Kita Hanyalah Secuil Perasaan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Galau
Lolos moderasi pada: 3 February 2013

But, right now, I wish you were here.. Damn.. Damn.. Damnn.. nannananannanaa
(sebuah cuplikan lagu favorit Anita terdengar lagi di sore itu)

Siapa yang tidak kenal Nita? Dia adalah gadis berkacamata yang supel, ramah sama semua orang, bahkan setiap orang yang kenal selalu dia sapa, entah itu dosen, temen-temen seangkatan, senior, dan lain-lainnya. Dia, Anita.. terbilang tenarlah dikampusnya. Belum cukup satu semester, dia hidup di dunia kampus, justru sudah memiliki kenalan segudang. Benar-benar Anita. Anita, yang 6 bulan lalu tamat dari SMA, kemudian lanjut kuliah, dan memilih beranjak dari daerah asalnya. Ini semua dia lakukan untuk mencapai 101 mimpi-mimpi yang dia targetkan. Bahkan, dia rela meninggalkan kekasihnya, Rio. Dia bahkan siap untuk LDR-an katanya.

Sore itu, sepulang dari kampus. Kebiasaan Anita sejak dulu, Buka Laptop, Pasang Modem, ngeNet, dan buka tab baru di Mozilla, lantas 4 matanya kemudian nangkring-nangkring dengan jejaring social yang sekarang lagi ngetrend Facebook. Dia kelihatan bersemangat, seperti orang yang mendapatkan sembako gratis, hehehhe.. Entah apa lagi yang membuatnya bertingkah aneh seperti ini.

Tiba-tiba, kriiiiinnggggg.. krinnggg… nanannana… handphone berukuran kecilnya kebali mengganggu keasyikan Anita saat bercengkerama dengan status-status di Facebook. Ternyata si Rio, sedang menghubunginya. Buru-buru Anita mengangkatnya. Sembari dia baru sadar, hamper seharian tidak menghubungi Rio, lantaran sibuk dengan kegiatan dikampus yang mengharuskan waktunya dari pagi-sore habis.
“ Assalamu Alaikum, Sori banget Rio. Akhir-akhir ini jarang banget sms, telfon kamu lagi” kata Anita mendesah..
“ Waalaykum Salam, Ta. Gak apa-apa kok. aku ngerti, kesibukanmu sekarang. Tapi, tolong dong, sekali-kali jangan cuek kayak gini ma saya., “ jawab Rio dengan nada agak tinggi di akhir-akhir.
“ Kamu, marah ya Rio? “ tanya Anita dengan resah
“ Ya udah, jangan dibahas lagi. Udahan dulu yah, ada urusan nih. Goodbye, baik-baik yah disana.

Cuma gitu doang? Apa-apaan ini? Rio kah itu? Sumpah Anita bingung. Mengapa akhir-akhir ini, Rio banyak berubah. Dulu, Rio pernah bilang ke Anita kayak gini, kalo suatu saat nanti, masing-masing diantara kita sibuk satu sama lain, kita meski PENGERTIAN. Hah.. Ini yang namanya pengertian? Rio memang berubah. Mungkin gara-gara Anita yang sekarang sudah mulai sibuk dengan kegiatan kampusnya. Memang sih, Anita juga satu mahasiswi unik. Dia itu, selalu saja nangkring di kampus. Tapi, dia itu nagkring kemana-mana, tujuannya selalu jelas. Heheheh…

Hmm, “Rio aneh. Masih saja berkutat dengan sifat dulunya. Kadang Cuma dia saja yang salalu dimengerti. Perasaanku memang tidak pernah berarti lagi buat dia, mungkin,” gumamnya.

Seketika itu, untuk mengusir kegalauannya kembali dia membuka blognya. Satu kebiasaan Anita lagi adalah, dia paling suka nulis. Apalagi saat galau-galau begini, dia itu paling suka nulis. Betul,kan. Kembali dia memposting sebuah puisi lagi di blognya, isinya kurang lebih seperti ini

“awan hitam pun mengerti kita
Seisi langit pun juga mungkin tidak ketinggalan
Mengapa tak ingin sudahi?
Mengapa cahayamu itu makin lama makin redup
Bertahankah? Mampukah kita?

Malampun tiba. Artinya, Anita, sebagai mahasiswa yang baik, mengerjakan tugas-tugasnya, dan mempelajari semua mata kuliah yang akan dihadapi esoknya. Ketika waktu menunjukkan pukul 00.00 kembali dia membuka akun g-mail. Mencheck satu persatu inboxnya. Sementara ditab lain, akun facebooknya siap menemani kerisauan hati yang Anita alami.

Waktu Indonesia Bagian Lelap…
Ketika semua orang-orang mungkin harusnya terlelap dijam segitu, Anita justru tak ingin melewatkan apa-apa yang terjadi dengan orang-orang dekatnya. Yah, termasuk status dari seniornya, Abi. Wah, Siapa lagi Abi itu? Bukankah Anita telah memiliki Rio?

Lanjut cerita, akhir-akhir ini, ternyata Anita dan Abi terbilang cukup dekat. Awalnya, Anita mencoba menepis semua rasa yang ia rasakan akhir-akhir ini pula. Namun, begitulah. Perasaan yang dating bak tamu tak diundang. Abi mengenal Anita gara-gara dia yang mengajak Anita untuk ikut disatu ajang lomba. Nah mereka satu tim ternyata. Awalnya juga mereka hanya berteman, layaknya kakak senior sama juniornya. Namun, entah kenapa ternyata si Abi ini menyimpan perasaan sama si Anita. Loh lohh .. mengapa separah ini yah kisahnya?

Si Abi, yang punya hobi yang sama dengan Anita juga suka nulis. Termasuk menulis perasaan di blog hehehheh… inilah salah satu alasan Anita, setiap kali membuka laptop – internet yang mode on – pasti ngecheck facebook dan blognya. Hm, sampai pada malam itu, sebuah tulisan tercipta dari Abi.

*untuk sebuah perasaan,
Wajarkah kita miliki ini..
Kita terasa dekat
Sampai semuanya betul-betul jelas..
Aku harap kamu mampu membaca perasaan
Perasaan tidak jelas ini*

Anita kemudian mengingat satu persatu kejadian yang dia alami sepanjang hari itu. Nah, sampai dia menemukannya. Tadi pagi, ketika Anita sudah lebih dulu di kampus, dan berdiri depan pintu, seketika itu pula si Abi juga lewat dan menyapa Anita sembari senyum sumringah. Tak tahu kenapa, Abi, tiba-tiba masuk diruangan Anita waktu itu. Yah, hanya berbincang-bincang sedikit. Yang diperbincangkan juga tidak jelas. Namun ada juga yang aneh dengan sikap Abi, yang beda dengan sebelumnya. Ia selalu menatap Anita, beda dari sebelumnya. Seakan-akan tatapan itu memberinya isyarat bahwa Abi punya perasaan ke Anita. Abi seringkali kelihatan salah tingkah jika bertemu dengan Anita. Anita pun begitu. Anita selalu menyimpulkan satu-persatu kejadian. Bahkan karena keGRannya dia, seringkali Anita menimpali bahwa memang Anita dan Abi memiliki rasa sama. CINTA.

Belum lagi status facebooknya Abi, yang selalu buat Anita senang bukan kepalang. Huh, dasar Anita. Perasaan memang selalu muncul tanpa diundang. Mengalahkan segala rasa. Anita, yang dikenal loyal sama Rio, justru terjebak lagi atas perasaan aneh itu. Betulkah Anita betul-betul jatuh cinta lagi? Sehebat itukah perasaan. Dalam hati kecil Anita, justru dia bimbang. Dia senang karena perasaan Abi ke Anita yang dalemm. Tapi juga sedih, lantaran sikapnya Rio yang akhir-akhir ini berubah. Anita harus bagaimana lagi? Segala-galanya justru semakin dekat dan menjauh. Rio yang menjalin hubungan dengan Anita udah jalan 4 tahun. Akankah segala-galanya rusak hanya gara-gara Abi? Disinilah logika kita bergerak. Ketahuilah, Anita. Perasaan tidak pernah salah. Ia justru hadir, untuk membuat segalanya makin jelas. Jika orang pertama yang kau cintai, dan hadir orang kedua yang perasaanya justru lebih dalam dari orang pertama, maka cinta yang wajar adalah mungkin ada diantara orang kedua, karena masih mampu mengalahkan cinta orang pertama tadi. Namun, disisi lain, Anita digelisahkan lagi. Bagaimana mungkin kamu tega merusak hubunganmu yang tidak bisa dibilang sebentar. Hanya gara-gara orang ketiga itu?

Aduh, Anita bingung. Jika dipikir-pikir, mereka berdua hanya berbeda di persoalan waktu. Anita lebih mengenal Rio lebih dulu dari Abi.

“TIDAAAAAAAAAAAAKKKK! Aku harus konsisten. Konsisten atas segala-galanya. Aku tidak akan merusak segalanya. Riooo… aku butuh kamu. Maafkan saya Rio. Bukankah cinta itu hakikatnya adalah kebebasan? , “ kata Anita sambil menangis karena tidak sanggup dengan semua yang terjadi dengan dirinya akhir-akhir ini. Aku sanggup melawan rasa, Rio. Aku ingin Setia. Tapi, tolong jangan ubah sikapmu ke saya. Terlalu berartinya kamu, sampai saya harus menepis rasaku., “ Lanjut Anita.

Anita ingin meluapkan semuanya. Dia pun menulis kembali di blognya, sembari air matanya jatuh tanpa ia sadari. Ditemani dengan instrument-instrumen yang kerapkali ia putar. Setelah semuanya tenang, Anita pun beranjak dari kursinya. Dan memilih untuk tertidur. Berharap ia melupakan segalanya sejenak. Kemudian air matanya terseka. -_-

Esok harinya. Waktu Indonesia Bagian Fresh. Begitulah Anita menyebutnya. Anita kemudian terbangun, sembari memandangi langit cerah pagi itu. Embun pagi yang masih membasahi bumi, makin menambah syahdunya pagi itu. Ia berharap ada cahaya terang yang menampakkan kepadanya ketika dia berada disebuah fase ketidakjelasannya. Anita berdoa, semoga ada kejelasan tentang apa yang dia rasakan sekarang.

Buru-buru, ia pun ke kampus. Hm, setiba dikampus, tepat saja ada si Abi lagi. Lagi-lagi Anita ingin menjauh, tapi tidak bisa. Tiba-tiba si Abi, mendekatinya, seakan ada hal yang ingin dia sampaikan ke Anita.

“ Ta, entar ketemu yah, sore jam 4. Ada hal yang pengen aku omongin sama adikq Anita, ehheheh, “ pinta Abi.
“ Hm, apaan itu kak?, “ ketemunya dikampus saja yah. Aku dikampus terus kok, kak, Gak kemana-mana,” jawab Anita sambil menggosok-gosok kacamatanya yang agak buram.
“ Okelah dik, “ balas Abi.

Sejak itu, perasaan Anita makin carut-marut. Sementara Abi pun juga merasakan hal yang sama. Ternyata, Abi ingin mengungkapkan perasaanya ke Anita.

Waktu Indonesia bagian Sore Hari. Inilah waktu yang mereka tunggu-tunggu.
Di sebuah tempat, di sebuah kursi. Mereka duduk berdua. Hm, Anita sembari menjerit dalam hati. Apapun yang terjadi Anita harus konsisten. Dan terjadilah dialog hati diantara keduanya. Diawali oleh Abi. Inti pembicaraanya, terletak di part ini :
“ Ta, maaf ya’ kalo saya terlalu jujur untuk kali ini, “ ujat Rio dengan lembut.
“ Gak apa-apa kok kak. Hm, mau bicara apaan ini? Heheh, sepertinya serius amat,” timpal Anita.
“ memang serius, Ta. Tapi sebelumnya saya hanya intinya mau ungkapin apa yang selama ini membuat saya sesak, Ta. Ini semua tentang apa yang saya tulis. Tentang perasaan saya ke kamu! Jujur saja, saya salut dengan kamu. Kamu ramah, dan mungkin saya satu-satunya orang yang terperangkap perasaan aneh itu. Akhir-akhir ini, saya juga banyak berubah, semua karena kamu, Ta. Kita terasa makin dekaaatt. Tapi, justru saya ingin menjauh dari kamu. Saya tidak ingin menjadi perusak dalam hubungan kalian. Tapi, Ta…,”
“Kak Abi, maaf. Aku tahu semuanya kok, aku tahu, justru sebelum kakak mengungkapkan ini semua. Tapi, maaf kak. Aku harus konsisten. Biarlah semua mengalir saja. Saya tidak kehilangan kak Abi. Aku punya rasa. Di dalam hati saya, kak. Tersimpan nama kak Abi juga. Hanya saja, Allah tidak mengizinkankita dulu. Aku juga punya Rio,sekarang kak. Mana mungkin saya harus merusak semuanya juga,kan. Hanya saja, saya tidak ingin kak Abi berubah seperti ini. Aku akan selalu butuh kak Abi. Kita punya cerita indah kak. Kita punya perasaan sama. Kalopun, kak Abi sakit gara-gara kisah ini, justru aku yang lebih dulu merasakan sakitnya, kak. Hanya ingin, kita ini tetap seperti ini. Perasaan tidak akan pernah salah kak Abi. Aku sayang kak Abi. Tapi kita tidak bisa bersama. Maafkan saya, kak, “ Anita menjelaskan panjang lebar.
“ Terimakasih, Ta. Aku menghargai apa yang sekarang kamu miliki. Sayangi Rio baik-baik. Kak Abi pun juga begitu. Tidak akan melupakan Anita. Sampai kepada ikhlasnya saya dik. Cerita kita adalah cerita paling indah. Kamu harus tahu,Ta. Bukan status yang saya tunggu, bukan air mata yang kuharapkan. Aku hanya butuh jujurnya kamu. Yang jelas kamu masih bisa menjaga cintanya Rio, Ta. Kita selalu bersama, Ta.

Dan selanjutnya, mereka pun sepakat. Untuk menepis rasa diantara keduanya. Seketika pula, Anita menangis kembali, ketika hujan kala itu mengiringinya. Seakan-akan alam pun mengerti kisah mereka. Inilah yang biasa orang-orang sebut dengan Cinta Segitiga, mungkin. Abi, yang selama ini terlihat sumringah, mendadak kelihatan down. Wajar saja, dia sangat sayang sama Anita. Anita berhasil menemukan dunia baru untuk Abi. Sedangkan Rio, juga begitu. Tidak mau menyia-nyiakan wanita sebaik Anita. Anita yang justru dilematis. Maka Anita pun hanya bisa menyimpulkan.

“ Rasa kita, sama kak Abi. Hanya saja waktu tidak memungkinkan kita untuk bersama. Biarlah aku sebahagia ini. Sebahagia Rio bersamaku. Dan sebahagia kamu, ketika kamu menatapku. Aku berdoa untukmu, Kak Abi. Kelak kak Abi, mendapatkan wnaita yang jauh lebih baik dibandingkan dengan Anita. Segitiga itu cinta, dan kita bertiga, Anita, Rio, dan Abi, hanyalah bagian daripada perasaan.

Cerpen Karangan: Nurul Kusuma Wardani
Blog: enkawet24.blogspot.com
Facebook: Nurul Kuzuma Wardani Tahir

Cerpen Kita Hanyalah Secuil Perasaan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Love in A Matter of Time (Part 2)

Oleh:
Aku mencoba melupakannya, aku akan beranjak pergi. Mungkin kirei benar benar lupa padaku.. “Kurasa, kau tak mengenalku. Maaf aku sudah menganggu waktumu aku pergi” Aku beranjak dari tempat dudukku

Satu Untukmu

Oleh:
Jika ada yang lebih indah dari kata benci, aku ingin membencimu setulusnya. Pekatnya malam yang dinginnya menusuk hingga ke jantungku membuatku sulit memejamkan mata. Di balik jendela ini hanya

Story Love Wisnu Puji

Oleh:
Tanggal 20 Mei 2012, pukul 21.45 adalah awal kisah kami berdua. Dari pertanyaan “maukah kamu jadi pacarku?” dan jawaban “iya aku mau” dari bibirku. Resmi sudahlah hubungan kami berdua.

Antara Cinta dan Persahabatan

Oleh:
Mentari dan rembulan, mereka tak pernah bertengkar, mereka tak pernah bertabrakan saat muncul di langit, mereka tak bersahabat tapi saling melengkapi. lalu bagaimana dengan persahabatan di bumi? mereka selalu

Cinta Malu-Malu Kucing

Oleh:
“Ilean, kamu suka sama cowok kaya gimana?” tanya Jose pada cewek yang bernama panjang Ilean Febiola “aku suka cowok yang baik, pengertian, yang pasti smart” jawab Ilean dengan memberi

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *