Kerinduanku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Keluarga, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 11 January 2015

Dear, aku masih ingat saat awal kita bertemu. Saat itu adalah ujian pertama di sekolah dan aku melihatmu sepintas lalu, tak ada yang aneh ketika aku melihatmu, semua mengalir begitu saja bahkan ketika tanpa sengaja kamu berusaha mengenalku dengan mengetahui siapa namaku. Hmm… Dear, indah memang, semua berawal dari sebuah persahabatan kita yang indah, dan kita pun bersahabat dengan akrab dan indah.

Dear, aku begitu memujamu saat itu… kau yang selalu baik padaku, bahkan ketika tiada siapapun yang peduli tentang aku dan semua masalahku, kau dan senyum tulusmu matamu yang jenaka akan setia mendengarkan keluh kesahku, yaaaahh… aku dan segudang permasalahan hidup yang kualami, dan kau pun akan dengan setia mendengarkan semua Curhatku.. aku begitu memujamu saat itu, hingga suatu siang yang indah kau menyatakan perasaanmu padaku… yaaa.. kau bilang kau sangat menyukaiku.. lebih tepatnya kau jatuh cinta padaku. Hmmm… apa yang kurasakan saat itu adalah suatu perasaan yang indah tak dapat kulukiskan dengan kata kata, aku begitu bahagia demi mendengar bahwa kau telah mencintaiku dengan menerima segala kekuranganku.

Akhir kata, 10 tahun adalah saat yang indah bagiku, bagimu, bagi kita. Tanpa terasa meski banyak rintangan yang mendera tapi kau tetap sabar menjagaku dan melalui semuanya dengan indah, meski sempat putus sambung, tapi akhirnya kita menikah dan kita melalui masa masa itu dengan indah…

Aku begitu bahagia sayang… hingga saat kelahiran buah hati kita yang pertama, aku begitu bahagia lalui hariku bersamamu… semua begitu mudah. Begitu besar anugerah Allah akan semua kebahagiaan yang kita alami, hingga suatu ketika..
Dokter memvonis dirimu sakit kompilkasi yang sangat akut, aku terdiam demi mendengar semua penjelasan Dokter padaku, hanya terdiam dan berusaha menabahkan hati atas semua yang akan kita jalani. Semua berlalu begitu cepat, hari hari yang kita lalui bersama saat dimana kau berjuang menahan sakit yang aku tahu dirimu sangat menderita oleh sakit yang kau alami, aku berusaha tegar dan selalu mensupport dirimu. Sayang.. kebersamaan kita tak lama. Allah begitu sayang dan teramat mencintaimu hingga kau meninggalkanku dengan buah hatiku di usia yang teramat muda 33 tahun, belum genap 8 tahun usia pernikahan kita, tepat 2 minggu setelah ulang tahun buah hati kita kau menutup mata untuk selamanya…

Aku berusaha sabar sayang, hanya satu yang kuingat bahwa kau pernah bercerita padaku.. “Dek, aku cuma ingin kamu menjagaku sepanjang umurku” dan saat itu tiada firasat apapun, aku hanya mengangguk dan tersenyum memelukmu, jauh di dasar hatiku aku mencoba tuk bersabar dan menganggap semua ini adalah ujian Allah yang harus kita jalani…
Dan, pada akhirnya aku berusaha menepati janjiku dengan menjagamu, mulai di awal kepergianmu aku terus ada di sampingmu, tak beranjak meski semua saudara, orangtuaku dan handai taulan menangis… menangis karena kehilangan dirimu.. sosok yang sangat berarti bagiku, bagi anak kita dan bagi keluarga kita… Meski pedih aku menahan tangisku karena kau pernah mengatakan padaku bahwa, kau tak suka dengan kisah tentang sebuah kematian dimana keluarga yang ditinggalkan menangis hingga menyayat hati, pilu memang, dan kau tak suka.. karena Malaikat akan terus menyiksa si mayyit karena ratapan keluarganya yang seakan tak ikhlas dengan semua Takdir Allah.

Akhirnya aku berusaha menyelesaikan semua kifayahmu dari awal memandikanmu, mengkafani, mensholatkanmu hingga mengantarmu menuju peristirahatan terakhirmu…
Dan semua berlalu dengan cepat hingga tanpa terasa satu tahun sudah sejak kepergianmu.

Dear, dan saat ini aku disini… menatapmu dari balik gundukan makam dirimu, satu tahun tanpamu adalah suatu kehampaan bagiku, meski aku berusaha ceria demi buah hati kita…

Dear, satu tahun tanpamu… dan aku berusaha membesarkan putri kita tercinta, menata hidupku dengan kembali ke rumah orangtuaku. Dear, putri kita sudah besar sekarang, dia tumbuh menjadi putri yang cantik yang kadang nakal tapi lucu dan menggemaskan sepertimu, dia mewarisi semua sifat dan watakmu, dia lucu namun sekaligus juga kadang menguji kesabaranku.

Dear, pernah suatu ketika dia berkata padaku bahwa dia teramat merindukanmu dan kangen ingin berjumpa denganmu. “Ma, aku kangen banget sama ayah, bisa gak yaa aku ketemu ayah dalam mimpi?” tanyanya dan kujawab “iya sayang.. inshaallah jika kamu berdoa terus pada Allah maka Ayah akan bisa menemuimu dalam mimpimu”. pedih saat aku mengatakan hal itu pada buah hati kita, dan dia hanya mengangguk dan tersenyum penuh harap. “Ma, aku mau berdoa dulu lalu bobo, biar nanti bisa ketemu ayah dalam mimpiku” dia kembali tersenyum riang, sementara aku mencoba tersenyum dan berteriak dalam hatiku. Allaaahhh… aku begitu merindukan suamiku, ayah dari anakku!!!. andai waktu bisa berputar kembali, dan aku segera sadar dan mengucap istighfar, Astaghfirullah… maafkan aku Yaa Robb, aku belum bisa rela dengan semua TakdirMU, dan aku pun jatuh dalam sujudku lelap dalam doaku untukmu, berharap malaikat kubur bisa selalu menjagamu dalam tidur panjangmu dan berharap malaikat kubur bisa selalu tersenyum lewat semua doa yang kupanjatkan untukmu.

Dear, saat aku menuliskan semua kisah kita hanya doa tulus yang selalu terucap untukmu dan sebuah harapan bahwa aku bisa selalu sabar hadapi kehidupan ini meski tanpamu dan bisa sukses membesarkan putri kecil kita menjadi wanita sholihah seperti impian kita sedari dulu…

Dear, aku pulang dulu yaaa… tak terasa sudah hampir satu jam aku berbicara padamu tentang semua kenangan dan harapan kita, aku selalu merindukanmu sayang… Semoga kita bisa bertemu kembali dalam keabadian.

Dan aku menutup diary ku dan berlalu meninggalkanmu dengan sebuah kisah rindu yang akan selalu ada di sudut hatiku, aku selalu merindukanmu…

Cerpen Karangan: Lutviyah Fatmawaty
Facebook: Lutviyah Fatmawaty
Aku Lutviyah fatmawaty, lulusan pesantren di gresik, berdomisili di Surabaya, aku ibu rumah tangga dengan satu anak yang punya hobby membaca dan menulis, aku juga suka dengan sastra dan puisi, saat ini aku mengajar dan juga tengah menyelesaikan studyku yang baru kumulai di sebuah Sekolah Tinggi Islam di surabaya STAI TASWIRUL AFKAR SBY.

Cerpen Kerinduanku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Aku Pulang

Oleh:
Keluarga, sebuah tempat yang sangat nyaman untuk berlindung. Keluarga, adalah tempat yang dapat menerima kita apa adanya. Keluarga, adalah tempat kita bisa mendapatkan kasih sayang yang tulus. Keluarga, adalah

Penantian Untukmu Tha

Oleh:
Semilir angin senja menerpa rambut indah Septariani membuat aku semakin mengagumi kecantikannya. Masih teringat aku 3 bulan yang lalu ketika dia pulang dari kota, sebuah kejutan yang kuterima sungguh

Lucunya Nasib Ini (Part 2)

Oleh:
Menyadari hal itu, dengan sigap Ibu menaiki sebuah pagar di samping mushola pasar. Pagar itu tidak terlalu tinggi bagi Ibu. Sehingga, dengan mudah Ibu bisa melompatinya. Bersamaan dengan melompatnya

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *