Kekuatan Cinta

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 21 June 2015

Rindu menjadi bisu saat dia tak pernah tau. Bagaimana dia tau? Aku dan dia mustahil menyatu. Dia punya segalanya sementara aku hanya punya cinta. Cinta? Apa 2 suku kata itu mampu mengunci mulut keluarganya?
“Bukan begitu sayang, jangan memaksakan. Ini memang perbedaan. Dan tolong jangan salahkan Tuhan Sang Skenario Kehidupan. Ingat ini cuman skenario Tuhan!” Katanya
Tetapi tetap saja aku tertawa geli melihat hidup ini ternyata perbedaan materialistis tidak merestui. Konyol! Punya cinta sama tapi tak bisa bersama.

Untung aku punya pepatah lama “kalau jodoh tidak akan kemana” dan “kalau cinta harus diperjuangkan” pepatah sepele tapi menguatkan. Sosoknya memang sederhana tidak serumit keluarganya yang menuntut wanita punya tahta dan harta. Bahkan aku sempat lelah meyakinkan ini permainan cinta yang hanya berakhir luka. Kalau bukan karena pepatah lama dan kekuatan cinta aku sudah lama menutup rasa ingin bersama.

Tempat kita berbeda. Aku gadis desa dan kamu pria kota. Kamu pengusaha dan aku wanita biasa. Pertemuan kita pun hanya lewat percakapan sederhana. Sangat sederhana tidak serumit cinta kita! Aku hanya butuh kesederhanaan cinta. Aku ingin membuat istana cinta bersamanya. Tolong jangan rubuhkan istana cinta kita. Kita memang beda apa salahnya bersama?

Air mataku jatuh. Aku lemah. Ternyata cinta sangat cepat berevolusi menjadi puing-puing kekecewaan ketika mereka membandingkanku dengan wanita lain. Apa hanya karena aku wanita desa? Aku pun butuh cinta pria! Sama seperti wanita lainnya!

Teringat kita. Menyepakati diri merekatkan jemari. Saling menguatkan hati. Menyikapi bahwa perbedaan bukan pertentangan. Dia selalu berkata bahwa perbedaan akan mengisi kebahagiaan asal cinta selalu sejalan. Perkataan yang menguatkan bukan?

Dia pria bijaksana rela bertekuk lutut di depan mereka untuk mempertahankan cinta. Dia pria tangguh tak pernah gentar melindungi ku. Dan dia lah pria setia tetap memilih ku walau banyak wanita memilih nya. Tuhan… aku bahagia memiliki dia.

Ya… dia suamiku. Cerita cinta 15 tahun yang lalu menguatkanku. Memberikan warna abu-abu menjadi baru. Memberikan keluarga baru. Sungguh skenario Tuhan tak ada yang tau!

Kami ceritakan kisah cinta 15 tahun yang lalu untuk anak-anakku bahwa kekuatan cinta bisa merubah segalanya. Pesimis menjadi optimis. Mimpi tak lagi mimpi semua sudah terjadi.

Dulu istana cinta yang kita buat hampir rubuh tapi kekuatan cinta bisa mengubahnya menjadi utuh bahkan indah. Kini kekuatan cinta hadir lagi yaitu anak-anakku. Hasil perjuanganku dan suamiku. Suatu paket kebahagiaan dari Tuhan! Mengejutkan dan mengharukan tetapi inilah Rahasia Tuhan.

Cerpen Karangan: Risma Dwi Meidita
Facebook: Risma Dwi Meidita

Cerpen Kekuatan Cinta merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Berpindah ke Lain Hati

Oleh:
“Hana ini adalah hari perpisahan ku, mungkin kita ngak akan sama-sama lagi seperti hari-hari sebelumnya, aku akan melanjutkan kuliah ke BRAMA WIJAYA jawa timur, kamu kan tahu sendiri bahwa

Setelah Lulus SMA (Part 2)

Oleh:
Kencan pertama kami lancar-lancar saja kencan hari kedua aku pun berniat mengajak Elis pada sore hari, dengan pura-pura lewat di depan rumah Dinda. Berharap saat aku lewat di depan

Apa Maksudmu?

Oleh:
Bremm, bremm, takkk, suara motor Doni yang baru saja tiba di sekolah. Ia lansung memarkirkan motornya di bawah sebatang pohon rindang di sekolahnya. Yah, seperti biasa Doni yang merupakan

Penantian Berharga

Oleh:
Hari ini.. Iya, hari ini tepat satu tahun aku menunggunya, menunggu dia menepati janjinya untuk menemuiku di sini, di taman ini. Awalnya ku kira menunggu dia adalah hal bodoh

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *