Kesalah Pahamanku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Penyesalan
Lolos moderasi pada: 25 July 2014

Hai, perkenalkan nama aku Sandy, aku duduk di bangku SMA kelas XII, aku memiliki seorang sahabat yang sangat aku sayangi namanya Karin, dan aku juga memiliki seorang pacar, namanya Riqi.
Aku dan Riqi sudah menjalani hubungan selama 1 tahun, tepatnya aku memulai hubungan ku dengannya, pada saat aku kelas XI. Aku sangat mencintainya. Tapi, pada suatu hari, aku melihatnya jalan berdua dengan Karin, ya sahabtku sendiri. Aku tidak pernah menyangka, sahabatku yang selama ini aku sayangi, ternyata telah merebut Riqi dariku.

Di sekolah, setelah kejadian itu, aku tidak menyapa karin. Karin heran dengan tingkahku yang mulai berbeda terhadapnya. Hati aku sangat sakit, melihat sahabatku jalan berdua dengan pacarku. Di kantin, aku menghampiri Karin, “Kamu kok tega giniin aku?” cetusku tiba-tiba, “Maksud kamu apa san? Aku gak ngerti..”, “Kamu gak usah belagak sok gak tahu gitu deh, tega-teganya kamu merebut Riqi dari aku, selama ini aku menganggap kamu sahabat terbaik aku rin, tapi ternyata anggapan aku salah, kamu tega sama aku rin”, celotehku panjang lebar, dan aku berlari sambil menangis menuju kelas.

Sampai kami tamat, aku dan Karin masih tidak tegur sapa. Begitu juga dengan Riqi, dia telah berulang kali ingin menjelaskan semuanya kepadaku, tapi aku tak ingin mendengar penjelasannya. Aku sudah terlanjur sakit hati.

Aku pergi ke Bandung, dengan tujuan ingin melanjutkan kuliahku dan ingin menghilangkan rasa sakit hati ini. Dan disana aku tinggal bersama Mira dan keponakanku, namanya Indah. Aku pergi ke kampus bersama Indah, pada saat perjalanan pulang dari kampus, ada seseorang memanggil ku, “Sandy!”, aku berhenti, aku mengenal suara itu, Riqi. Aku bergegas pergi dari tempat itu dan menarik tangan Indah, lalu Riqi menahanku, dan aku melepaskan pegangannya, dan pergi meninggalkannya.

Keesokan harinya, pulang kuliah, aku langsung masuk kekamarku yang berada di lantai 2, tiba-tiba Tante Mira memanggilku, “Sandy… Ada temen kamu nih nyariin, udah tante suruh masuk nih”, “iya tante.. bentar”. Aku mengira itu adalah Dilla, teman kuliahku, yang ingin menanyakan tugas kuliah kepada ku, tapi ternyata, itu bukan Dilla, melainkan Riqi. Aku shock dan kaget melihatnya disini. “Kamu mau ngapain lagi disini?”, “Sandy, tolong dengarkan penjelasan aku”, “Kamu mau jelasin apa lagi? Aku gak mau aku sakit hati lagi karena kamu. “Dengarkan aku sebentar saja san, aku sama Karin tu, gak ada apa-apa, aku sama dia Cuma sebatas teman, mama karin meminta aku untuk selalu menjaganya di sisa-sisa hidupnya..” aku langsung memotong omongannya, “Maksud kamu di sisa-sisa hidupnya apa?”, “jadi gini san, Karin itu mengalami penyakit kanker otak, dia sengaja tidak memberi tahu kamu, karena dia gak mau kamu mengasihani dia, mamanya bilang dia sayang sama aku, dokter memprediksi, hidupnya gak bakalan lama lagi, jadi mamanya minta tolong sama aku untuk ngebahagiain dia, di sisa-sia hidupnya, Karin udah tiada san, terserah kamu mau percaya atau nggak, yang penting aku sudah memberitahu kamu”. Aku menangis terisak-isak, rasanya aku gak sanggup lagi untuk berdiri. Riqi berkata “yang sabar ya san, oh iya, dia juga nitipin diarynya ke aku, untuk aku berikan sama kamu, supaya kamu bisa mengerti”, sambil memberikan sebuah buku diary kepadaku. “Aku sayang sama kamu sandy, tapi aku gak mau kamu sakit hati lagi..” kata Riqi. Aku hanya diam, dan Riqi pamit kepadaku,
“Kamu, mau kemana riq?” tanyaku.
“Aku mau pulang sandy, tugas aku sudah selesai…” jawabnya.
“Kamu gak ingin memperjuangkan rasa sayang kamu?” tanyaku lagi
“Aku gak ingin kamu sakit hati lagi san” jawabnya.
“Kalo memang kamu sayang sama aku, perjuangkan rasa sayang kamu…” kataku.
“Emangnya kamu masih sayang sama aku?” Tanya riqi kepadaku.
“hmmm… yaa aku juga sayang sama kamu” jawabku, dengan malu.
Kami berdua memulai hubungan kami lagi. Dan kami saling berpelukan.

End

Cerpen Karangan: Nindya Haristha
Facebook: Nindy Nindy

Cerpen Kesalah Pahamanku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pria Bawahan Dewi Fortuna

Oleh:
“Kalau saja angin tak sekencang ini pasti aku udah jalan bareng sama Vinni, sial!” gerutuku di depan jendela. Selalu saja begini. Ayah, kakak, adik, abang, semuanya terlalu ikut campur

Jerrot Makin Melorot (Part 2)

Oleh:
WANITA JAHAT Matahari yang menyorot begitu panas suasana saat aku baru saja sampai di rumah sehabis pulang sekolah di hari sabtu. Kejadian 2 hari yang lalu yaitu saat aku

Pelangi

Oleh:
“alama…” Hening sejenak. Menyebalkan banget sih adik kelas ini. Emangnya dia nggak punya mata apa? bisa – bisanya bola yang dia tendang mengenai mukaku. huh… mukaku bonyok dehh ditambah

A Reason

Oleh:
Dilla terus menulis dengan berusaha mengacuhkan sekitarnya. Dia berusaha mengendalikan diri, rapat sekbid ini memang terasa menyiksa karena ada Ray. Dia merasa jadi kurang terkendali kalau di dekat Ray.

Azyoritami

Oleh:
“Azyoritami” Sudah tak asing lagi di telinga para murid SMAN 90 Jakarta. Ya, mungkin setelah membaca istilah ini kalian akan menerka-nerka makna apa dalam istilah tersebut. Mereka adalah Azrin,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *