Kodok Jelek

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Pengorbanan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 21 November 2013

Suatu hari dipagi yang cerah, terlihat seorang gadis cantik. Dia bernama natasya yang biasa disapa dengan tasya. Gadis ini terlihat sedang mengamati beberapa pasang burung yang sedang berada di atas sangkar pohon. Namun, tiba-tiba ada sesuatu yang mengenai kepalanya.
“Ish.. siapa sih yang ngelempar gue batu gini?” dumelnya sambil sesekali menggosok-gosok kepalanya yang terkena kerikil tersebut.
Tasya menoleh ke belakang, dilihatnya seorang pemuda berkulit eksotis tengah berdiri sambil melempar senyum jailnya.
“eh dikdok!! Sembarangan ngelempar orang. Sakit tau!” amuknya
“hehehe sorry sya, gue gak sengaja. Serius deh tadi niatnya gue mau ketapelin buah jambu yang onoh noh. Tapi karena meleset kena kepala lo deh hahahaha..” jelas pemuda yang dipanggil dikdok oleh Tasya.
“ni anak nyebelin banget sih? Udah salah bukannya minta maaf malah ketawa kayak orang gila”
“ye biarin gini gini gue banyak fans kali. Emangnya elo jelek jadinya gak punya pacar ahahahaha..”
“ye awass lu ye..”
Terjadilah aksi kejar-kejaran antara mereka berdua
“Dikdok sini lu!! Awass aja kalo lu ketangkep sama gua! Gak bakal gua maapin lu!” Umpat Tasya
“ye.. ye.. kejar aja kalo bisa kejar jangan banyak bacod wle” ejeknya

Dikdok. Dikdok adalah panggilan dari Tasya ke seorang pemuda bernama Dicky M Prasetyo. Sedangkan Dicky memanggil Tasya dengan subutan Jelek. Mereka berdua dulunya adalah sepasang sahabat kecil yang menggemaskan. Namun, karena sesuatu hal Tasya membenci Dicky karena terus-terusan diusilin olehnya.

Saat aksi kejar-kejaran berlangsung, tiba-tiba ada suara orang berteriak
“Tasyaaa awaaasss!!!” teriak dicky saat melihat ada sebuah sepeda motor yang melaju kencang.
Pada saat yang bersamaan juga terdengar jeritan sorang anak perempuaan “Aaaa..” seketika darah mengalir dari kepala anak laki-laki itu yang ternyata adalah dicky. Ia menyelamatkan Tasya saat Tasya hampir tertabrak.

Taya tersungkur ke tanah lalu segera menghampiri dicky. Dipangkunya kepala dicky dalam dekapannya. Ia menangis sejadi-jadinya melihat temannya itu kini tengah tak sadarkan diri. Tak dihiraukannya bajunya yang putih bersih itu kini ternodai oleh merahnya darah yang berasal dari kepala temannya itu.

Masyarakat sekitar pun segera mengerumuni mereka berdua. Tubuh Dicky dibopong ke dalam mobil warga untuk segera dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Rumah Sakit
“Chy bangun chy.. gua mohon lu bangun demi gua chy.. gue pengen main sama lu lagi hiks… gua kangen lu chy.. gua sayang sama lu..” Tangis Tasya seketika pecah ketika melihat Dicky belum sadarkan diri pasca kecelakaan kemarin.

Hari-hari berlalu. Meskipun Dicky tak sadarkan diri, Tasya tetap mengunjunginya setiap hari. Bahkan sudah hampir 3 hari selama Dicky koma, Tasya bolos sekolah demi ingin menjadi orang pertama yang dilihat oleh Dicky saat tersadar nanti.

“Dok kenapa ya anak saya dicky sampai sekarang belum sadarkan diri? Padahal sudah 3 hari lebih dicky mengalami masa koma?” Tanya seorang wanita paruh baya itu kepada seorang dokter yang menangani Dicky.
“kepala dicky sepertinya mengalami pembenturan yang hebat saat kecelakaan itu. Otak kecil pasien juga agak sedikit terganggu. Setelah kami mengecek hasil ronsen #gaktautulisannya kemarin, menghasilkan bahwa fungsi otaknya lemah dan mungkin itulah penyebab pasien tak sadarkan diri” ucap dokter tersebut lalu segera berlalu.

“Tante, gimana keadaan dicky? Dia bakalan bangun kan nte? Dicky gak papa kan tante?” Tanya Tasya dengan cemas.
“Dicky gakpapa sayang.. kamu jangan khawatir sebentar lagi juga dicky bakalan bangun” ucap mama dicky lalu mendekap erat tubuh Tasya.
“maafin Tasya tante. gara-gara Tasya, Dicky jadi begini” ucapnya
“udah tante gakpapa kok”

“eenngghhh..” terdengar suara desahan seseorang. Tante dan Tasya pun segera mendekat ke arah sumber suara yang ternyata adalah suara desahan dicky.
“dicky.. dicky.. lu udah siuman?” tanyanya dengan panik

Mama dicky pun segera memanggil dokter untuk mengecek keadaan dicky.

“bagaimana keadaan anak saya dok?” Tanya Tante
“anak ibu baik-baik saja. Dia Cuma perlu istirahat” ucap sang dokter sembari tersenyum
“terimakasih dok”

“hay chy..” sapa Tasya
“hay ca..:)”
“maafin gua ya. Karena gua, lu jadi kayak gini” sesal tasya.
“udah gakpapa, lebih baik gue yang disini. Daripada gue yang ngeliat lo terbaring di posisi gue kayak sekarangJ”
“gua gak enak sama lu, chy..”
“gak enak? Kasih kucing aja hahaha..”
“lu tuh ya sakit kayak gini masih sempet-sempetnya ngejek gua”
“hehehe sorry deh jelek.. udah jangan ngembek gitu udah jelek makin jelek lo ahahaha..”
“serah deh.. oh ya gua disuruh nyokap lu buat ngawasin lu minum obat.” Ucap tasya
“emangnya gue bocah yang perlu pengawasan? Eeh gue laper ca” – dicky
“ya iya lah secara lu udah hampir 3 hari gak makan. Udah cungkring makin cungkring dah tu badan ahahaa…” ledeknya dicky hanya cemberut.
“udah udah dong manyunnya udah mirip kodok beneran tuh #ups sorry chy. Nih gua tadi udah beliin lu sarapan” sambungnya lalu menyodorkan mangkuk berisikan sup jagung kesukaan dicky.
“suapin yaa” manjanya
“ya udah sini gua suapin aaa…”
Tasya pun menyuapkan sesendok demi sendok sup jagung itu ke dalam mulut dicky sampai habis.

‘lo cantik ca. gak salah kalo selama ini gue suka sama lo’ batin dicky
‘duh kenapa dikdok ngeliatin gua gitu banget ya? Apa ada yang salah dengan gua? Apa ada sesuatu yang aneh di wajah gua?’ batin tasya

“eeh kenapa lo liat gue segitu banget?” tanyanya
“haha gakpapa.. thanks ya udah mau nyuapin gue”

‘kenapa gua baru nyadar yaa kalo dicky itu manis banget? Ehh ngomong apasih gua? Gak gak!! Tasya lu mikir apaan sih’

“napa lu ca?” Tanya dicy saat melihat gelagat Tasya yang aneh
“kagak. Gue gakpapa” ucapnya “eeh gua mau ke toilet dulu”

Saat berdiri, tanpa sengaja kaki tasya tersandung dengan kaki kursi sehingga tubuh tasya tepat berada di atas badan dicky.

Keduanya terdiam dalam kebisuan. Keheningan menyelimuti. Tak ada satu orang pun yang menyadari. Keduanya sama-sama menatap mata pasangan masing-masing.

Senyum mengembang di kedua bibir mereka, tapi tetap tak ada yang menyadari posisi berhimpitan itu. Sampai akhirnya seorang suster masuk untuk memeriksa keadaan dicky.

“hmm.. maaf mas, mbak..” ucap suster tersebut kaget.

Perasaan malu menyelimuti keduanya. Keduanya juga mendadak salah tingkah terpergok berduaan dalam posisi yang tak seharusnya diasumsi orang.

“hhmm buat yang tadi sorry yaa chy sumpah gua gak sengaja” – tasya.
“haha iya iya gue tau kok. Nyantai aja lagi ca.” – dicky.
Keduanya kembali berdiaman sampai akhirnya “ca” “chy” ucap keduanya secara bersamaan
“lo duluan” “lu duluan” masih bersamaan
“ladies first” – dicky.
“lu aja duluan”
“hmm.. ca. gue tau mungkin lo kaget denger ini. Tapi.. gue pengen jujur kalo gue suka sama lo”
“apa? Lu kagak usah becanda chy.. gak lucu banget”
“gue serius”
“hm.. gue juga kayaknya suka sama lu chy” ucapnya lalu menunduk malu
“ciyuuuss ca? cumpeh miapah?” #dickyALAY
“hahaha ciuuuss kodok.. sumveve miamu”
“thengkyu caa gue seneng banget. Oh ya ini tanggal berapa ya?”
“18 emang kenapa?”
“18 ya? Kalo gitu happy birthday myjelek I LOVE YOU“
“oh iya ini ultah gua ya? Hmm makasih mykodok LOVE YOU TOO”

The End

Cerpen Karangan: Selvy Oktavia
Facebook: Selvyoktavia29@yahoo.com

Cerpen Kodok Jelek merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Just Give Me A Reason

Oleh:
Teringat masa SMP. Masa dimana aku tak pernah punya sahabat. Teman memang banyak, namun tak ada satupun dari mereka yang bisa disebut sahabat. Aku kadang penasaran bagaimana rasanya mempunyai

Antara Kita dan Dirinya

Oleh:
Angin lembut membelai rambutnya. Teresa duduk terpekur memandang hujan yang mulai berjatuhan di tanah. Hatinya tak menentu, ia begitu kalut. Seperti orang buta kehilangan tongkat, ia tak tahu bagaimana

Best Friend More Than Love

Oleh:
Aurelia Putri Nabila. Gadis itu mengulurkan tangannya ke depan. Menangkup buliran air hujan yang turun dari atap gedung sekolahnya. Mundur selangkah, ia melihat jam yang melingkari pergelangan tangan kirinya.

Mengejar Kita

Oleh:
‘teruslah berlari hingga garis finish. Karena tidak ada yang tahu apa yang ada di akhir. Percayalah, akhir lebih baik daripada berhenti dan menyerah di tengah-tengah.’ Rambutnya terjatuh menutupi sisi

Aku, Aby dan Pagi (Part 1)

Oleh:
“selamat pagi dunia” teriakku dengan begitu ceria di atas balkon kamar. Ini hari keduaku menetap di sebuah komplek perumahan, dan aku tinggal sendiri disini. Kulihat sekitar, pohon tumbuh berjajaran,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Kodok Jelek”

  1. Laura morganouz says:

    Wah cerpennya baguz.,..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *