Kenapa Harus Dia

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 25 July 2017

ELENA POV
Pagi ini aku senang sekali, karena aku sudah mendapat keluarga baru, bukannya aku tidak senang karena tinggal di panti asuhan dengan ibu Sesil, ibu panti yang sudah kuanggap seperti orangtuaku, karena memang hanya ibu sesil yang kupunya sekarang ini.

Aku sudah bersiap siap sekarang, kumasukkan baju baju sederhanaku ke dalam koper, kupoles bedak tipis ke wajahku, agar tidak terlihat terlalu menjijikkan di depan keluarga baruku, bayangkan kalian tahu siapa yang mengadopsiku? Keluarga BAGASKARA, salah satu keluarga kaya di Indonesia, kenapa mereka mengadopsiku ya? padahal mereka sudah punya satu anak laki-laki bernama Radit Bagaskara, kakak kelas di sekolahku dan sekarang sebentar lagi namaku akan menjadi Elena Bagaskara, oh senangnya.

“Elena sudah siap?, orangtua barumu sudah menunggu.” Panggil ibu sesil
“Sudah bu, tunggu sebentar aku akan turun.” ucapku lalu meninggalkan kamar yang sudah kutempati selama 16 tahun ini.

“Elena kamu cantik sekali hari ini, Radit sering menceritakan kamu ke mama loh len, tapi mama belum ngasih tahu radit kalau kamu yang akan kami adopsi dan jadi adiknya.” Ucap Bu Lexa Bagaskara, yang sekarang sudah otomatis jadi mamaku.
“Terima kasih tante, eh mama.” ucapku gugup, tapi kenapa kak radit sering cerita tentangku? pasti cerita yang jelek jelek deh, makanya Mama Lexa kaget dengan penampilanku yang berbeda ini. Aku memang tidak akrab dengan kak Radit di sekolah tapi aku sempat menyukainya, walaupun aku tidak berani bilang kepadanya, dia memang baik, juga idola di sekolahku, dia tidak sombong tapi hanya dingin dan selalu mengabaikan rayuan gombal dari adik kelas walaupun aku tidak termasuk merayunya, tapi jika aku kesusahan sering kali kak Radit membantuku, lalu pergi sebelum aku mengucapkan terima kasih. Aku sempat berfikir adakah yang lebih dingin dari kak Radit, dia itu sedingin es.

“Baiklah, terima kasih bu sesil, kami akan membawa Elena pulang, sekali lagi terima kasih ya bu Sesil.” ucap mama Lexa
“Terima kasih bu Sesil, Elena sayang ibu.” ucapku berlari memeluk bu Sesil.
“Ibu jaga kesehatan ya? Elena pergi dulu.” Ucapku lagi
Bu Sesil pun mengangguk.

Aku berjalan menuju mobil keluarga baruku, kulihat kak Radit ada di dalam mobil, jadi dia yang mengantar mama Lexa ke sini, kulihat sekilas dia menggeram dan memukul setir mobilnya, ada apa? Pasti dia tidak suka aku yang akan jadi adiknya.

“Radit antar Elena pulang dulu ya, mama harus kembali ke kantor ada meeting penting dengan client mama.” ucap mama Lexa.
Kak Radit tidak menjawab, ia hanya membukakan pintu depan dan mengambil koperku lalu ditaruhnya ke bagasi, dan aku pun segera naik, dia masuk dan menutup pintu mobil dengan keras.
“Kenapa harus kamu sih.?” ucapnya dengan nada sedikit membentak, sudah jelas dia tidak suka denganku.
“Maaf aku nggak tahu, aku cuma hiks hiks.” Ucapku sambil menangis, bodohnya aku, cengeng sekali sih aku ini.

RADIT POV
Sial aku membentaknya, aku tidak suka kenapa dia yang harus jadi adikku sekarang ini, kenapa mama tidak minta persetujuanku dulu.
“Eh maaf jangan menangis, aku nggak bermaksud kok, aku cuma nggak suka aja kamu yang jadi adikku.” ucapku menyesal
“Nggak apa apa kak, aku sadar aku ini siapa, hanya anak panti yang sudah dibuang orangtuanya sejak 16 tahun yang lalu, aku juga nggak bermaksud masuk ke dalam keluarga kakak, aku sudah nyaman di panti, tapi kemudian Tante Lexa bilang ingin mengadopsi aku, padahal banyak anak lain kan kak? Sekali lagi maaf aku nggak bermaksud masuk ke kehidupan keluarga kakak.” Ucap Elena sambil berusaha menahan tangisnya.

Arggh bodoh, dia salah paham dengan perkataanku yang bilang aku tidak suka kalau dia jadi adikku, aku bahkan membuatnya menangis, tapi aku benar-benar tidak suka kalau dia jadi adikku, aku ingin dia jadi KEKASIHKU, sudah setahun terakhir aku mengincarnya, kubantu dia saat kesusahan, tapi aku takut bilang pada elena kalau aku sayang dia, karena aku takut gadis gadis yang mengincarku melukainya, tapi setelah sejauh ini kenapa dia datang ke hidupku sebagai adikku, KENAPA HARUS DIA?

“Jangan nangis ya, nantik cantiknya hilang, kumohon jangan nangis lagi, aku nggak suka melihat kamu menangis, apalagi karena aku, aku sayang kamu Elena.” Ucapku sambil mengusap air matanya
“Terima kasih kak Radit, kakak sudah bisa menyayangiku sebagai adik kakak, aku merasa beruntung sekarang ini, aku juga sayang kakak, aku bahagia sekarang aku punya keluarga dan kakak seperti kak radit.” Ucapnya senang.
Dia tidak mengerti perkataanku tadi? Dia sayang padaku, sebagai kakaknya. Kenapa kau tidak mengerti elena? aku bahkan ingin kau menyayangiku sebagai Radit kekasihmu, bukannya kak Radit sebagai kakakmu.

Kutarik dia ke pelukanku, sambil mencium puncak kepalanya “Bukan itu yang kuharapkan elena yang bodoh, aku ingin kamu menyayangiku sebagai kekasihmu, bukan kakakmu, aku benci kamu yang jadi adikku.”
“Ta tapi kak ini salah, kita sekarang kakak beradik.” Ucapnya berusaha melepaskan pelukanku
“Aku tidak peduli, persetan dengan semua itu, kita tidak sedarah, apa salahnya menjalani hubungan sepasang kekasih, aku nanti akan bilang pada papa dan mama, kuyakin mereka tidak melarang.” Ucapku lagi
“A aku takut dibilang tidak tahu diri kak, diberi hati berulam jantung, hiks.” Ucapnya kini sambil menangis
“Jangan menangis Elena, takdir cinta mengalahkan semuanya, aku percaya itu.” Ucapku lagi, tidak akan kulepaskan lagi Elena, aku harus berusaha melawan gengsiku, sebelum semuanya terlambat. Aku sayang kamu Elena.
“Aku juga sayang Radit Bagaskara, dari dulu aku memang suka kakak, tapi aku sadar aku hanya anak panti yang akan kalah dengan anak konglomerat fans berat kakak.” ucapnya
“Jangan merendah elena, buktinya sekarang yang merebut hatiku ini adalah anak panti itu, bukan anak para konglomerat yang hanya memikirkan ketampanan dan hartaku ini.” ucapku mengecup kening elena yang sekarang menjadi adik dan juga kekasihku.

TAMAT

Cerpen Karangan: Yunita Andriana
Facebook: Yuniita Ar
Follow IG: Iamyuniitxx_
Aku kelas XIMIPA4 SMAN2CEPU
58511b68

Cerpen Kenapa Harus Dia merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Purnama Di Pantai

Oleh:
Lirin, seorang remaja cantik, rambut bergelombang, dan kulitnya yang kuning langsat. Ia sedang duduk di bangku SMP. Lirin memang mempunyai kehidupan yang hampa tanpa ia jalani dengan keluarga yang

Just Trust Me

Oleh:
Hai, nama gue Adrenalin Push Gerald. Kalian bisa panggil gue Rald. Tau gak kenapa gue disebut ‘Crazy Boy’ di sekolah ini? Ya karena gue orangnya petakilan. Hahahahahaha. “Adrenalin Push

Dibalik Jeruji Besi

Oleh:
Terlihat seorang Mahasiswi yang baru pulang setelah melakukan PKL berupa melakukan sensus penduduk di Desa Sayang kecamatan Jatinangor. Perempuan berkacamata itu bernama Nisa Nurguspadita, seorang Mahasiswi jurusan Statistika Universitas

Yang Mengisi Kehidupan

Oleh:
Dingin malam ini menyelimuti indahnya bintang malam yang berhamburan di langit. Aku hanya terdiam di kursi depan rumahku sambil mengamati satu bintang yang paling terang bersinar di malam itu.

Perantara

Oleh:
27 Desember 2016 “Ga mau ah. Kenapa sih kita harus pindah-pindah rumaaaaah terus?” Hahhhhh, aku menghembuskan nafas keras. Memang sudah menjadi kewajiban ayahku memenuhi tugas dari atasannya, jadi ini

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *