepertinya mereka sudah mengetahui keberadaanmu!”
“Tapi aku sudah meminum cairan ini!” aku menunjuk gelas yang telah kosong.
“Aku juga tidak tau kenapa mereka bisa tau!!”
Dia terlihat sangat cemas sekarang. Tiba tiba seorang wanita datang dengan membawa selembar kain yang berlumuran darah.
“Maaf tuan, sepertinya mereka datang karena ini!” Wanita itu menyerahkan kain tadi pada roy.
“Oh iya, darah ini!”
“Itu kan darahku!” Ucapku
“Benar, darahmu tercium oleh mereka, keadaannya tak baik untukmu bersamaku sekarang!” Ucapnya dengan memenggangi pipiku dengan menghusapnya membuatku menatap kedua manik matanya, entah kenapa aku takut kehilangannya.
“Aku ingin bersamamu, bawa aku pergi bersamamu di manapun itu!” Air mataku mulai menetes keluar, dadaku terasa sangat sesak.
“Aku akan selalu bersamamu, kalaupun kita tidak bersama bukan berarti kita pisah, karena aku ada di hatimu!”
Aku memeluknya, air mataku tumpah dalam dekapannya.
“Kamu harus pergi sekarang sayang, aku janji aku akan menjemputmu, jangan khawatir, oke?”. Aku mengangguk pelan. Dia mulai mengecup bibirku, membuat sekelebat bayangan muncul dalam ingatanku, namun aku tak tahu bayangan apa itu. Dia mulai menjentikan jemarinya lagi, “elang hitam kemarilah, aku butuh bantuanmu!!”, tak lama seekor elang hitam berubah menjadi sesosok pria.
“Bawa dan lindungi dia, dia adalah gadisku!”
“Baik tuan!” Ucap seseorang itu dengan berubah kembali menjadi elang
“Naiklah, dia akan melindungimu, dan pakai jubah ini!” ia memakaikanku sebuah jubah warna cokelat yang berbulu lebat. Aku menurutinya, ia membantuku menaiki elang tersebut dan elang itu mulai terbang meninggalkan kastil.

Sebelum sosok roy menghilang dalam pandanganku, ia sempat berkelahi dengan bangsa vampire setelah penjagaan kastil itu berhasil ditembus oleh mereka. Aku sempat khawatir padanya. Entah elang ini akan membawaku kemana, kupasrahkan hidupku padanya, namun sekelebat bayangan hitam mulai mengikuti kami…

Bersambung, nantikan episode selanjutnya guys

Cerpen Karangan: Aisyifive
Facebook: Aisyah novi
Maaf ya cerpennya tak beraturan begitu, berikan komen ya guys agar bisa ngerti letak kesalahannya dan bisa update episode selanjutnya. salam.

Cerpen Kekasih Yang Hilang (Part 1) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Lebih Indah dari Romeo Juliet

Oleh:
“Malam terlalu sunyi untuk berdiam diri, mengingatkan aku pada satu kisah nak! Izinkan si tua ini menceritakan satu kisah sekali lagi! Ini bukanlah kisah beberapa waktu lalu atau dahulu

Nada Nada Cinta

Oleh:
Adnan dan Bayu yang memiliki kayakinan besar terhadam impiannya, untuk menjadi musisi besar sangatlah kuat. Mereka mencoba memperomosikan demo lagu mereka ke berbagai lebel rekaman, tapi tidak ada satu

Sweet And Bitter

Oleh:
“Cokelat!” gumamku dalam hati. Perlahan tangan mungilku mengambil potongan cokelat kecil di dalam kotak yang mengkilap warnanya oleh warna keemasan. Ku buka mulut mungilku, pelan-pelan aku masukan ke dalam

Sekarang Aku Tahu Maksudmu

Oleh:
Jam 21.00. Sudah kesepuluh kalinya aku melihat gadis itu di sini. Di halte bus ini. Ya, gadis semampai, dengan rambut bergelombang pirang itu. Bukan apa-apa sih. Tapi selama sepuluh

Katakan Saja Tidak Suka

Oleh:
“Aku sebenarnya… selama ini menyukaimu Ken.” Ujarku sembari menunduk menyembunyikan semburat merah di pipiku. Rasanya aku ingin mati saja sekarang, jantungku tak henti-hentinya berdetak dengan keras. Aku mendongakkan kepalaku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 responses to “Kekasih Yang Hilang (Part 1)”

  1. wisnu wan says:

    Maaf mas mau bertanya.
    Cerpen Kekasih Yang Hilang itu ceritanya bagus mas.
    Dalam cerpen Kekasih Yang Hilang itu ada tokoh yang bernama Roy, Roy itu sempat berkelahi dengan vampire. Kira-kira dalam pertarungan itu yang menang Roy atau Vampire nya mas?

  2. Anonim says:

    kayak pernah baca, bedanya pemainya telah di ubah. bedahnya lagi cerpen yang pernah aku baca bukan elang hitam tapi serigala putih. ummm tpi entahlan ini mungkin cuma kebetulan ajha yah. ditunggu kelanjutannya jika ceritanya masih persis berarti ini plagiat. terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *