Kemilau Desember Ku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Galau
Lolos moderasi pada: 3 August 2014

Aku tidak pernah tau. Bahwa hari itu. Akan berlanjut dan mengubah pandangan hidup ku di masa depan. Sebuah pandangan yang melayang. Yang tanpa aku sadari mengarah ke arah ku. Sekilas.. Aku memang sempat menengok ke depan. Dan menyadari seseorang dengan begitu cepatnya membuang pandangan ke arah lain. Dan aku kembali berpikir. Mungakin itu cuma perasaan ku saja.

Mengenalnya.. Bisa dikatakan sebuah kebetulan. Bahkan kita juga tidak pernah saling menyapa satu sama lain. Dan saat itu.. Dia cukup dikenal di kalangan angakatan ku di sekolah. Meski terkadang berada di satu moment yang bersamaan. Tetap kita tidak pernah mengeluarkan sepatah ataupun dua kata yang terlontar.. Lazimnya antara orang yang saling kenal.

Pernah sesekali aku merasa sangat jengkel terhadapnya.. Tapi bukan karena dia menjahili atau menggoda ku layaknya teman-teman ku yang lain yang suka jahil dan membuat ku jengkel.. Tapi karena sikapnya yang seolah mengabaikan ku. Aku merasa seperti tidak pernah dianggap ada di antara yang lainnya.. Dan karena sikapnya ini pula aku memutuskan untuk mengambil jalan yang sama. Dan alhasil.. Wajahnya tidak pernah tergambar dengan pasti di bayangan ku. Dan anehnya.. Semua tentangnya selalu sampai ke telinga ku.. Dan secara tidak sengaja pula. Bahkan aku sendiri tidak pernah berniat untuk tahu.

Enam tahun berlalu. Waktu yang terbilang cukup lama.. Bahkan sangat lama. Aku tidak pernah melihat atau mendengar tentangnya lagi. Pernah suatu ketika aku sempat berurusan gara gara masalah kesamaan “nama”. Waktu itu teman dekat ku.. Kembali menyebut namanya yang hampir hilang dari benak dan ingatan ku. “jangan kan untuk smsan.. Manggil namanya atau sekedar menyapa aja gak pernah. Kamu salah orang say” Demikian ku timpali pertanyaan teman ku yang sedikit curiga kalau kalau aku punya hubungan spesial sama dia. Dan untungnya aku sempat mendengar dan melihat di suatu akun di internet bahwa dia memang sedang dekat dengan salah satu teman yang satu angakatan denganku juga dan namanya juga sama dengan nama ku. Dan setelah ku jelaskan baik baik.. Barulah teman ku mengerti dan pembahasan pun selesai sampai disitu.

Agustus 2011
Seperti biasanya liburan semester tiba.. Tidak akan lama ku biarkan waktu berlalu untuk berlibur di rantauan. Yah, meskipun tidak terbilang jauh dari kampung halaman.. Terlebih lagi.. Ada pekerjaan yang selalu menunggu ku di rumah karena untuk saat itu cuma mama perempuan yang ada di rumah.. Karena adik ke-dua ku juga baru beranjak dari sma dan baru saja merantau lagi ke pulau seberang utara sana. Dan kepulangan ku kali ini agak sedikit berbeda dari biasanya. Aku yang biasanya jarang bahkan tidak pernah ke luar rumah, maka untuk kali ini aku diajak ke luar.

Singakat ceritanya.. Aku mengunjungi rumahnya karena harus menjemput adiknya buat barengan keluar. Oopps.. Hampir lupa.. Adik laki lakinya satu angakatan dengan ku.. Dan tidak tahu kenapa.. Tiba tiba terbesit dalam pikiran ku menanyakan kabarnya. Dan sejujurnya aku tidak pernah lagi melihat bahkan berpapasan dengannya setelah selesai sma. Namun ku urungakan niat ku karena tertahan suatu hal. Hingga akhirnya liburan berlalu.. Dan aku kembali ke tempat tujuan belajar ku..

Beberapa bulan berlalu. Sampai saatnya lebaran idul fitri, aku tidak bisa mudik karena khawatir dengan urusan skripsi ku yang mandet gara gara jarang ketemu dosen pembimbing ku.. Ku putuskan untuk tahun ini lebaran di sini.. Di mataram.

September 2011
Suasana masih terasa sepi.. Sepekan lebaran berlalu.. Belum ada tanda tanda bahwa teman teman kos ku akan balik dari kampung halaman mereka.. Ku paksakan diri ku untuk terbiasa sendirian. Dan yang bisa ku lakukan hanya makan tidur.. Dengan bekal makanan yang ku beli sebelum balik ke kos. Ku biarkan leptop ku selalu nyala.. Karena hanya dengan itu rasa sepi ku sedikit hilang.. Sekedar tengok apa saja yang lagi ramai diperbincangakan di “fb”. Fb lah yang jadi teman pengusir sepi ku untuk saat ini.. Meski pun tidak ada teman yang bisa ku ajak ngomong lewat chatting.

Pukul 19.00. Adzan isya baru saja berkumandang dari mesjid sebelah kos.. Waktu itu suasana hati ku sedikit kacau dan tekanan darah tinggi.. Tapi tidak perlu ku jelaskan kenapa.. Dengan langakah sedikit gontai.. Aku beranjak dari tempat tidur dan mencuci muka. Ku buka kembali layar laptop ku yang sudah seharian tadi tidak pernah ku sentuh.. Akun fb ku terbuka dan tiba tiba. Klik… Ada pesan masuk dengan nada “tanda tanya dua kali..” dan pengirimnya tertera nama yang sangat ku kenal. “abdul haris heryani” Setelah ku cek, ternyata firus yang baru baru ini ku buka dengan tidak sengaja. Dah tersebar dan terkirim semua ke teman teman fb lain yang sedang online. Dan dengan cepat ku kirimkan pesan maaf karena aku sendiri juga tidak tahu kenapa bisa begini.

Beberapa menit komunikasi mulai lancar dengannya. Pertanyaan demi pertanyaan mulai muncul seputar tentang apakah aku mengenalnya atau tidak. Dan berlanjut saling tanya kabar. Sekilas yang ku ingat tentangnya, ciri khasnya tidak pernah terlepas dari “topi”. Yang membedakannya dari yang lain. Ada satu hal yang unik menurut ku saat itu. Kami sama sama menanyakan kapan akan menikah.. Dan tidak ada yang hendak berniat mau mendahului duluan.. Hingga akhirnya dia sendiri yang memutuskan untuk disamakan saja waktunya nanti. Entah apa yang terjadi.. Tanpa sadar.. Beberapa menit yang ku lewatkan berbicara dengannya.. Aku merasa seperti menemukan dunia baru.. Ku rasakan hati ku begitu bebas dan tenang.. Bahkan tersenyum sendiri melihat uraian uraian gurauannya yang sedikit konyol namun lucu. Namun saat itu belum sempat terpikir dengan jelas.. Yang ku tahu.. Bahwa dia adalah orang yang dulu pernah ku kenal.. Dan tak ku sangaka dia begitu ramah bahkan jauh dari penilaian ku sebelumnya. Sebenarnya aku juga tahu dia orang yang seperti apa.. Hanya saja.. Aku tidak pernah mengerti sikapnya dulu terhadap ku.. Dalam arti.. Aku merasa seolah tidak pernah ada di sela sela teman teman lainnya..

31 desember 2011
Tahun baru sebentar lagi dimulai. Seperti biasa, aku adalah salah satu dari berjuta ribu orang yang ada di indonesia.. Khususnya di lombok yang menunggu Percikan kembang api di atas langit sana. Pernah sekali waktu memasuki tahun 2010.. Aku bela belain keluar malam hanya untuk sekedar melihat percikan kembang api dari dekat.
Karena kebetulan waktu itu kampus ku mengadakan acara malam pentas seni dekat rektorat.. Yang lumayan dekat dengan area kos kosan ku.

Pukul 00.00.
Happy new year 2012. Bunyi percikan kembang api menggema di sela sela kota mataram.. Bahkan keramaian di jalan jalan raya menuju pantai senggi tidak bisa terkendali lagi..

Seperti biasa.. Pantai senggigi menjadi tujuan utama para remaja maupun dewasa untuk ikut meramaikan malam tahun baru. Tak ketinggalan juga diri ku. Namun tidak seperti yang lainnya.. Aku hanya bisa menikmati malam kembang api di lingakungan kos barengan teman teman lainnya. Dan selang beberapa saat. Mataram diguyur hujan deras. Dan tak tahu gimana nasib orang orang di luar sana.. Yang jelas yang bisa ku lakukan hanya berdiam diri di kamar.. Dan untungnya ada notebook sekaligus modem teman yang tidak sedang dipakai.. Alias nganggur.. Dan untuk melewati malam ini.. Ku putuskan untuk bergadang walau hanya ditemani teman teman di facebook yang tidak ketinggalan juga meng’update status harapan harapan mereka di tahun selanjutnya.

#pesan masuk darinya “.Bla.. Bla.. Bla.” dan tanpa ku duga.. Kata kata suka terlontar darinya setelah beberapa saat bersenda gurau. Sempat terlintas di pikiran ku.. Bahwa hal itu hanya sekedar candaan untuk meramaikan suasana. Sempat juga ku berpikir negatif terhadapnya.. Berpikir bahwa dia adalah orang yang gampang mengatakan suka.. Padahal kabarnya baru saja putus dari yang kemarin. Ckckckck. #tragis.

Awalnya aku mencoba mengalihkan pembicaraan.. Namun dengan sedikit terpaksa aku menjawab bahwa aku hanya menganggapnya sebagi kakak.. Tidak lebih. Perasaan ku masih berkecamuk, ditambah skripsi yang belum kelar kelar padahal jadwal batas pendaftaran ujian tinggal beberapa hari. Sedikit perasaan gak enak timbul dalam pikiranku.. Kalau kalau dia menganggap aku tidak sopan.. Dan memang niat ku belum terpikirkan untuk mengisi hati ku dengan seseorang yang lain lagi.

Sebenarnya, ada benarnya juga jawaban ku saat itu. Karena kelak, kata “mencoba” tak kan ku buat terulang lagi untuk kedua kalinya. Mencoba untuk urusan hati. Karena bisa jadi kita sendiri yang kelimpungan.

Pembicaraan berhenti sampai disini. Tidak ada kelanjutan.. Sampai akhirnya dia menghilang dari hiruk pikuk facebookers. Terakhir ku ingat akunnya sudah tidak aktif.. Dan pembicaraan waktu itu lambat laun hilang dalam ingatan ku. Tapi sempat ku tersenyum sipu jika sesekali aku mengingat saat itu.. Betapa tidak. Orang yang selama ini aku kira tidak pernah mengangap aku ada di sekitarnya.. Tiba tiba mengatakan suka.. Dan bahkan terdengar sangat humoris. Aneh.

Maret 2012
Hampir dua minggu wisuda ku berlalu.. Dan tentu saja aku belum bisa balik ke kampung halaman.. Lantaran transkrip nilai ku belum keluar.. Dan kabarnya.. Harus menunggu sebulan baru bisa diambil. Hari hari ku berlalu dengan non activitas.. Facebook tetap jalan.. Karena hanya itu yang bisa ku kerjakan selalin mendownload film film favorit. Entah karena sindrom gak ada kerjaan aku jadi terbiasa tidur pagi. Insomnia. Malam hari mata ku tidak bisa terpejam dengan pulas. Dan alhasil.. Subuh ketika orang adzan baru bisa terpejam, dan parahnya aku selalu bangun siang hari.. Benar benar bat woman. Hehehe*

Pukul 12 malam lewat beberapa menit.. Seperti biasa mata ku belum bisa terpejam.. Dan yang bisa ku pelototi hanya layar yang terpampang akun facebook. Entah kenapa saat saat ini hari hari ku selalu bergantung pada facebook. Layar laptop ku tidak pernah menampilkan hal lain selain beranda facebook.. Hingga sekedar ke kamar mandi saja hanya untuk mandi. Dan malam ini ku putuskan untuk mencuci muka dan menggosok gigi dulu sebelum tidur..

Sekembalinya dari kamar mandi.. Ku lihat ada pesan terkirim.. Dari facebook. Dan ku buka.. Ternyata dari dia. Setelah hampir sebulan hengakang dari facebook.. Akhirnya dia muncul lagi.. Dan kemunculannya kali ini.. Benar benar mengubah hari hari ku selanjutnya. Sampai saling tukaran nomor hp.

Berlanjut ke hari hari berikutnya.. Komunikasi di antara kami begitu lancar.. Hingga tiada satu pun hal yang terlewati yang tidak kami ceritakan.. Mulai dari diri sendiri.. Teman teman.. Hobi masing masing.. Kuliah.. Sampai keluarga. Pernah juga sesekali menengok ke masa dulu. Masa masa dimana kami masih saling malu.. Entah bisa dikategorikan itu atau tidak. Yang jelas tidak pernah punya kesempatan untuk sekedar say “hi”. Sampai suatu ketika.. Sebuah pengakuan yang tak terduga keluar dari mulutnya. Pandangan yang ku rasakan saat itu. Ketika sedang berjalan.. Entah lagi membayangakan apa di sela sela teman teman lainnya. Tiba tiba mata ku tertuju pada seseorang di depan ku.. Dan tak ku lihat dengan jelas bahwa dia sebenarnya memperhatikan ku jalan beberapa saat sebelum aku sendiri sadar sedang diperhatikan.

Waktu berjalan dengan begitu cepat. Dan ku sadari akhirnya.. Bahwa dia telah mencuri bagian dari hati ku yang kusembunyikan erat dari yang lain. Hingga aku kembali menjalani hubungan dengan “long distance..”, sudah nasib ku memang. Namun kali ini terasa berbeda ku rasakan.

Hari.. Bulan. Berlalu. Setiap harinya aku berpikir dan sesekali bertanya.. Kapan tuhan akan mempertemukan kami.. Untuk berhadapan langsung.. Bukan hanya saling bersua dalam dunia maya. Dan terkadang aku juga berpikir apakah semua ini nyata. Dan ku namakan dia sebuah sketsa. Sketsa yang masih belum berwarna.. Sketsa yang masih ku simpan erat dalam hati ku. Berharap waktu tidak akan menghapusnya dari ingatan ku.

Desember 2012.
Di ujung jalan itu.. Terlihat sebuah sosok yang pastinya ku kenal. Sosok yang selama ini aku tunggu kehadirannya.
Aku berjalan mendekat. Dan tiba tiba.. Hati ku berdegup begitu kencang. Tak tahu mau mulai dari mana. Aku hanya mencoba membuatnya menghindari pandangannya terhadap ku.. Itu adalah pertemuan pertama kami. Setelah selang waktu sembilan bulan.

Seminggu bersamanya.. Seperti tidak pernah ada yang terlewati. Namun kebahagiaan yang aku rasakan terhenti setelah seminggu berlalu. Dia.. Harus pergi. Harus terlepas dari pandangan ku. Namun kisah ini belum selesai. Belum mencapai klimaks. Belum menemukan titik akhir.

Tak tahu kapan waktu akan membawa ku pada mu lagi. Untuk bertemu kembali. Dan faktanya adalah.. Bahwa aku masih menunggu sosok mu.. Hadir lagi di depan mata ku. Untuk melengakapi kisah ini. Kisah kita yang harus ditekan tanda “delay” oleh sang pencipta waktu. Ku hanya bisa menunggu dengan sabar. Waktu yang telah ditentukan olehnya. Untuk membangunkan lagi kembali kisah ini

Cerpen Karangan: Bee
Facebook: Hardianti Ningsih

Cerpen Kemilau Desember Ku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Iris (Part 1)

Oleh:
Apa yang akan kalian lakukan, jika seorang wanita berusaha mendekati kalian? Menjauh? Ya, itu mungkin pilihan sebagian besar laki-laki. Termasuk aku. Aku pun tak mengerti mengapa begitu pada awalnya.

Terbang

Oleh:
Apa yang seharusnya aku lakukan? Aku sudah tidak tahu lagi harus berbuat apa. Rasanya aku sudah tidak kuat lagi menerima tekanan ini. Ini begitu berat, berat sekali. Bahkan sepertinya

Surat Cinta Untuk Anggra

Oleh:
Aku wandi aku anak satu-satunya dari keluargaku, ayahku bekerja sebagai karyawan suwasta di salah satu toko di kampungku, sedangkan ibuku adalah ibu rumah tangga biasa, Hobiku adalah menulis cerpen,

Jalan Untuk Kembali

Oleh:
Bintang-bintang di galaksi kian redup. Sang venus mulai terlihat jelas. Jauh di ufuk timur sana. Tapi, siapa yang tahu luka ini. Seredup bintang itukah kalutnya perasaanku. Semerah Venus-kah goresan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *