Ketika Salah Menilai

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Penyesalan, Cerpen Romantis
Lolos moderasi pada: 17 December 2013

Aku adalah seorang mahasiswi dari sebuah universitas swasta di tempatku, aku sedikit tomboy dan menyebalkan kata teman-teman ku, hee… oh.. ya sampai lupa nama ku Echa

Suatu hari 3 tahun yang lalu, sahabatku memberi kabar agak sedikit kaget dan GR, bahwa ada seorang cowok yang naksir padaku dia meminta no hp ku, ya… sudah lah aku berikan karena aku pikir buat nambah-nambah temen lah… Sejak kejadian itu kita sering sms, telpon dan dia mengajakku kopi darat kata anak gaul sekarang, akhirnya, ok lah ku coba untuk ketemuan di sebuah kantin sekolah… OMG.. ternyata dia adalah cowok yang selama ini aku suka.. dia Ali, seorang atlet basket di sekolahan tetangga sebelah..

Singkat cerita… pada tanggal 2 maret 2007 kami resmi pacaran.. ya walaupun ‘backstreet’ gara-gara nya aku belum di ijinkan untuk pacaran, soalnya aku baru kelas 1 SMK, jadi setiap ketemu kita ketemu di tempat kost nya kebetulan dekat dengan sekolah ku, kita pacaran seperti orang-orang… setiap sore dia jemput aku di rumah temanku dilla yang kebetulan tak jauh dari rumahku… aku jalan dengan ali dan dilla jalan dengan putra kekasihnya, “mungkin ini yang namanya indahnya jatuh cinta.. terasa dunia milik kita berdua yang lain ngontrak…” celotehan ku ke dilla, dan dilla tertawa.

Setelah kita cape jalan-jalan akhirnya kita memutuskan pulang ke rumah masing-masing, tak lupa seperti terbiasa dan tak canggung lagi setiap pulang ali selalu mencium kening dan bibir ku sebari mengucapkan I LOVE YOU, dan aku pun membalas, dan dilla hanya bisa tersenyum melihat kemesraan kita… dan akhirnya kami pulang…

Pagi yang indah aku berdoa semoga hari ini lebih indah dari hari kemarin… seperti biasa aku di jemput di rumah dilla kita sama-sama berangkat, walaupun kita berbeda arah… tak sedikit pun aku ingat bahwa hari ini adalah kelulusan Ali kebetulan dia kelas 3, oh tuhan… kenapa pikiran jelek ada dalam otak ku, aku takut setelah dia lulus hubungan kita hancur berantakan… tapi ternyata TIDAK… setelah dia lulus dan melanjutkan ke universitas.. hubungan kami malah semakin erat… seminggu lagi… aku Ultah tapi terdapat kejanggalan dari semua sikap sahabatku, mulai dari dilla yang gak pernah mau diajak jalan dengan alasan acara keluarga, di sekolah semua teman-teman menyebalkan, dan ali pun udah jarang banget hubungin aku, sms pun yang biasanya di ponselku sms dari dia semua, tapi saat itu bisa terhitung jari dan gak pernah ada waktu untuk ku, sempat terpikir dalam otak ku yang jelek-jelek tentang ali di luar sana apakah…? ah, gak mungkin dia kan cinta mati banget sama aku, kata hatiku menenangkan hati sendiri…

Suatu ketika aku merasa ingin ice cream… berangkat lah aku ke sebuah mini market terdekat… oh, tuhan, terasa mimpi melihat orang yang aku sayang, yang berjanji padaku tidak akan pernah menyakitiku sampai kapan pun, tapi detik itu aku melihat dia jalan bersama wanita lain… begitu sakit luar biasa, mati-matian aku bertahan berbohong kepada orangtua ku tidak untuk pacaran sebelum aku lulus, tetapi pengorbanan ku dia balas dengan sebuah pengkhianatan… rasa marah, kesal campur aduk kaya gado-gado saat itu… tak bisa ku tahan lagi, dan akhirnya aku mendekati kedua manusia yang telah menyakitiku itu… aku bertanya dengan nada rendah
“heii… berdua aja nih..?!”
“Yank…” jawab dia sambil muka kaget.
“ko berdua aja gak ajak-ajak..” ucapku.
“ak… aku.. sama…” jawab dia terbata-bata.
Tak tahan dengan sikap dia, tanpa aku dengar jawaban dia sampai selesai.. Jedot… bukan sebuah tamparan atau ocehan yang aku lontarkan kepada ali, tapi tonjokan mantap. Tonjokan dan kata “PUTUS” dari ku mungkin cukup buat luapin semuanya.

Setlah itu aku pergi dengan tangisan dan pulang membawa luka…
“oh… tuhan, apa salah dan kekurangan ku selama ini.. hingga dia tega menyakitiku sesakit ini… ini gak adil..” dalam hatiku.. aku berlari sekencang mungkin agar cepat sampai rumah dan puas menangis di kamar ku…

Hari sudah pagi, seperti biasa aku berangkat sekolah TANPA ali sekarang JOMBLO… dilla sudah menungguku di depan.. hari ini kita ada janji untuk makan malam sama teman-teman sekelas… aku mau traktir mereka soalnya besok aku ultah.. maklum jomblo jadi pasti kumpulnya hanya sama temen aja tanpa pacar, “padahal tahun kemarin masih ada ali” dalam hatiku, tapi ya sudah lah… pulang sekolah aku mulai gajen dandan secantik mungkin.. jam 10 aku bikin acara makan malam sama teman-teman…
Tepat jam 10 cafe suasana seperti biasa layaknya cafe, tapi pas jam 11.30 merasa aneh kok makin malam makin banyak banget orang yang datang…

OMG… apa yang terjadi ali memberi surprise party ultah untuk ku. dia menghampiriku
“Kamu tetap jiwaku, tak akan pernah tergantikan oleh siapa pun, sayang, cinta aku cuma buat kamu malaikat kecilku, maaf selama seminggu ini aku tak pernah ada waktu untuk mu, aku mempersiapkan semuanya untuk kamu, aku hanya ingin kamu selalu bahagia, aku ganti rasa sakit dan air mata kamu kemarin dengan kebahagian malam ini, aku perjelas wanita itu adalah adik ku yang baru pulang dari singapore, aku minta bantuan dia untuk membeli semua keperluan untuk mu”
seketika hening hanya suara ali yang memakai mix membuat semua orang terdiam… dan aku pun menangis menyesali kejadian waktu itu yang telah menonjok dia terlebih dahulu tanpa mendengarkan jawaban ali saat itu sampai selesai..

Aku langsung memeluknya meminta maaf telah salah menilai dan meragukan kesetiannya…tak lama kemudian orangtua ku datang dalam pesta malam itu, aku pun kaget atas kedatangannya… dan bertanya
“Ka ada apa ini kenapa mama dan papa juga hadir”
“mungkin saat nya aku bicara, selama ini aku meminta restu kepada orangtua mu dan orangtua ku atas status kita dan mereka merestui walaupun orangtua mu sempat ragu dengan ku tapi pada akhirnya beliau paham, atas niat baikku atas hubungan kita” jawaban ali yang membuatku kaget…
“Lantas” tanya ku ke ali
“kamu mau kan jadi istriku, menjadi ibu untuk anak-anak kita… setelah lulus sekolah kita menikah” ajakan ali kepadaku yang menurutku lebay..
“iya, tapi kamu janji gak akan bikin aku nangis lagi dan jalan dengan wanita lain” ucapku dengan polos.
“ia… sayang… aku juga gak mau hidung ku bengkak lagi, kapok..” ucap ali sambil ngledek sikap ku waktu itu yang membuat dia gak menyangka ternyata wanita yang selama 3 tahun dipacarinya punya sisi jantan juga, haaa…

Dan akhirnya kelulusan sekolah pun tiba, aku dapat nilai terpuji… tak lama kemudian kami menikah…

NB: kadang apa yang kita lihat belum tentu sama dengan apa yang kita pikir, maka bertanya lah

Cerpen Karangan: Rye

Cerpen Ketika Salah Menilai merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kisah Cintaku

Oleh:
Hai kenalkan namaku windra pricindi anatasia biasa dipanggil cindi, saya seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di riau – pekanbaru. Walaupun aku tidak mahir membuat cerpen tapi aku

Dulu, Bukan Sekarang

Oleh:
Di kesunyian malam yang kurasa. Ingatan tentang sosoknya kembali nyata. Kuingat saat dia dan aku masih bersama, dalam satu rasa. Entah sebagai apa dia anggap diri ini, dan aku

Dear Rosi (Part 1)

Oleh:
“Rosi.. rosi.. bangun nak.. kamu udah baikan sayang?” Teriak ibuku dari balik pintu kamarku. Samar terdengar suaranya, pikiranku teringat kembali dengan kejadian semalam dimana aku melihat cowok yang menjalin

Sahabat Jadi Cinta

Oleh:
Tiga tahun berlalu. Selama tiga tahun itu terangkum semua kehidupan yang kujalani saat tiga tahun yang lalu. Dari mulai aku bertemu dengan dirinya sampai aku berpisah dengan dia. Vinza

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *