Kesempatan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 14 September 2015

Suatu pagi yang cerah, di bawah pohon yang rindang. Ku rebahkan tubuhku, di atas rerumputan. Yang telah dipotong rapi, dan kepalaku, ku letakkan dekat tubuhnya, ya dia yang bersandar pada pohon tempat kami berteduh. Dia yang sedari tadi berada di sampingku. Ku tatap wajahnya yang indah, terlihat senyuman yang manis.
“huuhh..” aku menarik napas panjang.
“sayang, aku beruntung baget bisa mendapatkan cintamu” tuturku. Dia masih dan hanya tersenyum kepadaku.

“Prif, Prif, bangun Prif” Sebuah suara, yang sudah tidak asing bagiku. Yang memaksaku membuka mataku.
“iya nyak,” balasku. Aku segera bangun, dan duduk di atas tempat tidurku.
“ohh cuma mimpi, ku kira benar-benar terjadi” pikirku sesaat, sambil mengucek-ngucek mataku. Yang bagaikan pintu baja otomatis yang macet, gak mau kebuka.

Tapi, sepertinya aku baru saja tidur deh. Segera ku lihat jam tangan yang senantiasa melekat pada tangan kiriku. “05.13 am” ya memang benar, baru tiga jam yang lalu aku tidur. Memang kalau sudah ditemani segelas kopi dan film horor, aku sering begadang sampai larut malam. Mungkin itulah yang menyebabkan kulitku putih pucat. Segera ku ambil handuk dan peralatan mandi lainnya. Lalu meluncur ke kamar mandi.

Namaku Prifvian Toyang, sekarang aku berumur 14 tahun. Aku duduk di kelas IX SMPN 1 TNS.

Byurrr!!! beberapa siraman air membasahi tubuhku. Ku bersihkan seluruh tubuhku, lalu beranjak dari kamar mandi menuju kamarku. Segera ku pakai seragam biru-putihku dan meluncur ke sekolah. Dalam perjalanan, ku lihat sesosok bidadari yang sedang berjalan sendirian. Dia berjalan tepat di depanku, ya dialah yang ada dalam mimpiku. Namanya Prilianti Suthioso. dia sekelas denganku. Kok jadi ngomongin dia sih?

Lanjut cerita. Aku berjalan cepat ke arahnya, tak mau membuang kesempatan. Dag, dig, dug, jantungku berdebar. Sebelum aku sempat mengatakan “hay,” sesosok cowok datang dan menggenggam tanganya. mereka pun berjalan bersama. Langkahku terhenti, angin dingin pagi hari memperburuk suasana. “they broken my heart” Ya, untuk ke sekian kalinya. Pasangan ini menghancurkan hatiku. Tapi, apalah daya tangan tak sampai. Aku, hanya bisa pasrah. “aku tak boleh menyerah,” semangat yang tiba-tiba muncul dari dalam diriku.
Ku lanjutkan perjalanan “sok tegar” Padahal dalam hati, aku menangis bagai anak kecil, yang diambil mainannya.

Di sekolah, aku bertemu beberapa temanku. Maklumlah, aku anaknya jarang bergaul. Jadi, aku tak memiliki banyak teman.

Tring! Tring! bel sekolah berbunyi. Saatnya jam perlajaran pertama dimulai. Kami sekelas menggunakan seragam olahraga. Karena ini adalah jam pelejaran olahraga. Lagi, ku lihat bidadari itu. Tapi, kali ini lebih cantik lagi. Dengan kostum olahraganya. Ingin ku dekati dia. Tapi sayang, teman-temannya, telah lebih dulu memanggilnya.
“sial,” hidupku memang penuh halangan.

Suatu malam, suasana sekolah tak seperti biasanya. Jika biasanya sekolah menjadi sunyi di malam hari malam ini tidak, ada yang tahu mengapa? Ya, karena malam ini, adalah malam perayaan ulang tahun sekolah. Sekolah sangat ramai oleh para siswa dengan semua kegiatan yang mereka lakukan. Tapi bebeda denganku. Sebagai orang yang berzodiak scorpio, aku tak suka keramaian. Jadi aku memilih berjalan-jalan saja di sekitar lingkungan sekolah.

Tiba-tiba terdengar sebuah suara tangisan. Suara yang sayup-sayup masuk ke telingaku. Ku ikuti suara itu, sampai ke belakang sebuah ruangan kelas. Rasa takut, sempat menghantui pikiranku. Tapi rasa penasaranku mengalahkannya. Ku coba lebih dekat lagi, lalu ku lihat sesosok wanita sedang menangis. Jantungku berdebar makin kencang, dag, dig, dug beberapa saat aku memerhatikan sosok wanita itu. Ia berhenti menangis.

Lalu. “apa lo?? gak pernah lihat orang nangis ya?” katanya dengan nada yang agak jutek.
“Kamu kenapa?” jawabku mencoba menghaluskan suasana.
“nggak, aku nggak kenapa-kenapa!!” katanya sedikit lebih halus.
“cerita aja kali, di sini gak ada siapa-siapa kok,” balasku.
“kan ada kamu..” sanggahnya.
“aku? aku tuh bukan tipe orang yang suka membuka aib orang lain kali” jawabku.

Tiba-tiba dia langsung menangis keras. Aku yang duduk tepat di sebelahnya sempat terkejeut. Tapi, segera ku sandarkan kepalanya pada pundakku. Aku tak tega melihatnya menangis, jadi ku tanya sekali lagi.
“kamu kenapa sih?”
“pacarku, tadi aku lihat dia selingkuh sama cewek lain” jawabnya dengan suara yang terselimut tangis.
“Gila banget tuh cowok.. bidadari secantik ini, masih diselingkuhin juga” kataku dalam hati.
“kamu yang sabar ya mungkin dia memang bukan yang terbaik buat kamu” tuturku padanya.
“thank’s ya, kamu udah mau perhatiin aku.” jawabnya sambil tetap menangis di pundakku.

Ku biarkan dia bersandar di pundakku. Beberapa saat kemudian dia tertidur, mungkin karena kecapean atau bau parfumku yang sanagat menyengat. Dalam hatiku timbul pertanyaan.
“apakah ini kesempatan yang diberikan Tuhan kepadaku? kesempatan yang ku tunggu selama ini? ataukah hanya angin kebahagiaan yang numpang lewat? ahhh aku tak tahu, yang penting sekarang, aku tidak melakukan hal yang dapat mengacaukan momen ini”

The End

Cerpen Karangan: Vian Toyang
Facebook: Vian Toyang

Cerpen Kesempatan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


I Love You Mr. Arrogan

Oleh:
Pagi itu disa melewati rumah rangga dan tiba tiba rangga melempar kaleng minuman dan terkena kepala disa. Disa lalu menghampiri rangga yang sedang duduk di depan rumahnya “Eh kira-kira

Maya

Oleh:
Dua hari yang lalu aku bermimpi tentang wanita yang tak jelas seperti apa rupannya, aku melihat dia dari kejauhan, rambut yang panjang kehitaman bentuk tubuh bagian belakang yang indah

Rasa Yang Tertinggal

Oleh:
Um… ha Berulang kali kuhembuskan nafas dengan keras setelah menariknya dalam-dalam. Ada sesuatu yang tertahan menciptakan rasa sesak dalam dadaku dan membuatku harus melakukan itu berulang-ulang setiap pagi ketika

Hari Ini Lebih Tenang Dari Sebelumnya

Oleh:
Suara jangkrik-jangkrik bergemerincing di telinga Faiz saat terik matahari Agustus menyelimuti tubuhnya yang sibuk menyirami bunga-bunga mawar di depan rumahnya. Lamunannya tak terpecahkan oleh suara keras dari serangga-serangga berisik

Believe It

Oleh:
“Mampus, aku kesiangan” kulihat jam beker’ku 06.35. padahal hari ini adalah hari pertama MOS untuk siswa baru di SMK Cahaya Bintang. Duh aku bisa kena hukuman karena telat, apalagi

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *