Ketemu Jodoh Di Gereja

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 8 December 2015

Namaku Dea Wijaya, umur aku 17 tahun, aku bersama keluarga baru saja pindah rumah di sebuah kota, aku anak pertama dari dua bersaudara, aku mempunyai adik bernama Andre Wijaya, berumur 13 tahun, dan aku dan adikku sudah mendapatkan sekolah di kota ini. “kriinggg.. “Bunyi alarm jam weker dan aku pun terbangun karena bunyi jam weker tersebut.

“Deaa, Andreee bangun udah pagi, hari ini hari pertama kalian sekolah.” teriak Mama yang sedang menyiapkan sarapan. Lalu aku pun melihat jam pukul 05:45, dan aku pun segera bangun dengan malasnya dan melihat Andre masih tertidur pulas. Lalu akupun segera ke luar kamar dan mandi, karena hari ini hari pertama sekolah, jadi boleh terlambat. Setelah selesai mandi aku pun segera sarapan dan segera berangkat sekolah.

“Ma, pa, Dea berangkat sekolah dulu ya?” pamitku kepada kedua orangtuaku.
“loh? sayang gak sarapan dulu?” jawab Mama dan Papa bebarengan.
“kompak banget Mama sama Papa. Hehe, enggak ma, pa, Dea bawa roti ini aja.” jawabku dengan membawa roti sandwich yang telah dibuat Mama, lalu aku lari dan segera berangkat naik motor, dan Andre berangkat bersama Papa.
“ya udah hati-hati ya sayang.” sahut Mama yang sedang sedang sarapan bersama Papa dan Andre.

Lalu aku pun sampai di sekolah, dan aku bertanya kepada guru sekolah tersebut mengenai kelas yang harus saya masuki. Lalu aku pun disuruh oleh Pak Anto untuk berkenalan di depan kelas.
“Selamat pagi anak–anak “ucap pak Anto ketika memasuki kelas tersebut.
“Pagi pak.” jawab murid–murid yang ada di kelas.
“hari ini ada murid baru, dan akan menjadi teman baru kalian.” jelas pak Anto kepada murid-murid. Lalu aku pun masuk kelas tersebut. Dan aku langsung mengenalkan diri.
“hai, nama aku Dea Wijaya aku pindahan dari sekolah di Bandung.” terangku kepada teman-teman yang ada di kelas.
“silahkan duduk di tempat yang kosong.” suruh pak Anton kepadaku.

Dan aku pun langsung duduk di sebelah anak cewek yang parasnya agak manis.
“hei, nama kamu siapa?” Tanyaku kepada teman sebangkuku tersebut.
“nama aku Nea.” jawabnya singkat dengan senyum manisnya.
Singkat cerita aku sekolah di sekolah tersebut sudah 1 minggu, dan Nea bertanya kepadaku.

“De, apakah kamu sudah mendapatkan gereja di kota ini?” tanya Nea kepadaku.
“belum Ne, aku belum menemukan gereja di sini.” jawabku dengan alis yang terangkat ke atas.
“bagaimana kalau hari sabtu ini kamu ikut di gerejaku saja? Karena di gerejaku ada acara pemuda.” ajak Nea kepadaku. Dan aku pun diam dan memikirkan apakah setuju atau tidak dengan ajakan Nea, dan setelah lama diam aku pun setuju dengan ajakan Nea.
“bo.. boleh juga tuh Ne.” jawabku dengan yakin.

Singkat cerita aku dan Nea pun datang ke gereja bersama. Dan kita duduk di dalam gereja, dan tidak lama kemudian ada seorang cowok yang umurnya sebaya dengan aku, yang memilih duduk di sebelah aku, dan sebelum ibadah dimulai, tiba-tiba saja cowok tersebut mengajak aku ngobrol.
“hei, aku tidak pernah melihat kamu deh di gereja ini, kamu warga baru ya?” Tanya cowok tersebut yang penasaran dengan aku.
“emm, iya aku warga baru di gereja ini..” jawabku dengan lantang.
“siapa nama kamu?” Tanya cowok tersebut kepadaku.
“aku Dea.” ucapku dengan singkat dan berjabat tangan dengan cowok tersebut.
“kalau aku Erwin.” jawab cowok tersebut dengan senyum lebar.

Lalu kami pun diam, karena acara pemuda di gereja tersebut akan dimulai. Dan setelah acara tersebut selesai, Nea pun mengajakku untuk ke toilet, dan ketika aku sedang menunggu Nea, tiba-tiba saja Erwin cowok yang tadi berkenalan di gereja mendatangi aku, dan aku cukup kaget dan agak grogi.
“hei Dea, kamu pulang bersama siapa?” Tanya Erwin kepadaku dengan membawa tas.
“aku pulang bersama Teman aku Nea.” jawabku dengan sedikit grogi.
“ehm baiklah, boleh aku minta kontakmu?” tambah Erwin yang meminta kontak hp aku, dan aku pun semakin grogi karena dia begitu tampan. lalu aku pun memberikan kontak Bbm-ku kepada

Erwin, lalu Erwin pun pergi untuk bergegas pulang.
“oke, thanks ya Dea, aku pulang duluan.” pamit Erwin kepadaku dan sempat melambaikan tangannya kepadaku, dan aku hanya tersenyum saja, lalu aku berpikir, “apakah dia menyukaiku?” ahh sudahlah tidak usah dipikirkan lagi, tidak lama kemudian Nea pun ke luar dari toilet.

“Nea, kamu lama banget sih di kamar mandi.” keluhku kepada Nea dengan nada manja.
“emang kenapa De? Tapi tadi udah paling sebentar kok. Hehe.” jawab Nea dengan sedikit candaan.
“emm, tadi ada cowok yang mengajakku berkenalan Ne, dan dia meminta kontak Bbm-ku..”

Ceritaku kepada Nea, karena aku dan Nea sudah seperti sahabat, tidak ada hal yang aku sembunyikan dari Nea, Nea juga sebalikanya, kita saling terbuka dalam hal apapun.
“hah? Serius? siapa dia?” jawab Nea agak sedikit kaget.
“Dia namanya Erwin.” balasku singkat dengan muka malu-malu.
“Ciee, kamu baru pertama datang di gereja ini saja sudah ada yang menaksirmu, aku saja yang sudah bertahun-tahun di gereja ini tidak ada satu pun yang menaksirku.” jawab Nea agak sedikit curhat kepada aku.

Lalu aku hanya tersenyum saja, dan aku merangkulnya, lalu kami pun bergegas untuk pulang, dan Nea pun mengantarkan aku pulang ke rumah. Dan sesampainya di rumah aku pun langsung masuk kamar, dan membuka Hp, lalu ada Undangan BBM di hp-ku, dia adalah Erwin Laksmana, cowok yang berkenalan denganku tadi sewaktu di gereja. Singkat cerita aku dan Erwin sudah kenal dan dekat selama 3 bulan, aku sudah tahu sifat dan karakter Erwin dan aku sering diajak ke luar dengan Erwin. Lalu suatu hari Erwin mengajakku ke sebuah cafe yang sangat sepi, tanpa ada orang lain, dan cafe tersebut sangat indah dengan adanya lampu dan bunga-bunga.

“Dea, aku mau ngomong sesuatu sama kamu boleh?” Tanya Erwin kepadaku dengan menggenggam jari-jari tanganku.
“ya bolehlah Win, masa enggak boleh. Hehe, kamu mau ngomong apa?” jawabku agak sedikit gurau.
“Dea, kamu tahu tidak? Aku memesan cafe ini untuk kamu, karena kamu sangat spesial di hidup aku.” ucap Erwin dengan agak sedikit gombal kepadaku.
“emm, kenapa kamu menyiapkan ini untuk ku?” sahutku dengan kebingungan.
“karena aku suka sama kamu De, dari awal kita ketemu, dan aku sangat menyayangimu, maukah kamu menjadi teman hidupku De?” ucap Erwin dengan menggenggam tanganku dan dengan muka yang sangat serius sekali.

“hah? Kenapa kamu yakin sekali kepadaku win?” jawabku dengan kaget dan malu.
“karena aku sangat menyayangimu Dea, dan aku yakin kalau kamulah yang terbaik buat aku, dan aku juga yakin kalau Tuhan sudah mendatangkan kamu buat jadi yang terakhir buat aku..” Ucap Erwin dengan meyakinkanku untuk mau menerimanya.

Setelah aku diam dan berpikir agak lama, lalu Erwin bertanya lagi kepadaku.
“hei, gimana mau atau tidak?” Tanya Erwin kepadaku. Dan mengagetkan aku.
“emm, aku mau jadi pacar kamu win.” jawabku dan membuat Erwin kaget.
“serius De?”
“iya win, aku serius aku mau jadi pacar kamu..”
Dan Erwin pun mengajakku berdiri, dan dia memelukku sangat kencang, dan aku sangat bahagia mendapatkan Erwin Laksmana.

Cerpen Karangan: Sara Tri Novianda
Facebook: Sara Novianda
Nama: Sara Tri Novianda
alamat: perumahan cluster harmoni HZ25/19 harapan indah Bekasi

Cerpen Ketemu Jodoh Di Gereja merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hari Ini Lebih Tenang Dari Sebelumnya

Oleh:
Suara jangkrik-jangkrik bergemerincing di telinga Faiz saat terik matahari Agustus menyelimuti tubuhnya yang sibuk menyirami bunga-bunga mawar di depan rumahnya. Lamunannya tak terpecahkan oleh suara keras dari serangga-serangga berisik

Kisah di SMK

Oleh:
Hari itu hari senin. Sekolahku mengadakan upacara bendera rutin setiap hari senin. Aku menjadi pembawa bendera pada upacara itu. Setengah jam lebih berdiri akhirnya pun upacara berakhir. Aku duduk

Kamu Aja Deh

Oleh:
“Allahu akbar Allahu Akbar” “Hoaammmmm, masih ngantuk nih,,” Suara Adzan Subuh itu lagi. Suara yang biasa membangunkanku seperti pagi ini, pusing bener rasanya, ku paksa kucek-kucek mata yang masih

Hanya Kamu

Oleh:
Hari ini hari pertama aku masuk sekolah, hari pertama ini hari di mana aku dan teman-temanku berkenalan, dan sekarang aku mulai berkontraksi dengan teman-temanku, ya dimana aku yang masih

The Truth

Oleh:
“Serius lo, Gi?” Yogas menatap Egi geram. Seakan tak percaya dengan apa yang baru dikatakan sahabatnya barusan. Egi pun berusaha menatap Yogas dan perlahan mengganggukan kepalanya. “Gi, lo bebal

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *