Kotak Musik Kenangan (Part 1)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 31 July 2016

Pagi itu lisa membantu bunda menyiapkan sarapan dan berbenah rumah, seperti hal yang biasa lisa lakukan sewaktu di desa dulu. pagi itu masih gelap dan sangat dingin, bunga bunga pun enggan bermekaran dan masih menutup kelopaknya yang indah.

Jam menunjukan pukul 05.00 wib. Segera lisa bangunkan kak sulwan untuk bersiap sholat shubuh berjamaah bersama ayah dan bunda. Setelah selesai semuanya lisa dan ayah pergi ke sekolah baru bersama. Tepatnya sekolah baru untuk lisa karena kak sulwan memang asli siswa sekolah itu sementara lisa sejak kecil dirawat dan tinggal bersama dengan kakek dan nenek di desa.

Namanya adalah salsa salisa subandono, biasa dipanggil salis, tapi juga bisa salsa atau lisa atau salisa. Ia memiliki seorang kakak bernama sulwan hadi subandono bisa dipanggil iwan atau sulwan. Keduanya cucu dari pemilik sekolah yang mereka tempati. Mereka terlahir kembar pada tanggal 12 april 2000. Dan tanggal lahir mereka diabadikan di sekolah yang mereka tempati dalam proses belajar. Yaitu SMA 12 APRIL. Sekarang ini mereka sama sama berusia 17 tahun dan sudah kelas XII. Walaupun dulu lisa tinggal di desa tetapi kehidupan di desa tidak terlalu berbeda dengan kehidupan di kota, hanya saja lingkungan desa sangat asri dan segar.

Ayah mengantar sampai depan sekolah, selanjutnya lisa mengurus sendiri. Dengan sedikit gerogi lisa masuk ke dalam kelas yang sudah diberitaukan oleh ayahnya. Lisa tidak sekelas dengan kak sulwan, dia ipa sedangkan kakaknya ips. Pertama masuk mereka semua memandang lisa dengan dingin. Guru menyuruhnya memperkenalkan diri, dengan ragu ia menjelaskan. Tiba tiba ada seseorang siswa bertanya darimana lisa berasal. Dengan jujur lisa menjawab dari desa, teman temannya pada tertawa dan mengejek tetapi dengan rendah hati ia tersenyum. Lisa memang anak yang rendah hati dan jujur bahkan ia tidak menyebut nama belakangnya. Karena nama itu ibarat gelar di keluarganya.

Guru mempersilahkan lisa duduk di dekat meja toni. Dari seluruh siswa yang heboh dan bising, tonilah satu satunya siswa yang bersikap tenang. Ia hanya sibuk dengan buku sketsanya. Bahkan yang lebih menyebalkan lagi ketika lisa tersenyum ia hanya melirik dan kembali asik dengan bukunya itu.

Bel istirahat berbunyi, lisa enggan ke luar, dan asik dengan komik yang ia bawa dari rumah pemberian kak sulwan. Tiba tiba datang dua orang gadis ke meja lisa. Sejak itu mereka bertiga menjadi akrab dan bersahabat. Namanya rubby dan angel. Rubby berambut ikal dan berkulit coklat sementara angel, berkacamata, berkulit putih dan bermata sipit itu karena emang dia gadis cina.

Tidak berapa lama bel masuk berbunyi, mereka melanjutkan aktifitas belajar mengajar hingga jam pulang pun tiba. Kak sulwan mengajak lisa pulang bersama. Lisa berkata pada kak sulwan untuk pura pura tidak mengenalnya. Dari luar ruang kelas datang dua orang gadis yang terkesan elegan tetapi angkuh. Dengan gayanya yang sombong ia meminta pada lisa untuk menjauhi kak sulawan katanya kak iwan itu pacarnya. Dia segera menarik tangan kak iwan dan meniggalkan lisa yang masih heran, aneh, kaget dan geli. Tring… tring…. nada hanphone lisa berbunyi yang menandakan ada pesan masuk. Ia pun membacanya

Setelah membaca itu lisa semakin merasa geli melihat kak iwan. Lisa keluar dari gerbang sekolah dan berniat untuk pulang dengan mengendarai taxi. Angel dan rubby datang mereka menawari lisa pulang bersama dengan mengendarai mobil rubby. Awalnya lisa menolak tapi angel dan rubby memaksa sehingga mereka pulang bersama.

Setelah selesai sholat maghrib, lisa dan bunda menyiapkan makan malam bersama. Malam itu bunda memasak semur kentang kesukaan kak iwan, ayam goreng kalasan kesukaan lisa dan pepes ikan kakap kesukaan ayah.
“pokoknya hari ini kita makan besar deh semua makanan kesukaan masing masing tersedia di meja.” Kata bunda.
Ayah dan bunda lisa bertanya mengenai hari pertama putrinya bersekolah. Lisa menceritakan semuanya, bahkan mengenai hal sepulang sekolah tadi. Ayah dan bundanya tertawa, sementara kakaknya melirik dan meringis saja.

Hari ini bunda menyuruh kakaknya mengantarkan lisa ke sekolah dan ke toko buku langganan bundanya. Kakak selalu menuruti permintaan bunda, karena kakaknya sangat sangat menyayangi bundanya.

Saat lisa dan kakaknya tiba di sekolah, maya dan linda juga baru sampai. Maya marah karena melihat lisa pergi bersama dengan iwan. Awalnya iwan ingin membalas makian yang dilontarkan maya kepada lisa. Tapi dengan segera lisa menarik tangan kakaknya itu. Melihat itu maya tambah marah kepada lisa. Lisa berusaha acuh dan mengajak kakaknya pergi meninggalkan mereka agar tidak ada pertengkaran. Ternyata niat baik lisa itu salah di mata mereka dan membuat mereka bertambah dendam terhadap lisa.

Di lain pihak toni yang selalu cuek kepada lisa, dia melihat lisa dan kakaknya bergandengan tangan. Karena takut terjadi kesalah pahaman lisa pun melepaskan gandengan itu. Kakaknya sedikit terkejut tapi ia tetap bersikap tenang.

“salis salis cepat ayo kita ke lapangan basket. Si sulwan sama timnya lagi tanding ama anak SMA tetangga.” Begitulah teriak angel dan rubby. Lisa ditarik-tarik untuk menuruti perkataan mereka dan lisa hanya menurut saja. Awalnya ia pikir sulwan yang dimaksud itu siapa, ternyata iwan kakaknya.

Bel pulang pun berdenting. Seperti permintaan bunda, lisa dan iwan pergi ke toko buku yang dimaksud yaitu toko buku “LASKAR SASTRA GRAMEDIA” . Bundanya berpesan untuk membelikan buku resep masakan timur tengah, karena katanya bundanya ingin memasak “nasi mandi kambing dan roti cane serta kare india”. Lisa dan iwan pergi bersama mengendarai sepeda motor “Ninja” milik kakaknya pemberian dari eyangnya ketika ia berulang tahun yang ke-17 kemarin, sedangkan lisa mendapat banyak novel dan komik dari eyangnya juga. Saat keluar dari pagar sekolah, maya, linda, angel, rubby dan toni melihat mereka berdua, dan entah apa yang mereka pikirkan lisa hanya cuek saja.

Setelah mendapatkan buku yang dipesan bundanya. Lisa segera mencari novel yang telah lama ia cari, baru baru ini mulai diterbitkan ulang awalnya buku tersebut sudah diterbitkan tapi karena sangat best seller sampai sampai lisa tidak kebagian. Lisa melihat buku yang dicarinya di dalam rak buku tetapi hanya tinggal 1 buku saja. Lisa meraihnya, ternyata ada orang lain juga yang mengincar buku best seller itu. Dan, tanpa sengaja tangan lisa dan tangan orang itu bersentuhan. Lisa segera menarik tangannya begitu pula dengan pria itu. Lisa dan pria itu saling meminta maaf, orang itu tersenyum dan memberikan bukunya kepada lisa. Lisa mengucapkan terimakasih dan bergegas menuju kasir dengan tak lupa mengucap salam dan pria tadi juga menjawabnya.

Ketika di sekolah rubby bertanya mengenai hubungannya dengan sulwan, dan lisa hanya mengatakan mereka hanya “BERTEMAN” saja. Rubby tersenyum dan tampaknya ia masih belum percaya. Tiba–tiba ada seorang pria yang memanggil lisa, dia bilang lisa di panggil sulwan dan di suruh menuggu di koridor depan lapangan basket. Lisa langsung percaya tanpa ada rasa curiga ia menuruti perkataan pria tadi. Ketika lisa sampai disana tiba–tiba dari lantai dua ada seseorang yang menjatuhkan sesuatu ke arahnya. Lisa tidak terlalu jelas melihatnya karena tertutup sinar matahari. Dan beberapa detik kemudian lisa merasa tubuhnya tersentak dan tertarik.

Pyar…r…r… “astaghfirullah!”. Bundanya terkejut tanpa ada sebab dan angin, gelas digenggaman bundanya terjatuh dan perasaan bundanya menjadi tidak karuan. Segera bundanya menelpon iwan. Karena sedari tadi Hp lisa tidak dapat dihubungi. Iwan mengabarkan hal buruk telah terjadi pada adiknya itu. Dan sekarang ia sedang dirawat di rumah sakit “HARAPAN BUNDA”. Dan iwan juga meminta agar bundanya tidak terlalu khawatir.

Satu jam lisa tidak sadarkan diri. Iwan kakaknya menyuruh bundanya pulang dan beristirahat, karena bundanya terlihat begitu shock ketika melihat putri bungsunya terbaring tak sadarkan diri di atas kasur rumah sakit. Tempat tidur lisa bersebelahan dengan tempat tidur toni.

Setelah 1 jam pingsan akhirnya lisa sadar juga. Kakaknya langsung memanggil dokter, dan dokter mengatakan kalau tubuh lisa masih lemah dan dia harus dirawat di rumah sakit itu dulu.

Esoknya badan lisa sudah baikkan dan sudah diperbolehkan pulang karena lukanya tidak terlalu parah, tapi sampai sekarang pun toni belum sadar juga. Saat semua barang barang lisa sudah beres, ia duduk di sebelah ranjang toni. Lisa meletakkan tasbih kesayangannya ke tangan toni seraya melantunkan ayat ayat suci alquran. Tanpa sadar ia ketiduran. Akhirnya toni tersadar juga. Ia melihat lisa di sebelahnya dengan alquran yang tergeletak dan tasbih di tangannya.

Tidak berapa lama iwan datang dengan membawa 2 nasi bungkus dan semangkuk bubur untuk toni. Karena ketika toni sadar tadi iwan melihatnya dan dia mengambil bubur yang disediakan oleh rumah sakit.

“hei lu? Jangan macam macam sama adik gue ya. Ini semua gara gara lo juga”.

Mendengar suara dering handphonenya lisa terbangun dan segera membasuh wajahnya.

“ada apa kak? Kok kalian saling memandang, dan kakak udah dari tadi sampainya?”

Kakaknya menganggukan kepala. Dan memandang tajam ke arah toni. Lisa merasa ada yang ganjil dengan perilaku toni dan kakaknya. Sementara itu toni masih terdiam dan memikirkan semua yang dikatakan oleh iwan. “adik?” begitulah pikirnya. Ketika melihat kondisi toni, lisa memutuskan untuk menyuapi toni. Awalnya kakaknya melarang tapi lisa memaksa dan ia bilang kalau toni terbaring disana sekarang karena dirinya juga. Setelah selesai semuanya, lisa pamit pada toni dan omanya toni. Lisa sedikit heran karena sejak toni dirawat ia tak pernah melihat orangtuanya datang membesuk. Sementara bundanya bisa datang sehari 3 kali.

“ting… ting… ting” bel istirahat berbunyi. Rubby dan angel mengajak lisa ke kantin. Ketika sampai di kantin, mereka melihat meja yang kosong dan memesan makanan. Iwan dan seorang temannya datang ke meja tiga gadis itu dan kedua teman lisa salah tingkah. Lisa berusaha menahan tawa hingga pipinya memerah. Iwan bertanya pada lisa mengenai kecelakaan yang menimpanya minggu lalu. Lisa mengatakan semuanya yang ia lihat dan nampaknya iwan benar benar serius menanggapi masalah ini. Suasana menjadi hening hingga tiba tiba terdengar teman kakaknya itu tertawa terbahak–bahak.

“sulwan, sulwan baru kali ini gue liat elu playboy yang terkenal disma ini seriuS Banget sama cewek dan, nampaknya itu tulus tu… tulus atau bulus. Kayaknya bulus. Oh ya cantik jangan percaya sama ne bulus mendingan ama Aa’ aja.”

Kaki iwan langsung menginjak kaki temannya itu. Dan lisa pun tertawa. Tapi iwan menggeleng gelengkan kepala memberi kode bahwa hal yang dikatakan temannya itu tidak benar. Dan lisa hanya mengangkat bahu. Ketika melihat wajah temanya itu tersenyum lisa kembali teringat dengan orang yang ia temui di toko buku itu, tapi ia masih belum terlalu perduli pada hal itu.

Setelah mendengar penjelasan dari adiknya itu, iwan segera bergegas ke TKP. Tempat kejadiannya tepat di depan kantor osis. Sebenarnya ia juga pernah melihat tempat itu, tapi ia hanya ingin memastikanya lagi, siapa tau ketika ia mencari barang bukti kemarin ia kurang teliti. Benar saja, iwan menemukan gelang besi berukiran nama seseorang yang sangat ia kenal.

Guru olahraga menyuruh toni mengambil bola voli di ruang barang. Tetapi 5 menit sudah ia belum juga kembali sehingga guru tadi pun menyuruh lisa, rubby dan angel untuk melihat apa yang dilakukan oleh toni. Tanpa sengaja lisa berpapasan dengan kakaknya dan mereka berjalan bersama. Lisa melihat toni berbicara dengan maya, dan mereka berbicara mengenai kecelakaan minggu lalu. Ternyata toni tau siapa yang sengaja menjatuhkan vas itu.

“apa yang kalian bicarakan? Ternyata bener kalau kamu yang udah sengaja menjatuhkan Vas bunga itu?”
“enggak yank bukan aku kok, ya kan toni bukan gue.?”
“kak, uda kak. Uda berlalu.”
“eh diem lu. Pantes aja nama lo salis. Sesuai sama orangnya salis selles dasar cewek Penjual diri cewek murahan.”

“CUKUP!!! JANGAN SAMAPAI TANGANKU INI MELAYANG KE PIPI KAMU.!”. Asal kamu tau Dia, adik kandungku, adik yang sangat aku sayangi salsa salisa sugiono. Cucu pendiri Dia bukanlah wanita lemah, jika kamu memang mengenal Dirinya. Ia bisa saja mencabik-cabik mulut sombongmu itu. tetapi ia selalu ingat dengan jilbab penutup auratnya bukan hanya penutup kepalanya”.
“kakak uda kak, cukup tenangin emosi kakak. Dan kamu maya maaf jika sifat dan perkataanku ada yang menyinggung perasaan kamu hingga membuat kamu dendam”

Setelah mengatakan semua itu lisa pergi dengan sedikit berlari, tak terasa air matanya mengalir membasahi pipinya. Lisa tak perduli dengan mereka yang memanggilnya dan ia tetap terus berlari, hingga ia tiba di pinggir kolam ikan. Disitu ia terus menangis. Tanpa lisa sadari telah berdiri seseorang di depannya dan orang tadi menjulurkan sapu tangan pada lisa sambil berkata “menangislah jika air mata dapat menghanyutkan kesedihan”. Seketika lisa berhenti menangis dan meraih sapu tangan itu

“dafi, muhammad mudafi”
“lisa, salsa salisa”

Lisa merasa seperti pernah melihat pria itu, dan ternyata itu pria sama yang ia temui ketika berada di toko buku waktu itu.

Cerpen Karangan: Nurul Qolbillah
Facebook: Nurul Qolbillah

Cerpen Kotak Musik Kenangan (Part 1) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Masih Maukah Kau Menikah Denganku

Oleh:
“Huuuuuf!” Anya, seorang gadis cantik berusia 21 tahun tengah menarik nafas panjang, seraya mendudukan tubuh langsingnya di sebuah kursi taman yang tak jauh dari rumah miliknya. Wajahnya terlihat memerah,

Sunny Dan Matahari

Oleh:
“Memangnya ada hal apa, Ta? kenapa kau memanggilku ke mari?” tanya Sunny pada sahabatnya, Ata. “Aku ingin menunjukkan sesuatu, Sun. Coba kamu lihat ke depan,” “Wah, sunset! bagus banget!”

Dia Istimewa

Oleh:
“Inara.. kamu tahu nggak? Dia tadi nyapa aku. Aaa…” ucap Aila. “La.. biasa aja ah. Orang baru sekali juga.” sahutku acuh tak acuh. “Memangnya, siapa yang kamu suka itu?”

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *