Kutemukan Bahagia Baru

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Patah Hati, Cerpen Penantian
Lolos moderasi pada: 12 September 2017

Malam ini aku menangis lagi “iya sayang itu semua benar aku sudah dekat dengannya sejak desember tahun lalu” kata-kata itu selalu teringat olehku dia masih berani memanggilku sayang dengan apa yang sudah dia lakukan apakah ini balasan dari sebuah kesetiaan rasanya telalu sakit dan aku terlelap dalam tangisku.

Kringgg… Kringgg… kringgg… Suara alarmku berbunyi aku sengaja memberi alarm di hp ku, aku ingin menyegarkan pikiranku dengan pergi ke taman pagi ini, pagi yang cerah banyak orang dengan aktivitasnya masing-masing di sini hingga aku melihat dua insan manusia sedang bercanda bersama di salah satu kursi taman, rasanya mereka sepasang kekasih sedang beristirahat karena olahraga lari mereka pagi ini aku kembali ke kejadian tiga tahun silam.

“Aku sayang kamu vi, aku mau kamu jadi pacarku” “tidak aldo aku tak bisa, pacaran bukan hal yang main-main” “aku tidak main-main vivi aku sudah menyimpan rasa enam bulan terakhir padamu” dia adalah aldo laki-laki yang meraih prestasi tiga besar di kelas, dia sangat jatuh cinta dengan dunia olahraga, tarik suara, dan musik, kegilaanya di dunia sepakbola tak jarang membawa hasil yang memuaskan, membawa nama baik sekolah dengan kejuaraan tenis meja, suaranya yang merdu dan permainan gitarnya yang sangat memesona, aku tak buat-buat itu semua memang dia miliki, sekarang dia berada di depanku menyatakan cintanya untukku yang tidak ada apa-apanya “berikan aku kesempatan buat buktikannya samamu berikan aku waktu seminggu jadi pacarmu kalo kamu tak suka kita boleh akhiri nantinya” sepengen itukah dia jadi pacarku “kamu nggak salah aldo, aku kan nggak ada apa-apanya dari teman-teman yang lain” “perasaanku jatuh ke kamu, kamu itu beda kamu pembawa keceriaan, aku nyaman di dekatmu dan aku yakin ini cinta” “baiklah seminggu” “aku tak akan sia-siakan kesempatan ini sayang” sepertinya pipiku lagi memerah sekarang mendengar kata sayang darinya.

Aku menjalani hari-hariku sebagai pacar aldo dan benar saja hubungan ini tak seminggu lagi aku juga mencintainya tak mungkin kulepas begitu saja, banyak yang tak setuju dengan hubungan ini kadang aku mendengar cibiran bahwa aldo seharusnya bisa dapat yang jauh lebih baik “mereka hanya sirik sama kamu, aku sayang kamu jangan dengar mereka” aku sudah sangat kuat dengan kata-kata aldo yang seperti itu dan dia terus meyakinkanku bahwa hubungan ini nantinya akan ke jenjang yang lebih serius, perempuan mana yang tidak senang mendengar hal itu.

Waktu terus berputar aku selalu ada buat aldo menjadi pacar yang setia mendengar cerita tentang real madrid tim favoritnya itu walau kadang aku benar-benar tak mengerti cerita tentang dunia olahraga dan musiknya itu, bahkan dia mengajakku untuk bertemu keluarganya, mereka baik sangat baik bisa menerimaku apa adanya hingga besar keinginan bahwa aldo akan menjadi pacar pertama dan satu-satunya untukku. Hingga saatnya
“sayang, aku dapat beasiswa di universitas itu” dia bahagia sangat bahagia “kamu tenang aja aku akan baik-baik saja, LDR tak akan membuat kamu kecewa percayalah” “iya selamat ya, aku pastikan aku akan setia” walaupun berat untuk jauh tapi aku percaya aku akan tetap setia.

Enam bulan berlalu komunikasi kami semakin jarang saja, tapi komitmen untuk bertahan sudah bulat “maaf sayang, tugas kuliah banyak aku jarang kasi kabar” suaranya di ujung telepon sana “iya gak apa-apa, kamu yang semangat jaga kesehatan”

Satu tahun berlalu semua berbeda, dia hanya telepon saat dia ingat saja dengan yakinnya aku tetap setia untuknya, aku tak gampang jatuh cinta walaupun banyak yang berusaha memberi sinyal tapi aku yakin aldo untukku selamanya.

Bulan juni akhir semester dua tiba-tiba aku dapat telepon dari adek kelasku saat SMA dulu “halo kak, kakak masih pacar bang aldo kan” “iyalah dek” “aku kecewa sama bang aldo kak, aku kenal dia sangat cinta sama kakak, aku kenal dia setia tapi dia pembohong” adek kelas yang sangat dekat denganku dulu, juga dekat dengan aldo pacarku “maksud kamu apa” “kakak buka instagramnya bang aldo” aku menutup telepon dan mencoba melihatnya, oh tuhan apakah ini yang dia bilang sibuk dia ternyata dekat perempuan yang dia bilang teman kelompok, aku tak boleh menuduhnya dulu.

“halo sayang apa kabar” bodohnya aku yang terlalu setia menunggu “ia vi, baik sayang tugas kuliah banyak” “kalian cocok, apakah aku harus dengar dari orang lain atau dari kamu sendiri” “iya sayang itu semua benar aku sudah dekatnya sejak desember tahun lalu” “terimakasih aldo” aku menutup telepon itu dan ya aku menangis, aku terlalu percaya dan akhirnya aku dikhianati

“hei kok melamun” seseorang mengagetkanku dari lamunanku “eh i iya” jawabku kaget “aku dimas” dia mengulurkan tangannya “vivi” jawabku membalasnya “ngapain melamun di sini, sepertinya kamu habis menangis tadi malam” apa-apaan ini, orang baru datang dan sok akrab denganku “tidak kok” “matamu tak bisa berbohong, oh iya aku harus pergi dulu aku akan menunggumu di sini besok” dia berlalu begitu saja.

Entah mengapa esoknya aku datang lagi, aku mulai akrab dengan dimas dia juga menceritakan masa lalunya bisa dibilang hampir sama, pacarnya pergi dan tak mengakui dia lagi ia tak gampang jatuh cinta dan tak gampang percaya, ia tidak mau berjanji untuk seseorang tapi dia berusaha untuk tidak menyakiti perempuan seperti yang dia rasakan, orangnya sangat asik, suka bercanda, bahkan kami membicarakan hal-hal konyol yang kami temui setiap hari dia menghilangkan rasa sedihku dan mulai melupakan sakit hatiku ke aldo, bahkan dia menyuruhku untuk tetap menjaga hubungan baik dengan aldo “putus bukan berarti musuhan kan” katanya.

Hingga dua minggu berlalu kami selalu bertemu di tempat yang sama “sebentar lagi kuliah mulai, berangkat lagi dan jadi mahasiswa lagi” “kamu kuliah” tanyaku, dia hanya tertawa melihat reaksiku “dua minggu kita jumpa setiap hari, aku tau kamu masuk semester empat dan akan mulai kuliah juga kan” “kan aku sudah cerita” jawabku, lagi dia tertawa makin keras “dan kamu tak mau tanya balik tentang aku” aku hanya tersenyum malu “kita seumuran, aku juga kuliah akademi maritim Indonesia di jakarta” ada sedikit kecewa di hatiku entah kenapa aku ingin melihatnya setiap hari “berarti kamu berlayar” “kalo iya kenapa?” degg… Ada rasa yang berbeda aku tak ingin dia makin jauh, dia tertawa lagi “maritim bukan berarti harus berlayar vivi, aku bagian pelabuhan” ada sedikit rasa lega di hati “tenang aja tamat kuliah, aku akan kembali lagi ke kota ini untukmu” ucapnya dengan tulus, aku merasa ada warna yang berbeda darinya sangat nyaman sekali bahkan tak pernah kurasakan sebelumnya, apakah aku akan memulainya dari awal?

Cerpen Karangan: Elviad Ghea
Facebook: Elviad Ghea

Cerpen Kutemukan Bahagia Baru merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Siput dan Singa

Oleh:
Baru saja aku menapakkan kaki di tanah kelahiranku, lebih tepatnya desa kelahiranku. Panggil saja aku Nadira, gadis berusia 20 tahun yang datang kemari hanya ingin berlibur sekaligus mencari sahabat

Turtle

Oleh:
Jam pelajaran musik akan segera dimulai dalam 5 menit lagi. Semua orang di kelasku sudah bersiap-siap untuk pindah kelas. Namun dia butuh waktu 10 menit untuk mempersiapkan semua barang-barangnya.

Je T’aime (Aku Mencintaimu)

Oleh:
‘Lima tahun, bukankah waktu itu terbilang cukup untuk bisa berada di dekatmu. berdiri di sampingmu dan mencoba membuat hal-hal indah bersama.’ Catatan itu masih tersimpan rapi di laciku dalam

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *