Kenangan Masa Lalu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 28 August 2017

Satu orang baru hadir di hidupku, dia benar-benar baru tetapi sudah mampu memporak-porandakan hatiku. Aku baru mengenalnya sekitar 5 hari yang lalu dan berasal dari pertemuan yang sama sekali tak disengaja, namun saat ini aku merasa mulai terpikat dengannya. Awalnya aku yang memulai segalanya, berbalas rangkaian kata dengannya dan hatiku masih biasa saja bahkan aku yang sering menggombalinya. Tetapi semakin kesini mengapa semakin berbeda, aku merasa takut. Ya aku takut untuk jatuh cinta dan takut untuk patah hati yang kesekian kalinya. Ya Tuhan aku masih belum mengenalnya dengan baik.

Hari ini adalah hari jumat, ada jadwal lomba dance di fakultasku. Kami sudah melakukan persiapan dengan sangat matang –setidaknya menurutku- latihan sampai larut malam dengan keadaan kaki dan badan yang letih dan kram dimana-mana. Namun ternyata kami kalah –suatu kenyataan yang menyedihkan-. Tetapi karena hal ini aku mendapat pelajaran hidup dan aku sudah menemukan bakat yang ada di diriku. Dan berharap dapat tampil di tempat yang lebih megah dari ini. Kabar baiknya lagi, malam ini aku dijemput pulang olehnya dan dia dengan jahatnya menertawakan kekalahanku ini. Meskipun demikian aku sangat bahagia dan jangan sampai aku “baper” sama dia karena aku yang memulai tetapi aku yang takut untuk menjalankannya. Jika dia berhasil membuatku terpesona berarti dia memang jago mempermainkan hati wanita.

Mungkin memang aku yang salah menempatkan hatiku, padahal sejak awal aku tak berniat meletakkan hatiku terlalu dalam. Sebelum semuanya menjauh, izinkanlah aku kembali bangkit. Melihat seberapa baik dia?, bisakah dia membahagiakanku nantinya?, layakkah dia menjadi pengisi hatiku kelak?. Dan sebelum semuanya berjalan terlalu jauh, sebelum aku benar-benar jatuh cinta padanya, sebelum dia memenuhi segala pikiranku. Ijinkan aku kembali pada prinsip awalku tetap seperti ini tanpa ada cinta di permulaan.

Dan setiap kali aku merasa jatuh cinta, logikaku selalu mengingkarinya. Bukannya bahagia seperti gadis pada umumnya namun lebih pada perasaan takut, sedih, dan gelisah. Karena ketika aku jatuh cinta itu artinya harus siap pula untuk jatuh yang lebih dalam, dalam luka dan derita –patah hati-. Selalu hati bimbang apakah layak aku untuk jatuh padanya?, apakah aku nanti bisa bahagia bersamanya?, apakah aku sanggup mendampinginya setiap waktu?. Lalu yang paling penting, apakah dia juga memiliki rasa yang sama?, ah, itu yang paling ku takutkan ketika rasa ini menjadi rasa sepihak, dan pada akhirnya akan menghilang tak berbekas seperti pasir pantai yang diterjang ombak.

Malam ini aku sedang mendengar suaranya, dan aku nyaman dengannya. Aku merindukannya dia yang menyampaikan perhatian denga cara yang berbeda, aku menyayanginya bahkan mulai mencintainya. Dan itu artinya aku kalah dengan pertahanku selama ini. Lalu di kedepannya akan jadi seperti apa kita? Entahlah, biarkan cerita ini yang membawanya mengikuti angina senja, tapi kuharap semoga sang sutradara berpihak ke arahku, ke kisah kita nantinya.

Jadi seperti ini rasanya, bercampur. Setiap hari selalu terngiang akan dirinya, suaranya, wajahnya, tawanya, caandaannya, dan semuanya tentang dia. Dimanapun selalu terlintas bayangnya, di kampus, di rumah, di kantin, bahkan di kamar mandi. Teringat suaranya ketika menyanyikan lagu favoritnya “Dia” yang memiliki lirik yang sangat mendalam. Aku menyukai suaranya ketika sebelum tidur bernyanyi untukku. Dan juga yang berhasil membuatku guling-guling –kebiasaan yang kulakukan ketika jatuh cinta. Selalu merasa bergetar setiap aku mengingatnya. Aku menyukainya. Aku benar-benar menyukai segala sesuatu tentangnya. Dan aku merasa merindukannya.

Namun sekarang, kami mulai berjarak kembali. Disaat hati sudah menemukan tempat yang layak untuk berlabuh, dia kembali ditolaknya. Rasaku kalah dengan tugas-tugasnya, perhatiannya menghilang sepenuhnya. Menghilang yang sebenar-benarnya menghilang, bukan secara perlahan, tetapi langsung hilang tak berjejak secara tiba-tiba. Ketika aku telah terpaut akan pesonanya, tertarik dengan ceritanya dan terpikat pada semua hal tentangnya. Aku mencari namun dia lari.
Bisakah waktu berpihak kepadaku sekali ini saja, berikan sedikit waktu luang baginya, berikan sedikit waktunya untukku, untuk memikirkanku, tak perlu lama tapi setidaknya biarkan aku tahu bahwa bagian dari prioritasnya bukan hanya tugas dan laporan-laporannya yang membelengu harinya. Izinkan dia memiliki waktu untuk memikirkanku, merindukanku, dan mencari keberadaanku.

Dan pada akhirnya aku berusaha kembali seperti dulu, saat semua berjalan sangat baik meskipun tanpa adanya dirinya. Kembali fokus pada tugas kuliah dan kegiatan ku. Dia pun bahkan sudah melupakan atau mungkin memang tak pernah menganggapku berarti. Jujur sangat sakit yang kurasa tetapi hidup masih harus terus berjalan begitupun dengan ceritaku. Biarlah dia pergi dan menyia-nyiakan hati yang tulus untuknya, kuharap suatu saat nanti dia menyadari bahwa akulah yang terbaik buatnya. Juga dibalik itu semua aku mengucap terimakasih karena telah mau menghabiskan waktu bersamaku, merelakan hari-harinya bersamaku.

“Kya, kita pulang yuk! Senja juga udah mulai tenggelam tuh. Mamamu pasti udah cariin kita kayaknya.” Kata Olliv, sahabatku yang dari tadi menemaniku melihat senja terakhir di kotaku, karena besok kami akan kembali ke luar kota untuk kuliah seperti biasanya.

Bersama berakhirnya senja, berakhir pula kenanganku dengannya. Kan kutinggalkan ceritaku bersama terbenamya matahari kali ini. Takkan lagi kukhayalkan dia kembali dengan senyum manisnya. Aku akan melepaskan. Melepaskan kepergiannya. Bukan melupakan, karena akan tetap kuingat sebagai pelajaran hidup nanti.

Ern

Cerpen Karangan: Ernis N Fadila
Facebook: Ernis N Fadila
hai nama gue Ernis N Fadila, gue kuliah di Universitas Negeri Malang, Fakultas MIPA di jurusan Kimia. gue seneng nulis dari jaman smp tapi jarang banget di publish. dan saat ini menulis hanya selingan dikala lagi free dari tugas kimia yang membingungkan.

Cerpen Kenangan Masa Lalu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Berharap

Oleh:
Ditengah kesunyian malam, seorang Pria sedang menantikan sebuah balasan pesan singkat yang dikirimkannya pada seorang wanita. Malam semakin larut, ia masih terjaga walaupun dengan mata yang sedikit berat, semakin

Menggenggam Cinta

Oleh:
Kata sederhana, tetapi mampu menghadirkan berjuta luka. Cinta. Tik tok tik tok tik tok Alya masih setia dengan posisinya, tidur terlentang sambil menatap detik jarum jam yang selalu berputar.

Tanah Air dan Udara

Oleh:
“Hey, di mana kamu? Baiklah aku menyerah”. Teriak seorang anak perempuan berumur 6 tahun. “Jadi kamu menyerah begitu saja?” Jawab seorang anak lelaki yang berumur 8 tahun di seberang

Sang Mujahid Jatuh Cinta

Oleh:
Ponselku berdering tanda panggilan masuk, Andi incoming call tertera dilayar LCD ponselku. Ternyata sepupuku yang satu itu rupanya! Ku angkat, “Assalmu’alaikum Ndi?” “Wa’alaikumussalam mbak! Piye kabare mbak Rahma?” suara

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *