Kotak Musik Kenangan (Part 4)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 31 July 2016

Keesokan harinya lisa, rubby dan angel pergi ke sekolah bersama. Walaupun rubby dan angel bukan asli orang indonesia tetapi mereka sama sama beragama islam dan bisa dikatakan mereka itu mualaf. Saat lisa berjalan ke koridor dafi menariknya dan mengajaknya ke taman tempat biasa mereka bercengkrama dan saat itu adit melihatnya dan ia mengikutinya sampai mereka duduk berdua dan berbicara. “lisa aku maau bilang sesuatu kamu harus dengerin baik baik karena kata kata ini gak akan aku ulang lagi” lisa pun mengangguk dengan wajah yang masih bingung. “sebenernya aku suka sama kamu sejak pertama kita ketemu di toko buku itu dan seiring berjalannya waktu rasa itu semakin tumbuh dan aku merasa nyaman bersama denganmu. Kamu mau gak jadi pacarku?” adit dan lisa yang mendengar hal itu sama sama terkejut karena lisa tak habis pikir dengan apa yang terjadi padanya akhir akhir ini. Dan saat lisa hendak mengatakannya toni datang sambil membawa boneka itu lagi. “aku juga merasa nyaman dengan kamu dan aku juga sayang…” mendengar hal itu adit pergi dengan menelan kekecewaan sama halnya dengan yang dirasakan toni, ia menjatuhkan bonekanya dan pergi dari tempat itu. Lisa melanjutkan kata katanya “tapi rasa sayangku hanya sebatas sahabat aja. Dan aku juga belum boleh pacaran apa lagi islam melarang dan lebih baik kita fokus aja sama pelajaran dulu kan sebentar lagi mau ujian nasional, kalau sampai kita gak lulus kasihan orangtua kita yang uda berjuang agar anaknya bisa berhasil tapi kita malah cuek bebek aja. Aku minta maaf aku gak bisa gak papa kan?” dafi tersenyum seraya berkata “tapi kita masih bisa menjadi teman kan tepatnya sahabat?” lisa tersenyum dan mengaitkan jari kelingking mereka berdua tanda persahabatan yang tak pernah putus.

Lisa kembali ke kelas untuk menemui adit hari ini mereka sudah janji untuk mengerjakan tugas latihan T.O (try out) bersama sama. Tapi ketika lisa menegur adit ia malah cuek dan membuat lisa bingung karena dalam keadaan apa pun adit tidak akan pernah marah. Lisa membalikkan mejanya agar bisa berhadapan dengan adit, dan ia mulai bertanya apa yang sebenarnya terjadi tetapi adit tetap bungkam dan malah asik dengan ponselnya bahkan ia tidak melihat wajah lisa sedikit pun. Lisa meninggalkan adit dan membiarkannya sibuk dengan apa yang ia sibukkan dengan wajah yang masih sedih ia mendatangi rubby dan angel. Melihat wajah sahabatnya yang sedih mereka pun menghibur lisa dan mengajaknya ketaman kebetulan hari ini banyak jam kosong karena guru guru pada sibuk untuk menyiapkan ujian nasional besok. Saat lisa pergi adit melihatnya bertatapan dengan toni dan toni pun terlihat sama betenya seperti adit dan ia berlalu tanpa mengucapkan sepatah kata pun kepada lisa. “aduh kenapa sih dengan hari ini temen temen ku semua pada aneh,” “siapa? toni yang kamu tolak cintanya?” canda rubby. “bukan bukan hanya itu aja, dafi juga nembak aku tapi ia masih bersikap dewasa saat aku tolak dan sekarang toni cuek gak ada bedanya dengan adit yang cueknya entah kenapa” dengan bibir yang manyun. “hmm itu lah susahnya jadi cewek cantik salalap sibuk ama urusan cowok. Kalo aku sih uda biasa dikerubunin cowok aku kan mei mei” kata angel sambil tertawa. “hm opo iyo nya tant, oh ya by the way any way busway. Salalap itu apa and kan nama kamu angel bukan mei mei uda qiqah balek ya?” kata rubby menambahkan “aisiy salalap itu selalu and dalam bahasa chines mei mei itu wanita yang cantik macem saya ini?” “well well well semua temen aku itu cantik cantik tau” ketika melirik ke arah semak lisa melihat sesuatu yang tak asing baginya ia pun mendekati benda itu dan ternyata itu boneka yang hendak diberikan toni kepada lisa. Lisa mengambilnya dan membaca surat di telinga itu…

Setelah membaca surat itu lisa bener bener sadar apa yang telah ia perbuat dan ia sangat menyesal dengan apa yang ia lakukan pada toni.

Lisa, angel dan rubby pergi ke kelas untuk menemui toni dan meminta maaf padanya untuk kesalah pahaman yang telah ia perbuat. Ketika lisa hendak berbicara toni malah pergi dan itu membuat lisa tambah serba salah. Ia mengikuti toni di lorong dan menarik tangannya “apa sih yang telah aku perbuat? Aku ingin memaafkan semua kesalahan kalian tapi kalian semua malah menjadikan aku sebagai tersangka.” Adit datang bersama dengan sulwan, dan dafi dan adit tambah cemburu melihat lisa berduaan dengan toni. Entah mengapa ketika melihat adit pergi kaki lisa melangkah mengikuti adit. Tapi ia tidak memanggil adit, langkah adit semangkin cepat di ikuti dengan langkah lisa yang mengejar, dan adit berhenti di bangku taman tempat lisa biasa termenung. Di situ adit mengambil sesuatu dari dalam kantongnya sebuah kotak musik yang memiliki ruang tempat meyimpan sesuatu. Adit memutar kunci kotak musik itu dan mengambil sesuatu dari dalamnya. Melodi musik melantun indah dan benda yang ia ambil adalah selembar foto. “kak, maafin adit, adit gak bisa lanjutin perjuangan kakak untuk menjaganya, karena adit tidak bisa bersamanya ia telah mencintai orang lain dan cinta adit bertepuk sebelah tangan, Cuma kakaklah orang yang selalu ada di saat adit butuhin dan sekarang semua telah sirna.” Lisa melangkah mendekati adit, air matanya menetes membasahi pipi. Ia duduk disebelah adit dan merangkul tangan sahabatnya itu. Adit yang melihat itu menjadi heran dan kaget apa yang telah terjadi dengan lisa. Dalam rangkulannya ia berkata “adit gak boleh sedih salis akan selalu ada untuk adit. Dan siapa wanita yang berani sakiti adit. Adit kan udah janji adit gak akan menangis lagi. Inget kan dulu salis bilang salis akan jaga adit dan gak akan biarin adit sedih. Adit juga bilang begitu”. Mendengar itu adit tersentak ia ingin sekali mengatakan bahwa wanita yang ia suka itu adalah dirinya, tapi melihat lisa adit kembali menjadi tenang.

2 bulan berlalu sejak kejadian itu dan hari ini SMA 12 APRIL merayakan kelulusan dan alhamdulillah lisa lulus dengan peringkat tertinggi di sekolah itu kemudian disusul dafi. Hari ini mama adit datang ke rumah lisa untuk membicarakan masalah janji yang telah mereka buat 12 tahun yang lalu mengenai kedua anak mereka dan mamanya mengajak keluarga lisa untuk makan malam di luar besok malam. Tentunya keluarga lisa mengiyakan dengan senang hati, karena memang hari itulah yang kedua keluarga tadi inginkan.

Hari ini seluruh kelas XII ipa mengadakan acara perpisahan ke sebuah pantai, awalnya lisa menolak bahkan orangtuanya juga tidak setuju tapi hampir seluruh siswa datang untuk mengajak lisa ikut dan para guru juga ikutan hal ini dikarenakan lisa adalah siswa yang spesial dan ini juga untuk merayakan peringkatnya yang paling tinggi. Akhirnya orangtua lisa mengijinkan tapi mereka meminta agar lisa dijauhkan dari air laut itu. Orangtuanya memberitahukan pada para guru tapi guru guru tidak memberitahukan pada siswanya karena ini merupakan masalah pribadi lisa. Mereka pun pergi dengan mengendarai bus dan sampailah mereka di tempat yang dituju. “wih keren banget neh tempat, ikut gue berenang yuk” teriak maya sambil menarik tangan linda. “lis, naik banana boat yuk seru ni uda gak sabar” kata angel dan rubby. Tapi lisa menolak sejak ia sampai di pantai tadi kepalanya sangat pusing seperti mengingat sesuatu yang menyakitkan. Ia tak memperdulikan apa yang teman temannya katakan, dan sibuk dengan komik yang telah ia sediakan dari rumah tadi. Toni mengirim pesan singkat pada lisa ia mengajak lisa mengendarai sepeda air awalnya lisa menolak dan enggan tapi toni datang mendekati lisa dan menariknya, saat itu adit sedang pergi mengambil minuman untuk dirinya dan lisa tetapi saat ia kembali lisa sudah tidak ada.

“ayolah lis, jangan bilang kamu takut air. Pliease deh emangnya kamu kambing apa?” canda toni. Ketika terkena ombak laut lisa sangat gemetar dan ia merasakan tubuhnya berkeringat dingin. Tapi toni terus saja menariknya. Tiba tiba ia berkata “alah lis, sepeda airnya uda abis, kita berenang aja ya. Kamu bisakan, oh ya pastinya kamu bisa. waktu di kolam itu kan kamu jago banget.” Lisa agak kesal dengan sikap toni yang begitu ceroboh. Tiba tiba saja ingatan itu kembali saat lisa sudah berada cukup jauh dari pinggir pantai tanpa terasa ia sudah berada di tempat yang cukup dalam, ombak laut menerpanya dan ia menjerit ketakutan bahkan ia hampir saja tenggelam, untungnya adit segera datang menolongnya dan membawanya ke pingir pantai ia mencoba menyadarkan lisa yang pingsan, toni pun segera mengikuti adit, ia tak tau apa yang terjadi pada lisa. Lisa sadar dan ia mengeluarkan air yang ia minum saat hampir tenggelam tadi anggel meletakkan kepala lisa di pangkuannya dan adit menonjok toni sampai bibirnya berdarah dan wajahnya lebam. Mereka pun berkelahi. Lisa sadar dan ia terduduk ia memegang kepalannya sambil terus menjerit histeris. Mendengar jeritan lisa adit segera menggendongnya dan menaikkannya kedalam mobil yang sengaja ia bawa saat datang ke pantai tadi. “lis, tenanglah, lisa ini aku, lisa uda aman, jangan takut aku disini lisa.” Sambil terus memegang wajah lisa. Ia pun memakaikan sabuk pengaman pada lisa, ia juga memanggil angel dan rubby untuk ikut serta. Ia memacu kendaraannya dengan sangat cepat tapi rubby menyuruhnya agar tetap berhati hati. Adit membawa lisa ke rumah sakit terdekat dan ia menelpon keluarga lisa. Bunda lisa sangat shyok. Saat sampai dokter memberikan lisa obat penenang dan lisa tertidur dengan sangat pulas. Bundanya, gurunya dan toni serta teman temannya sampai di rumah sakit yang di beritahukan oleh adit. Bunda lisa menangis dan ayahnya marah kepada guru yang mengatakan ia akan bertanggung jawab pada diri lisa. Tapi kejadiannya malah begini. Ketika melihat toni datang adit langsung menariknya ke taman rumah sakit yang sunyi. Ia marah sekali kepada toni “ngapain lo kesini lagi, belum puas lo sama apa yang telah terjadi. Lisa dirumah sakit sekarang ini karena lo tau”. “aku juga gak tau dengan apa yang terjadi, gak mungkin aku mencelakakan orang yang aku suka memangnya aku gila apa?”. “Udah sekarang gue minta lo pergi dari sini. Dan jauhi lisa. Ngerti lo.” “siapa kamu dan apa dirimu ngelarang ngelarang aku”. “lo tu ya emm…” hampir saja tangannya mengenai pipi toni lagi, untungnya mama adit datang dan mamanya mengatakan toni tidak tau apa apa mengenai diri lisa. Adit pun meninggalkan mamanya dan toni yang sedang berdua. ia menunggu dikamar lisa. Mamanya memberitahukan pada toni apa yang sebenarnya telah terjadi. Ketika malam tiba adit tidak pulang dan ia seorang diri yang menjaga lisa hingga ia tertidur di ranjang tempat lisa berbaring. Ia memang sengaja meminta pada bunda lisa utuk menjaganya. Toni pun melakukan hal yang sama ia berbaring di bangku ruang tunggu. Jam menunjukan pukul 4 lisa terbangun dan ia melihat adit tertidur di sebelah tangannya. Ia pun mengelus rambut adit sambil bergumam “maafin aku, karena aku kamu kehilangan kakak yang sangat kamu sayang. Dan aku janji aku akan gantiin posisinya untuk ada dan selalu ada di samping kamu selamanya”. Siangnya lisa sudah diperbolehkan pulang. Sesampainya di rumah bundanya menceritakan semua yang terjadi alasan ia dikirim ke desa juga. Ternyata selama ini orangtuanya selalu melakukan yang terbaik untuknya. Dan kecelakaan itu juga yang membuat ia kehilangan sebagian ingatannya.

Malam harinya ia pergi untuk menepati janji yang telah orangtuanya buat mereka makan malam bersama, awalnya bunda dan mamanya adit khawatir dengan keadaan lisa, tetapi ia memaksa dan mengatakan ia tidak apa apa. Di malam itu orang tua mereka menjodohkan antara adit dengan lisa yang memang perjodohan ini diatur sedemikian rupa. Lisa sudah tidak masalah dengan apa yang terjadi karena memang selama ini orang yang ia sukai itu adalah orang yang saat ini berada di hadapannya yaitu YUSUF ADITYA.

4 tahun sejak perjodohan itu adit menikah dengan lisa, dafi menikah dengan riska. Dafi dan riska bertemu di desa saat itu riska sedang mengajar anak anak di sekolah yang ia dirikan sendiri dan dafi jatuh hati dengan ketulusannya, cintanya juga yang telah membuat ia move on dari lisa. Dafi dan riska jatuh cinta pada pandang pertama dan setelah berpacaran 2 tahun mereka pun menikah, dan disusul oleh kak sulwan dan angel, kemudian adit dan lisa. Setelah kelulusan lisa dan adit pun melaksanakan pernikahan. Tapi sejak kejadian di rumah sakit itu adit, dafi, sulwan, maupun lisa tidak pernah lagi bertemu bahkan mendengar kabar tentang toni. Ia seperti hilang ditelan waktu.

Cerpen Karangan: Nurul Qolbillah
Facebook: Nurul Qolbillah

Cerpen Kotak Musik Kenangan (Part 4) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Dia Yang Selalu Ada (Part 3)

Oleh:
Setelah sampai Shintia mengajaknya untuk mampir dulu dan Raka tidak menolaknya. “Kamu mau aku buatin minum?” “Boleh, aku mau jus aja.” Ucap Raka. “Okey.” Ucapnya seraya pergi meninggalkan Raka

Loker Sekolah

Oleh:
Tap, tap, tap. Terdengar suara derap kaki melewati lorong -lorong sekolah. Angin yang berhembus menerpa rambutnya yang tergerai indah. Krek. Perlahan tangan halusnya membuka sebuah loker yang bertulis Ridho

Matahariku

Oleh:
Menatap matahari yang bersinar terik membuatku menyipitkan mataku. Sebuah buku tiba-tiba menghalangi pandanganku, aku menoleh dan ada Cyrus berdiri di samping Kananku. “Sayangi matamu…” ucap Cyrus, yang juga menatap

Love You Eiffel

Oleh:
Paris, salah satu kota dari Negara Perancis yang terkenal dengan sebuah menara, yaitu Menara Eiffel. Paris juga bisa disebut kota cinta karena Romantika khas dari Paris. Namaku Kevin, aku

Bunga Krisan Itu Untukmu

Oleh:
Sayup-sayup rona matahari berganti dengan siluet malam, kembali membuka ingatan pada kata, mata dan hati yang pernah terucap. Siluet malam menghantarkan rona lebih terang dari siang, lebih tenang dari

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Kotak Musik Kenangan (Part 4)”

  1. iqmam says:

    Ada kelanjutannya ngga nih ? Penasaran ama keadaan s toni

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *