Kepergianmu Membangunkanku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 2 December 2012

“Dia pacar kamu?? Kerja dimana?? Kamu akan menikah dengannya?” Tanya Iyan
“ Iya, aku akan menikah dengannya” Jawab Tya
“ Selamat ya, aku ikut bahagia mendengarnya” sahut Iyan lembut.
Sebenarnya Tya sangat mengerti betapa hancur hati Iyan, tapi keputusannya sudah bulat. Dia memilih akan menikah dengan Reno. Laki – laki yang dicintainya dan menjadi kekasihnya tiga bulan ini.
Hati Iyan hancur, tetapi dia sadar, bukankah dia yang selama ini selalu meminta Tya untuk mencari pendamping hidup yang terbaik untuk Tya. Dia sadar, dengan Leukimia yang dideritanya 2 Tahun terakhir rasanya sudah tak mungkin akan membahagiakan Tya kedepan. Sakit yang dideritanya seolah sudah merebut semua kebahagiaan yg ingin dicapainya. Cinta Iyan luar biasa. Dia mencintai dengan caranya sendiri. Tak pernah ia memaksa memiliki Tya. Sifat malaikat Iyan tak meluluhkan tekat Tya mengutamakan perjanjian persahabatan mereka. Mereka sahabatan sejak SMP dan sempat terpisah karena Tya melanjutkan sekolah ke ibukota. Mereka tak sengaja dipertemukan kembali dirumah sakit dan kemudian dekat lagi. Sebenarnya mereka saling mencintai, tetapi mereka berdua pernah memiliki perjanjian untuk tidak saling jatuh cinta, dan tetap menjunjung tinggi persahabatan. Perjanjian itu diikrarkan Tya, Iyan dan satu lagi sahabat mereka Ahmad. Karna sebab itulah mereka tak pernah memilih menjadi pacar. Iyan selalu mengatakan bahwa meski ternyata ia jatuh cinta pada Tya ia takkan memaksa Tya untuk memilih antara dia atau Ahmad. Ahmad pun juga begitu. Dua laki – laki sahabat Tya itu sama – sama jatuh hati padanya. Dulu ahmad sempat mengutarakan perasaanya dan Tya menolak, menegaskan perjanjian itu. Tya memang lebih condong cinta pada Iyan, tapi dia sudah berjanji tidak akan berlaku tidak adil diantara mereka berdua. Dia tetap memilih persahabatan. Ia tak ingin menghancurkan persahabatan yang sudah mereka jaga sejak dulu. Kini mereka semua sama – sama dewasa. Ahmad kini juga sudah memiliki kekasih sendiri, itu tapi Tya tetap saja keras kepala. Dia masih saja tak mau jadian dengan Iyan. Tya memilih mencari lelaki lain dan tidak memilih keduanya
Ternyata dua bulan setelah pembicaraan Tya dengan Iyan itu, kesehatan Iyan semakin memburuk. Tya sama sekali tak tahu. Dia justru sibuk dengan lelaki pilihannya. Yang dalam kacamatanya jauh lebih baik dari Iyan dan Ahmad. Tya memang tipe wanita yang menuntut kesempurnaan untuk pendamping hidupnya. Dia memandang Reno adalah lelaki sempurna itu. Memiliki segalanya. Mereka kemudian merencanakan pernikahan. Sebagai seorang wanita biasa Tya begitu bahagia dengan rencana itu.
Merekapun mulai disibukkan untuk mempersiapkan segalanya. Sedikit keraguan memang bergelayut dihati Tya, namun satu keyakinan dia, dia akan lebih bahagia dengan Reno ketimbang Iyan, ini demi kebaikan bersama, terlebih persahabatannya dengan Iyan dan Ahmad.
Tiba – tiba Tya berpikir, Iyan sedang sakit, yang Iyan butuhkan adalah dukungannya. Keberadaan dia disamping Iyan. Kenapa ia malah sibuk sendiri begini. Tya juga menyesali pembicaraan dengan Iyan kemarin, pasti itu membuat dia lebih sakit. Padahal selama ini setelah perjumpaan dengannya semangat Iyan tumbuh kembali dan kesehatannya mulai membaik. Entah darimana Iyan tahu hubungan Tya dengan Reno, sebenarnya Tya tak memberi tahu untuk menjaga perasaan Iyan.
**
Tengah asyik memilih kebaya yang akan digunakan untuk tunangan minggu depan bersama ibunya disebuah toko yang berada disebelah caffe. tiba – tiba ia melihat sekelebat bayangan, nampaknya Reno tadi yang lewat,menggendong anak kecil dan bersama seorang wanita. Rasa penasaran Tya membuncah lalu dia segera mengejar orang yang dilihatnya tadi. Dan alangkah terkejutnya ketika ia menemukan Reno tengah asyik bermain dengan anak kecil dan anak itu memanggilnya dengan sebutan ayah. Reno pun terkejut melihat Tya dan calon Ibu mertuanya disitu. Dia bingung karena tadi Tya nelfon katanya ia bilang sedang di salon, jadwal memilih kebaya adalah besok. Tya marah – marah, Reno tak bisa menjawab, dia terdiam dan malah meninggalkan Tya. Tidak tahan Tya langsung menarik Ibunya dan pulang. Hatinya hancur. Bahkan Reno tak berusaha mengejar.
Tya terpukul dengan kejadian itu. Dia menyendiri dikamarnya dua hari ini, hatinya bertanya – Tanya siapa wanita dan anak kecil itu,sampai akhirnya Reno menelfon dan menegaskan kalau dia sebenarnya sudah memiliki istri dan anak yang sudah 2 tahun ia tinggalkan di daerah asalnya. Dia juga memohon maaf dan tetap ingin menjadikan Tya sebagai istri kedua. Tya marah, lebih marah lagi, lalu Dia mengakhiri hubungan dengan Reno, dan membanting hp-nya.
Kondisi Tya drop, sudah berhari – hari ia terdiam di kamarnya. Orang tuanya begitu Nampak terpukul, namun berusaha tegar. Tya berpikir betapa lelaki itu tak hanya menghancurkan mimpinya tapi juga begitu mengecewakan orang tuanya. Lalu ia bangun dan berusaha menunjukkan bahwa dia kuat, agar orang tuanya tak semakin terpukul. Keadaan mulai membaik.
Seminggu setelah kejadian itu, ketika Tya tengah menyelesaikan tugasnya tiba – tiba telephone-nya berdering. Suara yang sudah taka sing lagi. Ibu Iyan..
“ Tya, kak Iyan barusan pergi untuk selamanya, Iyan udah nggak ada dek, tapi kamu harus kuat dan nggak boleh nangis” terdengar suara di seberang.
Bukan main terkejutnya Tya, dia pingsan. Setelah bangun Tya, keluarga dan keluarga berangkat kerumah Iyan. Di sepanjang perjalanan Tya hanya membisu.
Sampai dirumah Iyan, jenazah belum datang dari rumah sakit. Mereka menunggu hingga akhirnya suara ambulance meraung – raung mendekati rumah Iyan. Itu adalah suara ambulance paling menyakitkan dan menakutkan yang pernah didengar Tya. Dia lemah, tapi berusaha mendekat dengan jenazah, ingin melihat Iyan untuk terakhir kali, betapa terkejutnya dia melihat Iyan terbujur kaku, diam, dingin, kurus, tak ada lagi senyum kesabaran menyejukkan dan tingkah polah jail yang biasa dilakukan Iyan.Tya jatuh tersungkur.
Semenjak kepergian Iyan itulah hatinya benar – benar hancur, lebih hancur ketimbang ketika ia ditinggalkan Reno. dia lebih sering menyendiri dan menulis setiap curahan hatinya. Bahkan ia tak juga berhenti menulis surat – surat kecil untuk Iyan yang dia letakkan disebuah peti kecil di kamarnya.
Tya sangat menyesal, mengapa ia tak tahu bagaimana keadaan Iyan dua bulan ini, setelah pertemuan terakhirnya dan pembicaraan yang menyakitkan Iyan itu, mengapa ia begitu bodoh lebih memilih meninggalkan Iyan yang sudah jelas bagaimana cintanya dari dulu. Penyesalan demi penyesalan terus menghantui Tya. Dia berfikir tiada maaf untuknya yang sudah menyakiti Iyan. Penyesalan Tya membuat keadaannya semakin memburuk. Ia melewatkan hari – harinya di kamar dan meluapakan semua rutinitas hariannya.Dia lebih banyak menulis, menulis, dan menulis.
Orang tua Tya sedih, berusaha menghibur sudah tak merubah keadaan. Kini sahabatnya Ahmad yang menjadi andalan orang tua Tya. Lala sering mendatangi Tya, berusaha melakukan berbagai cara untuk mengembalikan Tya yang dulu.hanya Ahmad satu – satunya orang yang didengarkan Tya.
“bukankah stiap kepergian selalu meninggalkan duka
bukankah satiap perpisahan selalu mengundang titik air mata
kadang dalam bisuku diri ini berkata
sampai kapan duka ini menyelip didada….
aku selalu berpikir ini memang yg terbaik untukmu
namun kadang egoku berkata ini tak adil untukku
terasa terlalu menyakitkan..
terlalu menyakitkan ketika rasa rindu datang menyambang
terlalu sulit meneruskan segalanya…
tapi sudahlah,,
jangan pedulikan egoku,,
tenanglah kamu disana..
bahagialah kamu disana
biarkan kami untaikan do’a do’a pnyambung rindu kita
agar tersampaikan dan terobati rindu yg selalu tinggal dihati ini…
maafkan aku, aku mohon maafkan aku.
Dalam diam ini masih saja menari – nari bayangmu dipelupuk mataku. Entah mengapa aku baru terbangun dan tersadar. Betapa berharganya kehadiranmu. Segala sesal ini masihkah ada gunanya??, pertanyaan yang tak pernah tejawab” . Tulia Tya

Sebenarnya Tya adalah seorang gadis yang ceria. Ia selalu menebar senyum yang menciptakan lubang kecil dipipinya yang menambah manis wajahnya. Lesung pipi.
Namun kini semua senyuman itu seolah sirna, tanpa tahu kemana menghilang atau siapa yang mencurinya. Yang jelas kini tinggal senyumannya yang seolah dipaksakan. Kenaturalan wajahnya seolah sekarang menjadi begitu dibuat – buat.
“Sahabatku, sampai kapan kamu akan murung dan selalu menyendiri, menyembunyikan kekalutan hatimu?” Tanya Ahmad
“ Entahlah, kamu mengerti kan perasaan kehilanganku ini?” jawab Tya pelan
“ Ini sudah berjalan 3 bulan. Aku mengerti kamu begitu kehilangan Iyan, tapi aku nggak ngerti – ngerti kenapa kamu sedikitpun tak bergerak dari tempatmu berdiri, kenapa kamu nggak move on??” Ahmad sedikit menasehati Tya. Mungkin sudah terlalu sering dan tentu dia bosan mendengarnya, tapi tak juga merubah jalan pikiran Tya.
“ Aku baru terbangun dan mengerti. Siapa sebenarnya yang harusnya aku cintai, tapi kenapa harus dengan cara ini aku baru mengerti?” Tya lagi – lagi mengeluhkan keadaan
“ Terima kenyataan dan jadikan ini pelajaran terbesar dalam hidupmu” Ahmad mencoba menenangkan.
“ Kamu yang paling mengenal dia, tentu kamu tahu apa yang dia rasakan kalau melihatmu begini” Lanjut Ahmad
“ iya, mungkin dia sedih melihatku begini” sahut Tya
“ nahh, itu tahu kan,, cobalah untuk tersenyum dan mulai memperbaiki segalanya” Ahmad mencoba menambah semangat Tya
Tya terdiam lalu tertidur. Ahmad meninggalkan Tya.
Tya bermimpi didatangi Iyan, Iyan tersenyum begitu ceria, bercahaya,
“ Tenanglah, aku udah nggak sakit lagi, aku bahagia disini, aku sudah terlepas dari semua kesakitan yang aku derita di dunia. Tahukah kamu, kebahagiaanku disini akan semakin lengkap ketika aku melihat senyummu, senyum manis yang selalu ingin aku lihat, aku tak suka melihatmu menangis, kamu nggak salah, ini jalan terbaik. Sekarang kamu harus melangkah, memperbaiki dirimu dan memulai segalanya. Kehidupanmu begitu cerah didepan, aku percaya kamu tidak ingin menyakiti aku juga, aku mengerti itu. Kamu nggak salah, kamu harus lebih bersemangat, bukankah semangatlah yang mempertemukan kita dulu, aku mencintaimu dengan caraku sendiri” ucap Iyan lalu menghapus air mata Tya dan menggenggam erat tangan Tya, Tya terdiam dan memeluk Iyan.
Tiba – tiba Tya terbangun. Lalu dia mencari Ahmad yang ternyata masih di ruang tamu,
Tya menarik Ahmad dan tiba – tiba Ahmad meneteskan air mata. Ahmad meneteskan air mata karena melihat senyum manis, lesung pipi dan keceriaan yg sudah menghilang dari wajah Tya tiba – tiba tersungging kembali. Lalu Tya menceritakan mimpinya.
Sejak itu Tya terbangun dan kembali tersenyum menatap masa depan, ia bertekat akan memperbaiki keadaan dia. Dia akan melanjutkan semua mimpi – mimpi mereka dulu. Tya kembali bersemangat dan kembali beraktifitas.
“Penyesalan terbesar dalam hidupku adalah ketika aku meniggalkn orang yg mencintaiku demi orang yg aku cintai, pada akhirny keduanya meninggalkanku,dan kini aku sndri…. 😀
Tapi itu semua memberiku hikmah besar,bagaimana seharusnya aku. Kini aku punya harapan, aku percaya Iyan begitu mencintaiku dan akan menungguku disana. Aku akan ikut bersamamu, aku akan sendiri seumur hidupku dan ingin menikah dengan Iyan disurga..” Tulis Tya
Kepergian Iyan membuat Tya tersadar dari semua kesalahannya dna kini ia ingin melakukan yang terbaik kedepan
** TAMAT**

Cerpen Karangan: Setiyaningsih
Facebook: Ukhti Cetyyana

Cerpen Kepergianmu Membangunkanku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ketika Bang Dennis Jatuh Cinta

Oleh:
Di bawah rintik hujan yang saat ini mengguyur kotaku, aku berdoa, berharap semua kembali indah seperti sedia kala. “de… di mana loe? Bantuin gue” teriak bang dennis Aku pun

Ketika Cinta Menyapa

Oleh:
Aku hanyalah seorang gadis desa yang sehari-hari terkenal polos. Aku saat ini adalah salah satu siswi di SMK N 1 Waikabubak, NTT. Aku kelas IX dan ngambil jurusan Usaha

Kenanganku Bersamanya

Oleh:
Pagi itu terasa sangat melelahkan padahal hari minggu, dan di hari itu juga aku mengenal wanita yang baru dihidupku, maklum aku masih duduk di bangku SMP kelas 8, aku

Finally

Oleh:
Sama seperti gadis yang lain, Liasha, panggilan akrabnya mengidolakan senior di sekolahnya. Gadis yang memiliki poni depan itu mengidolakan anak teater. Bagaimana tidak? Laki-laki itu selain tampan, dia juga

Satu Tahun Perjuangan

Oleh:
Aku Gino seorang pemuda berumur 20 tahun, aku tinggal di kota Yogyakarta. Aku suka dengan teman SMA-ku dulu namanya Rita, namun sayang sehabis lulus dia pindah ke kota Jakarta.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *