Kisah Kita

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 29 April 2013

“Sejak pertemuan itu ada sesuatu yang berbeda dalam hati ini, tak tau apa yang sedang membuat hati ini beda, apakah aku suka dia? tapi itu tak akan mungkin!” Reno memikirkan seseorang, yang tiada lain yaitu Reina. Seseorang yang pernah dia kenal sejak dia masih kelas 7 smp.

Seketika itu kulihat Reina sedang duduk di bawah pohon yang hijau, dalam hati ini ingin sekali kalau aku ada di sampingnya menemaninya, tapi rasa malu, gugup tertancap di hati ini. Sungguh sulit melangkahkan kaki ini untuk berjalan menemuinya.
Tapi, pada akhirnya kulangkahkan kaki dengan di dertai bacaan basmalah, kulangkahkan kaki ini tuk menemuinya.
“Hy Reina, sedang apa kamu disini sendirian?” Reno duduk di samping Reina.
“Hy, lihatlah di sekitarmu, begitu indah bukan? pemandangan di sini begitu indah sejuk pula” Rupanya Reina setiap sorenya selalu menghabiskan waktunya di sini sampai metahari terbenam.
“Iya di sini memang indah, dan sangat sejuk.”
“Reno, coba kamu lihat matahari itu terbenam begitu indah” Reina menunjuk ke arah matahari, dimana matahari itu terbenam begitu indah.
“Ya memang tapi ada lagi yang paling indah yaitu tiada lain melihat mu bahagia.” Dalam hati Reno.
Sempat terlintas dipikiranku untuk mengungkapkan perasaan ini kepada Reina, tapi betapa susah lidah ini untuk mengatakan I LOVE YOU, mungkin saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk mengungkapkan perasaanku, pikirku.
Setelah lama berbincang-bincang, tak terasa hari mulai larut malam, karena itu kami bergegas untuk meninggalkan tempat itu.

Di malam ini, rasanya sulit sekali untuk menutup mata ini untuk tidur. Dalam hati ini masih teringat seseorang, yang tiada lain adalah Reina.
“Andai kau tau isi hati ini!” Reno dalam hatinya.
Tak terasa malam berganti pagi, Reno segera bersiap untuk ke sekolahnya.

Keadaan sekolahku ini masih sangat sepi, ya memang karena hari ini aku berangkat lebih cepat dari biasanya. Ketika kulihat ada seseorang di kelas yang sedang duduk sambil menundukkan kepalanya, dan terdengar sepertinya dia sedang menangis. Kucoba mendekatinya, kucoba tanya siapa namanya.
“emm.. Siapa namamu?” Reno duduk di sebelahnya.
tiba-tiba dia mengangkat kepalanya dari meja tempat dia menundukkan kepalanya. Begitu kaget ternyata dia adalah Reina.
“Kenapa kamu menangis?” Reno mengusap air mata Reina yang ada di pipinya.
“Aku tidak bisa menceritakannya kepadamu, karena ini masalah keluargaku!” Reina.
“Aku mengerti. Kamu jangan bersedih lagi masih ada aku di sini.” Reno
“Makasih kamu memang sahabat aku yang paling baik.” Reina.
“Reina, sebenarnya sudah lama aku ingin mengatakan ini…” Reno, ucapannya terpotong.
“Mengatakan apa?” Reina.
“Sebenarnya aku itu sudah menyukaimu sejak kita bertemu. Aku suka sama kamu. kamu mau menjadi kekasihku?” Reno menatap Reina.
“Maaf Reno, tapi ini terlalu cepat” Reina meninggalkan Reno sendiri.
Betapa hancur hatiku saat itu, mendengar ucapan Reina tadi.

Hari-hari berikutnya Reno terlihat agak berbeda, setelah kejadian kemarin kini Reno selalu menyendiri, mungkin karena masih terpikir ucapan Reina menolak cintanya. Hingga Suatu hari ketika pulang sekolah, Reno melintas jalan raya dengan wajah sedih dan pucat.
“Aaaaaaaaahhhh..” Reno terjatuh tertabrak motor yang sangat melaju cepat. kepala Reno terbentur keras sehingga dia pendarahan yang banyak, Reno segera dilarikan ke rumah sakit terdekat namun nyawanya tidak tertolong lagi.

“Reno maafkan aku seharusnya dulu aku menerima cinta mu. maafkan aku Reno, aku menyesal telah menyia-nyiakan kamu.” Reina menangis di atas batu nisan Reno. Tapi semua telah terlanjur terjadi.

SELESAI

Cerpen Karangan: Dania
Blog : www.daniania599.blogspot.com

Cerpen Kisah Kita merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


It’s Always Been You

Oleh:
“Epinn, sini! Ada kepik kuning!” “Panas Eliiin, pulang aja yuk!” “Kamu kalo mau pulang pulang duluan aja deh!” “Ya udah deh, aku tungguin.” Ugh, senin lagi! Sabtu ke Senin

Without You

Oleh:
Rasanya masih hangat di ingatanku saat bersama dengannya namun jika kuingat kembali hari ini genap sepuluh tahun dia pergi meninggalkanku. Entah kenapa hari ini mentari tak bersinar, awan hitam

Cinta Nayang (Part 3)

Oleh:
Pagi-pagi sekl gue udah bangun, gue segera turun ke meja makan, yang gue lihat mama sama ayah udah ada di meja makan “pagi mah…!!” sapa gue “pagi sayang.. tumben

Sebuah Ramalan Itu

Oleh:
Ku lihat ular itu terus mengejarku, aku kembali bangkit dan berlari lagi setelah tadi jatuh karena saking paniknya aku melihat ular itu. aku terus berlari, tanpa menghiraukan rasa sakit

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Kisah Kita”

  1. anonym says:

    Sudah bagus, hanya saja terlalu pendek.
    pesan dari ceritanya juga kurang ‘nonjok’ dan kurang dimengerti. Bahasanya juga terlalu baku. setidaknya, tambahkanlah beberapa bahasa gaul. seperti, ‘lo, gue,’ dll.
    Tapi, sudah bagus kok! semangat yah!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *