Kisah Cinta Shila

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Cinta Segitiga, Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 6 April 2013

Burung-burung berkicau sangat indah, ayam berlomba-lomba berkokok. Tandanya matahari telah menampakkan dirinya. Pagi itu begitu cerah, begitupun dengan perasaan Shila yang bahagia dan degdegan. Shila memulai aktivitasnya dengan berangkat ke sekolah, karena hari itu di sekolahnya akan diadakan ujian sekolah. Dia pun bersiap-siap dan berharap di sekolah nanti dia sukses mengerjakan ujian sekolahnya dan mendapatkan nilai sesuai keinginannya. Tiba di sekolah, dia pun bersenda gurau dengan teman-teman sesama ruangannya.

Tiba-tiba di depan mereka lewat seorang lelaki yang tak lain adalah Revan, pacar sahabatnya. Revan tersenyum pada Shila dan seolah-olah memberikan isyarat sesuatu padanya. Entah, isyarat apakah itu? Shila bingung dengan sikap Revan seperti itu padanya. Tak lama setelah itu, handphone Shila bergetar. Ternyata sebuah pesan dari Revan. Isi pesan itu bahwa Revan mengajak Shila untuk ketemuan sepulang sekolah. Shila menghiraukan pesan dari Revan tersebut, karena dia tahu bahwa Revan adalah pacar sahabatnya. Akan tetapi, Revan terus saja mengirimkan pesan pada Shila.

Setelah pulang sekolah, Shila mencoba memastikan bahwa Revan benar-benar berada di tempat yang sudah Revan tentukan itu atau tidak! Ternyata memang benar Revan berada di tempat itu, tapi dia bersama Imel pacarnya sekaligus sahabat Shila. Shila pun pergi dari tempat itu dan pulang ke rumahnya. Shila merasa bahagia melihat Imel bersama Revan seperti itu.

Sekitar 15 menit kemudian ketika Shila tiba di rumahnya, handphonenya bergetar lagi. Ternyata pesan dari Revan. Revan terus saja mengajak Shila untuk ketemuan. Akan tetapi, Shila terus saja menolaknya. Dia tidak ingin membuat sahabatnya sakit hati cuma gara-gara hal itu terulang lagi. Hingga malam tiba, Revan masih saja mengirimkan pesan pada Shila. Shila pun menjawab pesan dari Revan tersebut dan menanyakannya bahwa mengapa dia mengajaknya ketemuan terus, padahal di sekolah dia bisa melihat Shila. Pada malam itu,Revan mengirimkan pesan yang berisi:
“Sejujurnya aku suka dengan kamu shila, aku serius sayang sama kamu. Cewek yang aku suka itu adalah kamu. Jujur aku suka sama kamu. Aku mohon kamu jawab sekarang yah.”
Itulah pesan yang terus menerus Revan kirim pada Shila. Sebenarnya Revan sudah mengatakan hal itu berulang kali pada Shila tanpa sepengetahuan Imel, semenjak Revan masih pacaran dengan Imel. Shila berusaha membuat Revan untuk balikan lagi dengan Imel. Karena Shila yakin bahwa Imel sangatlah menyayangi Revan. Shila tidak ingin membuat Imel sakit hati dan mengulang kejadian masa lalunya dengan perkataan Revan seperti itu.

Setelah ujian sekolah selesai, Revan masih saja mengajak Shila untuk ketemuan dan membicarakan hal itu. Karena Shila juga tak ingin membuat Revan kecewa, Shila pun menemui Revan di tempat yang Revan janjikan itu. Revan mengungkapkan perasaannya pada Shila.
Tapi, Shila terus saja berkata, “kamu harus balik lagi dengan Imel. Karena Imel itu orangnya cantik dan baik. Imel juga masih sangatlah menyayangi kamu. Janganlah kamu membuat Imel sakit hati. Apalagi kamu tahu Aku dan Imel sahabatan.” Revan terus saja diam, jika Shila membicarakan tentang Imel. Revan masih saja memohon kepada Shila untuk menerimanya dan pacaran dengannya. Shila kasihan melihat Revan seperti itu. Oleh karena itu, Shila pun menerima Revan. Shila menerima Revan karena dia menghargai perasaan Revan. Akan tetapi, Shila tak ingin bahwa hubungannya dengan Revan ada yang mengetahui. Dengan perasaan bahagia, Revan mengantar Shila pulang.
Di perjalanan pulang, mereka berdua dilihat oleh teman Shila. Shila merasa cemas karena hubungan mereka diketahui oleh teman-temannya. Revan hanya berkata, “Biarlah mereka tahu. Itu bukan urusan mereka. Imel juga tidak bakalan marah.”

Tiga hari setelah itu, Revan mengajak Shila jalan-jalan. Bahkan, Revan mengajak Shila menemui pamannya. Ketika paman dan adik sepupunya bertanya tentang Shila dengannya. Revan menjawab bahwa Shila itu calon istrinya. Shila merasa kaget dengan ucapan Revan tersebut. Disitulah, Shila mulai menyayangi Revan. Mereka berdua bersenda gurau. Revan selalu saja membuat Shila tertawa. Ketika pulang sekolah, Revan sering mengantar Shila pulang. Sebelumnya itu, Revan mengajak Shila jalan-jalan.

Hari berganti hari, mereka lalui hubungannya itu. Hingga Imel mengetahui. Pada saat itu, sebagian teman sekelasnya sepertinya membenci Shila. Walaupun sakit dengan perkataan teman-temannya itu tentang hubungannya dengan Revan, Shila berusaha sabar. Shila pun memberitahukan hal itu kepada Revan. Revan berusaha menenangkan Shila dan berkata, “ Mereka itu iri dengan hubungan kita. Hiraukan saja perkataan mereka.”

Suatu malam, Shila masih saja mengungkit-ungkit Imel kepada Revan sehingga membuat Revan marah dan mengira bahwa Shila akan memutuskannya. Shila tidak bermaksud seperti itu. Dia bermaksud untuk menanyakan “apakah Revan masih sayang dengan Imel atau tidak?” Revan pun berusaha membuat Shila percaya dengannya. Revan berkata lewat pesannya:
“Seandainya masih aq chynk ii itu mantanq, pasti nda aq tembak ki dulu.Tapi untungnya aq lupa mi itu mantanq. Buat apa aq chyank ii kalau ada mi pacarq jadi masa mantan ta di chynk.”
Itulah kata-kata Revan yang membuat Shila percaya. Shila tidak ingin hubungannya dengan Revan dinamakan perusak hubungan. Shila masih ragu dengan hubungannya bersama Revan. Karena dia tahu Revan dikenal sebagai Playboy oleh teman-temannya.

Selama sepuluh hari hubungan pacaran mereka berdua berlangsung bahagia. Hingga akhirnya hubungan mereka putus di tengah jalan. Padahal sore harinya, ketika Revan mengajak Shila jalan, hubungan mereka baik-baik saja. Akan tetapi, Shila mulai curiga dengan Revan karena pada saat Shila ingin meminjam handphone Revan, Revan seolah-olah menyembunyikan sesuatu dan tak meminjamkan handphonenya itu pada Shila. Sedih bercampur senang Shila rasakan saat itu.
Beberapa hari kemudian, Revan mengirimkan pesan pada Shila. Akan tetapi Shila seolah-olah tidak mengenal nomor handphone Revan. Revan pun berusaha membuat Shila untuk mengenalnya. Shila merasa tidak ingin berurusan lagi dengan Revan. Karena dia merasa Revan hanya masa lalunya yang pahit. Revan seorang cowok yang pertama kali menyakiti hatinya. Revan yang membuat hatinya kecewa. Hari-hari yang menyenangkan dia lalui bersama Revan yang membuatnya terlanjur menyayangi Revan dan sulit tuk melupakannya.

Satu minggu berlalu, Shila mulai melupakan Revan. Beberapa cowok kenalan sahabat Shila mengajaknya untuk sms-an. Hal itulah yang mengobati hatinya yang luka. Walaupun belum seutuhnya. Mantan Shila yang bernama Asril sepertinya mengajak Shila untuk balikan lagi. Asril sangatlah menyayangi Shila. Asril menerima Shila apa adanya. Asril tidak pernah membuat Shila sedih bahkan meneteskan air mata sekalipun. Walaupun dalam kondisi wajah Shila yang luka bekas olesan bawang putih. Akan tetapi Shila masih bingung untuk menerima Asril atau tidak. Karena hati kecil Shila masih menyayangi Revan. Shila masih mengharapkan Revan untuk jadi pacarnya lagi. Shila juga tak ingin menyakiti hati Asril, karena gara-gara Revan dia memutuskan hubungannya dengan Asril. Karena pada saat itu Shila merasa Revan benar-benar mencintainya. Akan tetapi, semua kejadian itu ada hikmahnya buat Shila. Kejadian itu membuat Shila belajar untuk mengerti arti cinta yang sebenarnya. Jika suatu saat dia pacaran lagi, Shila akan terlebih dahulu mempelajari sikap cowok itu, apakah dia benar-benar tulus atau hanya ingin menyakiti.

Shila masih saja berusaha melupakan Revan, akan tetapi itu semua cukup sulit bagi Shila. Karena Dia masih sering kali bertemu dengan Revan. Pada saat Shila ke warnet bersama temannya, Shila melihat Revan berduaan dengan Imel di salah satu tempat di warnet itu. Sakit hati Shila rasakan ketika melihat kenyataan itu. Shila berusaha membuat dirinya ceria di tempat itu. Seakan-akan dia tak menganggap Revan ada di tempat itu.
Sejam kemudian, Shila dan temannya pulang, dan melihat Revan dan Imel masih saja ada di tempat tersebut. Rasa sakit hati yang begitu dalam Shila rasakan saat itu hingga dia meneteskan air mata. Dia tak menyangka dengan perkataan Revan dahulu mengenai Imel. Ternyata itu semua bohong, Revan pacaran lagi dengan Imel. Dan kelihatannya Revan merasa senang-senang saja tanpa memikirkan perasaan Shila yang telah dia sakiti. Shila berusaha sabar, walaupun kenyataan itu membuat dia kecewa dan sakit hati.

Sekitar seminggu kemudian, teman-teman sesama kelas tiganya ingin mengadakan rekreasi. Shila tak ikut pada acara tersebut. Karena dia yakin bahwa Imel akan pergi juga, begitupun dengan Revan. Pasti Shila akan merasa sakit lagi, jika dia harus melihat Revan bersama Imel. Oleh karena itu, Shila memutuskan untuk tidak ikut dan memilih untuk pergi ke pantai bersama sahabatnya yang juga tidak ikut dalam acara tersebut. Shila berharap ketika dia ke pantai itu, dia bisa melupakan semua kenangannya bersama Revan.

Keesokan harinya, Shila pun bersiap-siap untuk ke pantai itu bersama sahabatnya. Shila merasa senang sekali karena bisa ngumpul-ngumpul bersama sahabatnya. Seakan kejadian masa lalunya bersama Revan terlupakan. Mereka pun bersenda gurau di tempat itu sambil makan-makanan yang mereka bawa dari rumah. Namun hal yang Shila harapkan itu tidak terwujud. Shila bertemu Revan. Shila melihat Revan datang ke pantai itu dengan temannya, Ery.

Ketika beberapa orang yang berkunjung di tempat itu pulang, mereka memutuskan untuk pulang juga. Shila berusaha cuek ketika lewat di depan Revan dan tak ingin menatap Revan. Walaupun Shila masih menyimpan rasa sayangnya kepada Revan, tapi dia merasa harus melupakan Revan. Hingga malam harinya, Shila mengingat lagi kenangannya bersama Revan sampai dia meneteskan air mata. Shila berkata, “Mengapa Aku masih saja sering bertemu dengan dia, mengapa begitu sulit tuk melupakannya. Setiap Aku sudah agak melupakannya, Aku bertemu lagi dengan dia. Memang Aku masih sayang dengan dia dan Aku juga masih berharap untuk balikan lagi dengan dia. Tapi, itu tidak mungkin ! Karena Revan dan Imel pacaran lagi. Mana mungkin juga Revan merasakan hal seperti yang aku rasakan ini. Tidak mungkin juga Revan memikirkan perasaanku ini yang telah dia lukai. Ahh, bodohnya Aku yang telah menerima dia sebagai pacarku dulu. Sungguh bodoh! Bodoh aku!”
Setiap kali Shila mendengar lirik lagu yang dinyanyikan oleh D’ BAGINDAS “ Maafkan Aku”, dia teringat lagi dengan Revan. Karena lagu itu adalah lagu kesukaan Revan. Apalagi lagu itu telah Revan kirim ke handphone Shila. Lagu itu sebagai kenangan Revan buat Shila.

Cerpen Karangan: Nur Aeni Fadilla
Blog: dhillasaiiank.blogspot.com

Cerpen Kisah Cinta Shila merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Sejati

Oleh:
Saat itu aku masih duduk di kelas 3 SMP, dan Aku masih nggak kenal Yang namanya “cinta”. Bagiku “pendidikan” itu nomor 1 daripada “cinta”. Hingga akhirnya Aku bertemu dengan

Endless Love

Oleh:
Hari ini tidak seperti biasanya. Langit kota Bandung yang sempat diguyur hujan beberapa hari belakangan kini berubah cerah ditemani matahari yang memancarkan cahaya kelembutan. Aku tidak tahu mengapa dan

Gula Kapas Biru Muda (Part 1)

Oleh:
Aku berjalan menyusuri sebuah jalan setapak selebar kurang lebih 60 cm. Menikmati hembusan angin lembut yang melewatiku, dengan pohon-pohon yang kompak tumbuh menuju arah timur. Cahaya matahari pagi merangkak

Sebuah Kebiasaan

Oleh:
Sedari tadi, lelaki itu masih duduk terdiam. Rupanya, ia masih ingin berada di tempat ini. Kedua anaknya tengah berdiri di belakang menatapnya. Anak perempuannya, mendekat dan berbisik: “Pak. Aku

Bara Cinta

Oleh:
“Nada kita adalah sahabat sejati, jadi apapun yang terjadi kita akan tetap bersama iya kan?” ucapku pada sahabatku Nada. Aku dan Nada sudah bersahabat dari awal sekolah dasar hingga

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *