Kesalah pahaman

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 16 June 2017

Namanya Lian, dia kelas 8 di SMP Purnawarna. Dan kau tau? Hanya itu yang kutau dari dia. Aku mengenalnya waktu dia mendorongku, ya mendorongku dari sebuah motor yang tidak sengaja ingin mencoba menabrakku.
Untungnya aku tidak terluka, dia juga tidak. Aku sangat berterimakasih padanya aku tidak tau entah apa jadinya aku bila dia tidak menyelamatkanku.

“Terima kasih ya udah sempat nolong” tuturku
“Ya gak papa kok. Kok bisa sih kamu hampir ketabrak?” tanyanya bingung
“Aku gak perhatiin tadi, maaf. Boleh tau namamu?” tanyaku lembut
“Aku Lian, aku kelas 8 di sana aku sekolah.” katanya sambil menunjuk SMP Purnawarna
“Kamu?” lanjutnya
“Aku Fifi kelas 8 di SMP Kartini. Salam kenal ya Lian” kataku tersenyum ramah sambil mengulurkan tanganku untuk menyalaminya. Dia menyambut tanganku dengan tangannya, jantungku terasa berhenti. Mengapa aku bisa begitu ramah? memberi senyuman manis dan menyalaminya?. Oh iya dia kan telah menyelamatkanku.

Aku punya teman yang bersekolah di sekolah Lian, namanya Diana, aku pernah bertanya padanya soal Lian. Ya dia mencari tahu banyak hal, Kata Diana, dia pernah bertanya pada Lian apakah mengenal Aku atau tidak. Kata Diana Lian mengenalku, malah Lian bertanya pada Diana banyak hal tentang aku.
Kata Diana, Lian menyukaiku, bayangkanlah betapa senangnya hatiku mendengarkan hal itu, kata Lian juga dia masih sendiri.

Kata-kata yang pernah dia ucapkan seaktu kami bertemu masih terngiang-ngiang di kepalaku. Walau kejadian itu sudah lewat satu minggu, entah mengapa sampai sekarang aku tidak bisa melupakannya.
Aku pun berniat ke sekolahnya, seperti yang kuduga sekolahnya sudah sepi. Tapi seorang anak laki-laki sedang duduk di depan sekolah.

“Hey, permisi boleh nanyak gak?” kataku menatapnya
“Ya? Apa?” katanya
“Aku Fifi, kamu kenal Lian gak?” tanyaku bingung padanya
“Kenal kok dia Kawan sekelasku. Aku Fino, kenapa dengan Lian?”
“Oh kamu kawan sekelasnya, pasti kau tau kan, dia itu udah punya pacar gak?” tanyaku padahal Diana sudah bilang bahwa Lian masih sendiri
“Ha? Pacar? Dia punya.” jawabnya membuatku terpaku.
Apa Lian telah berbohong? Jika itu saja dia sudah bohong, apalagi dia menyukaiku pasti itu juga kebohongannya.
“Serius ya?” tanyaku pelan
“Iyaa”
“Ya udah makasih banyak ya”
Aku langsung meninggalkan tempat itu, aku sangat kecewa, benar-benar kecewa.

“Diana! Kata kawannya Lian, dia udah punya pacar” teriakku pada Diana
“Enggak, dia bilang sendiri kok ke aku”
“Ya berarti dia bohong lah. Tau gini aku gak akan mau ngejar dia lagi Na. Aku kecewa, padahal aku benar-benar sayang” keluhku
“Duhh maaf ya Fi, kok jadi sakit hati gini. Maaf lah ya” katanya lembut
“Ya Fi, yang jelas aku jadi tau lah sifat asli dia”

Di kelas 8, SMP Purnawarna
“Hey Lian!, maksudmu apa bohongin aku ha? Kau berarti bohongi Fifi juga? Apa sih maumu!” kata Diana memarahi Lian
“Ha? Apa Diana? Kau ngomong apasih?. Aku pernah ya bohong samamu?” kata Lian benar-benar bingung
“Sok suci! Kamu gak tau udah tulus kali hati si Fifi suka samamu. Bodoh kamu!” kata Diana meninggalkan Lian

Fino, yang dari tadi melihat mereka, menghampiri Lian
“Kenapa Lian?” tanyanya penasaran
“Entah lah Fin aku pun bingung, aku gak bohong lho sama Fifi. Aku memang suka dia, sampai sekarang aja aku masih bertahan cintai dia. Tapi gak tau kenapa gini.”
“Ha? Fifi? Kemaren aku didatangi dia!” teriak Fino yang membuat Lian kaget
“Dia nanyain statusmu, aku bilang kau dah punya pacar. Betul kan apa yang kulakukan?”
“Astaga Fin, Fin. Bilang kek dari tadi. Pokonya aku mau jelasin SEMUANYA!”
“Mana mau lagi si Diana dengar kau”
“Siapa yang mau jelasi ke dia. Aku mau ngomong sama Fifi!”
“Oh, oke. Good Luck Lian”

Di depan SMP Kartini
Aku keluar dari sekolahku, rasa kecewa masih terasa di hatiku, rasanya aku tidak mau mengenalnya lagi. Lebih baik aku mati ditabrak motor dari pada aku diselamatkannya, Ya aku bohong

“Fifi!!!” Aku terkejut saat seseorang yang terengah-engah menahan tanganku dengan cepat. Ya itu Lian, aku sangat bahagia bertemu dengannya. Oh iya, kan aku lagi kesal samanya. Dengan cepat kulepaskan tangannya, tapi dia kembali menarik tanganku. Dengan kuat kucubit tangannya yang menahanku.
“Aduh sakit!” teriaknya
“Lebih sakit hatiku kau buat” ucapku dengan marah
“Fi, maaf. Aku bisa jelasin”
“Gak butuh aku penjelasanmu, udah muak aku liat mu. Gak butuh lagi aku kebohonganmu!” Anehnya walau aku sudah benci dengannya, aku tidak ingin meninggalkannya.
“Entah apapun mau kau bilang yang jelas saat ini dengar aku. Aku suruh semua orang di kelasku, biar kalau ada yang nanya statusku bilangnya aku udah punya pacar. Karena apa? Karena aku benar-benar cinta samamu, aku sayang, aku bertahan di sini buat kau! Mau kamu percaya atau enggak pun, yang jelas aku udah berusaha jujur samamu.” katanya menjelaskan
Aku terdiam, aku masih ingin menatap indah wajahnya seperti merasa sangat bersalah padaku.

“Please, percaya aku. Aku sayang mu”
“Iya iya percaya nya aku”
“Terus, boleh kan aku jadi pacarmu?”
Aku tersenyum malu, aku tak bisa berkata apa-apa selain mengangguk padanya.
Rupanya semua salah paham, tapi aku tidak menyesali kesalah pahaman ini.

Cerpen Karangan: Mery Kristian Agustina Hutagalung
Facebook: Mery kristianagustinaa
Namaku Mery Kristian Agustina Hutagalung
Aku kelas 8.
Cerpen ini buatanku sendiri

Cerpen Kesalah pahaman merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


CYS (Clean Your Self)

Oleh:
“Dia aneh” desis Anna dengan mengkerutkan alis matanya. Sudah beberapa jam ia mengamati lelaki yang selama ini ia kenal tetapi tak pernah ia dengar sepetah katapun suaranya. “Tak ada

Langit Sore

Oleh:
Langit sore ini memang indah. Ia terhampar anggun tanpa awan yang menggantung. Aku memejamkan kedua mata. Merasakan belaian angin senja di atas bukit. Damai. Ku buka kedua mata mata

Sunday Less

Oleh:
“Kringgg… Kringgg… Kringgg…”, jam weker berbunyi. “Hujan… Malasnya ane bangun…”, kata Vania sambil tetap menarik selimutnya. Hari ini hari Kamis. Sebenarnya bukan hujan yang membuat Vania malas move on

Perasaan Tertarik?

Oleh:
Mungkin aku merupakan tipe perempuan yang mudah tertarik kepada sesuatu. Tapi aku tidak bodoh. Aku tau perbedaan antara rasa tertarik dan rasa… apa ya? Cinta? Entahlah. Bukankah banyak yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *