Ketika Cinta Tak Kutunggu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 28 April 2018

Memori masa lalu 2 tahun silam itu masih terbayang setelah berlari menapak meninggalkan jejak. Aku terpaku diam membungkam setelah semua memori indah itu berubah. Hatiku kosong, setelah semua tak seperti biasanya, aku harus terbiasa.

Di taman depan rumah aku melamun. Hufttt… tetap saja aku masih menunggu hal yang benar-benar tidak bisa lagi untuk ditunggu. Aku meneguk teh hangat. Anjirrr. Aku kepanasan. Eh, bukan aku, bibir tipisku yang kepanasan. “Bukan teh hangat ternyata” pikirku. Dengan begitulah aku tersadar dari lamunanku. Namun ingatan itu akan kembali lagi tiba-tiba. Pasti!!
Kini aku menjalani hari seperti dulu ketika aku belum mengenal cinta. Tapi ini beda… dulu aku seperti terlatih, sekarang aku tertatih. Hatiku sakit, pikiranku kacau. Semua orang yang melihatku seperti biasa saja. Ya… seperti semuanya tak terjadi apa-apa.

Waktu berlalu cepat, aku masih memikirkan dia walaupun aku mulai sadar bahwa dia tidak akan lagi kembali seperti dulu. Seperti orang asing yang entah memang lupa cara bertegur sapa denganku atau tidak pernah berkenalan denganku. Di kelas saat istirahat aku duduk menghampiri temanku yang bermain gadgetnya, Raftan. “Eh, kamu lagi deket sama temenku?” Raftan memulai pembicaraan. “Siapa?”. Aku berpikir, aku saja belum bisa move on dengan temanku kelas 2 SMP. Mau dekat dengan cowok lain pun aku tidak tertarik. “Anak SMK, depan depannya huruf A, cieeeeee”. “Eh gue jomblo kelezz, nggak ada yang mau ngegebet gue” detik-detik ke-alay-anku kambuh. “Ihhh, plis deh. Si dia nanyain tentang kamu. Katanya kamu lucu, manis juga”. Aku mencoba nenangin diri pake jurus embahnya Naruto. “Siapa sih? Aku nggak kepikiran sumpah”. “Ituuu, Andron”. Aku terdiam, diam, diam, lalu tertidur. Bukan bukan, aku mikir, aku keinget sesuatu. “Andron? dia pernah nge DM aku di IG”. “Pernah ngeDM elu Cuy? Jahahah, terus terus?” Raftan tiba-tiba histeris kayak emak emak yang beneran dapet duit 100 juta dari SMS hoax. “Ya… pertamanya sih aku bales, terus aku cuekin” aku jawab dengan santai. “Yahhhh…” Raftan kayak mulai meyadari dia dibohongi sama SMS hoax itu, lahh???. “Rugi banget kamu, dia baik orangnya”. Sambung Raftan. Saat itu aku setengah seneng, tapi aku tetap masih berharap kepada dia yang ada di masa laluku.

Sepulang sekolah, aku ditanya temanku yang lainnya, Desan. “Eh, denger-denger kamu deket sama Andron? di DM Andron? Udah kenal bener?”. “Kenal aja enggak” aku langsung jawab spontan. “Aku bilangin ya, dia itu baik, seneng mbantu orang, sekali jatuh cinta dia bisa setia banget, suka milih-milih kalo mau deket sama orang, nahh itu… kamu pilihannya” terang Desan. Tiba-tiba wajahku datar sejenak. Lalu aku tersenyum, lalu datar lagi. “Memang mau gimana lagi? DM nya aja udah aku cuekin” hatiku terbuka sedikit dan agak percaya, tapi aku masih ragu. “Mau aku bantuin?” ucap Desan. “Entah, tapi aku masih ragu” aku memanyunkan mulut kayak anak gorilla yang super unyu nggemesin.

Yang namanya cinta itu pasti ada yang namanya keraguan. Tapi disetiap keraguan masih ada yang namanya keyakinan. Aku berpikir, mungkin Andron yang bisa ngganti dia di dalem hatiku. Aku gak mau terus terusan begini. Terpaut masa lalu, yang memang seharusnya aku lupain dari dulu.

1 bulan setelah kabar si Andro beredar, Desan tiba-tiba ngomong, “Kamu tau nggak sih? Andro masih aja ngarepin kamu”. “Weleh masa?” aku tercengang. “Dia minta nomor WA kamu, aku kasih nomormu nggak nih?”. Tanya Desan penuh harap. “Aduh, gimana ya?” aku mulai bingung, sebingung-bingungnya orang yang mulai menyadari kalo sudah tuwir alias tua. “Okelah” aku mengiyakan.

Keesokan harinya, ada WA masuk. Eh, si Andro. Aku sengaja membalasnya lama. Biasalah jual mahal gak semurah di Tanah Abang, eh. Hari berlomba-lomba untuk cepat berlalu. Sedikit demi sedikit aku bisa menyimpulkan bahwa hatiku mulai terbuka. Aku telah melupakan dia yang ada di masa lalu. Memang benar adanya, Tuhan mematahkan hatimu, mengubah semua cerita manis menjadi pahit hanya untuk kesabaran menunggu menuju kisah yang melebihi manis. Andro membuatku kagum. Cowok yang selalu humoris, alay yang melebihi aku, tidak pernah menyusahkan, dan motivator handal bagiku. Ketika aku lengah, selalu ada cara untuk memotivasiku dengan kata kata bijaknya. Dia bakalan ilfeel jika aku jaim. Aku tersenyum. Hari hariku menjadi indah seperti pelangi yang tidak tahu ke mana ia akan pulang, tetap di situ, indah sekali.

Aku bahagia sekarang. Rasa yang membuat dunia begitu nyata. Bagaimana dengan mimpi? Mimpi yang tak pernah pudar. Mimpiku adalah kamu. Cintaku menunjuk ke arahnya. Aku menunjukmu sekarang. Tuhan selalu merencanakan yang lebih baik daripada apa yang kita tunggu. Dan aku berharap ini akhir yang indah.

THE END

Cerpen Karangan: Avinda Ayu Deviana
Facebook: Avinda Ayu Deviana

Cerpen Ketika Cinta Tak Kutunggu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Untuk Cinta

Oleh:
Sofie menolak Rien, teman sekantornya untuk diperkenalkan dengan salah seorang teman laki-lakinya, saat dia diberikan pesta kejutan di kantornya pada ulang tahunnya yang ke-28. Rien mengatakan kalau temannya tersebut

Halaman Terakhir

Oleh:
Kicauan-kicauan burung di balik jendela pun membangunkan tidurku. Ku lihat matahari mulai beranjak naik, ku tengok jam dinding yang menggantung tepat di atasku. Ah ternyata sudah jam 07.00. Aku

Pemimpin Yang Baik

Oleh:
“Teman-teman, ayo kita latihan pramuka.” Ucap Luna. “Sebentar Luna… Kami lagi bermain.” Ucap Bahar mewakili teman yang lain. “10 Menit saja ya.” Ucap Luna lembut. “Siap bos.” Luna adalah

Ini Aku

Oleh:
“Hey! Jangan lari! Gue cuma pengen tau lo siapa!” kata Fahru terhadap orang yang tak dikenal itu. “Maaf, aku tidak bermaksud untuk menguntit. Aku tidak berniat jahat. Sungguh.” Pria

Someone in September Rain

Oleh:
“Ha? Kamu diajak kenalan sama dia Cel?” Hahah!!” tawa Jesslyn mengejek. “Ih kamu ngejek deh. Aku serius. Dia belakangan ini sering ngechat aku tau! Ini semua berawal ketika aku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 responses to “Ketika Cinta Tak Kutunggu”

  1. manusia says:

    bagus bgt si parah harus dilanjut nih dibukuin cocok bgt

  2. Dadung Lembu says:

    Ringan dan mudah dicerna, menghibur. Great

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *