Kesakitan Adalah Awal Dari Kebahagiaan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 29 March 2015

Aku bernama Fanesa. Sekarang aku duduk kelas 7 di SMP Bintang. Selain sekolah aku juga mengikuti les. Aku les Bahasa Inggris di suatu lembaga. Pertama kali masuk les, aku kira les itu membosankan. Tapi ternyata tidak, les itu mengasyikan.

Dan pada suatu hari…
“Fan, kamu kenal nggak sama anak itu?” Tanya Vina
“Kenal sih enggak. Tapi dia kan anak kelas 7F ya?” jawabku
“Iya mungkin.” Jawab Vina
“Why?” tanyaku
“Nggak kok, nggak kenapa-kenapa!” jawab Vina
“Eh, itu anak namanya siapa?” Tanya Vina lagi
“Emmm, kalau nggak salah ya Nicko.” Jawabku
“Oh!” jawab Vina
“Kenapa sih? Oh, kamu suka ya sama dia? Hayo, ngaku!” ucapku
“Kalau iya kenapa? Cemburu? Dia ganteng ya?” ucap Vina balik
“Ih, ganteng dari mananya sih? Siapa juga yang cemburu.” Jawabku
“What ever lah!” ucap Vina

Lama kelamaan setelah aku amati terus Nicko dan gara-gara Vina juga, aku jadi terpesona dan sampai suka sama Nicko. Nggak tahu kenapa rasa ini bisa muncul tiba-tiba. Aku berusaha mendekatinya, tapi sayangnya Nicko tidak merespon sama sekali kerja kerasku selama ini. Padahal aku setiap hari berusaha mendekatinnya lewat SMS, BBM, facebook dll. Tapi malah nggak ada hasilnya.

Pada suatu hari…
“Fanesa, tumben masuk les sore?” Tanya Ayu
“Iya. Nanti malam aku ada acara.” Jawabku
“Oh. Eh, kamu kenal nggak sama yang namanya Nicko?” Tanya Ayu
“Kenal. Kenapa?” jawabku
“Emmm, itu aku suka sama dia.” Jawab Ayu
“Oh. Aku lho punya foto, nomer hpnya, PIN BBnya.” Ucapku
“Yang bener? Minta dong! Eh, kamu juga suka ya sama Nicko?” Tanya Ayu
“Iya-iya. Aku kasih kok. Emmm, iya sih.” Jawabku
“Thank you Fanesa!” ucap Ayu
“Iya.” Jawabku

Semenjak itu, aku dan Ayu selalu bertukar cerita tentang Nicko. Pertamanya aku tidak merasa tersaingi oleh Ayu. Aku malah senang kalau Ayu juga bisa dekat dengan Nicko. Tapi 3 minggu kemudian, aku mulai curiga sama Ayu, karena Ayu berubah 180 derajat. Dia merasa sangat benci sama Nicko. Dan ternyata dia benci Nicko karena dia merasa sakit hati, karena belum 1 bulan pacaran sama Nicko tapi Nicko sudah memutuskan hubungan mereka.

“Kamu kenapa sih berubah drastis gitu? Yang dulunya tergila-gila sama Nicko sekarang malah benci banget sama dia.” Tanyaku heran
“Sebenernya gini lho ceritanya. Aku itu sakit hati sama Nicko. Bayangin deh, belum 1 bulan pacaran, eh, dia udah mutusin aku.” Ucap Ayu tenang tanpa memikirkan perasaanku
“Hah? Tega banget sih kamu ngomong gitu ke aku?” ucapku kaget dalam hati
“Udah sabar aja. Banyak kok yang lebih baik dari pada Nicko.” Ucapku

Keesokan harinya saat aku di sekolah aku langsung pergi ke kelas 7I. Aku langsung menceritkan semua yang terjadi kemarin sambil menangis. Aku tidak tahu harus berkata apa pada Ayu. Memang mulut tak sanggup berkata apa-apa, tapi hati ini rasanya sakit banget. Aku nggak berani ngomong ke Ayu kalau aku jealous karena dia teman baikku di tempat les.

“Nanda…!” ucapku memanggil Nanda di depan pintu kelas 7I sambil menangis
“Lho Fan kenapa nangis?” Tanya Nanda kaget
“Sini deh. Tega banget si Ayu. Udah tahu kalau aku juga suka Nicko, kenapa dia bisa-bisanya bilang gitu ke aku?” ucapku
“Emang dia bilang gimana si?” Tanya Nanda
“Dia itu bilang kalau dia pernah pacaran sama Nicko, tapi sekarang udah putus. Gimana mau nggak sakit hati coba?” ucapku lagi
“Ya tuhan? Bener? Kurang ajar banget sih? Nggak punya perasaan banget!” ucap Nanda
“…” Aku
“Uda sabar ajalah. Masih banyak kok yang lebih baik dari pada Nicko. Oh ya, tadi kamu dicari tu sama Rey.” Ucap Nanda
“Hah beneran? Masa si dia nyari aku? Emang ada apa?” tanayaku kaget
“Tau deh.” Jawab Nanda
“Ya udah deh.Thanks ya buat nasehatnya. You’re my best friend.” Ucapku
“Sippp!” jawab Nanda

Saat pulang sekolah aku lewat depan kelasnnya Rey. Rey adalah kakak kelasku. Aku dulu sempat suka sama dia, tapi sekarang sudah nggak suka karena Nicko. Rey orangnya baik, pinter, ganteng, putih dan yang terpenting nggak sombong. Soalnya banyak juga kakak kelasku yang sombong karena kedudukan atau jabatan dia di sekolah.

Tiba-tiba…
“Dek…!” teriak Rey
“Manggil aku?” tanyaku
“Iya. Kesini!” jawab Rey
“Ya kak. Kenapa ya?” tanyaku
“Nanti kamu masuk les kelas apa?” Tanya Rey balik
“Malam. Kenapa emangnya?” ucapku
“Nanti kalau pulang les jangan pulang dulu ya! Aku mau ngomong bentar sama kamu.” Ucap Rey
“Ngomong apa?” tanyaku heran
“Udah deh. Nanti aja lah.” Jawab Rey
“Ya udah deh. Aku pulang duluan ya kak!” ucapku
“Sippp. See you..!” jawab Rey
“…” Aku

Di jalan aku masih mencoba menebak-nebak apa yang mau diomongkan sama Rey. Karena selama aku suka sama dia, dia itu selalu cuek sama aku. Gara-gara aku nggak memperhatikan jalan, aku tidak sengaja menabrak Nicko.

“Eh, sorry!” ucapku spontan
“Ya. Never mind.” Jawab Nicko
“Nicko?” ucapku kaget
“Kenapa?” Tanya Nicko heran
“Nggak kok. Nggak apa-apa.” Jawabku dan langsung lari
“Kenapa sih? Aneh banget!” ucap Nicko

Saat pulang les aku deg-degan menunggu Rey datang menghampiriku. Dan saat Rey datang, ternyata Rey mengomongkan hal yang tidak pernah aku duga sama sekali selama ini.

“Dek!” ucap Rey
“Iya. Mau ngomong apa kak?” tanyaku
“Minta nomor hpnya boleh nggak?” Tanya Rey
“Buat apa?” tanyaku heran
“Buat TTM aja. Sebenernya aku itu suka dek sama kamu.”
Ucap Rey.
“Apa?” ucapku kaget
“Biasa aja kali dek.” Ucap Rey
“Bukannya gitu. Terus Kak Tika mau kakak kemanain?” tanyaku
“Kenapa harus mikirin dia ?Dia aja udah nggak mikirin aku kok. Dia udah berani-beraninya duain aku sama temenku sendiri.” Jawab Rey
“Masa sih dia kayak gitu?” Tanya Fanesa heran
“Iya adek.” Jawab Rey
“Emmm, ya udah. Aku mau deh kasih nomor hpku ke kakak. 085…” ucapku
“Thanks ya. Ya udah gih pulang. Nanti dicariin. Nanti smsan ya!” ucap Rey
“Iya.” Jawabku
“Hati-hati dek.” Ucap Rey lagi
“…” Aku

Sampai di rumah…

@Cobalah mengerti… (Nada sms hpku berbunyi)

“Siapa ini?” ucapku

Via sms:

“Hy dek. Udah nyampek rumah?” 085…
“Who?” Aku
“Rey dek.” 085…
“Oh, Kak Rey. Udah kok kak.” Aku
“Oh. Lagi apa dek sekarang?” Rey
“Mau belajar kak.” Aku
“Wih, rajin banget.” Rey
“Iya kak. Besok ada ulangan sejarah. Kalau nggak belajar ya bisa-bisa nanti nilaiku jelek lagi.” Aku
“Oh, ya udah kalau gitu. Belajar aja dulu. Smsnya bisa dilanjut besok aja.” Rey
“Sipp kak.” Aku

Setelah selesai belajar sekitar pukul 21.00 …

@Cobalah mengerti… (Nada sms hpku berbunyi)

Via sms:

“Good Nigt.Have a nice dreams. See you tomorrow morning.” Rey
“Too… I hope so…” Aku

Keesokan harinya pagi-pagi Rey sudah ada di dekat kelasku. Dia sedang bermain sepak bola. Setelah aku menaruh tasku di kelas, aku langsung keluar kelas. Tak sadar dari belakang Rey memegang pundakku.

“Dek!” ucap Rey sambil memegang pundakku
“Eh, iya!” jawabku kaget
“Hahaha… kamu lucu kalau kaget.” Ucap Rey
“Ih, bikin aku kaget aja.” Ucapku
“Iya deh maaf!” ucap Rey
“Dek, ikut aku ayo!” ajak Rey
“Kemana?” tanyaku
“Udah deh. Ikut aja.” Jawab Rey sambil menarik tanganku
“Dek, aku mau tanya ke kamu.” Ucap Rey
“Tanya apa?” tanyaku
“Kamu beneran dulu pernah sempat suka sama aku apa nggak?” Tanya Rey
“Kata siapa?” tanyaku balik
“Kata Fany.” Jawab Rey
“Emmm, sebenernya sih iya. Duluuu banget aku pernah suka banget sama kakak. Tapi kakak udah punya pacar jadi aku berpaling ke Nicko. Tapi sekarang aku balik lagi kok suka sama kakak.” Ucapku
“Yang bener?” Tanya Rey kaget
“Eh maksudnya bukan gitu!” ucapku
“Udah deh. Don’t be lie! Aku tahu kok. gini lho dek, kamu mau nggak jadi pacar aku?” Tanya Rey
“Hah ?Maksudnya?” ucapku kaget
“Ya gitu.” Jawab Rey
“Emmm gimana ya?” ucapku
“Please…!” mohon Rey
“Gimana ya?” ucapku bingung
“Ya deh.” ucapku lagi
“Serius?” Tanya Rey kaget
“Iya.” Jawaku

Akhirnya aku dan Rey bisa jadian juga. Meskipun aku nggak pernah membayangkan hal itu bisa terjadi. Dan sekarang aku tidak mau berurusan lagi sama Nicko dan Ayu. Hatiku cukup aku berikan pada Rey. Bukan untuk yang lain.

Cerpen Karangan: Della Felliana
Facebook: https://www.facebook.com/dellafelliana

Nama: Della Felliana
Kota Asal: Jombang,Jawa Timur
Twitter: @DF290799 dan @DellaF_07 (Follow ya, nanti mention pasti difollback 😀 )

Baru belajar bikin cerpen jadi maklumi kalau jelek ya 🙂

Cerpen Kesakitan Adalah Awal Dari Kebahagiaan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Karya Hati

Oleh:
“kau boleh acuhkan diriku.. dan anggap ku tak ada, tapi takkan merubah perasaanku.. kepadamu..” Sepenggal kalimat itu yang kini sering berderu di telingaku. Aku Nan, seorang gadis kecil kini

Ternyata Kau Pacar Sahabatku

Oleh:
Asih kuingat pada waktu itu langit masih gelap Kiranya hujan akan turun Kau duduk di sana tersenyum hambar Kiranya itu kau akan pergi Mari renungkan kisah kasih kita Bukan

Hilang dan Kembali

Oleh:
Pagi yang sedikit mendung mengantarkan jenazah kakek di peristirahatan terakhirnya, saat ini seharusnya ada seseorang yang menjagaku menyemangatiku namun semua itu hanya sekedar angan belaka, justru disana ku memandang

Merajut Mimpi

Oleh:
“LINE LINE.” smartphone Yumna terus saja berbunyi, padahal hari sudah masuk tengah malam. “Yeay orderan lagi!” teriaknya gembira begitu membaca pesan yang masuk. Dengan sigap jari-jarinya menari di atas

Matahari Tak Memberi Kabar Gembira

Oleh:
Siang itu sekitar pukul 13.17 WIB, aku berangkat dari rumah menuju tempat tinggal temanku yang bernama Salmah. Aku sangat merindukannya karena sudah lama tak berjumpa. Sesampainya aku di sana,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *