Kesempatan Kedua Rendy

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Cinta Segitiga, Cerpen Galau
Lolos moderasi pada: 1 May 2013

Matahari bersinar dengan teriknya, membuat kulitku terasa seperti di tusuk jutaan jarum. mengoper bola dari pemain yang satu ke pemain yang lain untuk memasukan bola ke ring yang lumayan tinggi. Tapi untungnya dia selalu ada di saat aku berebut bola di lapangan yang tak jelas bentuknya ini.

Dia pacarku, dia sangat manis. Aku tak pernah bilang dia cantik, karena bagiku cantik itu relatif. Dia selalu membawakanku jus apel dan roti yang isinya berbeda setiap hari. Dia selalu setia menungguku selesai latihan. Aku heran, Ia tetap bertahan denganku yang mempunyai sikap dingin seperti ini. Sejutek apapun diriku, dia tak pernah peduli.

Dia adik kelasku. Aku ingat bagaimana perjuangannya untuk mendapatkan hatiku yang beku ini. Dia tak pernah menyerah untuk menyukaiku. Saat itu aku masih kelas dua SMA dan dia kelas satu SMA, dia datang mengantarkan penghapus yang mungkin tak sengaja kujatuhkan di Lokerku yang berada dekat kelasnya. Tak peduli betapa sinisnya gadis-gadis yang ada di kelasku saat itu, dia tetap nekat mengantarkan penghapus itu padaku.

“Yah.. hari ini aku gak bisa nungguin reren selesai main! Ga pa-pa kan? Soalnya immy ada janji mau ke rumah oma..” bujuk kimmy padaku. “ga pa-pa! Asal jangan bohong aja, kalo udah nyampe sms ya.”. “sip bos!”. Sebelum dia pergi, aku membelai rambutnya yang panjang dan ikal. Kemudian dia mencium pipiku yang ku yakin penuh dengan keringat saat itu sambil berkata dalam hatiku “tak jijikkah dia?”. Aku melihat dia melambaikan tangannya setelah dia menemukan taksi.

Aku selalu sedih setiap melihat senyumannya yang polos. Aku selalu bertanya-tanya dalam hati “apakah benar aku mencintainya? Dia bukan tempat pelarianku kan? Apakah rasa ini adalah rasa kasihanku padanya? Apakah cintaku ini sama tulusnya dengan cintaku pada cinta pertamaku yang meninggalkanku? Jika terjadi sesuatu, apakah aku akan tetap bertahan dengannya?”. Aku bingung jika di hadapkan dengan pertanyaan seperti ini.

Ting ning.. Bunyi sms masuk di handphoneku, sudah pukul 02.00 dini hari rupanya. Aku mengambil handphoneku dan membaca pesan yang masuk “slmat tngah mlam reren?, sorry baru ngasih tau.. aku udah nyampe dari tadi kok, cman hpnya lowbet. Jadi smsnya bru skrang deh nyampenya. Sorry yoo 😀 nice dream, love you :*”. Membaca sms itu membuatku gondok, selain pintar ternyata dia juga ceroboh. Dia selalu berhasil membuatku naik darah tengah malam begini. Berbeda dengan Sandra, sandra sangat dewasa dan tak pernah membuatku marah. “apa sih yang aku pikirkan? Sandra udah ninggalin kamu. Titik.” satu minggu kedepan kimmy akan tetap berada di kediaman omanya. Mumpung liburan, dia sudah mengatakannya padaku sejak jauh-jauh hari yang membuat kita berdua selalu bertengkar. Masalahnya simpel, hanya dia ingin aku ikut dengannya.

Liburan selesai, akhirnya aku bisa bertemu dengan pacarku yang bandel. Seperti biasa aku tidak sarapan di rumah karena kimmy pasti membawakanku sarapan hari ini. Aku sangat semangat ke sekolah pagi ini. saking semangatnya, aku datang terlalu cepat yang mengakibatkan aku harus menunggu kurang lebih lima belas menit.

Tak kulihat sosok yang kutunggu-tunggu datang menemuiku hari ini. Aku sudah mencarinya ke semua tempat, tapi hasilnya tetap sama yaitu nol. Aku marah. Sudah tiga hari ini dia tak pernah mengaktifkan nomornya. Apa yang terjadi? Apa dia menjauhiku karena sifatku yang dingin ini?. Walaupun aku sering marah padanya, seingatku aku selalu perhatian padanya.
Aku kecewa. Ternyata dia sama seperti gadis-gadis lain. Dia juga meninggalkanku sama seperti sandra.

Sudah satu minggu aku tak mendengar kabar darinya. Dan saat itu juga aku kaget melihat sosok yang duduk di ruang tamu malam itu. Sandra? Apa itu benar dia? Aku merindukannya! Tidak aku sudah punya kimmy, yang tak tau kabarnya saat ini. Batiku berperang. Tapi tak dapat kupungkiri bahwa aku memang merindukan sandra seiring dengan ketidakpastian kimmy saat ini.

Sandra adalah cinta pertamaku yang pergi entah ke mana saat itu, yang kini aku tau bahwa dia pergi karena sakitnya yang harus di obati. Dia tak pernah memberitahuku penyakitnya karena takut aku akan terluka. Aku tak pernah putus dengannya, walaupun aku sudah menganggapnya tak ada. Dia datang untuk menanyakan kepastian. Aku bimbang saat ini, sudah berhari-hari aku bersamanya. Dia tak sedikitpun berubah, dia tetap sandraku yang dulu. sudah satu minggu lebih juga kimmy tak memberiku kabar. Aku putus asa dengannya dan berpaling lagi kepada sandra. Entah.. apakah aku bodoh atau apa, tapi sungguh aku tak sanggup kalau harus terus begini.
Hal yang selama ini kukhawatirkan menjadi nyata, kimmy kembali setelah tepat tiga minggu aku tak melihatnya. Aku bingung, dia pasti sangat kecewa mendengar kabar tentangku yang sudah jadian dengan sandra. Rasanya aku ingin lari dari dunia ini.

Aku menghampiri kimmy di kelasnya, di duduk manis di tempat duduknya. Dia mengkhayal, saat bersamaku dia juga sering mengkhayal seperti itu. “kimmy…” panggilku pelan, takut akan mengagetkannya. “hah? Aku gak marah kok kalo emang reren sayang sama sandra. Aku ikhlas. Swear deh!”. Aku kaget dengan jawaban kimmy, aku baru akan menjelaskan tapi dia sudah mengikhlaskan. “immy..” panggilku sekali lagi. “gak kok, aku gak kenapa-kenapa, yang salah kan aku.. aku udah gak ngasih kabar ke reren, liat nih aku gak nangiskan?”. Aku menatapnya, dia memang belum menangis, tapi matanya sudah mulai berkaca-kaca. Ku pegang pundaknya dan berkata “maafin aku, ini cuman masalah waktu”. Dia menolak punggungku dan berjalan keluar kelas, setetes air matanya jatuh ke tanganku yang memegang pundaknya tadi.

Sudah berbulan-bulan aku putus dengan kimmy dan menjali hubungan kembali dengan sandra. Semuanya berjalan biasa-biasa saja, tapi aku mulai berubah menjadi laki-laki yang murung dan cengeng (yang ini rahasia ya!). Rasa sayangku pada sandra berbeda dengan rasa sayangku pada kimmy. Aku sudah menceritakan semuanya pada sandra. Dia memberikanku pilihan untuk tetap bertahan atau tidak. Aku ingin membicarakan ini dengan kimmy, tapi itu tak semudah yang di bayangkan. Dia tak mau sedikitpun melihatku, bahkan sekedar senyum basa-basi terasa mahal baginya.

Aku dan sandra memutuskan untuk berteman. Rasaku padanya sudah berbeda dengan yang dulu. mungkin karena beberapa hal indah yang menghiasi hari-hariku dulu.
“Rendy, ntar malam temenin ke acara ultahnya oma ya!” pintah sandra padaku. “entar deh, liat-liat dulu”. “pokonya harus datang!”. “ga ada temen lain ya?”. “kan loh tau ndiri kalo gue baru pulang dari LA, temen sih banyak tapi belum sepenuhnya jadi temen”. “iya iya bawel!”. Ku tutup handphoneku dan ku buka buku diary kimmy yang tadi di berikan sahabatnya padaku. Aku melanggar privasi orang lain kali ini. Tapi ya udah yang ngasih kan temennya.

Di awal diarynya tertulis nama SINE KIMMY SUBADJIO.. baru aku tau ini nama lengkapnya, seperti tak asing. Selanjutnya ku baca pada tanggal di mana dia menghilang tiga minggu. Ternyata karena dia depresi orang tuanya akan bercerai. Tapi aku bahagia melihat tulisan di bawanya “Reren bantu immy, immy tinggal sendiri sama kaka sama oma. Tuhan jagain Reren ya”. Dari diary itu pula aku tahu bahwa dia sengaja tak menghubungiku karena dia tak berani bercerita padaku. Aku sayang kamu kimmy, batinku pedih.

“Oma.. sandra datang”. Sandra memeluk neneknya. “cucu oma bawa siapa nih”. “oh kenalin ma namanya Rendy, temen sandra”. “trus johny di kemanain ayo”. “duh oma, malu ah. Dia juga ke sini kok entar lagi”. Aku kaget, ternyata sandra sudah punya pacar. Emang hebat mantanku yang satu ini. “trus mimi mana?” tanya sandra kemudian pada omanya. “Ada di dalam, biasalah ngambek lagi”. “aku cari dia dulu ya oma”. Sandra menatapku dan berkata “aku kenalin sama mimi ya, adik aku satu-satunya”.
“Mimi…” sapa sandra kepada gadis berambut panjang lalu memeluknya “kamu tuh dicariin, marahan sama oma ya! Kebiasaan banget sih manjanya”. “ya, oma gitu sih”. “nih temen aku rendy”. Dia mengangkat wajahnya dan hey siapa di sana? Sandra bersaudara dengan kimmy? Kandung? Mirip dikit sih, tapi…
“dia mantan ka sandra yang sering ka ceritain itu? Ya ampun..”. “dia mantan kamu juga kan? Kaka udah tau koh”. “trus kaka diam aja gitu? Kaka tega deh sama adik sendiri, aku kan jomblo sampe sekarang gara-gara tuh si kucel”. “makanya kaka bawain malam ini, biar memperbaiki keadaan. Kamu bicara gih ma dia” aku tak sengaja mendengar pembicaraan mereka yang membuatku bahagia dengan kata-kata kimmy yang mengatakan akulah penyebabnya jomblo sampai saat ini.
“Reren.. kamu seneng ya bisa mempermainkan perasaan yang bersaudara skaligus?”. pertanyaan polosnya itu selalu membuatku salah tingkah skaligus ngakak. “mmm… iya juga sih!”. “kok jahat gitu sih?”. “bercanda immy”. “aku masih heran sama kalian berdua. Emang bener sodaraan?”. “ya iya lah.. nama aku SINE KIMMY SUBADJIO, kalau kaka SANDRA KARINA SUBADJIO, terbukti kan?”. “ya ya ya, aku percaya”.

Aku kehabisan kata-kata, aku tak tau mau mulai dari mana tapi yang jelas aku ingin mengungkapkan perasaanku saat ini. “Kimmy..”. Dia menggenggam tanganku dan berkata “aku juga sayang sama kamu kok, kamunya aja yang tulalit, jangan di ulangin lagi ya…”. Aku kaget karena dia selalu tau apa yang akan ku katakan. Aku benar-benar sayang padanya. “kamu”. “iya aku mau kok”. Weleh weleh.. nih anak kok motong penbicaraan muluh sih kaya garis singgung yang memotong lingkaran aja.
“Kimmy..”. “ya!”. “tumben kamu nyaut, biasanya langsung motong”. “karena aku gak tau apa yang kamu mo nanyain”. “bukannya kamu bisa baca pikiran aku ya?”. “bukan baca pikiran, tapi baca ekspresi. Tadi ekspresi reren gak jelas, jadi aku gak tau deh”. “gak jelas? Emang muka aku samar-samar apa? Awas kamu ya”.

Aku kembali dengan kimmy, aku sudah berjanji tak akan mengulang kejadian yang lalu untuk kedua kalinya. Jadikan masa lalu sebagai cermin untuk merubah masa depan.

Cerpen Karangan: Sherly Yulvickhe Sompa
Facebook: Sherly Yulvickhe Sompa

Nama panggilan : Ickhe
Ttl : Poso, 18 juli 1996
Sekolah : SMA GKST 2 TENTENA
follow me on twitter @shervickhe_ST

Cerpen Kesempatan Kedua Rendy merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hadiah Ulang Tahun

Oleh:
Beberapa hari menuju hari ulang tahun, aku sudah mendapatkan hadiah lebih awal. Tidak. Kali ini hadiah yang kuterima lebih berbeda dan menarik dari biasanya. Yaitu seorang sahabatku, Dianita, yang

Ciuman Pertama

Oleh:
Ku lempar handukku ke kasur begitu saja, aku segera bersiap-siap untuk pergi ku raih ponselku di meja yang sudah berdering beberapa kali, sebuah pesan singkat dari Rey pacarku yang

Drama Cinta

Oleh:
“hai teman-teman,” terdengar suara Huda ketua kelas di kelasku menyapa semua siswa yang berada di kelas, mendengar suara itu semua yang berada di dalam kelas menghadap ke Huda semua,

Harus Kemana Aku?

Oleh:
Jam sudah menunjukkan pukul 01:00 pagi dan aku masih belum bisa tertidur. Berhari-hari mataku ini tak bisa diajak kompromi. Entah hanya karena insomniaku atau pikiranku yang belakangan ini sangat

Bermimpi Tentangnya

Oleh:
Aku bermimpi tentangnya. Saat itu, di sekitar kediaman rumahku, aku sedang membeli sayur disuruh ibuku. Saat aku menuju warung sayur di dekat rumah, aku selalu menyapa si tukang becak.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Kesempatan Kedua Rendy”

  1. khiranae says:

    g0od

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *