Kisah Yang Terbalaskan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Patah Hati, Cerpen Penyesalan
Lolos moderasi pada: 18 December 2013

Rani adalah salah satu siswi SMP. Ia duduk di bangku SMP kelas VII A tanpa ia sadari ternyata ada salah satu teman sekelasnya yang mengaguminya. Hingga sampai suatu ketika rani mendapatkan sebuah surat pemberian dari kakak kelasnya. “Dek ini ada surat” kata kakak kelasnya. “surat? Surat apa kak? Dari siapa?” jawab rani. “lihat aja dek sendiri buka aja suratnya!” jawab si kakak.

Karena penasaran rani pun membuka surat tersebut. Ia mulai membaca namun belum sampai habis ia membacanya tiba-tiba saja rani langsung spontan meremukkan surat tersebut dan membuangnya ke tanah. Ternyata surat itu adalah surat yang mencurahkan perasaan teman sekelasnya kepada rani sebut saja “L”. Rani langsung spontan bersikap seperti itu ketika menerima surat karena rani tidak memiliki perasaan sedikit pun pada si “L”. Setelah rani membuang suratnya ke tanah ia langsung pergi masuk ke dalam kelas karena lonceng jam pelajaran di mulai telah terdengar.

Di dalam kelas suasana terasa berbeda apalagi ketika rani melihat wajah orang yang mengaguminya itu. Terasa kesal entah kenapa? Padahal perasaan seperti itu sudah sewajarnya terjadi di diri manusia.

Sejak kejadian itu rani dan “L” tidak pernah saling sapa. Sampai suatu ketika “L” menyusun rencana untuk mengungkapkan perasaannya kembali pada rani kedua kalinya secara langsung tepatnya di belakang sekolah, berharap agar rani dapat menerimanya. Namun sayang rencana itu telah diketahui rani terlebih dahulu sehingga rani menolak untuk menemuinya di belakang sekolah. Keadaan masih sama tidak saling tegur tidak saling sapa seperti orang perang dingin.

Keadaan itu ternyata berlanjut cukup lama hingga hampir 2 tahun mereka tidak teguran. Sampai suatu ketika rani dan “L” menjadi 1 kelompok, dan rani adalah ketua kelompoknya. Awalnya rani bingung untuk bicara dengan “L” tapi jika ia tidak berbicara kelompoknya tidak akan beres. Akhirnya rani berbicara dengan sedikit ragu-ragu. “L” kamu mau bwa apa?” tanya rani. “terserah saja ran” jawab “L” dengan senyuman. Baru saja rani ingin menentukan bel pulang telah terdengar satu-satunya cara untuk berkomunikasi hanyalah lewat hp. Rani pun akhirnya mencari no. Hp “L” dan kemudian rani mengirim sms kepada “L”. Namun berkat kelompok itu rani dan “L” kembali bisa teguran bahkan mereka menjadi sangat dekat, mereka sering curhat, tukar pendapat dan lain-lain. Hal itu membuat rani mulai merasakan ada rasa yang beda ketika berbicara dengan “L” maupun melihat wajah “L”. Sepertinya mulai ada rasa suka pada diri rani kepada “L”. Rani akhrnya berharap agar “L” masih menyimpan rasa yang lalu pada dirinya.

Semakin lama hubungan rani dan “L” semakin dekat, berlangsung hingga mereka ke jenjang SMA kebetulan mereka berdua memiliki tujuan ke Sekolah yang sama. Contact antara mereka terus berlangsung hingga suatu ketika mereka Lost contact yang rani pun tak tau apa penyebabnya. Tak berapa lama kemudian terdengarlah kabar bahwa “L” telah pacaran dengan salah satu kakak kelas di SMA yang baru dimasukinya. Hilanglah semua harapan-harapan rani pada “L”. Tapi semua itu seperti kisah yang terbalaskan, dulu “L” yang mengejar-ngejar rani namun rani menolak, sekarang rani yang telah mengagumi “L” malah ia memilih orang lain. Akhirnya hubungan rani dan “L” hanyalah sebatas teman biasa, yang saling tegur sapa namun tiada yang istimewa karena itulah jalan yang terbaik bagi “L” dan rani.

Cerpen Karangan: Melia Kartika
Facebook: Melia Kartika

Cerpen Kisah Yang Terbalaskan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sakitnya Melupakan

Oleh:
Berawal dari kita satu kelas di SMA, yang biasa cuman menganggap kamu sebatas teman sampai akhirnya aku jatuh cinta padamu. Beribu upaya kulakukan demi mendapatkan hatimu hingga sampai akhirnya

Ku Mengagumi Senyummu Rey

Oleh:
Hari-hari tetap kulewati seperti biasa, kumengayuh santai sepedaku sambil kubernyanyi kecil. Kumasuki pintu gerbang besi itu dan ku menuju kelasku, tetap saja mata ini tak bisa terlepas dari sosok

Jingga

Oleh:
Kampusku tidak pernah menyisakan ruang untuk jiwa beristirahat. Langit kota yang telah sesak dengan angan ribuan mahasiswa melamun di siang bolong, akhirnya menghembuskan napas panjang. Angin membelai jutaan rambut

Cat Dog

Oleh:
Kesan pertama: Berawal dari pindah ke rumah baru, ternyata tetanggaku juga orang baru. Dari situlah semuanya berawal. Anak bungsu tetanggaku itu seorang cowok pecinta anjing. Orangnya pun galak seperti

Pengagum Rahasiaku

Oleh:
Huahh.. Aku menggeliat terbangun. Aku mengerjapkan mata, menyesuaikan dengan kondisiku kamarku yang temaram. “Heii.. Si Neva belum bangun?” aku beranjak turun dari ranjang dan berniat untuk membangunkan Neva. Dia

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *