Khayalan Si Bungul 1 (Sebuah Nama)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Galau, Cerpen Gokil, Cerpen Lucu (Humor)
Lolos moderasi pada: 25 June 2013

Namaku adalah Jimmy Sujana. Aku orang yang paling terkenal di seluruh kota. Aku seorang yang tampan, baik hati, dan kaya. Tepat hari ini, aku berjalan di sebuah taman dimana kupu-kupu dan burung-burung menari dengan jenaka di atas rerumputan yang terhampar di semua penjuru taman. Keindahan taman yang aku lihat membuat ketampananku semakin memancarkan auranya. Jelas, Cewek-cewek yang sedang menikmati ketenangan pagi seperti remaja, orang dewasa, orang tua, bahkan yang masih bayi pun terpana akan paras wajahku ini. Seakan-akan melihat bidadara yang turun dari surga. Itu sudah sering sekali terjadi jadi aku hanya bersikap biasa sambil mengunyah permen karet dan sekali-kali ku ledakkan. Kulihat cewek berada di arah jam 9 sedang asik mengayuh sepedanya. Sifat jahilku pun keluar. Ku kedipkan mataku kepada cewek yang bersepeda. Sepeda itu seakan melayang ke udara. Wajahnya memerah dan kepalanya meledak karena tidak tahannya otak cewek untuk mengimajinasikan jika dia menjadi pacarku. Kejadian itu membuatku tertawa terbahak-bahak hingga tak sadarkan diri.

Tiba-tiba terdengar suara cewek yang membuat tawaku terhenti. “Tolong. tolong” mendengar suara itu jiwa pahlawanku terpanggil. Tanpa pikir panjang aku langsung berlari ke TKP dengan kecepatan 500km/jam. Melewati tembok berlin, tembok cina, menara eifel, monas, pasar segiri, pasar pagi, dan akhirnya aku sampai di TKP yang padahal jaraknya hanya 300 Meter dari tempat pertama kali aku mendengar suara minta tolong itu.. Sesampai di TKP. Ciiittt! Aku berhenti sampai sepatuku yang harga 80 juta poundsterling alasnya habis terkikis aspal. Tapi itu tidak jadi masalah. yang jadi masalah adalah hatiku, hatiku yang beku terhadap perempuan seketika mencair saat aku melihat cewek yang mampu membuat jantungku berdetak kencang, nafasku tak karuan seperti banteng.. Mulutku terbuka sampai air liur menetes hingga membanjiri kota, mataku keluar dari sarangnya hingga jatuh ke tanah. Ku ambil handphone dan kucari lagu yang pas dengan situasi ini. Ku pilih lagu d’bagindas yang suka sama kamu sebagai backsound. Badanku tegapkan, angin pun menghujamku, menjadikan kepercayaan diriku naik 100%. “woi, niat nolong gak sih” kata cewek itu. “eh maaf mbak, terbawa suasana” kataku kepada wanita itu, ku palingkan wajahku dan berbicara pada supirku yang tadi ngipasin aku pake blower “Mas supir tunggu di mobil aja yah” “iya tuan” kata supirku.

Lalu aku berteriak pada 2 preman yang ingin merampas tas cewek itu. Oia, Hampir lupa. Aku deskripsikan premannya dulu. Preman itu bertato naga di bagian lengan kanannya, berambut panjang, dan alisnya menyatu.. Dan yang satunya bertompel di pipi kirinya, pendek, kurus, dan ada tato tengkorak ikan beserta kupu-kupu. “hoy.. Lepasin cewek itu” “Heh.. Anak kecil kamu bilang apa tadi, jangan sok jagoan kamu ya..” balas si gondrong. “heh, Dengar ya. Jangan ganggu cewek itu. Kalau tangan kalian yang kudisan itu nyentuh dia lagi. Aku habisin kalian berdua” tegasku pada mereka, lalu ku kedipkan mata ke arah tu cewek. “Kampret. Ahh. Ayo beresin tuh anak.” 2 Preman itu mulai mendekatiku dengan ekspresi marah.. Wajah memerah.. Hidung kempas-kempis dan mengeluarkan asap. Dan sementara wajahku memutih, Kaki gemetar, Keringat dingin, Ngompol, Ingus naik turun, Jantung dag dig dug, jempol kaki ku hisap sangking gugupnya. Kepalan tangan si gondrong melesat kencang mengincar bagian pipiku. Namun kecepatan tangannya terlalu lamban untukku yang sebenarnya ada titisan ultraman. Ku tangkap kepalan tangan preman itu lalu berkata “Jangan remehkan aku!” lalu ku pukul preman itu di bagian perutnya. Preman itu pun terlempar jauh sampai ke bulan lalu turun ke bumi lagi. Seekor anjing yang melihat itu langsung dengan mata belonya sampai buang air kecil mengunakan dua kaki.

Setelah menghabisi si gondrong mataku langsung mengarah tajam kepada si kurus. “anu bang, ini tadi saya mau minta nomor hape cewek tadi.. Tapi gak jadi deh bang.. Saya pergi dulu bang.. Assalamualaikum..” kata preman itu sambil berlari terbirit-birit. Aku menjadi sumringah karena di pikiranku cewek yang ku tolong itu akan memelukku dan mengatakan terima kasih. Namun saat aku palingkan wajah ke arah cewek itu. cewek itu sudah tidak ada “loh mana tuh cewek” kucari dia di tempat dia berdiri tadi “Aduh, Belum kenalan lagi” aku menangis tersendu-sendu. Datang orang yang seperti malaikat dari kejauhan. Tapi ternyata dia adalah supirku. Dengan suara beratnya dia berkata “tenang tuan, bila dia jodohnya tuan, pasti tuan akan bertemu dia lagi, dan jika itu terjadi, maka jangan sia-siakan setiap detik yang tuan punya untuk dekat dengan dia” kemudian ku kepalkan tanganku sambil melihat langit dan berkata “anda benar pak supir, lihat saja nanti, kalau aku ketemu cewek itu lagi, aku bakal kenalan sama tuh cewek, dan buat dia bertekuk lutut dihadapanku. Akan ku tunggu dia disini sampai kapanpun. Hahahaha!” Langit tiba-tiba gelap, angin ribut mulai berdatangan, dan petir-petir menyambar.

Kemudian
Suara perut keroncongan “Lapar..” kataku yang sudah gak bisa nahan lapar. “loh. Kata tuan 2 jam yang lalu kan, Akan ku tunggu dia disini sampai kapanpun. Hahahaha!.. iya kan?” kata si supir sambil memperagakan gayaku. “iya tapi jangan ikutin gayaku juga dong, ya udah aku tunggu lagi” kataku yang mulai ngeluh.

Kemudian dan Kemudian
“Lapar.. lapar.. lapar..” kataku.. “sabar tuan, sabar, kata tuan kan” “eh. Iya. Iya. Aku tau.. tau.” Ku potong omongan si supir sebelum dia memperagakan gayaku.

Kemudian, kemudian, dan kemudian
“laaaa” “sabar tuan”
Kemudian, kemudian, dan kemudian, dan kemudian lagi
“LAPPPPAAAAARRR, AKU HARUS MENINGGALKAN TEMPAT INI. AKU SUDAH GAK SANGGUP, PERSETAN DENGAN CINTA, YANG PENTING PERUTKU TERISI. HOAAAAAAHHH!!!!”
kataku berjalan seperti zombie mencari-cari makan. Aku melihat tempat sampah yang berkilau. Dimataku tempat sampah itu seperti tambang emas. Segeraku berlari, merangkak utntuk menuju kumpulan makanan basi itu.
Namun selang berapa lama datang seseorang yang entah darimana datangnya dia berkata “Lapar ya mas, jangan lebay dong, mending makan ini.. ayo. Ayo semua. Makan so may.. semua makan so may.. oia.. semua suka makan so may, oia. Semua makan so may” lalu dia menyodorkan makanannya padaku yang merasa jijik melihat orang asing itu menari seperti banci beserta penari latarnya. Mataku bersinar saat melihat makanan itu. Ku rebut makanan itu dari tangannya lalu ku makan seperti orang yang belum makan seribu tahun. Selesai aku memakan hasil pemberian dari orang asing itu aku bermaksud untuk mengucapkan terima kasih padanya tapi sayang orang asing itu menghilang tanpa jejak.
“tuan. Apa kita akan menunggu lagi?” Kata supirku. “Ya. Kita lanjutkan lagi”

Beberapa hari kemudian, aku masih menunggunya di tempat pertama kali aku bertemu dengannya. Dan masih berharap dia akan datang ke sini. Tapi sayang, sampai jenggotku tumbuh panjang terurai, dia tidak kunjung datang. Aku menjadi tidak bergairah hidup. Galau namanya kalau bahasa zaman sekarang. Supir ku yang setia menemaniku, mendatangiku dan berkata. “tuan, apakah tuan benar-benar jatuh cinta pada gadis itu?” “ya iya lah, kalau tidak untuk apa aku menunggunya disini” Supir itu tersenyum lalu duduk disampingku. “tuan, mohon maaf jika saya lancang berkata seperti ini namun melihat tuan menjadi seperti ini saya jadi sedih melihatnya. Jikalau tuan memang jatuh cinta pada gadis itu, carilah dia, tuan. Jangan hanya menunggu disini seperti prajurit yang gagah berani tapi tidak mau menuju ke medan perang. Bukankah cinta itu butuh perjuangan. Kalau tuan berfikir seperti itu berdiri dan kejarlah cinta tuan. Kehilangan cinta itu tidak apa-apa, tapi jangan sampai ada penyesalan” Mendengar itu aku beranjak dari dudukku. Lalu berlari mencari cewek itu. Supirku pun tersenyum dan berkata “tadi aku ngomong apa ya?”

Aku mencari keseluruh pelosok kota. Dari jalan yang besar sampai yang kecil namun tak ku temukan paras cantiknya. Ku tanyakkan pada orang-orang yang kulihat. Ku deskripsikan ciri-ciri cewek itu namun hasilnya nihil. Entah berapa lama dan berapa cara sudah terbuang sia-sia untuk mencarinya. Aku semakin gusar dan patah arang karena pencarianku tak mendapatkan hasil yang ku inginkan.

Aku selalu memimpikan cewek yang pernah gue temuin waktu itu.. Stand tidur gue udah gak karuan.. Dari stand terlentang, berbalik, sujud, kaki naik sebelah, kepala di bawah, sampai-sampai gue pindah tempat tidur di ranjang tetangga sebelah.. Karena gak bisa tidur. Aku langsung pergi ke teras sambil ngeliatin bintang biar galaunya kayak film korea tahun ‘70an. Aku lamunin tuh cewek.

Nah di dalam khayalanku, Aku sama dia ada di istana yang megah. Kami berdua berlari-larian di lorong. Sambil menyanyikan lagu india.. Biar mirip film-film bollywood gitu. Saat dia lewat ke arahku. Aku pegang kedua tangannya. JREEEENG. Suasana jadi hening seketika. Aku tarik tangannya hingga badannya berada di depan dan melekat dibadanku.. Lalu aku bilang “kamu cantik banget, pengen deh aku milikin kamu selamanya” senyumku yang lebar ngarah ke wajahnya. Aku monyongin nih bibir.. Biar dia bales pake bibir juga. Dia malu-malu. Dan sangking malunya. Dia menamparku sampe aku mutar 100 ribu kali. Aku langsung pusing, muntah-muntah. Muntahku itu keluarnya darah, kuncing, trak, kapal, pesawat, plus patung liberty juga. Kenapa ya aku muntah gitu ya. Oh mungkin gara-gara aku mangapnya kegedean ya makanya semua tu masuk ke mulut. Hadeh. cewek itu lalu mendekatiku dan berkata “kamu gak papa sayang, maaf aku gak sengaja sayang” katanya merasa bersalah. “gak papa kok sayang.” Aku mengeluarkan senyumku yang fantastis. Bibir di angkat sedikit, mata kiri di tutup, dan senyum gue mengeluarkan bintang yang membuat silau mata. Dan pada akhirnya “mataku.. Kenapa.. Gelap.. Gelap.. Aaaagggrrrkkhh” cewek itu jadi buta gara-gara melihat cahaya dari senyumku.. Karena paniknya dia menabrakkan dirinya ke pondasi utama istana. Istana itu runtuh seketika. Dan aku tersadar dari dunia khayalan yang aku buat.. “hah.. Capek.. Baiknya aku tidur. Besok pagi aku harus mencari cintaku lagi Hooammh.” Aku pergi ke tempat tidur..

Keesokan harinya, aku mencari bidadari tercantik itu. Namun sayangnya dari mentari terbit sampai bulan dan bintang datang, aku masih belum bisa menemukannya. Begitu lelahnya aku mencari, sampai membuatku kelaparan, walaupun sejam yang lalu aku sudah makan 3 bakul nasi di tambah lalapan ayam. Aku melihat cahaya yang berkilau. Tepatnya di sebuah warung mie. Sebenarnya sih warungnya biasa aja, Cuma kalau soal makanan semua terlihat seperti berlian. Aku pun singgah di warung mie tersebut, warung itu berada di pinggiran sungai dan yang pasti di desa yang belum pernah ku kunjungi sebelumnya, makanya saat disana aku juga terasa asing dengan tempat tersebut. Aku terduduk letih dan menundukan kepalaku di atas tanganku yang kulipat di meja makan. Begitu laparnya aku, aku langsung memesan semangkok mie tanpa menghiraukan penjual yang berbalik dari hadapanku. Selang beberapa menit “ini mas. Mienya” aku mengangkat kepalaku. Dengan semangatnya aku pegang sendokku lalu merauk mie yang panas dan memasukkan ke mulutku yang sudah tidak sabar menyentuh mie lezat itu. Belum sampai ke mulutku. Kau terdiam sesaat, seakan tidak percaya apa yang aku lihat. Ternyata orang yang telah menyajikan makananku itu adalah cewek yang pernah kuselamatkan tempo hari. Sontak aku terkejut lalu meletakkan sendokku kembali ke mangkuknya. “loh? Kamu yang waktu itu kan?” kata cewek itu. “iya. Aku cowok yang menyelamatkanmu waktu kamu di ganggu preman” “oh begitu. Emmm. Gimana kalau kamu makannya disitu aja. Asik loh.” “baiklah” cewek itu membujukku makan di tepi sungai tepat berada di belakang warungnya itu. Aku tidak ada alasan untuk menolak ajakannya karena itu adalah kesempatanku untuk mengenalnya dan melihatnya dari dekat.

Bulan tau apa yang akan terjadi malam ini maka dari itu dia memancarkan sinarnya yang paling terang dan memantulkannya ke permukaan sungai agar keromantisan malam ini terjaga sampai pagi menjelang. “terima kasih ya. Kamu udah nyelamatkan aku. Maaf, kemaren aku gak sempat ucapkan terima kasih, aku buru-buru banget, waktu itu karena aku harus buka warung. Kalau gak cepat di makan ayam rejeki aku. Hehehe.” Senyumnya yang manis terlihat jelas di depan mataku. Aku jadi nervous dan tidak tau harus berkata apa. “loh kok diam. Ngomong Sesuatu dong. kamu marah ya sama aku?” kata cewek itu yang Nampak sedih melihat ku yang tidak menanggapi kata-katanya. “oh ia. Gak papa kok.. Aku selalu gugup kalau di depan cewek, Apalagi cewek cantik kayak kamu. Orang buta pun pasti mampu melihat lagi kalau dengar suaramu indahmu… Hehhe” “ah. Gombal ah. Norak.” Katanya tersipu malu. “loh beneran. Kalau kamu memang cantik. Karena kecantikanmu itulah yang membuatku selama ini mencarimu sampai ke seluruh penjuru kota” “apa! Kamu cari aku ke seluruh kota?!” cewek itu kaget seakan tidak percaya dengan semua perjuanganku. “beneran. Tapi itu itu gak perlu di bahas lagi karena aku udah menemukanmu. Hehehe.” Cengirku seolah-olah pencarian itu tidak pernah terjadi. “kenapa kamu melakukan hal itu?” tanya cewek itu dengan ekspresi penasaran. “Karena aku jatuh cinta padamu pada pandangan pertama. Ternyata jatuh cinta itu lucu ya? Aneh bagiku yang selama ini tidak pernah merasakan cinta sebelumnya. Menjadi seorang pengkhayal, menjadi seorang yang idiot, menjadi seseorang yang paling bodoh di dunia ini. Setelah kejadian waktu itu, aku selalu menunggumu di tempat kita pertama kali bertemu. Disana aku selalu berharap kau datang menjemputku dari penantianku. Tapi, ternyata aku salah dalam bertindak. Semakin aku menunggu, semakin aku terbuai oleh harapan yang kosong. Maka dari itu lah aku mencarimu sampai akhirnya aku bisa ada di depanmu saat ini.” Kataku sambil melihat bulan yang membentuk bola besar itu. “ternyata kamu luar biasa ya. Aku pertama kalinya melihat cowok yang begitu kerasnya mencariku. Aku salut sama kamu. Tapi sayang aku.” belum selesai dia berbicara. cewek itu di panggil oleh ayahnya untuk membereskan warung karena warungnya sudah saatnya tutup. “maaf ya. Aku harus segera pulang. Oh ia.” cewek itu mengambil secarik kertas di dalam sakunya. “Ini ada tiket pementasanku. Kamu harus datang ya?” aku mengambil tiket itu dengan semangat dan berkata “aku pasti akan datang. Pasti. Pasti. Hehehe.” “oke. Saatnya aku pulang. Sampai jumpa minggu depan.” Lalu dia pergi. Aku terus melihat tiket itu sambil tersenyum ria. Dan aku tersadar ketika aku melihatnya sudah tidak ada di depanku. “oia. Aku belum tau namanya. Aduh” Tidak sadar aku membuang tiket itu ke sungai. “gak papa aku akan bertemu dia di pementasan itu. Aku kan udah tiketnya. Loh mana tiketnya.” aku baru sadar kalau tiket itu sudah tidak ada di tanganku. “hhaadduuuhh.. gimana aku bisa ketemu dia nih” sesalku dengan kebodohan yang ku perbuat. Aku pun pulang dengan rasa penyesalan tingkat dewa.

Sudah 6 hari aku di selimuti rasa penyesalanku. Aku pun semakin tidak bersemangat. Selama 6 hari itu aku selalu pergi ke warung itu. Namun warung itu tutup. Aku menjadi kebingungan dan tidak tau harus berbuat apa. Namun saat aku lagi bersih-bersih halaman rumah penuh dengan kotoran. Kotoran yang dari ukuran biji semangka sampe ukuran planet saturnus plus dengan cincinnya. Wajar bila rumahku di penuhi oleh kotoran, karena aku suka memelihara hewan, dari hewan yang jinak sampai yang buas. Hewan seperti ayam, bebek, angsa, tupai, burung, monyet, rusa, gajah, t-rex, dan lain-lain. Dengan galaunya aku bersih-bersih halamanku, masih terpikir keidiotanku yang tidak bisa termaafkan.

Selang berapa lama datanglah sebuah pesawat jet mendarat buruk di halaman rumah dan membentur badan pesawatnya ke kotoran yang paling besar. Kotoran itu menyebar bagaikan peluru manchine gun. Aku tepis satu per satu kotoran yang ingin menyentuhku karena dashyatnya hantaman pesawat itu. Pilot itu keluar dengan darah yang bercucuran. Dia tersungkur di tanah.. Jalannya tertatih-tatih menuju ke tempat aku berdiri. Kakinya patah akibat pendaratan itu. Karena semangatnya yang tinggi dia merangkak menghampiriku.. aku terharu melihat semangatnya. Aku pun menangis tersedu-sedu. Tangisanku mengalir deras sampai membentuk sungai termasuk air terjun juga. Aku hapus tangisku dengan tisu. Satu gulung tisu sebesar tandon tidak mampu menghapus tangisku. Aku beri semangat kepada pilot itu agar cepat sampai. Setelah perjuangan yang panjang pilot itu sampai ke depanku. Dan ternyata ada ribuan penonton berada di depan rumahku. Mereka memberikan tepuk tangan yang meriah merayakan keberhasilan pilot itu. Setelah tepuk tangan. Mereka hilang seketika. “katakan.. Apa yang membawamu kesini.” kataku kepada pilot yang sekarat itu, ku pangku dia di atas paha kananku. “uhuk.. Maafkan saya terlambat. Uhuk. Uhuk. Ini tiket yang anda pesan, tuan.” kata pilot itu terbata mungkin ajal sudah mulai mendekatinya. Aku meraih tiket itu dari tangan sang pilot. Tanganku gemetaran, terkejut melihat tiket itu. Lalu berkata “apa..!! tiket ini. Ini kan.” “Aaaaggrkhh..” pilot itu menghembuskan nafas terakhirnya. “tidaaaaaaakkkk…!!! Jangan mati..!!” teriakku sambil meremas buah zak*rnya. Tiba-tiba pilot itu terbangun “adooh. Mas.. Jangan remas yang itu.. Yang lain aja.. Masalahnya itu agak sensitif mas.” “oia. Maaf.” “oke. Saya lanjutkan mati saya dulu ya” “tungguu…!! Agggkkhh…!! Tidaaaakk…!! Sebenarnya saya mau nanya.. Ini tiket siapa? Saya gak pernah pesan tiket apapun. Huaaakkh.” Pilot itu bangun lagi. “Wah.. Berarti saya salah kirim. Ya udah itu buat mas aja. Gratis. Harus datang ya.. Saya mati lagi. Huaakk..” karena terbawa semangat sang pilot itu. Aku berdiri dari duduk gue dengan semangat pula. Sampai-sampai jasad terlempar.. Siuung.. Gebuak.. Teng.. Teng.. Ngeeooww.. “Inikan tiket yang waktu itu akhirnya aku bisa ngeliat dia. Terima kasih atas tiketnya pilot. Aku tidak akan menyia-nyiakan semangatmu yang bekobar itu pilot” kataku dengan penuh keyakinan dan di iringi musik champions league anthem yang entah dari mana datangnya..

Keesokan harinya. Jam setengah 8 malam aku tlah tiba di acara itu. Aku menyerahkan tiketku kepada penjaga berbadan kekar disana. Dia lalu menyuruhku masuk dan mendampingiku sampai ke kursi yang akan ku tempatin.. “nah itu kursi anda tuan” penjaga itu menunjuk kursi besar berlapis emas, makan dan buah-buah berada di meja dekat kursi itu, dan kursi itu berada ditengah-tengah para penonton. Ibarat itu adalah kursi sang raja. “Benaran kursi saya itu.. Wah. Terima kasih pak pilot. Aku akan membalas jasamu di kemudian hari.” kataku terkagum-kagum melihat kursi itu.. “bukan tuan, kursi anda disana” penjaga itu menunjuk ke arah kursi yang reot, kumuh, kusam, tak terawat, dan berkarat. “oh iya.. Terima kasih pak..” gue langsung tersungkur seakan tidak percaya, menangis meratapi nasib.. Dan berteriak.. “kenapa..!! Kenapa..!!”.. “sssttt..” seluruh penonton menegur karena teriakan gue yang keras itu. aku meminta maaf dan terpaksa duduk di kursi itu. Tapi saat menonton pementasan itu. Tibalah saat yang di tunggu-tunggu. Dia keluar dari samping panggung. Betapa cantiknya dia saat itu. wajahnya bertambah cantik dengan balutan make up yamg pas dengan wajahnya, terlebih lagi kostumnya yang anggun bak bidadari dari kayangan. Aku langsung terdiam terpaku. Aku langsung jadi ingin buang air besar terus rasanya. Aku pergi ke toilet, Sampai-sampai aku bolak balik ke toilet sebanyak 10 X.. Dan akhirnya pementasan itu selesai. Aku lihat dari jauh ternyata ada sesi jabat tangan dengan para pemain. Aku siap-siap jabat tangan dengan cewek itu. supaya gak malu-maluin saat berjabat tangan dengan dia. Pertama-tama aku pergi ke toilet dulu. Lalu sesampainya di dalam. Mulutku, ku kumur pake wippol campur rinso campur molto campur bayclean biar harum mulutku semeriwing harumya. Terus tanganku, ku kasih sarung tangan kiper biar pas nyetuh tangannya, tangannya gak terkena kuman. Nah terus kumis, jenggot, bulu tangan, bulu kaki, bulu mata, bulu ketek, alis gue potong semua biar muka gue bersih dan tampan. “kamu pasti bisa jim. kamu pasti bisa. Dekati dia terus nyatakan cinta padanya.” aku nyemangatin diri sendiri di depan cermin. Namun Setelah aku keluar dari toilet. Krik.. Krik.. Krik.. Krik..
Gedung sudah kosong. Hanya bunyi jangkrik dan angin kensunyian yang ada. aku pun teriak dengan keras “TIDAAAAAAKK,..!! Mengapa.. Mengapa.. Mengapa ini harus terjadi padaku.. Ini tidak adil…!! Tidak adil…!” aku merobek bajuku sangking frustasinya. Tapi ada tangan menyentuh pundakku.
“kok masih disini sih..?” suara lembut itu membuat jantungku gemetar dan merasa bahwa cewek itu yang berada di belakangku. Dan saat gue berbalik ternyata dia adalah. Jreeeennggg. “Tukang sapu.” Aku pun menyikirkan tangannya dari pundakku. Lalu bergegas keluar dari gedung. Hujan mengiringi tangisku yang galau. Aku bersujud di tengah derasnya hujan sambil memukul-mukul tanah. “Apakah aku bukan jodohmu…!! Aaaagggkkkhh…!!” teriakku. “hai.. Kenapa hujan-hujanan disini. Ntar sakit loh. Nih ku kasih payung biar kamu gak kehujanan” suara indah itu menyentuh dinding qolbu ku.. Segeralah ku balikan badan dan “berulang kali kau menyakiti.. Berulang kali.. Kau khianati..” suara kaset mp3 yang di putar oleh penjual kaset. Merasa aneh dengan musiknya aku pun mendatangi penjual kaset “mas. Salah kasih musik tuh. Musiknya yang agak romantis ya. Biar nyetem ma suasana. Oke” “ongkosnya..?” kata pejual kaseet “niih” jawab ku sambil memberikan ongkos kepada penjual kaset.. lagu romantis pun menyertai kebersamaanku dengannya. Mataku tak kuasa menahan keindahan wajahnya walau sudah ketiga kalinya aku bertemu dengannya. “loh. Kamu datang ya. Kok aku gak ngeliat kamu sih. Hhe.”
katanya tersipu malu.. Melihatnya dia tersipu malu aku langsung memegang tangannya dan menaruhnya di dadaku “Sejak pertama aku bertemu denganmu aku sudah jatuh cinta ma kamu. Maaf jika aku mengatakannya terlalu cepat.. Belum lama aku mengenalmumaku sudah lancang mengatakan ini. Karena rasaku ini sudah tidak tertahan lagi. Aku harus memanfaatkan moment ini karena aku takut tidak ada kesempatan itu pergi. Dan satu lagi aku udah lama ingin tau siapa namamu. Bolehkah aku tau siapa namamu?” belum dia menjawab datang seorang pria manggil cewek itu “bebz. Kamu ngapain disitu?” aku terkejut mendengarnya. Lalu aku berkata.. “kamu udah punya pacar?”. Lalu dia menjawab.. “iya itu pacar ku. Namanya..” tidak ingin mendengar kata-katanya lagi aku langsung potong bicarannya dan mnghempaskan tangannya. “cukup. aku gak perlu tau siapa namanya. Maaf, aku membuang waktumu.” aku pergi meninggalkan cewek itu. cewek itu mengejarku dan menghentikan langkahku. “jadi kamu ingin pergi dan melupakanku. lantas, apa artinya kerja kerasmu selama ini?” aku tersenyum dan berkata “aku tidak pergi dan tidak melupakanmu. Aku hanya kembali ketempatku. Dimana aku bisa menunggumu dengan tenang. Bersenang-senanglah dengan bahagiamu saat ini. Tapi jika kamu ingin merindukanku. Datanglah ke tempatku. Kau tau? Hatiku ini sudah seperti rumahmu. Jika sewaktu-waktu kamu ingin kemari, pintu hati ini akan selalu terbuka untukmu. Selamat tinggal.” lalu Aku datangi tukang kaset itu lagi. “mas. Puterin lagu yang tadi mas.” kata ku kepada tukang kaset. Lagu judika mengiringi kegalauanku. aku pun merasakan pertama kalinya pedihnya patah hati. Sakit ternyata rasanya. Perih. Ibarat menggores luka dengan pisau berkarat, lalu diberi jeruk nipis.. Lalu jatuh di jalan raya dan dijatuhi tangga, di tabrak truk.. Di lindas traktor.. Sakit bener kan?. Tapi cewek itu tetap mengejarku dan memanggilku.. “hei. Hei. Hei. Kok melamun sih.” Kata cewek itu. ternyata yang tadi itu hanya khayalanku. “oh. maaf. Maaf” kataku malu karena kebodohanku “oia. Ini ada tiket pementasanku. Kamu harus datang ya. Nah, sekarang aku pulang ya.” Mendengar dia mau pulang. Ku pegang tangannya lalu berkata “Bolehkah aku tau siapa namamu?” “namaku Nisa” setelah dia menyebutkan namanya, aku langsung melepas tanganku dari tangannya dan pergi menjauh. Aku berteriak sebelum dia menghilang dari pandanganku “aku suka kamu!” nisa bebalik dan berkata “aku juga suka kamu” dia pergi dengan senyum yang pastinya selalu membekas di hatiku selamanya.

THE END

Cerpen Karangan: Nur Ubay
Facebook: Hokage Ubay Varuna

“Jangan pernah berhenti menghayal, Selama menghayal itu tidak dilarang”
Dimohon kritik dan sarannya ya…
Facebook : Hokage Ubay Varuna
Twitter : @ubay_nur
No. Hape : 085250200879

Cerpen Khayalan Si Bungul 1 (Sebuah Nama) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pesawat Kertas

Oleh:
Arin sedang berjalan jalan di sekitar taman dekat rumahnya. Arin kan gapunya rumah!!, eh iya maksudnya rumah orangtuanya. Ia bertemu seorang lelaki cukup tua yang sangat tampan dan berani

Wanita Yang Terjebak Dalam Drama

Oleh:
Siang itu mendadak saja gelap menyelimuti bilik kamarnya, hanya sekilas, sebelum ia berada di dalam pendopo keagungan istana. Adalah bisa juga disebut ritual rutinitasnya. Kegelapan itu digunakannya memanggil keharmonisan

Ara Forever Love

Oleh:
Tring……..tring………tring……… suara jam weker berbunyi sambil bergetar diatas meja, jarum jam telah menunjukkan pada angka 5. rahma selalu menyetel wekernya pada pukul 5 agak dia bisa bangun pagi. ”astaga

Nagnatnat

Oleh:
Minggu pagi, gue lari, bukan lari dari kenyataan yang kata orang selalu menyakitkan, tapi gue lari pagi untuk menyehatkan badan. “Men Sana Incorpore Sano” kata guru olahraga gue artinya

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 responses to “Khayalan Si Bungul 1 (Sebuah Nama)”

  1. siyuk says:

    Bagus Banget..
    Aku suka..
    Menghibur banget..

  2. Yusi Andini says:

    Hahaha lucu 😀 terus berkarya, semoga sukses.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *