Ketika Cinta dan Penantian Menjadi Jadian

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 25 July 2017

Di zaman yang sudah serba canggih ini, mungkin sudah gak asing yah sama perkenalan yang sering dilakukan banyak orang di internet. Seperti facebook, WA, BBM, atau lainnya. Begitu juga dengan muda mudi ini, Latif dan Muladi. Mereka berkenalan di sebuah akun yang bernama facebook, latif yang masih duduk di bangku kelas 2 SMP di kotanya, dan muladi yang duduk di bangku kelas 2 SMK. Mereka berasal dari 2 kota yang berbeda.

Malam itu matanya belum mau dipejamkan meski malam sudah larut, bintang dan bulan hampir tak nampakkan keindahannya karena awan yang menyembunyikan keindahan mereka. “Sudah pukul 11 tapi aku belum mengantuk, dan semua ini membuatku bosan. Mungkin lebih baik aku ngeBomLike status orang lain. Setidaknya jariku ini ada kerjaan daripada ngelamun gak jelas kaya gini”. Pikir latif untuk menghilangkan kebosanannya malam ini.

Tak lama setelah itu ada sebuah kiriman yang masuk ke kronologinya, “TFL de” kirimam tersebut dari muladi. Dan latif membalasnya singkat “iyah ka”. Dari sebuah kiriman singkat itu, muladi pun mulai mengirim pesan dan mereka melanjutkan berkenalan. “Hai, apa boleh kenalan?” Ucapnya. “Hai. Iya, tentu” kata latif dengan nada juteknya, karena dia termasuk orang yang jutek dan acuh. “Namaku muladi, dan namamu latif yah?” “iya, namaku latif kak”.
Semenjak itu mereka semakin dekat, walaupun latif jutek tapi ternyata dia asik diajak bicara.

Sudah seminggu mereka kenal, muladi pun memutuskan untuk menyatakan perasaannya pada latif. Mungkin ini yang sering disebut cinta monyet, tapi bukan cinta-cintaan ala monyet beneran yah. Ini cuman istilah buat mereka yang masih belum cukup dewasa atau masih ABG. “De, kakak mau ngomong sesuatu?” ucapnya dengan penuh serius. “Oh iya, mau ngomong apa kak?” Latif pun menjawab dengan terheran-heran. “Mmm, kakak sebenarnya suka sama kamu. Mau gak jadi pacar kakak?”.
“oh, apakah ini tidak terlalu cepat kita ini baru kenal.” pikir latif dan akhirnya dia pun menolak muladi. Dan mungkin muladi pun mengerti dengan keputusan latif ini.

Tapi tidak lama setelah aksi tembak menembak itu, latif pun jadian dengan orang lain yang sudah lama ia kenal. Hal itu yang membuat muladi kecewa, dan dia pun mulai menjauhi latif. Tapi, ternyata muladi ini selalu memperhatikannya walaupun tidak dengan menghubunginya.

Hari berganti bulan, dari detik ke menit semua berlalu dengan seiring berjalannya waktu latif mengakhiri hubungannya. Kemudian harapan muladi terhadap latif mulai tumbuh dan mereka pun saling memperbaiki keadaan yang telah hilang dulu.
“Hai de, apa kabar? masih inget gak sama kakak?” tanyanya. “Hai, baik kak. tentu ingat.” timpal latif padanya. “Oh syukurlah kalau adik masih ingat”
Muladi ini orang yang baik dia selalu ada untuk latif, saat sedih maupun senang. Hingga akhirnya rasa itu mulai tumbuh untuk muladi. Latif mulai menyukainya dan perasaannya pun mulai berubah, dari yang awalnya biasa menjadi sebuah rasa yang membuatnya menganggap dia bermakna.
Seperti halnya latif, muladi merasa perasaannya makin besar untuk latif. Dalam pengungkapan perasaannya untuk yang sekian kali mungkin dia akan merasa takut. karena ini bukan yang pertama buatnya, tapi akhirnya dia mulai mengatakannya lagi prihal perasaannya itu.

Malam yang indah dengan dihiasi bintang yang memenuhi langit malam. “Mungkin aku harus mengatakannya lagi, sebelum dia nanti bersama orang lain lagi. tentang rasa yang sudah melekat di hati yang membuat gelisah dan resah. Sebaiknya kuungkapkan, mungkin hati ini akan sedikit tenang. Meski nanti entah penolakan atau syukur-syukur dia juga merasakan hal yang sama denganku.” Semua membuat muladi gelisah antara takut dan ingin latif tau soal perasaannya itu.
Dia pun memutuskan untuk menyatakan perasaannya lagi, “De, kakak sayang sama kamu, kakak mau kamu jadi pacar kakak! Apakah ade mau jadi pacar kakak?”. Penuh harap dari muladi untuk latif. Namun, jawaban latif tak kunjung dia dapat.
“Mmm, kak apa boleh kupikir dulu, aku bingung harus jawab apa.” Sedikit memohon agar muladi mengerti. “Oh, baiklah kakak beri waktu adik untuk berpikir. Tapi, secepatnya aku ingin mendengar jawabanmu yah!”
“Iya, baiklah kak.” Latif pun mulai memikirkan apa dia harus menerima atau menolak kembali.

Tiga hari berlalu akhirnya tiba saatnya latif menjawab pertanyaan muladi. dan ketegangan antara diterima atau tidak pun terjadi, ish lebay.. wkss!! “Mmm, gimana de untuk jawabannya. Apa ade mau jadi pacar kakak?” muladi pun menyatakan pertanyaannya lagi. Dag.. Dig.. Dug.. bukan suara bedug lph!! itu suara detak jantung, mungkin!! Yah entahlah semacamnya.. “Mmm, iyah kak aku mau jadi kasihmu.” Jawaban yang ditunggu pun tiba. “Benarkah kamu mau?” sontak muladi masih belum percaya. “Iyah kak” kini mereka pun resmi jadian, setelah menunggu sekian lama. Dengan segala rasa sakit, curiga dan bahagia. Kini semua terbayar dengan hanya kata “iyah aku mau”. HAPPY ENDING..

SELESAI

Cerpen Karangan: Nisa Nurlatifah

Cerpen Ketika Cinta dan Penantian Menjadi Jadian merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hujan Cinta

Oleh:
Hari Minggu adalah hari saatnya aku latihan dance bersama timku untuk tampil di salah satu acara festival besar Jejepangan. Musim hujan melanda kota kami. Hampir setiap sore, hujan turun

Kontes Dangdut Semilyar (Part 1)

Oleh:
“KONTES DANGDUT SEMILYAR Sesion 7!! … datang dan ikutilah kontes dangdut terbesar tahun ini,” Riri membaca keras-keras. Mungkin sebuah brosur online. Ia sangat serius membaca dan memahami isi dari

Penantian

Oleh:
“tenang, Nis. Bukannya kita berdua dulu pernah janji, kalau nanti kita sudah menggapai cita-cita kita. Kita nanti ketemu lagi di sini.” ucap Fikri untuk menenangkan hati Annisa yang sedang

Senja Di Sudut Kota Jogja

Oleh:
Terdengar suara azan magrib berkumandang, mengajak kita umatnya untuk meluangkan waktu dan mendekatkan diri pada sang pencipta. Kala itu aku berjalan sendiri menyusuri kota jogja, dengan sebuah sarana transportasi

My Love Sayaka

Oleh:
Aku adalah seorang penulis novel pemula, suatu hari aku sedang menulis sebuah Novel di tepi sungai yang indah. Lalu tiba tiba ada seorang gadis duduk di sampingku, gadis itu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *