Kelasku Cinta Pertama dan Terakhirku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 12 July 2015

Di lorong sekolah ku dulu, aku berjalan menyusuri tiap kelas yang telah lama berasa di sana, langkah kaki ku terhenti saat melihat satu kelas yang mengingatkanku dalam cinta masa lalu ku, masih teringat jelas masa masa itu, di saat aku merasa kagum pada seseorang yang tak pernah melihat ku dan menganggapku ada.

“wah tuh cowok keren yah” gunam ku dalam hati saat melihatnya berjalan tepat di depan ku.
Seiring berjalannya waktu lama kelamaan aku mulai dekat dengannya dari bercanda bareng hingga duduk bersebelahan. tapi itu tak lama setelah sahabatku tau kalau aku menyukai Revan namanya, dia pun mulai menjahuiku hingga ujian kenaikan kelas yang memisahkan kita.

1 tahun berjalan seperti air yang mengalir tak tau arah, setiap aku bertemu dengannya selalu membuang muka dan tak berani melihatnya, mungkin karena malu atau apalah, tapi dari situlah aku mulai bimbang antara cinta atau hanya sekedar naksir, tapi baru aku tau jawaban dari pertanyaan ku tadi bahwa aku hanya sekedar mengaguminya saja, karena pada saat itu tepat di depan ku Revan menggandeng erat tangan seorang gadis cantik yang menjadi cewek cantik di sekolah, di saat itulah aku menyadarinya.
“veb liat tuh Revan jalan sama Niki!” suara sahabat ku Tika sambil menyeret ku keluar kelas
“hah mereka pacaran? wah gawat saingan mu berat veb!” ucap tria
“oh itu,” jawabku singkat dengan senyum kecil
“selamat yah semoga kalian bahagia” geruntu ku dalam hati sambil melihat mereka berdua, aku tau dia sempat melihatku saat melewatiku, tapi aku malah tak merasakan sakit hati atau apapun itu.

Setelah beberapa minggu dan bulan aku baru mendengar kalau Niki menduakan Revan dan bodohnya Revan masih setia sama Niki, dari situlah aku ngerasa geregetan “kenapa cowok seperti kamu masih setia sama cewek kayak gitu sih? kamu kenapa?” geruntuku dalam hati setiap melihat Revan dengan Niki.

Beberapa bulan telah berlalu saatnya aku naik ke kelas 3, saat melihat daftar nama di tiap kelas tak sengaja nama ku terpampang di kelas 9A lalu aku masuk seperti biasa tapi tak disadari aku melihat sosok Revan yang masuk setelah aku.
“hah Revan sekelas sama aku, ah… kok gini” ucapku kesal tapi dengan nada kecil,
“ah gak papa lah, jangan liat dia,” tambah ku menyadarkan diri

Selama sekelas dengannya sepatah kata pun tak pernah terucap darinya untuk ku, sampai pada saatnya aku tak sengaja kerja kelompok dan parahnya itu semua anggotannya cowok semua, tapi saat itu aku senang karena Revan melihatku dan meberikan tatapan marah gitu, tapi di satu sisi aku harus nyadar kalau aku bukan tipe Revan.

“hey” suara revan
“hah, ada apa?”
“loe tuh yah, kenapa masuk kelompok cowok coba?, loe tau kan ini anggotanya cowok semua!” dengan nada kesal
“hah, oh kelompok ini dibentuk sama gurunya, aku gak ikutan” jawab ku
Revan pun tak menghiraukan sorotan mata yang tertuju padanya, dia langsung menggandeng tangan ku dan menarikku keluar dari kelas
“hey kamu apa apaan sih? kita masih jam pelajaran!” ucapku kesal
Tapi Revan tak menghiraukannya, dan pada saatnya aku dan Revan berhenti di taman belakang sekolah
“gue mau loe jujur sama gue!” ucap Revan sambil mengatur nafasnya yang terengah engah
“jujur apa an?”
“dulu gue denger loe suka sama gue” ucapnya penuh keraguan
“apa rasa itu masih ada buat gue?” tambahnya
“hah, ah itu.. emm..” ucapku kebingungan karena Revan menayakan hal yang baru pertama kalinnya ada cowok yang menayakan itu ke aku
“veb” ucapnya
“maaf, baru aku menyadari kalau rasa ku dulu itu hanyalah rasa kagum semata! dan itu gak akan lebih, van”
“begitu mudahnya yah, kau mengubah perasaan itu, padahal aku telah berusaha memastikan hati ku”
“maksud kamu”
“aku pacaran, aku gandengan semuanya aku coba tepat di depanmu, agar aku tau bagaimana perasaan ku untuk mu dan sebaliknya”,
“revan..”
“tak apa, tapi boleh kah aku menyimpan cinta ini?”
“terserah kamu, asal kamu jangan terluka!” jawab ku pelan.

Setelah kejadian itu kita langsung serius melakukan ujian terahir kita, deg degan pun terasa hebat saat melihat hasil ujian yang akan muncul, dan akhirnya “alhamdulilah kita lulus semua!!!” teriak ketua kelas kita yang terlihat senang banget dan akhirnya pada saat itu kita hanya bisa tersenyum melihat satu sama lain.

“akhirnya loe datang juga” suara yang tak asing bagi ku, “revan..” ucapku shok, “loe masih sama seperti yah dulu! nada bicaramu saat menyebut namaku” ucap revan, “apa..” suara ku terhenti saat revan menarikku dalam pelukannya yang terasa nyaman buat ku, “aku masih mencintaimu, apa kamu mau jadi tunanganku?” bisiknya di telingaku, aku pun hanya mengngangguk sambil menangis bahagia.

TAMAT

Cerpen Karangan: Novia Dwi Permata Sari

Cerpen Kelasku Cinta Pertama dan Terakhirku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Happiness

Oleh:
Namaku Zidane Rizqy Ramadhan. Dan cewek yang ada sebelahku ini namanya Adeeva Afsheen Myesha. Deeva ini adalah sahabatku dari TK hingga kelas 3 SMA sekarang ini. Sebernanya aku menyukainya

Ketika Sahabat Berkhianat

Oleh:
Teeet.. “hey Kartika sedang apa kamu disini?” tanya Lisa dengan mengagetkan Angel yang sedang melamun di pinggir kelas. Hai namaku Angelina Kartika Putri aku sekolah di SMA NEGERI MEDAN,

Kamu Aja Deh

Oleh:
“Allahu akbar Allahu Akbar” “Hoaammmmm, masih ngantuk nih,,” Suara Adzan Subuh itu lagi. Suara yang biasa membangunkanku seperti pagi ini, pusing bener rasanya, ku paksa kucek-kucek mata yang masih

Febis

Oleh:
Bumi tak pernah memandang orang lemah, kurang, bahkan buruk. Tapi bumi tersenyum bagi orang yang tersenyum pada alam. Ketika itu juga matahari dan seluruh alam tersenyum pada kita. Bersyukur

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *