Kembali

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 10 June 2017

Kata kembali sering kudengar di mana-mana, di tempat-tempat yang kusinggahi. Bertahun-tahun aku menunggunya di sini berharap dia kembali, kekasihku. Tahun demi tahun, malam berganti malam bagai kertas yang mengusam, kulihat sekeliling taman ini semuanya telah berubah dengan cepat, tapi rasa ini masih sama dengan yang dulu. Kunantikan kau datang. Ohh mengapa jarak memisahkan kita?! Mengapa hari demi selalu berselimut duka bagai pisau menusuk dada, mengapa tahun terasa hampa hening bisu?

Aku ingat kejadian itu, aku bertemu dengannya saat kerusuhan yang melukai pelipis matanya dengan sebuah batu yang terlempar ke arahnya, dan saat itulah kami selalu berjumpa. Tapi perpisahan mengapa terjadi?! Nyala api yang menghanguskan perkampungan itu! Hening di sekitarku, suara langkah kaki mendekat, seorang wanita di sebelahku berdiri mendengarkan semua ocehanku ini. “tidakkah kau bosan berkata itu? Berapa sering aku mendengarkannya, seakan kau seperti orang yang putus cinta?” katanya. Kulihatnya dan bertanya siapa dirinya, baru kali ini aku bertemu perempuan di malam ini, hanya bangku taman bisu yang menemaniku dikesunyian ini, kataku padanya saat itu ia tidak menjawabnya dan langsung duduk di sebelahku, ya.. bangku taman itu cukup luas jadi ada sedikit jarang di antara kami, ia hanya terdiam saja, aku bertanya apa urusannya di sini apa ada hal yang menarik di taman ini “aku datang hanya untuk melepas lelah dari kebisingan, tidak ada lah yang menarik, termasuk dirimu!” tanyanya sambil menunjuk ke arahku.
Kubalik menjawab “memang aku tertarik padamu? Jangan mimpi hhahha… aku tahu kau wanita yang kesepian bukan? Kemarilah, apa yang membuatmu datang ke tempat seperti ini?” kataku sambil tertawa di hadapannya dan balik bertanya “apa suamimu tidak mencarimu? Oh aku tahu, kau wanita yang ditinggal kawin lari oleh suamimu kan?” sambil tertawa aku bicara padanya dan saat itu juga muka wanita itu berubah menjadi marah karena perkataanku itu, mungkin kata-kataku menyinggu hatinya. “buruk betul prasangkamu itu! Punya suami atau tidak itu bukan urusanmu!!” nada bicaranya berubah menjadi tinggi. “di tempat ini aku teringat pada peristiwa masa laluku yang kelam akan api yang menghanguskan perkampungan!” katanya sambil marah, kudengar perkataannya itu dengan serius dan ia lanjut berbicara padaku “kau tahu? Gedung-gedung mewah itu berdiri di atas kuburan! Dan orang-orang tidak pernah mempedulikannya, aku ke sini bukan karena cengeng atas masa laluku, entah mengapa masa lalu teringat kembali” katanya itu.

Tak kusangka masa lalunya sungguh berat, tapi aku sering datang ke sini, tapi tidak pernah melihatnya di taman ini, apa dia sedang mempermainkanku? Atau ia mata-mata dari para tikus-tikus itu?. Tidak gayanya bukan seperti mata-mata, “seandainya kita punya pengalaman hidup, apa boleh kau cerita tentang pengalamanmu padaku? Apa kau pernah dikeroyok massa karena telah menodai gadis orang?” katanya sambil tertawa padaku, aku tidak pernah menodai gadis orang, justru aku korban dari kerakusan para tikus, negeri ini telah hancur dan membuat orang-orang kehilangan akal sehatnya. Mereka seenaknya merampas tidak mempedulikan orang-orang seperti kami, oleh orang-orang yang berhati babi hutan itu. Keluargaku mati. Kekasihku, kekasihku hilang saat peristiwa itu, pikirannya yang cerdik itu membuat mereka ketakutan. dan ia ditangkap paksa oleh mereka! Sejenak ia memotong ceritaku “lalu apa yang terjadi?” katanya sambil menyimak yang aku ceritakan, setelah itu aku mencari dia, kutunggu kabarnya dari setiap orang. Aku harap ia kembali. Aku masih ingat betul perkataannya “negeri ini hancur berantakan karena petinggi itu yang tak pernah peduli nasib rakyatnya! Kalian benar-benar memalukan!” sungguh aku dibuat terpesona padanya. Aku yakin ia akan kembali, hening saat itu pikiranku terus mengingat sesuatu kejadian yang kulupakan. “kata tahu dunia itu penuh misteri yang tak pernah terungkap” katanya sambil melihat ke langit malam itu, pikiranku terus mengingat-ingat sesuatu dimasa lalu itu.
Seketika terbesit di pikiranku saat itu, puisi yang ia tulis bertahun-tahun yang lalu, seakan bait-bait puisi itu datang kembali dalam pikiranku ini. “apa kau mau mendengarnya?” kataku. “puisi? Kekasihmu seorang penyair? baiklah aku ingin mendengarnya” katanya sambil tertawa, aku menarik nafasku. Selesai ku bacakan puisi itu, kulihat dia terdiam dan wajahnya menata ke arahku sambil kebingungan, dia hanya terdiam aku tanya mengapa ia terdiam, apa yang barusan kubaca itu mengingatkan ia pada sesuatu? Ia terlihat menatap, lalu “bayangmu selalu hadir di matahari, aku tak akan bingung kemana lagi jika berjalan tanpa arah, jika bintang kilau itu adalah dirimu” katanya, aku terdiam mendengarkan kata-kata itu

Ia terus bertanya mengapa aku terdiam. “sungguh itu kata-kata yang indah, siapa yang menulisnya” kutanya padanya. “yang tak kena putus asa, di hatinya dan penuh tekad kuat” katanya sambil melihatku. Engkau itu bayang-bayang yang hadir di hidupku.. iya kau yang sama! Kau nirmahku! kau selama ini yang ku tunggu kembali, terlihat dari matamu yang indah itu, “kau kembali?!” kataku sambil memegang tangannya, ia tampak menangis, aku pun juga menangis, kekasihku kembali! Terucap di mulutnya “bertahun-tahun aku di sebuah penjara yang gelap, tidak ada lampu, bahkan cahaya matahari pun tidak pernah kurasakan, hanya bintang yang kulihat di sana, mereka menyeretku dengan paksanya. Mereka kesal karena aku pernah memata-matainya!” katanya sambil menangis menceritakatn semua yang terjadi padaku.

Tak kusangka wanita yang duduk di sampingku adalah kekasihku, aku tak menyadarinya. Hanya matanya yang sama saat kita pertama kali berjumpa, aku sangat menantikanmu. Takkan pernah kutinggalkan lagi dirimu, kupeluk dirinya seeratnya, kami saling menatap dan mendekat, dan aku bisikan kata “kita sama-sama hilang dan kembali, kita bagai dongeng di malam hari, kita berjumpa kembali disaat mekarnya mawar” ia pun membisikan kata di telingaku “kita sama-sama hilang dan kembali”.

TAMAT

Cerpen Karangan: Vetti Octaviana
Facebook: Vetti.octaviana
Nama: vetti octaviana
Alamat: Kp. Sidamukti jalan H dimun raya, gang nurul iman I RT : 004 RW : 006, cilodong depok
Instagram: @Vettioctavia
Twitter: @VettiOctaviana
Email: Vettioctavia[-at-]gamil.com

Cerpen Kembali merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


I Do, Nata!

Oleh:
Aku tersadar dari kegelapan yang entah berapa lama mengedap di mataku. Dan saat itu ketika pusing menyerangku, tiba-tiba jemari seseorang membuka kelopak mataku, dan memeriksannya dengan sebuah senter kecil

Faith (Part 1)

Oleh:
Ayu berjalan ke ruang guru untuk mengumpulkan tugas matematika kelasnya. Sesampai di depan ruang guru, Ayu bergegas membuka pintunya, berjalan menuju meja Ibu Nurul yang terletak di pojok ruangan

Perpisahan Terpahit

Oleh:
Pagi yang cerah,bersama helaian tanganmu,bersama peluk erat cintamu.kutak akan lupa akan cinta manismu.semua terserah pada hatimu untukku. Aku icha kelas 2 SMA.gue punya pacar namanya Adzkal.dia sayang banget sama

Miss Confident

Oleh:
Di dalam kelas kosong itu, aku melihat. Rambut hitam panjang bergelombang.. seperti aliran tinta yang turun dari kepala. Dan juga sepasang bola mata indah kecokelatan, layaknya sebuah karya seni

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *