Kupilih Dia

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 18 June 2016

Aku adalah seorang siswa di Sekolah Menengah Atas. Namaku Davi. Lengkapnya Davi Adrian. Aku berasal dari keluarga yang cukup kaya. Kata teman-temanku kekayaanku bukan cukup lagi tapi lebih. Namun, aku menanggapinya biasa saja. Aku memang dari keluarga kaya, tapi aku bukanlah golongan orang yang menyombongkan harta kekayaan orangtua.

Suatu hari, aku berangkat ke sekolah mengendarai mobil pribadiku. Setelah aku sampai di parkiran, aku langsung keluar dari mobil. Lagi-lagi teman-teman perempuanku mengerumuniku, layaknya semut mengerumuni sebutir gula. Aku langsung meminta bantuan kedua sahabat karibku yang kebetulan nongol.

Kami pun menuju kelas kami. Tak lama kemudian bel berbunyi. Tidak terasa kami pun diharuskan pulang. Aku langsung keluar kelas bersama dengan dua orang kawan karibku.

Malam harinya aku menyampaikan niatku untuk pindah sekolah pada ayahku. Dia pun berkata Dia akan mengurus segala keperluanku untuk pindah sekolah. Alhasil, aku pun pindah sekolah tanpa sepengetahuan teman karibku.

Di kelasku yang baru, aku kagum pada seorang teman perempuanku. Menurut informasi yang ku dapat dari temanku yang lain, Dia berasal dari keluarga yang kurang mampu alias miskin. Rumahnya jauh dari sekolah. Dia ke sekolah selalu jalan kaki. Namaya Inayah. Dia cantik, manis dan rajin. Yang tak hentinya membuatku memujinya yaitu dia Shalehah. Aku menyukainya. Aku berharap dia juga demikian.

Suatu pagi, kuberanikan diriku mendekatinya. Namun, dia selalu menghindar dariku. Dia hanya berkata, “maaf… bukan muhrim”.
Hingga suatu hari, ku dengar kabar dari temanku bahwa ibunya yang selama ini jadi tulang punggungnya meninggal dunia. Aku sangat sedih dengan keadaannya sekarang. Untuk membayar biaya sekolah dan biaya hidupnya, dia harus bekerja part time.
Ku beranikan diriku membujuknya agar dia mau bekerja di rumahku. Jujur aku khawatir jika dia harus bekerja di luar sana. Dia pun menangis. Yah, dia menangis di hadapanku. Menumpahkan segala kesedihannya. Kesedihan yang selama ini dia pendam sendiri.
Setelah ku dengar ceritanya, aku tambah menyukainya. Namun, rasa itu selalu ku pendam. Dia akhirnya bekerja di rumahku. Hingga kami lulus SMA. Aku melanjutkan pendidikanku ke luar negeri tepatnya di Kairo, Mesir. Sedangkan dia di Canada, Amerika Serikat. Dia mendapatkan Beasiswa di sana karena dia adalah orang yang pintar. Hingga suatu hari kami sudah selesai di dunia pendidikan. Kami sama-sama jadi Dosen di kota kami.

Aku pun memantapkan pilihan dan keputusanku. Ku pilih dia dan ku putuskan untuk menikahinya. Dan hari kebahagiaan pun tiba antara kami berdua…

Cerpen Karangan: Rahmatang
Facebook: RahmaRahmatang RaRa
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh….
Saya seorang siswi di MANEGERI 1 WATANSOPPENG. Sekarang sudah menanti hari penentuan kelulusan. Saya tinggal di sebuah desa bernama Lempo Bakke di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan. Ini merupakan cerpen kiriman pertama saya. Kritik dan saran dari pembaca sangat saya butuhkan demi perbaikan ke depannya… Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh….

Cerpen Kupilih Dia merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Bulan Dan Bintang

Oleh:
Kulihat langit. Yang dihias dengan bintang dan bulan. Dan kuingat kembali saat aku bersamanya. Kenangan itu begitu indah. Aku tak menyangka ia pergi secepat ini. Saat ini, air mataku

Rest Area

Oleh:
Entah apa yang menjadi alasan Ayumi seringkali menolak ajakan Nathan untuk bertemu. Namun Nathan enggan menyerah agar bisa bertemu Ayumi. Setelah 3 tahun lamanya mereka hanya bersua via media

Putus Cinta 6 Jam

Oleh:
Risky dan Olivia adalah sepasang kekasih yang baru jadian 2 minggu yang lalu. Olivia adalah seorang gadis manis dan cerdas yang telah jatuh cinta kepada seorang laki-laki tampan. Mereka

Kembali

Oleh:
Kata kembali sering kudengar di mana-mana, di tempat-tempat yang kusinggahi. Bertahun-tahun aku menunggunya di sini berharap dia kembali, kekasihku. Tahun demi tahun, malam berganti malam bagai kertas yang mengusam,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *